MEI 2023

MEI 2023

TIPS BERMUSUHAN; MENEKAN ITU MENGUATKAN

Tiap benda alam semesta memiliki gaya tekanan, makin berat bendanya makin berat pula tekanannya. Namun alam semesta ini ada gaya gravitasi yang kemudian memberikan tekanan balik yang kekuatannya sebanding dengan tekanan yang diberikan.   Kalau Anda tenggelamkan bola ke dalam bejana air, lalu lepaskan, maka bola akan memantul balik sesuai berat tekanannya. Makin berat tekanannya, kekuatan menyembul balik dari dalam air juga makin kuat.   Atau Anda lemparlah bola ke dinding. Makin hebat Anda melempar, daya balik memantulnya juga makin kuat. Itu artinya menekan musuh adalah usaha untuk menguatkan.   Anda ingat penendangan sesajen di Gunung Semeru kemaren? Artinya di situ ada oknum melakukan tekanan permusuhan terhadap sesajen lumayan kuat, hasilnya energi budaya sesajen malahan memantul balik dengan begitu kuat.   Banyak komunitas-komunitas budaya dan adat di nusantara yang justru dengan sengaja menggelar ritual sesajen bersama dengan terbuka. Belum lagi cacian dan makian kepada oknum pelaku, dan laporan kasus ke kepolisian, semuanya reaksi balik akibat dari tekanan permusuhan yang diberikan pelaku. Itu artinya menekan musuh adalah usaha untuk menguatkan.   “Tempat buang anak jin” untuk wilayah IKN Nusantara itu sebenarnya tekanan politik untuk penguasa, sementara penguasa yang ditekan secara politis diam saja, hanya konsisten kerjakan program-program kerjanya, hasilnya tekanan balik besar-besaran justru menghantam balik dengan hebat.   Ancaman mandau-mandau terbang, s4ntet, demonstrasi, pernyataan-pernyataan lembaga-lembaga adat Kalimantan, laporan ke kepolisian, dan lain-lainnya, terus saja menghantam balik. Benar-benar, menekan musuh itu artinya menguatkannya.   Mau bagaimana lagi, gaya gravitasi alam semesta benar-benar ada. Benda di alam semesta saling tarik menarik dengan gaya yang berbanding lurus dengan hasil dari massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat dari jarak antara mereka. Itu semua sebabkan makin kuat diri Anda, makin kuat pula musuhnya, makin kuat reaksi tekanannya, makin kuat pula daya baliknya.   Beberapa waktu lalu saya dibuat kelimpungan oleh orang yang memusuhi saya. Awalnya memang dia yang tanpa alasan jelas mendengki dengan hoki rezeki dan hoki karir saya. Padahal sebenarnya dia jauh lebih lemah dari saya.   Terbawa rasa sebal, dan saya pikir kecil-kecil saja saya menekan dia, saya bersikap seenaknya, dengan sadar dalam kurun waktu 3 bulanan saya congkak seenaknya, nyinyir seenaknya, menekan seenaknya, pokoknya semau gue.   Hasilnya dia yang sebenarnya kekuatannya jauh lebih lemah dari saya, eeh kemudian temukan dukungan dari beberapa orang yang tentu berikan tekanan lebih kuat pada saya. Saya pun melongo.   Di situlah saya sadar, menekan musuh kuat-kuat itu sama saja menyiapkan musuh agar lebih kuat.   Tentu Anda kerap punya rasa benci pada seseorang. Saat membenci, jangan lakukan beraksi menekan terlalu kuat, itu sama saja menyiapkan orang yang Anda benci untuk lebih kuat.   Begitu pula ketika Anda punya rasa sakit hati pada seseorang, jangan beraksi berlebihan dalam memberikan perlawanan, karena justru ia akan makin kuat.   Begitu pula ketika Anda dimusuhi atau ingin memusuhi orang lain. Makin Anda beraksi kuat, musuh juga makin kuat, sebab adanya hukum gravitasi universal alam semesta.   Diam dan sabar. Itu tips aman ketika Anda membenci, dibenci, memusuhi, dimusuhi, sakit hati, dan lainnya.   وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ   “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allâh mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. Ali ‘Imran : 120)   Cukup diam dan sabar. Itu saja tips hadapi musuh. Namun diam dan sabar tidak bisa begitu saja datangkan kemenangan. Bisa jadi malah musuh makin seenaknya berbuat zalim kepada Anda, makin menginjak. Kejadian begini biasanya si pelaku sabar dan diam itu dipicu atensi rasa lemah. Dan merasa lemah akhirnya hanya bisa diam dan sabar.   Persoalannya energi hati yang merasa lemah, ya selamanya tidak akan memanggil kekuatan untuk unggul dan menang, karena ada kehendak juga tidak untuk menjadi unggul dan pemenang. Polos. Orang polos malah biasanya “dibodohi” orang.   Agar mendatangkan kemenangan, sabar dan diamnya Anda diberi atensi “tidak mau kalah tapi dengan jalan sabar dan diam”. Paham?   Itu saja. Tidak mau kalah dengan jalan sabar dan diam, di situ yang disebut jurus Tai Chi.   وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ   “Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allâh beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Anfâl : 46)   Kabar gembiranya, ketika ada orang kuat dan besar kemudian secara konsisten memusuhi dan membenci kepada Anda, itu pertanda Anda akan sekuat dan sebesar dia. Namun catatannya, jurus Tai Chi Anda terpasang benar atau belum.   Cek ke dalam, diam dan sabar Anda karena rasa lemah, atau karena rasa tidak mau kalah dengan jalan diam dan sabar? Kalau karena rasa lemah, Anda hanya akan mengantar diri Anda masuk dalam mekanisme homo homini lupus; yang kuat memakan yang lemah. Kalau mau sekuat dan sebesar orang besar yang memusuhi Anda atensikan rasa tidak mau kalah dengan jalan sabar dan diam.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan Spiritual Prosperity Word   Servo Prosperity Online Class

