
‘UQUQ BI ‘UQUQ; DIDURHAKAI? KARENA EMANG DULUAN DURHAKA Dalam kitab Al-Futûhâtul ‘Âliyyah halaman 141, dikisahkan suatu ketika ada seseorang datang menghadap Umar bin Khattab RA. Dia mengadukan kedurhakaan anaknya kepadanya. Umar bin Khattab pun memanggil si anak, lantas mencela dan memperingatkannya. Dicela, si anak pun membela diri, “Hai Amîrul mu’minîn, apakah anak tidak punya hak atas orang tuanya?” Artinya si anak menanyakan kepada Umar bin Khattab, apa ketika anak melawan orang tuanya lantaran banyak hak-hak anak yang tidak dipenuhi oleh orang tuanya, itu disebut durhaka? Apakah anak hanya dituntut berbakti dan berbakti, sementara hak-haknya sebagai anak diabaikan oleh orang tuanya? Ditanyai begitu Umar pun menjawab, “Iya. Ada hak anak.” Si anak bertanya lagi, “Apa itu, hai Amîrul Mu’minîn?” Umar menjawab,

