Kalau Anda memasang kancing baju hanya menggunakan tangan kanan saja, bukankah kesulitan? Beda ketika dibantu tangan kiri.
Menikah itu artinya melengkapi tools operasional sistem alam semesta. Alam semesta bersistem zaujain (pasang-pasangan) sebagaimana langit dan bumi, kanan dan kiri, lelaki dan perempuan. Sekalipun di bumi ada lahan subur, namun tidak dicurahi air hujan, tentu lahan tersebut tidak maksimal produktifnya.
Rezeki pun tidak bisa efektif dihasilkan ketika hanya dihasilkan dari satu tangan saja, atau hanya lahan subur saja tapi tidak ada curahan air hujan.
Dulu adik lelaki saya yang terpaut 6 tahun usianya dengan saya menikah dulu. Saya baru lulus dari pondok pesantren, adik lelaki saya minta nikah tidak bisa dicegah.
Selang setahun kemudian, penghasilan bulanan adik saya sudah mapan, ya walaupun adik saya penghasilannya belum bisa disebut kaya, tapi setidaknya saya yang waktu itu masih membujang tertinggal jauh.
Anda amati saja, rata-rata sesudah menikah kehidupan finansial seseorang jadi cepat tertata. Entah jalan dari mana jadi punya rumah, jadi bisa beli tanah, jadi bisa bengkakan rezeki, dan penataan kehidupan lainnya.
Dan rata-rata manusia temukan kekayaan sesudah menikah. Ketika masih singgle, kerja siang malam paling banter bisa kredit motor. Itu dikarenakan seorang singgle belum menghadirkan tools kelengkapan alat operasional alam semesta.
Jadi jelas menghadirkan pasangan nikah dalam hidup itu jalan mengkayaan rezeki.
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang singgle diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. An-Nur: 32)
Nikah oleh Allah dijanjikan “yughnihimullâh min fadhlih” yakni dikayakan dengan karunia-Nya.
Karena itu ada 3 hal yang Allah pasti bergerak memberikan pertolongan;
ثَلَاثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمْ : الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ
“Tiga hal yang menjadi hak Allah untuk bergerak menolong mereka; 1). Orang yang berjihad di jalan Allah, 2). Budak yang memiliki perjanjian untuk memenuhi perjanjiannya, 3). Orang yang menikah untuk menjaga kesuciannya.” (H.R. At-Tirmidzi)
Sehingga andai seorang yang menikah hadapi kemiskinan dan butuh pertolongan untuk dikayakan, Allah akan langsung bergerak.
Ibn ‘Abbas berkata yang diriwayatkan Ibn Jarir At-Thabarî;
رغبهم الله في التزويج ، وأمر به الأحرار والعبيد ، ووعدهم عليه الغنى
“Allah mencintai mereka yang menikah, dan Dia memerintahkan untuk nikah kepada orang merdeka dan budak-budak, dan Dia menjanjikan kekayaan pada mereka.”
Ibn Mas’ud juga melalui riwayat dari Ibn Jarir Ath-Thabarî berkata,
التمسوا الغنى في النكاح
“Kalian carilah kekayaan di dalam nikah.”
Abu Bakr Ash-Shidîq berkata melalui riwayat Ibn Abî Hâtim;
أطيعوا الله فيما أمركم به من النكاح ، ينجز لكم ما وعدكم من الغنى
“Taatlah kepada Allah di dalam apa yang diperintahkan-Nya yakni nikah. Allah akan melestarikan kalian dengan apa yang Dia janjikan kepada kalian yakni kekayaan.”
Umar bin Khathab berkata melalui riwayat Imam As-Sakhâwî;
عجبت لرجل لا يطلب الغنى بالباءة ، والله تعالى يقول في كتابه : (إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ(
“Aku heran dengan lelaki yang tidak mencari kekayaan dengan nikah, padahal Allah telah berfirman dalam kitab-Nya, ‘Bila kalian miskin maka Allah akan mengkayakannya dengan karunia-Nya.”
Karena itu kalau ada orang sesudah menikah kok tidak pertumbuhan finansial berarti itu sebenarnya ada ketidakharmonisan dengan pasangannya, tidak kompak antara kerja tangan kanan dan kiri.
Sebab itu menyakiti hati pasangan, baik suami menyakiti istri, istri menyakiti suami, itu fatal hancurkan sistem rezeki.
Mau kerap bertengkar? Masih kerap mengolok-olok pasangan sendiri? Kerap merasa tidak srek dengan pasangan sendiri? Ya itu indikasi duit Anda masih susah.
Lalu kenapa ada juga jomblo yang kaya raya? Ya ada. Tapi kan rata-rata orang menemukan kemapanan finansial sesudah menikah.
Biasanya jomblo bisa kaya karena mereka punya sistem produktifitas unggul dari dalam dirinya yang memang beda dari yang lain, sama saja kawasan Uni Emirat Arab itu daerah tandus karena lahan buminya jarang dicurahi hujan dari langit, tapi tanah di UEA itu produktif hasilkan minyak bumi. Jomblo kaya juga kurang lebih begitu. Kalau tidak ada minyak bumi, UEA tidak jauh beda dengan Yaman.
Muhammad Nurul Banan
Gus Banan

Leave a Reply