MEI 2023

DOA MALAIKAT UNTUK ORANG YANG BELANJA DAN YANG IRIT

Anda suka nge-mall kan? Atau suka shoping? Atau belanja online? Sebenarnya setiap kali Anda lakukan pembayaran transaksi belanja, di saat itu ada doa rahmat dari para malaikat untuk Anda. Tentu pembayaran transaksi belanja untuk kebaikan, bukan pembayaran transaksi belanja untuk keburukan.   Apa si doa para malaikat untuk Anda yang belanja? Simak dulu hadits-hadits berikut ini;   Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah R.A., beliau berkata, “Rasulullah S.A.W bersabda;   مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.   ‘Tidak ada satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada di dalamnya melainkan ada dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang belanjakan harta.’ Dan yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, rusaklah harta orang yang menahan hartanya ’” (H.R. Bukhari & Muslim)   Imam Ahmad, Ibn Hibban dan Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Darda’ R.A., ia berkata, “Rasulullah S.A.W bersabda;   مَا طَلَعَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ، يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَلُمُّوْا إِلَى رَبِّكُمْ فَإِنَّ مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَأَلْهَى. وَلاَ آبَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَأَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.   ‘Tidaklah matahari terbit melainkan diutus di dua sisinya dua malaikat yang berseru, semua penduduk bumi mendengarnya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berdoa, ‘Wahai manusia! Menghadaplah kalian kepada Tuhan kalian, karena yang sedikit dan cukup itu tentu lebih baik daripada yang banyak tetapi digunakan untuk foya-foya. Dan tidaklah matahari terbenam melainkan diutus di antara dua sisinya dua nalaikat yang berseru, semua penduduk bumi mendengarnya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang belanjakan harta dan rusaklah harta orang yang menahannya.’” (H.R. Ahmad, Ibn Hibban & Al-Hakim)   Imam Ahmad dan Ibn Hibban meriwayatkan dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah S.A.W., beliau bersabda:   إِنَّ مَلَكًا بِبَابٍ مِنْ أَبْوَابِ السَّمَاءِ يَقُوْلُ: مَنْ يُقْرِضِ الْيَوْمَ يُجْزَى غَدًا وَمَلَكًا بِبَابٍ آخَرَ يَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ لِمُنْفِقٍ خَلَفًا وَعَجِّلْ لِمُمْسِكٍ تَلَفًا.   “Sesungguhnya satu malaikat yang ada di sebuah pintu dari pintu-pintu langit berkata, ‘Barangsiapa meminjamkan di hari ini, maka akan dibalas di esok hari,’ dan satu malaikat lainnya yang ada di pintu lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang belanjakan harta dan segera rusaklah harta orang yang menahannya.’” (H.R. Ahmad & Ibn Hibban)   Anda sadar, tidak? Sepulang nge-mall, sepulang shoping, sepulang belanja sayur dan kelontongan di warung, sehabis transfer rekening, sesudah jajan, sesudah masuk restoran, sesudah buka lapak online lalu Anda transaksi, sesudah bayar gaji karyawan, sesudah bayar tagihan listrik dan internet, sesudah bayar tagihan kredit, dan semua jenis transaksi pembayaran, di situ Anda diiringi oleh doa restu dari para malaikat agar harta Anda yang baru saja dilepas segera diganti. Didoakan oleh para malaikat agar segera diganti.   Redaksi yang digunakan dalam hadits di atas adalah “anfiq” artinya “belanjakanlah” atau “infakanlah”.   Sayangnya kata “infak” pemaknaannya kerap diklaim sebagai bentuk amal sedekah, sehingga kata “infak” hanya dipahami sebagai lelaku amal jariyah yang dalilnya, baik Al-Qur’an maupun haditsnya, hanya dipasang di lembaga-lembaga amal kemanusiaan, padahal sebenarnya dalil-dalil dengan redaksi kata “infak” layak pula dipasang di mall-mall dan warung-warung.   Asal kata infak (Arab: infâq) dari bahasa Arab, yaitu (أنفق – ينفق – إنفاقا) yang bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta.   Intinya, berinfak itu adalah membayar dengan harta, mengeluarkan harta dan membelanjakan harta. Tujuannya bisa untuk kebaikan, donasi, atau sesuatu yang bersifat untuk diri sendiri, atau bahkan keinginan dan kebutuhan yang bersifat konsumtif, semua masuk dalam istilah infaq.   Istilah Infak bisa diterapkan pada banyak hal, membelanjakan harta baik untuk kepentingan sendiri ataupun orang lain, memberi nafkah keluarga, mengeluarkan zakat dan sedekah.   Dan biasanya kalau “infak” digunakan untuk kepentingan dan tujuan sosial dan ruhani ditambahai kata “fî sabîlill-âh” sesudah kata “infâq”.   Nah sebaliknya yang irit-iritan, hitung-hitungan, pelit-pelitan, ditahan-tahan hartanya agar awet digenggaman, itu yang oleh para malaikat didoakan agar dirusak dan dihancurkan sekalian hartanya. Modyaaarrrr!!!   Muhammad Nurul Banan Gus Banan Spiritual Prosperity Word   Servo Prosperity Online Class

MEI 2023

UNTUK KAYA TIDAK HARUS BEKERJA PADA UANG

Dulu saya sesudah menikah tidak punya konsentrasi pada karir uang. Masalahnya bukan malas atau tidak punya cita-cita, namun karena peluang yang tidak mendukung. Harus full ngaji dan mengurus para santri, sementara karir pondok pesantren ya bukan karir duit, tidak ada tunjangan sepadan apalagi gaji. Karena itu karir mencari uang hanya karir sambian.   Setiap hari saya berangkat ngajar ngaji dari jam 07.00 pagi sampai jam 10.30 pagi, menghandel 4 mata pelajaran untuk tingkat wusthâ (menengah) dan ‘ulya (tinggi).   Sore hari pukul 14.00 berangkat ngajar ngaji lagi di madrasah diniyah pondok pesantren hingga pukul 15.20.   Maghrib berangkat ngaji lagi hingga Isya. Lalu terakhir pukul 21.00 ngaji lagi hingga pukul 22.30.   Duit tidak punya, artinya masalah terbesar saya sesudah menikah adalah masalah finansial, tapi malah aktifitas karir yang terbuka sama sekali tidak terhubung dengan uang. Waktu, tenaga dan pikiran habis untuk mengurusi ngaji.   Ada usaha kecil-kecilan yakni buka toko kelontong, namun belum ada isi dagangannya karena kurang modal. Setiap melihat kondisi toko ya cuma bisa “sabar narima senajan pas-pasan.”   Untung sejak kecil saya termasuk anak yang punya cita-cita besar, punya impian hidup, sehingga hadapi kondisi demikian hati saya tetap konsisten menuju impian-impian saya.   Setiap berangkat ngaji, saya teriak keras dalam hati, “Saya kaya rezeki, saya mulia dunia akhirat.” Dan ngaji saya benar-benar saya niatkan untuk mengubah nasib hidup. Hati kecil saya kerap bicara begitu, saya tidak terima dengan kondisi lemah dan miskin.   Dan 3 tahun kemudian saya mulai punya uang. Usaha-usaha saya mulai bertumbuh walaupun saya tetap sekenanya mengurus bisnis dan dagangan, fokus saya masih tetap banyak terserap ke ngaji.   Tahun keempatnya saya bisa beli mobil, ya walaupun mobil 100 jutaan. Dan di tahun keempat itu saya mulai jadi trainer pemberdayaan diri.   Begitulah permainan uang. Menuju uang ternyata tidak harus fokus bekerja pada uang. Apapun yang bisa Anda kerjakan di depan mata, itu semua bisa dikonversikan menjadi energi uang. Saya ngaji, namun konversi energi ngaji saya pada uang dan kemuliaan hidup, lalu 3 tahun kemudian benar-benar terwujud nyata.   Dari pengalaman ini kemudian saya menemukan pelatihan pemberdayaan spiritual yakni Konversi Energi Spiritual, di mana semua energi alam semesta, termasuk energi batin Anda bisa dikonversi ke bentuk energi lain.   Energi air Anda konversi menjadi listrik, kan volume airnya tetap utuh. Demikian pula energi ngaji yang sebenarnya dituntut untuk lill-âhi ta’âlâ itu ketika dikonversi menjadi kekayaan lill-âhi ta’âlâ-nya ya tetap utuh, sama sekali tidak mengurangi ikhlas atau tidaknya. Sama persis seperti energi air yang dikonversi jadi listrik atau tidak, volume airnya sama sekali tidak berkurang.   Di sini pentingnya niat, impian dan cita-cita. Karena niat, impian dan cita-cita inilah yang nantinya akan dikonversi energinya oleh alam semesta untuk wujud menjadi energi lainnya.   Banyak kan orang yang full kerja untuk uang, tapi ya duitnya stagnan saja, rezekinya berhenti di tempat, itu dikarenakan tidak ada niat, impian dan cita-cita yang besar dan kokoh. Ibarat energi air tidak dikonversi jadi energi apapun, hanya diutuhkan sebagai air yang mengalir.   Kuda delman itu pekerja keras, selalu lari-lari kencang, tapi tidak ada kuda delman yang kaya mulia, itu karena si kuda tidak pernah punya impian untuk kaya, energi kerja si kuda tidak dikonversikan menjadi bentuk energi lain.   Lah Anda sejak lulus SMK sudah melamar pekerjaan, sekian tahun menjadi karyawan kontrak, sekian tahun merantau demi kerja, atau Anda sudah sekian tahun bisnis, lah kok duitnya di situ-situ saja, jangan-jangan Anda seperti kuda delman? Kerja tapi tidak punya cita-cita besar.   Sahabat Anas bin Malik R.A beliau menjadi pelayan Nabi S.A.W sejak kecil. Kalau digambarkan sekarang ya sebagai tukang cuci baju, cuci piring, tukang sapu, tukang pel, dan lainnya. Tentu beliau menjadi pelayan tidak digaji, karena beliau memang ingin ngalap berkah kepada Nabi S.A.W. Kemudian Anas bin Malik di masa depan menjadi orang kaya raya yang memiliki banyak kebun luas dan subur.   Sahabat Abu Hurairah R.A juga demikian. Sehari-hari beliau hanya mengikuti kemana Nabi S.A.W pergi agar beliau tidak ketinggalan peristiwa hadits baru dari Nabi S.A.W. Beliau bisnis tidak, kerja cari uang juga tidak. Di masa depan beliau menjadi ulama ahli hadits paling terkemuka dan kemudian menjadi gubernur di Madinah. Jadi ulama dan gubernur, ya tentu banyak duit.   Itulah orang-orang yang punya kualitas konversi energi tinggi, walaupun keduanya kerja bukan untuk uang, namun keduanya punya niat, cita-cita dan impian sehingga kerja keduanya tidak seperti kerjanya kuda delman.   Keduanya karena memang punya kualitas konversi tinggi, kemudian ijabahnya dilantari doa keberkahan dari Nabi S.A.W. Anda sekarang sedang cucikan baju suami dan ceboki anak? Apa sedang mencangkul? Apa sedang mengajar? Apa sedang baca Al-Qur’an? Atau sedang dagang di pasar? Semua bisa dikonversikan menjadi kekayaan. Menjadi kaya tidak harus bekerja pada uang, dan bekerja pada uang pun belum tentu menjadi kekayaan, di balik itu semua ada histori batin yang disebut konversi energi.   Catatan untuk mampu mengonversi harus konsisten, disiplin dan dilandasi cita-cita besar, paling 2 – 3 tahun juga gol. Jangan jadi kuda delman, ya?   Muhammad Nurul Banan Gus Banan Spiritual Prosperity Word Servo Prosperity Online Class

