Author name: gus banan

MEI 2023

PENTINGNYA MELAMBAT MELALUI TINGKAT KESULITAN

Ayam broiler merupakan ternak yang paling ekonomis, kelebihan yang dimiliki adalah kecepatan pertambahan/produksi daging dalam waktu yang relatif cepat dan singkat atau sekitar 4 – 5 minggu produksi daging sudah dapat dipasarkan atau dikonsumsi.   Hanya butuh 4 – 5 minggu pertumbuhan, ayam broiler sudah siap menjadi daging layak konsumsi, jauh beda dengan waktu yang dibutuhkan ayam kampung untuk siap dikonsumsi dagingnya.   Karena cepatnya pertumbuhan ayam broiler, alam semesta menyeimbangkannya dengan hasil tekstur daging dan tulang yang lembek dan lunak, beda sekali dengan daging dan tulang ayam kampung yang lebih kenyal dan berisi.   Pohon Sengon atau Albasia mampu tumbuh hingga ketinggian 40 meter selama 15 tahun. Setiap tahunnya, pertambahan tinggi Sengon sebesar 7 meter pada lahan yang subur. Hasilnya pohon Sengon kualitas kayunya lunak dan cepat rapuh.   Beda terbalik dengan pohon Ulin Kalimantan. Pohon ini terkenal keras kayunya dan memiliki kelas keawetan yang paling tinggi, kelas awet 1. Lebih tinggi daripada kayu Jati yang tergolong kelas awet 2. Pohon Ulin termasuk jenis pohon yang pertumbuhannya sangat lambat, dalam setahun diameter bertambah tidak sampai 1 cm.   Waktu 1 tahun hanya bisa tambahkan diameter tidak sampai 1 cm, sangat lambat pertumbuhannya, hasilnya kayu Ulin terkenal akan ketahanannya terhadap perubahan suhu, kelembaban, serta tahan terhadap pengaruh air laut, karena sifat kayunya yang sangat berat dan keras, dan tentu harganya super mahal.   Di asrama putri pesantren saya pernah geger, di tengah malam tiba-tiba keramik mushala putri yang baru selesai dipasang 1 mingguan tiba-tiba lepas sendiri. Ada sekitar 20 keramik lepas dengan ngelotok sendiri dan retak, dan tentu suaranya seperti petasan.   Diselidiki ternyata karena para pekerja saat memasang keramik diburu-buru target cepat selesai, hasilnya kontruksi pemasangan keramik tidak akurat, dalam seminggu sudah jebol.   Itu semua berarti alam semesta butuhkan kelambatan proses untuk melahirkan akurasi hasil yang konsisten, presisi dan akurat. Imam Muhammad bin Abdillah Ibnu Malik, yang terkenal dengan Ibnu Malik adalah seorang ulama yang memiliki keistimewaan di hati santri nusantara, terlebih santri yang menghafal, mendaras dan memahami nazam beliau yang masyhur; Al-Khulâshah atau Alfiyyah Ibn Malik.   Kitab Alfiyyah Ibn Malik hingga menit ini masih eksis sebagai materi ajar ilmu Lughat Arab di seluruh dunia, padahal karya ini ditulis oleh Imam Ibn Malik pada abad ke-13 Masehi. Hasil karyanya berkualitas, awet eksis, ya karena proses akurasi panjang dalam karir leilmuan Imam Malik.   Imam Ibn Malik termasuk ulama sangat alim, tapi muridnya sangat sedikit. Coba bayangkan betapa guncangan mentalnya tidak besar, ibarat Anda sudah tekun belajar hingga hingga S3, tapi cuma jadi guru TK. Namun keadaan itu tetap dijalani oleh Imam Ibn Malik dengan konsisten.   Dikisahkan, suatu hari Imam Ibn Malik menunggu orang-orang untuk belajar kepada beliau. Namun tak kunjung ada yang datang. Beliau pun berdiri dari jendela memanggil orang-orang yang ingin belajar tanpa rasa gengsi (meski beliau telah menjadi pakar ulama Lughat pada zamannya.   “Yang mau belajar ilmu Qiraat. Yang mau belajar ilmu Arabiyah,” tidak ada yang tertarik. Beliau pun pergi lalu mengucap, “Saya bebas dari beban menyembunyikan ilmu (karena beliau telah memanggil orang-orang yang ingin belajar).” Demikian ungkap Imam Jazari, pakar Qiraat kenamaan asal Suriah dalam kitabnya Ghayatun Nihayah, juz 2, hal. 159-160.   