‘UQUQ BI ‘UQUQ; DIDURHAKAI? KARENA EMANG DULUAN DURHAKA Dalam kitab Al-Futûhâtul ‘Âliyyah halaman 141, dikisahkan suatu ketika ada seseorang datang menghadap Umar bin Khattab RA. Dia mengadukan kedurhakaan anaknya kepadanya. Umar bin Khattab pun memanggil si anak, lantas mencela dan memperingatkannya. Dicela, si anak pun membela diri, “Hai Amîrul mu’minîn, apakah anak tidak punya hak atas orang tuanya?” Artinya si anak menanyakan kepada Umar bin Khattab, apa ketika anak melawan orang tuanya lantaran banyak hak-hak anak yang tidak dipenuhi oleh orang tuanya, itu disebut durhaka? Apakah anak hanya dituntut berbakti dan berbakti, sementara hak-haknya sebagai anak diabaikan oleh orang tuanya? Ditanyai begitu Umar pun menjawab, “Iya. Ada hak anak.” Si anak bertanya lagi, “Apa itu, hai Amîrul Mu’minîn?” Umar menjawab,

Read More »

KARMA JAHAT USIA TUA Ibu saya di usia senjanya justru tak pernah kesepian uang, kecukupan, dan malah kerap meluber sehingga bisa melimpahi yang lain, entah memberi, entah menghutangi orang. Beda sekali kualitas rezekinya dulu ketika di usia produktif. Mengapa banyak orang yang di usia senja malah rezeki lebih berkualitas ketimbang di usia produktif? Karena di usia senja itu telah banyak menanam jasa baik pada kehidupan, sudah banyak amal shalehnya. Jasa baik menumbuhkan dan merawat keluarga, mendidik anak-anak, dan lainnya, telah dilalui semuanya dengan istiqamah. Itu artinya bila rezeki Anda seret-seret terus itu salah satu tanda Anda masih kekurangan amal shalih di hidup Anda. Kadang kasihan lihat tua renta masih harus memulung, jualan kacang rebus di trotoar jalan, atau malah mengemis.

Read More »

JAGA SILATURAHIM DENGAN JAGA JARAK Orang selingkuh itu karena dekat. Orang dengki itu karena dekat. Orang memanfaatkan orang lain karena dekat. Orang terluka hatinya dalam cinta itu karena dekat. Orang bertengkar karena dekat. Bahkan, bisnis kondangan terjadi karena memanfaatkan pertemuan dan kedekatan. Lah, kok Anda masih berpersepsi kalau silaturahim itu artinya kumpul-kumpul dan saling mendekatkan diri? Tidak. Silaturahim itu menjaga hati agar tidak terjadi keretakan hubungan. Karena itu, silaturahim kadang justru dilakukan dengan membatasi diri, menjaga jarak, bahkan kadang harus disconnected dulu. Kadang kala kita memaksakan diri untuk connected, tetapi ternyata luka menjadi makin terbuka. Kita memaksa untuk bertemu, rasanya seperti munafik kepada diri sendiri karena hakikat isi hati belum bisa clear. Saat begitu, mau bagaimana lagi? Satu-satunya cara menjaga

Read More »
Scroll to Top