MEI 2023

MENARIK KEDERMAWANAN ALLAH

Allah selalu berinteraksi dengan perasaan hati Anda, sama persis seperti interaksi perasaan hati Anda dengan orang di sekitar Anda.   Coba Anda perhatikan beberapa hadits interaksi Allah dengan perasaan hati hamba-hamba-Nya.   1. Anda menjaga diri dari meminta-minta (‘iffah), Allah akan menjaga Anda. Anda merasa kaya, Allah akan mengkayakan Anda. Anda berusaha sabar, Allah akan menyabarkan Anda.   عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : ” إِنَّ نَاسًا مِنْ الْأَنْصَارِ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْطَاهُمْ ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ حَتَّى نَفِدَ مَا عِنْدَهُ فَقَالَ : ( مَا يَكُونُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ ) .   “Dari Abu Sa’id Al-Khudhri R.A, ‘‘Sesungguhnya ada sekelompok orang dari kalangan Anshar meminta sesuatu kepada Nabi S.A.W. Lalu beliau memberikannya. Kemudian mereka meminta lagi lalu Nabi S.A.W pun memberikannya. Hingga habis apa yang ada pada beliau. Lalu Nabi S.A.W bersabda, “Tidak ada lagi kebaikan (sisa harta) di sisiku dan aku tidak pernah menyembunyikan sesuatu pun dari kalian. Barang siapa menjaga dirinya dari meminta-minta maka Allah akan menjaganya. Barangsiapa merasa kaya, maka Allah akan mengkayakannya. Barangsiapa yang berusaha sabar maka Allah akan memberinya kesabaran. Dan seseorang tidak dianugerahi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas selain kesabaran.” (H.R. Bukhari & Muslim)   2. Prasangka Allah sesuai prasangka hamba. Anda mengingat-Nya, Dia pun mengingat Anda. Anda mendekati-Nya, Dia pun lebih agresif dekati Anda.   يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً   “Allah Ta’alâ berfirman, “Sesungguhnya Aku berdasarkan pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan mengingatnya dalam hati-Ku. Jika ia mengingat-Ku di kerumunan, Aku pun akan mengingatnya di kerumunan yang lebih baik dari (kerumunan) mereka. Jika ia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila ia mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan jalan cepat.” (H.R. Bukhari).   3. Anda mencari ridha-Nya, Dia pun ridha kepada Anda. Anda enek hati kepada-Nya, Dia pun enek hati kepada Anda.   ” مَنِ الْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ ، بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ ، وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ ، سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ ، وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ “.   “Barangsiapa mencari ridha Allah meskipun manusia benci kepadanya, niscaya Allah akan ridha kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia ridha kepadanya pula. Dan barangsiapa mencari keridhaan manusia dengan membuat Allah murka kepadanya, niscaya Allah akan murka kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia murka kepadanya pula.” (H.R. Ibn Hibban)   Di dalam riwayat lain, Nabi S.A.W bersabda;   مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ وَكَلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ   “Barangsiapa mencari ridha manusia dengan membuat Allah murka, maka ia diserahkan oleh Allah kepada manusia. Dan barangsiapa membuat manusia murka dengan ridha Allah, maka Allah akan mencukupinya dari kejahatan manusia.” (H.R. Ibnu Hibban)   4. Anda menyimpan harta, Allah akan menahan rezeki Anda. Anda hitung-hitungan uang, Allah pun berhitung uang kepada Anda.   وعن أَسماءَ بنتِ أَبي بكرٍ الصّديق رضي اللَّه عنهما قالت: قَالَ لي رسولُ اللَّه ﷺ: لا تُوكِي فيُوكَى عليكِ. وفي روايةٍ: أَنْفِقِي، أَو انْفَحِي، أَو انْضِحِي، وَلا تُحْصِي فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَلَيكِ، وَلا تُوعِي فيُوعِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ.   Dari Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah S.A.W bersabda padaku, “Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa membelanjakannya) nanti Allah akan menahan rezeki untukmu.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Belanjakanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya, nanti Allah akan berhitung rezeki kepadamu. Jangan kamu tutup rapat guci menyimpan makanan nanti Allah akan menutup rezekimu.” (H.R. Bukhari)   Banyak lagi uraian-uraian hadits yang indikasikan sistem interaksi Tuhan dengan perasaan hati manusia.   Ketika Anda dibenci seseorang, lalu dia tidak bilang apapun kebenciannya kepada Anda, bukankah Anda tetap bisa mengerti kalau dia benci dan tidak suka kepada Anda. Demikian pula ketika Anda dicintai seseorang. Artinya perasaan hati yang Anda getarkan kepada orang lain itu adalah respons yang akan diberikan orang lain kepada Anda.   Makanya jangan kerap-kerap dan banyak-banyak membenci orang lain karena itu berarti Anda akan banyak dibenci orang. Mumet sendiri nanti.   Saya ada teman yang orangnya serba hemat dan perhitungan sekali kepada uang, baik yang untuk dirinya apalagi kepada orang lain. Untuk dirinya sendiri irit, untuk orang lain pelit. Nah sama dia, saya kalau memberi juga malas sekali banyak-banyak, apalagi kasih sesuatu yang istimewa, rasanya super enggan. Itu karena energi dia sendiri yang serba hemat, jadinya respons hati orang lain kepadanya juga persis sama.   Jadi disini menjadi jelas, sistem interaksi Allah dengan hati manusia itu persis sama seperti interaksi perasaan hati Anda kepada sesama.   Karena itu kalau Anda ingin mengunduh kedermawanan Allah caranya Anda harus dermawan kepada-Nya. Kalau Allah menyaksikan Anda “nyah-nyoh” kepada-Nya, Dia juga akan merespons perihal yang sama. Sedikit-sedikit Anda terlihat butuh duit, di situ respons Allah, “Ini. Ini, buat kamu. Ambil! Ambil!   Tentu Allah sedikitpun tidak butuh kedermawaman Anda kepada-Nya. Tidak butuh. Allah tidak butuh sesaji Anda, tidak butuh persembahan korban Anda. Dia tersucikan dari hajat kepada makhluk.   Lalu bagaimana Anda dermawan kepada Allah? Ya tentu dengan dermawan kepada makhluk Allah namun dengan niat sesadar-sadarnya untuk dipersembahkan kepada Allah, untuk menggapai ridha-Nya.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan Spiritual Prosperity Word Servo Prosperity Online Class