Menurut syaikh Ayyub al-Jazairi, meski Ibnu Malik tidak memiliki banyak murid, Allah memberi beliau satu murid yang luar biasa sekali, yaitu Imam An-Nawawi. Imam An-Nawawi memang sempat berguru kepada Imam Ibnu Malik. Dalam Alfiyah, Bab Ibtida’, Imam Ibnu Malik menyebut murid kesayangannya itu.   وَرَجُلٌ مِنَ الْكِرَامِ عِنْدَنَا “Dan orang mulia di antara kami.”   Kitab karyanya fenomenal, monumental dan mendunia, namun proses akurasinya dengan harga kelambatan karir Imam Ibn Malik sebagai ilmuan. Alimnya luar biasa, seharusnya sangat populer dan punya banyak murid, namun prakteknya sudah tawar-tawarkan ilmu saja dengan ikhlas, hanya sedikit yang mau beli.   Rajul (seorang lelaki) yang disebut dalam nazham Alfiyyah Ibn Malik itu tak lain adalah Imam An-Nawawi, seorang ulama yang karyanya melampaui umurnya.   J.K Rowling yang draft naskahnya “Harry Potter” ditolak puluhan penerbit untuk menerbitkan karyanya, sekarang coba lihat orang mana sih yang tidak kenal dengan Harry Potter? Dicetak berpuluh-puluh kali, menjadi international best selling novel untuk kategori fiksi, ditayangkan dalam bentuk film, dibuatkan scrap book dan berbagai merchandisenya.   Irjen Polisi Ferdy Sambo begitu cepat moncer karirnya, hingga ia disebut sebagai polisi yang raih pangkat jenderal di usia termuda, usia 48 tahun sudah jadi jadi Brigadir Jenderal Polisi. Bahkan tidak sedikit para seniornya yang karirnya disalip begitu saja.   Seperti ayam boiler, seperti pohon Sengon, seperti pasang keramik diburu-buru cepat selesai, sebuah proses karir pun demikian, untuk punya akurasi hasil, butuh proses melambat. Kalau prosesnya menyepat, tentu ada akurasi sistem yang terpasang tidak presisi.   Karena itu jangan heran, lah seorang jenderal muda yang tangkas yang sudah duduk di kursi Kepala Divisi Popram Polri, dimana divisi ini boleh disebut tangan kanannya Polri, lah kok tiba-tiba terjungkal tamat, menjadi dalang pembunuhan sadis?   Itu dikarenakan banyak kesadaran-kesadaran diri sebagai pembesar yang belum dimiliki Fredy Sambo. Ibarat tubuh fisiknya membesar dewasa, namun psikisnya masih kanak-kanak. Hasilnya rapuh, lunak, lentur, keropos, dan cepat ambruk. Kuda-kudanya tidak kokoh, persis ayam boiler dan pohon Sengon. Segala hal butuh waktu normal untuk berproses agar punya hasil akurat.   Jadi kalau karir Ferdy Sambo yang begitu cepat meroket, lalu runtuh dalam hitungan hari ya justru itu yang normal dan wajar, tanda alam semesta bekerja seimbang.   Jenderal Soedirman saja yang begitu baik dan patriotik, yang karena darurat perang dan darurat sistem negara yang baru lahir kemudian karir militer Soedirman begitu cepat meroket juga diseimbangkan dengan usia beliau yang sangat pendek. Apalagi Ferdy Sambo yang barangkali punya otak jahat.   Sekarang kalau Anda tanya, “Kenapa karirku lambat naiknya, padahal aku telah bekerja keras?” Atau, “Kenapa penghasilanku segini saja, padahal aku telah berupaya payah?” Salah satu jawabannya ya agar Anda tidak jadi ayam boiler, karena Anda memerlukan proses melambat melalui tingkat kesulitan tertentu.   رُبَّمَا أَعْطَاكَ فَمَنَعَكَ وَرُبَّمَا مَنَعَكَ فَأَعْطَاكَ   “Bisa jadi Allah memberimu suatu anugerah kemudian Dia menghalangimu darinya; dan boleh jadi Allah menghalangimu dari suatu anugerah kemudian Dia memberimu anugerah yang lain.” (Ibn Athaillah As-Sakandary dalam