MEI 2023

SALAH SATU INDIKASI SUSAH DUIT ITU SERING MERASA TIDAK SREK DENGAN PASANGAN SENDIRI

Kalau Anda memasang kancing baju hanya menggunakan tangan kanan saja, bukankah kesulitan? Beda ketika dibantu tangan kiri.   Menikah itu artinya melengkapi tools operasional sistem alam semesta. Alam semesta bersistem zaujain (pasang-pasangan) sebagaimana langit dan bumi, kanan dan kiri, lelaki dan perempuan. Sekalipun di bumi ada lahan subur, namun tidak dicurahi air hujan, tentu lahan tersebut tidak maksimal produktifnya.   Rezeki pun tidak bisa efektif dihasilkan ketika hanya dihasilkan dari satu tangan saja, atau hanya lahan subur saja tapi tidak ada curahan air hujan.   Dulu adik lelaki saya yang terpaut 6 tahun usianya dengan saya menikah dulu. Saya baru lulus dari pondok pesantren, adik lelaki saya minta nikah tidak bisa dicegah.   Selang setahun kemudian, penghasilan bulanan adik saya sudah mapan, ya walaupun adik saya penghasilannya belum bisa disebut kaya, tapi setidaknya saya yang waktu itu masih membujang tertinggal jauh.   Anda amati saja, rata-rata sesudah menikah kehidupan finansial seseorang jadi cepat tertata. Entah jalan dari mana jadi punya rumah, jadi bisa beli tanah, jadi bisa bengkakan rezeki, dan penataan kehidupan lainnya.   Dan rata-rata manusia temukan kekayaan sesudah menikah. Ketika masih singgle, kerja siang malam paling banter bisa kredit motor. Itu dikarenakan seorang singgle belum menghadirkan tools kelengkapan alat operasional alam semesta.   Jadi jelas menghadirkan pasangan nikah dalam hidup itu jalan mengkayaan rezeki.   وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ   “Dan nikahkanlah orang-orang yang singgle diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. An-Nur: 32)   Nikah oleh Allah dijanjikan “yughnihimullâh min fadhlih” yakni dikayakan dengan karunia-Nya.   Karena itu ada 3 hal yang Allah pasti bergerak memberikan pertolongan;   ثَلَاثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمْ : الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ   “Tiga hal yang menjadi hak Allah untuk bergerak menolong mereka; 1). Orang yang berjihad di jalan Allah, 2). Budak yang memiliki perjanjian untuk memenuhi perjanjiannya, 3). Orang yang menikah untuk menjaga kesuciannya.” (H.R. At-Tirmidzi) Sehingga andai seorang yang menikah hadapi kemiskinan dan butuh pertolongan untuk dikayakan, Allah akan langsung bergerak.   Ibn ‘Abbas berkata yang diriwayatkan Ibn Jarir At-Thabarî;   رغبهم الله في التزويج ، وأمر به الأحرار والعبيد ، ووعدهم عليه الغنى   “Allah mencintai mereka yang menikah, dan Dia memerintahkan untuk nikah kepada orang merdeka dan budak-budak, dan Dia menjanjikan kekayaan pada mereka.”   Ibn Mas’ud juga melalui riwayat dari Ibn Jarir Ath-Thabarî berkata,   التمسوا الغنى في النكاح   “Kalian carilah kekayaan di dalam nikah.”   Abu Bakr Ash-Shidîq berkata melalui riwayat Ibn Abî Hâtim;   أطيعوا الله فيما أمركم به من النكاح ، ينجز لكم ما وعدكم من الغنى   “Taatlah kepada Allah di dalam apa yang diperintahkan-Nya yakni nikah. Allah akan melestarikan kalian dengan apa yang Dia janjikan kepada kalian yakni kekayaan.”   Umar bin Khathab berkata melalui riwayat Imam As-Sakhâwî;   عجبت لرجل لا يطلب الغنى بالباءة ، والله تعالى يقول في كتابه : (إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ(   “Aku heran dengan lelaki yang tidak mencari kekayaan dengan nikah, padahal Allah telah berfirman dalam kitab-Nya, ‘Bila kalian miskin maka Allah akan mengkayakannya dengan karunia-Nya.”   Karena itu kalau ada orang sesudah menikah kok tidak pertumbuhan finansial berarti itu sebenarnya ada ketidakharmonisan dengan pasangannya, tidak kompak antara kerja tangan kanan dan kiri.   Sebab itu menyakiti hati pasangan, baik suami menyakiti istri, istri menyakiti suami, itu fatal hancurkan sistem rezeki.   Mau kerap bertengkar? Masih kerap mengolok-olok pasangan sendiri? Kerap merasa tidak srek dengan pasangan sendiri? Ya itu indikasi duit Anda masih susah.   Lalu kenapa ada juga jomblo yang kaya raya? Ya ada. Tapi kan rata-rata orang menemukan kemapanan finansial sesudah menikah.   Biasanya jomblo bisa kaya karena mereka punya sistem produktifitas unggul dari dalam dirinya yang memang beda dari yang lain, sama saja kawasan Uni Emirat Arab itu daerah tandus karena lahan buminya jarang dicurahi hujan dari langit, tapi tanah di UEA itu produktif hasilkan minyak bumi. Jomblo kaya juga kurang lebih begitu. Kalau tidak ada minyak bumi, UEA tidak jauh beda dengan Yaman.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan

MEI 2023

INGIN LEBIH KAYA DAN KUASA ATAS ORANG YANG MENYAKITIMU?

Hal yang menurut saya paling menyakitkan itu nasehat ini, “Berbuat baiklah kepada orang yang berbuat buruk kepadamu.” Loh kenapa saya sebut menyakitkan? Ya realitis saja, karena sangat berat diamalkan. Saya sendiri cuma pernah sekali dua kali berkemampuan amalkan, lebih seringnya ngawur, hehehe.   Namun nasehat tersebut itulah fakta sebenarnya bagaimana Anda bisa lebih kaya dan lebih kuasa atas orang yang telah menyakiti Anda.   Sering saya sampaikan, kenapa Anda sebagai pembeli berkuasa penuh atas penjual? Anda bisa ngatur-ngatur, nyuruh-nyuruh, dilayani ini dan itu keperluannya, itu karena Anda sanggup membayar lebih kepada penjual.   Menginap di hotel, Anda bayar tuntas tarifnya, apa yang tidak dilayani oleh pihak hotel? Butuh apa saja tinggal hubungi reseptionis. Karena membayar, Anda begitu merdeka, menjadi raja mulia.   Orang yang menyakiti Anda itu orang yang meminta harga diri Anda. Peminta itu energi miskin karena ia minta-minta. Anda punya harga diri, lah kok diminta?   Meminta itu energi yang melemahkan diri. Pengemis gara-gara minta-minta, ia jadi seperti sampah harga dirinya, sudah memelas-melas minta dikasihani, kalaupun ditolak ia tak sanggup menawar apa-apa, dengan mengalah lemah dirinya menerimakan.   Orang yang menyakiti Anda sebenarnya frekuensi power energinya seperti pengemis, energinya lemah sekali, ia tidak punya kuasa dan kekuatan apa-apa karena dia sedang meminta harga diri Anda.   Andai Anda tidak mau berikan harga diri Anda kepadanya juga tidak apa-apa. Artinya Anda melawan sekuat tenaga, sebab tidak ada salahnya kan Anda menolak memberi kepada pengemis?   Hanya saja menolaknya jangan berlebihan, harus terukur sesuai keperluan menolak mudharatnya, sama saja menolak pengemis tidak boleh berlebihan sampai bentak-bentak kasar. No problem Anda melawan orang yang menyakiti Anda karena hakikatnya dia pengemis yang minta-minta harga diri Anda.   Cuma kalau Anda melawan, pertarungan energinya cuma impas saja; 0:0. Sekarang bagaimana agar energi Anda lebih kaya dan lebih kuasa dari orang yang menyakiti Anda, artinya 0 berbanding 1,2,3 dan seterusnya?   Pihak hotel seketika berkenan merendahkan hati dan melayani Anda karena Anda membayar lebih kepadanya dengan beri keuntungan cuan kepada pihak hotel. Dengan cuan yang Anda berikan, mereka bisa hidup, mereka berjaya, mereka jadi tercukupi.   Anda berkuasa dan ditempatkan mulia oleh pihak hotel karena Anda berkemampuan bayar lebih. Berkemampuan bayar lebih itu artinya Anda berkemampuan berbuat baik lebih besar.   Saat Anda disakiti, yang menyakiti sedang berenergi miskin seperti pengemis karena dia meminta harga diri Anda, lah kok Anda malah berbuat baik kepadanya, Anda membayarnya lebih, kan power energinya jadi selisih berlipat ganda. Saat Anda berbuat baik kepadanya, Anda berenergi kaya, sementara yang menyakiti Anda berenergi miskin. Orang kaya dan orang miskin itu lebih kuasa mana? Lebih terhormat mana? Lebih mulia mana? Kalau bertarung menang mana?   Ada orang pelit, Anda dermawani sekalian, dia keok. Ada orang menghina, Anda muliakan sekalian, dia keok. Ada orang mengolok-olok, Anda diam saja dengan sabar dan kuat hati, dia keok. Karena itu memaafkan adalah kekayaan terbesar. Sekali lagi memaafkan adalah energi kaya terbesar.   Kalau Anda sudah berbuat baik kepadanya, lah kok dia terus terusan nginjak lagi dan nginjak lagi, terus bagaimana? Anda sudah bayar lebih ke pihak hotel, lah kok pihak hotel bukannya melayani Anda tapi malah menghina Anda, yang terjadi ya kualat kuadrat.   Ya begitu, energi kaya versus energi miskin, maka energi miskin yang keok, energi membayar versus energi meminta, maka energi meminta yang keok, energi memaafkan versus energi mendendam, yang keok energi mendendam, kalau mereka masih macam-macam ya kualat sendiri.   Lah iya, Ferdy Sambo yang duitnya tajir seketika ambruk jadi orang miskin tak berdaya hanya karena ia berenergi miskin terlalu kuat, nyawa orang dia minta. Hasilnya dia yang punya jabatan tinggi kalah oleh keluarga Brigadir Josua yang ibunya hanya seorang guru honorer. Orang meminta energinya sangat lemah.   قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَكْرَمِ أَخْلاَقِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ؟ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتُعْطِى مَنْ حَرَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ   Nabi SAW bersabda; “Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang menzalimimu, memberi kepada orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu.” (H.R. Baihaqi)   Namun ya begini, orang Jawa bilang, “Ngono yo ngono ning yo ora ngono” artinya begitu ya begitu tetapi tidak begitu. Trik agar lebih kaya dan lebih kuasa di atas memang begitu, namun di situasi tertentu ada situasi yang Anda terkadang perlu ngamuk juga.   Situasi tersebut seperti ketika Anda menghadapi orang yang otaknya cuma isi separo, otaknya itu tidak penuh oksigennya.   Diberi kebaikan, malah dia ngelunjak-ngelunjak seenaknya. Makin dibiarkan, eeh makin semaunya berbuat seenak sendiri. Ya model orang begitu benar energinya sudah miskin, sudah sangat lemah, tetapi otaknya cuma isi separo jadinya sudah miskin tapi berlagak seperti orang kaya berkuasa yang selalu memberi. Dan seterusnya.   Kadang hadapi yang begitu ya Anda sekali waktu harus menaklukannya dengan perlawanan. Ibarat mematahkan besi itu harus dengan gorok bergigi kecil, namun kalau harus mematahkan baja besar ya harus dilelehkan dengan api sekalian.   Contoh Anda di jalan sepi sedang di mobil lalu dihadang begal, lantas begalnya Anda tabrak sekalian. Di situ Anda melawan keras, sebab terpaut dengan keselamatan harta dan jiwa Anda. Misal lagi bangsa Anda sedang dijajah, lantas Anda memberontak agar bangsa Anda merdeka, ya itu namanya misi perjuangan pahlawan.   Jadi begitu ya begitu, tapi tidak begitu juga, sekali waktu ada situasi dimana Anda sudah mengalah, diam, neriman, sudah utamakan berbuat baik, tapi otak si penzalim memang cuma isi separo sehingga masih menginjak-injak, lalu Anda menyingkir dan menjauh masih diinjak-injak terus, ya di situ Anda harus berani melelehkannya dengan api seperti sedang memotong baja besar.   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