MEI 2023

MOTIF “KONTEN DEWASA DAN KONTEN KEKERASAN” UANG

Motif pembunuhan Brigadir Joshua yang diotaki Irjen Polisi Ferdy Sambo ditegaskan oleh Polri akan dibuka di persidangan karena sensitif motifnya yang bisa bikin malu keluarga Ferdy Sambo maupun Brigadir J.   Namun dari desas-desus berbagai pihak, seperti keterangan Menkopolhukam, pengacara keluarga Brigadir J, mantan pengacara Barada Eliezer, IPW (Indonesian Police Watch), Kompolnas, Komnas HAM, dan isu senter yang berkembang bahwa motifnya adalah “konten dewasa”, tidak jauh dari konten Maria Ozawa.   Bahkan kalau merujuk pada dugaan dari pengacara Brigadir J, bukan cuma persoalan alat kelamin 18+, ada juga motif bisnis judi online, sabu dan miras yang dijalankan tersangka. Wallahu a’lam. Uang itu ditarik kuat oleh dua getaran;   Pertama, uang itu—kalau saya amati di tabel vibrasi dari Hawkins—mode getarannya tidak hanya berada di mode getaran power, apalagi uang butuh getaran pure consciousness, sama sekali tidak. Uang justru lebih dominan berada di mode getaran force yakni di area getaran rasa berharga diri, karenanya level getaran seperti keinginan, marah dan bangga itu getaran-getaran yang disukai uang.   Kim Jong-un kerjaannya menindas rakyat untuk paksakan politik otoriternya, duitnya banyak kan? Soeharto juga sukses kaya dengan kekuasaan otoriternya. Padahal sikap otoriter hingga menindas rakyat apa ya sikap bijak? Itu getaran desire yang rakus.   Anda lihat para wakil rakyat di gedung DPR, orang-orangnya ngeyel-ngeyel, tidak mau kalah dan cari menang sendiri kalau berargumen, tandanya mereka angkuh-angkuh, kalau bicara fasih-fasih, suaranya lantang-lantang, otaknya picik dan cerdas, lah duit mereka banyak kan? Itu getaran bangga diri, sombong dan angkuh.   Para preman dan mafia suka pakai kekerasan, menindas dan menganiaya, duitnya juga banyak kan? Itu getaran marah.   Uang itu betah bersama orang-orang dengan getaran force namun getaran di area rasa berharga diri. Keinginan getarkankan rasa bahwa “diriku berharga karenanya keinginanku sangat penting”, marah getarkan rasa bahwa “aku berharga jadi aku layak tersinggung dan layak mengalahkan orang lain”, bangga getarkan rasa bahwa “diriku sangat berharga karenanya diriku layak menonjol.”   Namun sebaliknya mode getaran force yang tidak menghargai diri seperti apatis, rasa malu, rasa minder, rasa bersalah, rasa sedih, rasa takut, ya sedikit sekali mampu menarik uang. Kaum dhuafa yang lemah banyak yang terjebak di area getaran force ini, makanya duitnya seret. Sebab getaran ini getaran yang tidak mampu menghargai diri dan hasilnya dikalahkan uang.   Lalu mode getaran power apa tidak ada uangnya? Mode getaran power sudah bukan lagi getaran butuh uang, getarannnya sudah melampoi getaran uang, sudah mengalahkan uang, di atas harga uang.   Getaran power akan banyak uangnya kalau memunculkan rasa-rasa berharga diri, misal berusaha ikhlas agar diri berharga di depan Tuhan, rasa berani agar berharga di depan musuh, rasa netral agar lebih percaya diri, dan seterusnya.   Kedua, uang ditarik oleh getaran happyfun, bukan getaran rasa bahagia, tapi getaran rasa senang.   Ya uang itu benda material yang penciptaan utamanya untuk cukupi kebutuhan fisik, perut lapar lalu butuh jajan ya pakai uang. Kalau kebutuhan spiritual ada yang butuh uang, ada yang tidak. Sedekah itu kebutuhan spiritual yang butuh uang, tapi kalau sedekahnya berupa senyum ya tidak butuh uang.   