MEI 2023

JANGAN KAGET! DI BALIK POWER WANITA KUAT

Alkisah ada sepasang suami istri. Mereka menikah sesudah selesai S1, keduanya sama-sama PNS. Si istri konsentrasinya pada karir kepegawaian lebih fokus, minatnya lebih kuat dari suami, ia pun sangat mementingkan selesaikan S2-nya agar pangkat kepegawaiannya naik. Selesai S2, dengan dukungan prestasi kerjanya, si istri naik pangkat.   Tak sampai 5 tahun, si istri dapat beasiswa S3 di Jepang untuk menunjang karirnya. Anak baru 2, satu sudah SD, satunya baru 2 tahun. Mau tinggalkan suami dengan 2 anak kecilnya untuk kuliah S3 di Jepang, tidak mungkin. Tidak ambil S3-nya juga sangat sayang karena itu bagian dari impian terbesarnya.   Suami dan anak-anak mau dibawa ke Jepang, resikonya suami harus resign kerja, hanya anak-anak yang dibawa juga tidak mungkin suaminya ditinggal sendirian di Indonesia.   Akhirnya diputuskan suami resign PNS, dan sekeluarga ke Jepang, dengan pertimbangan suami bisa cari kerja di Jepang.   Di Jepang, suami mau melamar kerja usianya sudah kadaluarsa, mendekati 40 tahun. Ia ingin wirausaha tapi bingung mau mulai dari mana. Beberapa kali mencoba bisnis masih gagal-gagal terus.   Namun mau bagaimana lagi, daripada menganggur hanya urusi anak-anak, walaupun bisnis kecil-kecilan tetap ia jalani dengan telaten. Dan keadaan tersebut terus berjalan hingga S3 istri selesai.   Sepulang ke Indonesia, istri yang sudah kantongi S3, naik jabatan lagi. Karirnya moncer. Namun bersamaan dengan itu, karir suami tidak jauh beda seperti di Jepang, berputar bisnis kecil-kecilan tidak seberapa.   Cerita di atas hanya ilustrasi, tapi Anda amati, hal seperti di atas rata-rata terjadi kan? Saat istri powernya naik dan terus menguat, si suami justru powernya melemah? Ya walaupun si suami bukan laki-laki pengecut yang senang numpang hidup, namun entah kenapa, powernya untuk karir jadi melemah, sistem alam sepertinya tidak mendukung ia berkarir sehingga benar-benar sangat berat untuk peroleh karir gemilang.   Lalu sebenarnya ada peristiwa energi apa di balim itu semua, kenapa di saat istri powernya menguat, suami powernya justru melemah?   Alam semesta itu diciptakan berpasang-pasangan (zaujain).   وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ – ٤٩   “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” (Q.S. Az-Zariyat : 49).   Zaujain atau pasang-pasangan yang kemudian dalam filsafat China disebut Yin Yang, dalam Hindu disebut Lingga Yoni.   Berpasang-pasangan itu bukan berjodoh-jodohan, maka ini banyak orang tidak temukan jodoh, karena soal penciptaan berpasangan itu bukan soal berjodohan.   Dari sistem zaujain lantas bersistem satu pasangan dikuatkan, satu pasangan dilemahkan. Siang berpasangan dengan malam, siang terangnya dikuatkan, malam terangnya dilemahkan. Matahari berpasangan dengan bulan, matahari cahayanya dikuatkan, bulan dilemahkan. Mata kanan berpasangan dengan mata kiri, mata kanan dikuatkan bidikannya, mata kiri dilemahkan. Tangan kanan berpasangan dengan tangan kiri, tangan kanan dikuatkan ototnya, tangan kiri dilemahkan. Dan seterusnya.   Dan laki-laki berpasangan dengan wanita, laki-laki dikuatkan otot dan mentalnya, wanita dilemahkan, karenanya laki-laki kodratnya berperan pemimpin bagi wanita, pemimpin jelas dicipta lebih tangguh segalanya baik fisik maupun emosi, baik otot maupun mental.   الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ   “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah mengunggulkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita).” (Q.S. An-Nisâ’ : 34).   Karena sistem zaujain ini, mau tidak mau, ketika tangan kanan dikuatkan, maka tangan kiri melemah, ketika siang dikuatkan cerahnya, maka malam dilemahkan. Ketika laki-laki moncer power karirnya, maka perempuan akan melemah.   Mungkin banyak perempuan punya karir di luar urusan keluarga, tetapi perannya sebatas tangan kiri yang dampingi peran kerja tangan kanan. Ketika suami penghasilannya moncer, si istri penghasilannya biasa-biasa saja, katakankah di bawah penghasilan suami.   Sistem tubuh Anda ketika tangan kiri menguat, maka tangan kanan tidak bisa sekuat layaknya tangan kanan, ketika tangan kiri menguat, tangan kanan pasti melemah. Selanjutnya disebut kidal. Nah di sini terjawab, mengapa banyak kasus pasangan suami istri yang ketika karir istri meroket kuat, saat itu pula karir suami justru meredup turun, seperti cerita suami istri di atas? Sebab sudah jadi konsekuensi alam, ketika satu pasangan dikuatkan, maka dengan alamiah yang satu dilemahkan.   Tidak mungkin kan siang dan malam sama-sama cerahnya? Tidak mungkin pula matahari dan bulan seimbang panasnya. Tidak mungkin pula tangan dan kiri sama-sama tangguhnya.   Maka ini sudah resiko paten, ketika suami kuat, si istri melemah alias kinan, dan ketika istri menguat, ya otomatis suami melemah alias kidal.   Kidal itu normal-normal saja, bukan disabilitas, karena tidak ada kidal mengganggu produktifitas kerja. Karena normal maka tidak ada satu profesipun yang disyaratkan kinan, sebab kidal itu memang bukan cacat, namun sekedar dominasi produktifitas kerja.   Saya menulis ini jujur karena banyak menerima konsultasi peserta kelas training disebabkan persoalan kidal ini. Mereka mengeluh, “Suamiku menganggur. Suamiku tidak punya penghasilan. Suamiku dinafkahi olehku. Bagaimana ya solusinya?”   Ya saya jawab, “Mau dicari solusi, bagaimana? Masa siang harus sama terangnya dengan malam, masa tangan kiri dan kanan harus sama dominasi otot kerjanya? Ya malah error kan?”   Keadaan seperti itu sudah normal, hanya saja kidal. Karena normal ya tidak ada yang perlu dicarikan solusinya. Hanya perlu pemahaman dan penerimaan takdir saja.   Kemampuan menerima kondisi itu yang perlu dikuatkan. Si istri karena sudah dikuatkan ya harus lebih intens pemakluman dan penerimaannya pada suami, selanjutnya menerimakan diri sebagai tangan kanan, dimana posisi tangan kanan itu lebih dominan kerja dan dominan menerima tanggung jawab lebih.   Demikian pula suami harus bisa berdamai dan menerima keadaan, dimana ia berada di posisi tangan kiri.   Bila istri powernya menguat, lantas suami juga sama kuat, ya malah tidak normal karena mutlak siang melulu tidak ada malamnya. Yang normal satu dikuatkan, yang satu ya harus bersedia dilemahkan.   Idealnya sih memang tangan kanan yang lebih kuat, tapi kalaupun tangan kiri lebih kuat dari kanan ya tinggal penerimaannya ditingkatkan sebagai kidal, tak perlu risi, tak perlu malu.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan

MEI 2023

SYAHWAT DUIT TANDANYA MABOK

Saya kerap peringatkan keras kepada para peserta kelas Servo Prosperity untuk tidak ugal-ugalan belanjakan harta.   Saya sadar, di kelas online Servo Prosperity ataupun kelas offline Spiritual Prosperity, saya banyak menyadarkan para peserta untuk melepaskan harta, materi Shiva Mechanism dan Illution Money, itu semua materi-materi training penyadaran bahwa harta makin dibelanjakan makin beranak-pinak.   Tapi ya itu, ada saja yang mabok, lalu ugal-ugalan traktir teman, ugal-ugalan shoping, ugal-ugalan turuti kebutuhan rumah tangga, dan lainnya.   Dikira menarik kekayaan itu seperti pasang togel, spekulasi nomor, lalu pasang dan keluar, tanpa butuh proses kesadaran diri. Kalau kesadaran dirinya belum pas dengan kesadaran prosperity, ya malah bubaran semua.   Dulu saya saksikan Ustadz Yusuf Mansur berpropaganda sedekah penarik rezeki di televisi, saya praktek, lah malah hilang duit saya. Itu bukan ajarannya Yusuf Mansur yang salah, karena ajarannya memang tertera jelas dalam Al-Qur’an, tetapi kesadaran saya sendiri yang belum sampai ke sana. Hasilnya saya sedekah besar-besaran malah seperti buang duit.   Karena itu kalau ketahuan sama saya ada peserta yang mabok belanjakan harta langsung saya tegur keras, “Cukup praktekan dulu apa yang disarankan dalam training, minimal konsisten hingga 6 bulan ke depan. Jangan ngugal nambah-nambah praktek sendiri. Kalau kesadarannya belum pas, Anda cuma akan buang-buang duit. Sebab mengeluarkan uang itu hakikatnya keluarkan energi, kalau kesadaran kayanya lemah, maka mengeluarkan uang dengan ekstrem akan menyakiti diri sendiri.” Nalarnya begini, Nabi S.A.W ajarkan baca Istighfar, baca Surat Al-Waqi’ah, shalat Dhuhâ sebagai amaliah penarik rezeki. Namun begitu Anda amalkan sekali dua kali, apa iya rezeki Anda kemudian membludak dan melimpah ruah? Ya enggak.   Itu karena kesadaran Anda belum sinkron dengan kesadaran prosperity, disebabkan baru sekali dua kali lakukan aksi. Ketika baru sekali dua kali yang naik ke hadirat-Nya masih syahwat duit, masih penuh nafsu keserakahan, nafsu kemalasan, nafsu cari instan, dan seterusnya.   Untuk menetralkan nafsu-nafsu tersebut perlu proses training panjang yang butuh waktu dan pengorbanan.   Setelah melampoi training kehidupan yang panjang yang tentu melelahkan dan penuh zig-zag, kemudian kesadaran Anda baru termurnikan dari syahwat duit.   Makanya yang amalkan baca Istighfar, baca Surat Al-Waqi’ah, shalat Dhuhâ sebagai amaliah penarik rezeki tidak ada yang beri testimoni amalkan dalam waktu singkat kemudian terbukti menarik rezeki. Rata-rata testimoninya mengamalkan dengan konsisten dalam waktu lama.   Demikian pula kalau Anda amalkan LoA (Law of Atraction), amalkan sedekah Shubuh, amalkan belanja happy, amalkan sakhawah nafsi (kedermawanan diri), mekanismenya sama, sekali dua kali ya baru syahwat menarik duit saja yang naik kepada-Nya, masih panjang waktu konsistensinya untuk ijabah.   Jadi ya jangan mabok. Diajari sedekah penarik rezeki, mabok sedekah. Diajari belanja penarik rezeki, mabok belanja. Diajari keluarkan harta, mabok pengeluaran. Diajari menabung, mabok kumpulkan harta.   Mabok menarik uang itu tanda Anda bersyahwat pada uang. Di dimensi mabok tersebut, Anda sedekah ugal-ugalan itu hukum energinya sama dengan korupsi dan pasang togel, sebab sama-sama dipicu getaran ingin hasil tanpa proses kesadaran bertahap. Kalau korupsi jadikan pelakunya miskin, sedekah ugal-ugalan begitu juga menarik kemiskinan yang sama karena hukum energi yang digetarkan sama.   Proses dan proses, sabar dan sabar, praktek dan praktek, karena kekayaan dan keberlimpahan itu proses kesadaran Anda sendiri. Dari miskin menjadi kaya itu yang diubah hanya kesadaran Anda. Untuk berubah kesadarannya, Anda perlu berproses lama, kalau kekayaannya sendiri cuma butuh waktu menitan datangnya.   اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ   “Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (Q.S. Al-Baqarah : 214)   Muhammad Nurul Banan Gus Banan Spiritual Prosperity Word   Servo Prosperity Online Class

MEI 2023

DOA YANG MEMERINTAH DAN DOA YANG MEMOHON

Doa (Arab; du’â) pada dasarnya memerintah, hanya saja bila perintahnya dari bawahan kepada orang di atasnya maka disebut doa. Anak memerintah kepada orang tuanya itu disebut doa.   Ketika perintah itu datang dari atasan kepada orang di bawahnya, atau datang dari orang yang setara maka disebut amr (perintah).   Jadi doa itu pada hakikatnya memerintah, atau menyuruh dan atau meminta, hanya doa itu memerintahnya hamba kepada tuannya.   Anda kepada guru menyuruh, “Pak, hapus tulisan di papan tulisnya, ya?” Itu murid kurang ajar, tidak?   Praktek doa sangat rawan dengan kekurangajaran seperti perintah murid kepada gurunya di atas. Demikian pula doa hamba kepada Tuhannya juga rawan demikian. Misal saja, tahu-tahu Tuhan sebagai Zat yang menjamin rezeki, artinya di situ ada semacam sertifikat hitam di atas putih kalau Tuhan menjamin rezeki Anda, eeh Anda malah menyuruh-nyuruh Tuhan untuk melimpahi rezeki-Nya dengan luas kepada Anda. Kurang ajar, tidak? Serakah kepada jatah dari Tuhannya, ditambah seolah tidak percaya dengan jaminan-Nya.   Namun setiap makhluk memiliki insting bersandar kepada sesuatu yang lebih super dari dirinya. Sejak bayi Anda kan nangis ketika bangun tidur mencari ibu atau ayah Anda, itu karena sejak Anda bayi Anda sudah diprogram insting bersandar kepada orang yang Anda anggap lebih super sebagai pelindung dan pemelihara diri Anda.   Karena itu Anda auto sebut-sebut zat yang Anda anggap lebih super dari diri Anda ketika Anda hadapi ketakutan-ketakutan. Anda auto baca doa-doa religi ketika Anda ketakutan dihadang hantu. Tidak pernah ingat bacaan Istighfar, tiba-tiba Anda auto membacanya ketika dihadang kuntilanak, itu karena Tuhan yang Anda kenali dari agama Anda itu yang Anda anggap maha super untuk lindungi Anda dari celaka.   Dari titik ini Anda tidak bisa lepas dari mekanisme doa, bahwa Anda tidak bisa menafikan diri dari “menyuruh” pada-Nya, setiap saat Anda butuh pada-Nya.   Satu sisi doa itu kurang ajar, satu sisi doa itu kebutuhan hamba yang tidak bisa dinafikan karena itu sunnatullah yang tidak bisa digantikan lagi. Paradox.   Pada dasarnya ketika murid masuk kelas lalu diajari ilmu oleh gurunya, itu murid sedang menyuruh kepada gurunya untuk diajari. Tapi etis kan?   Murid yang kurang ajar kepada guru itu tentu murid nakal yang tidak beradab. Murid model begini berpotensi menyuruh gurunya tanpa adab. Bisa-bisa disuruh hapuskan papan tulis malah gurunya yang dibentak balik suruh hapus sendiri.   Jadi persoalan hamba berdoa kepada Tuhan bisa menjadi doa (permohonan) atau amr (perintah) itu tergantung kepada adab si hamba.   Adab terhubung dengan rasa hati. Pemilik hati yang rendah tentu tidak akan tunjukan adab buruk karena disetir situasi hatinya yang baik.   Doa itu bisa menjadi hal buruk yakni berenergi “nyuruh-nyuruh Tuhan” ketika diunggah oleh rasa hati yang penuh ego. Sebaliknya doa bisa menjadi hal baik yakni berenergi “memohon” ketika diunggah oleh rasa hati yang penuh rasa kehambaan.   Sebab itu hampir semua ajaran spiritual mengajarkan pelepasan ego, pengosongan diri, pengendalian nafsu, pemurniaan jiwa, dan lain-lain, karena dengan cara-cara itulah rasa hati manusia jadi terbangun rasa kehambaan. Rasa hati baik, adadnya baik, efeknya setiap doanya berenergi permohonan.   Jadi yang perlu disadari adalah Anda berdoa dengan rasa kehambaan, atau berdoa dengan rasa keegoisan. Doa dengan rasa kehambaan hasilnya permohonan. Doa dengan rasa keegoisan hasilnya menyuruh-nyuruh dan memerintah Tuhan.   Anda yang dalam perasaan bersalah kepada orang lain tentu akan bersikap rendah hati, sebab rasa bersalah itu yang kemudian meluluhkan ego-ego diri. Beda dengan Anda yang merasa benar, merasa kuat, atau merasa besar.   Karena itu untuk bangun rasa kehambaan pada-Nya, dimana rasa kehambaan tersebut yang akan antarkan doa Anda menjadi permohonan, Anda pun perlu membangun rasa rendah hati kepada-Nya.   Istighfar ini sebuah terapi bagaimana Anda melatih hati Anda untuk rendah hati pada-Nya, hati Anda menjadi lentur karena merasa banyak kesalahan dan ketidaktaatan.   Jadi perbanyaklah baca Istighfar agar doa-doa Anda, keinginan-keinginan Anda, kehendak-kehendak Anda, tidak berenergi menyuruh-nyuruh Tuhan, tapi sebaliknya berenergi menghamba dan memohon.   Nabi Sulaiman sosok yang memiliki ambisi besar, punya kerajaan pun beliau berkeinginan menjadi kerajaan besar yang tidak pernah ada lagi kebesarannya sesudah beliau. Ambisius kan?   Namun Sulaiman seorang shaleh yang hatinya penuh rasa kehambaan, akhirnya ambisi besarnya menjadi amal shaleh baginya, bukan menjadi keangkuhan.   Anda amati doa ambisius Sulaiman berikut ini;   قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ   Artinya: “Sulaiman berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Q.S. Shâd : 35)   Sulaiman awali doanya dengan permohonan ampunan (Istighfar), sebuah rasa hati yang terbangun penuh kerendahan hati, penuh rasa kehambaan.   Sehingga Anda kalau ingin doanya berenergi “memohon”, maka perbanyaklah Istighfar dalam hidup Anda.   Saya sendiri baca Istighfar minimal 1000 kali setiap hari, ya karena sadar saya masih banyak keinginan, tapi saya tidak mau dimurkai-Nya lantaran menyuruh-nyuruh-Nya, karena itu saya perlu mengubah getaran energi doa dan keinginan saya menjadi energi permohonan.   وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ   Artinya; “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat”. (Q.S. Hûd : 3)   Muhammad Nurul Banan Gus Banan Spiritual Prosperity Word   Servo Prosperity Online Class

MEI 2023

REZEKI ITU MEKANISME LANGIT

Semua makhluk melakukan pergerakan untuk peroleh rezeki. Berhenti bergerak artinya proses menghentikan rezeki. Petapa sekalipun yang bisa dalam kurun tahunan duduk diam bermeditasi hakikatnya ia sedang bergerak. Iya duduk meditasi itu artinya pergerakan.   Kuda delman gerak dengan kerja keras berlari, Harimau dan Singa kerja keras dengan berburu, pepohonan kerja keras dengan menancapkan akar-akar ke tanah, dari aktifitas-aktifitas tersebut mereka peroleh rezeki.   Karena itu dalam Al-Qur’an, Allah menyebut para makhluk-Nya dijamin rezeki dengan istilah “dâbbah”.   وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ   “Dan tidak satupun makhluk bergerak di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfûzh). (Q.S. Hûd : 6)   Dâbbah secara bahasa memiliki makna makhluk yang berjalan di atas bumi artinya melakukan pergerakan. Karena itu yang dijamin rezekinya adalah Anda yang lakukan aktifitas gerak. Ketika kemarin ada PPKM dan PSBB, ruang gerak Anda dibatasi, bukankah rezeki Anda banyak yang jadi melorot?   Iya, rezeki itu dijaminkan untuk dâbbah yakni makluk yang bergerak di bumi, bukan makhluk secara universal yang dijamin rezekinya.   Lah banyak para spiritualis kerjaannya hanya zikir atau pun meditasi, tapi mereka dapatkan rezeki? Zikir dan meditasi kan gerak, hanya saja geraknya untuk olah batin.   Karena itu mau bilang bebas finansial dan bebas waktu sekencang apapun ya tetap Anda harus terlibat dalam kesibukan hidup karena mekanisme rezeki dan dâbbah ini. Tidak mungkin para bos besar yang bilang bebas finansial itu mereka yang menganggur kemudian duit mengalir sendiri. Mereka pasti tetap terlibat dalam kesibukan sesuai skalanya masing-masing.   Semua makhluk bekerja keras, cuma sayangnya mereka kerja keras dalam pergerakan, cuma karena diselisihi oleh kesadaran dalam diri tiap makhluk, lalu rezeki mereka jadi selisih drastis. Iya, kuda delman kerja keras berlari, rezekinya hanya cukup untuk makan dan minum, sementara Lalu Muhammad Zhohri, atlet lari nasional dari NTB bisa kaya raya dengan kerja lari. Itu karena mekanisme langitnya yang berbeda.   Mekanisme langit, bagaimana? Begini, simak ayat berikut ini;   وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ   “Dan di langit itu rezeki Anda dan apa yang dijanjikan kepada Anda.” (Q.S. Adz-Dzâriyyât : 22)   Di langit, rezeki dan apa yang dijanjikan untuk Anda disediakan. Kuda delman dapatkan rezeki makan dan minum saja dan Anda disediakan trilyunan kekayaan itu tersedia di langit. Demikian pula apa yang dijanjikan untuk Anda seperti ijabah doa Anda, ijabah cita-cita dan impian Anda, itu tersedia di langit.   Kuda delman telah bekerja keras, tetapi karena kesadarannya tidak dapat terkoneksi ke langit, yakni punya cita-cita dan impian untuk punya harta banyak, akhirnya rezeki yang turun padanya cuma sekedar makan, minum, kawin.   Beda dengan Anda. Anda kerja rata-rata sehari 8 jam, tapi hati Anda mampu terkoneksi ke langit, hasilnya jatah rezeki Anda bisa mebludak mengkayakan.   Anda mesti bertanya-tanya, kenapa sama-sama berprofesi Youtuber lalu ada yang berpenghasilan milyaran dan ada yang cuma ratusan ribu? Sama-sama pedagang toko kelontong lalu ada yang berpenghasilan besar dan ada yang kecil? Sama-sama berprofesi penulis lalu ada punya nama besar dan ada tidak? Itu dikarenakan beda mekanisme langitnya.   Yang bisa terkoneksi ke langit itu hati Anda, sehingga ketika rezeki Anda selisih dengan yang lain padahal usahanya sama, itu disebabkan “mekanisme hati” yang berbeda.   Ya impiannya kalah besar, kemauannya kalah keras, tekadnya kalah bulat, akhirnya doanya kalah konsisten dan ikhtiyarnya kalah semangat, serta hasilnya jadi selisih jauh.   Jadi begitu, rezeki dan segala yang dijanjikan untuk Anda itu ada di langit, bukan di bumi. Cita-cita, impian, minat, tekad, kemauan, komitment dan doa itu yang pengaruhi jatah langit yang akan turun kepada Anda.   Hidup kok impiannya cuma, “Habis lulus SMK aku mau kerja di Jakarta,” “Selesai S1 mau melamar kerja yang mapan,” Selesai dari pondok pesantren mau kelola TPQ saja sambil jadi imam tahlilan Jumat,” ya titik impian itulah yang terunggah ke langit, dan itu yang akan turun dalam hidup Anda.   Jadi kerja semua kerja, bergerak semua bergerak, ikhtiyar senua ikhtiyar, capek semua capek. Lah kok hasilnya beda? Karena mereka berbeda dalam ikuti mekanisme langitnya, sementara rezeki dan semua yang dijanjikan tersedia di langit bukan di bumi.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan Spiritual Prosperity Word Servo Prosperity Online Class  

Scroll to Top