Karena uang untuk cukupi kebutuhan fisik, sementara karakter fisik itu anti keprihatinan maka getaran uang pun getaran anti prihatin yakni maunya getaran happyfun. Perut Anda menolak kan diajak prihatin lapar dengan puasa? Kalau fisik Anda anti prihatin, uang sebagai pelayan kebutuhan fisik juga karakternya mengikuti tuannya.   Maria Ozawa duitnya banyak karena konten porno itu getaran happyfun. Penggemar diskotik duitnya lancar-lancar saja karena happyfun. Bandar togel duitnya banyak, karena bagi tukang togel keluarkan uang untuk pasang undian judi itu menyenangkan, karenanya Macau di RRT menjadi negara maju pesat yang padahal pariwisata yang dikembangkan adalah perjudian.   Orang dhuafa itu orang yang banyak unggah rasa prihatin uang, kerap merasa duitnya susah, ya mereka terus terbantai finansialnya, kan? Karena hidup mereka kurang suplay rasa senang.   Nah dari 2 getaran inilah, uang itu bisa kocak sekali energinya, dimana orang yang ngawur yang tidak perhatikan halâlan, thayyiban dan mubârakan dalam menarik uang, bisa masuk dalam neraka hidup.   Getaran force uang karena ditarik dengan energi getaran rasa bangga, keinginan dan marah akan berefek matinya hati nurani, menjadi sangat tegaan, sehingga kehormatan martabat sesama manusia bisa sama sekali tidak berharga, harga diri orang lain bisa seperti murahnya sampah. Uang jadi maha berharga mulia, martabat manusia bisa sama sekali tidak berharga.   Dari kasus Ferdy Sambo jelas sekali betapa puluhan martabat manusia disampahkan dan diinjak-injak tidak berharga.   Brigadir Joshua jelas nyawanya dilenyapkan dengan sadis dan kejam, ditambah dirinya difitnah karena dituduh melecehkan istri sang jenderal. Keluarga Brigadir Joshua tentu sangat tersayat, sakit hati dan trauma, anak yang sedang jadi kebanggaan diperlakukan tidak lebih mulia dari seekor tikus got.   Bahkan seluruh keluarga marga Hutabarat khususnya dan marga Batak umumnya juga ikut tersinggung merasa direndahkan martabatnya karena ada salah satu saudaranya dibantai dengan tidak lebih mulia seperti membantai tikus got.   Bharada Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan puluhan perwira Polri yang dilibatkan dalam skenario pembunuhan Brigadir J terancam hancur semua karirnya. Padahal seperti Bharada Eliezer sendiri tentu bisa menjadi polisi adalah impian panjang yang sudah diperjuangkan dengan jerih payah, lalu dirontokan begitu saja untuk ikuti skenario Ferdy Sambo.   Atau seperti Brigjend Polisi Hendra Kurniawan yang seperti apa susah payahnya mengabdikan diri di institusi Polri dalam waktu panjang, sekarang karirnya terancam raib hanya karena skenario Ferdy Sambo.   Nyawa, jerih payah, harga diri, martabat, tidak ada satupun yang dihargai oleh Ferdy Sambo.   Lalu apa yang berharga? Yang berharga di hati Ferdy Sambo ya uang. Demi melindungi dan menghargai uangnya, Ferdy Sambo nistakan puluhan harga diri manusia.   Sebab ini tanda uang tidak halâlan thayyiban mubârakan, di situ orang-orang yang berada di lingkungan pengaruh uangnya akan hidup sangat menderita karena tidak dihargai.   Anda hidup di lingkungan seorang majikan, seorang suami, seorang ayah, seorang pemimpin, kok Anda sering merasa tertekan stres, ya itu tanda Anda tidak dihargai. Kenapa Anda tidak dihargai? Karena di matanya yang berharga adalah uang, kedudukan, dan kepentingannya.   Saya yakin di lingkungan keluarga Ferdy Sambo sebelum kejadian heboh ini viral, istri, anak-anak, ajudan, dan ART Ferdy Sampo sudah sering stres, depresi dan banyak

MEI 2023

CARA KONSISTEN MENDOWNLOAD NASIB KAYA

Nabi SAW semasa hidupnya banyak melakukan penaklukan-penaklukan melalui peperangan. Beliau sangat ikhlas dan visinya kokoh dalam melakoni peperangan sehingga beliau kerap memenangkan peperangan yang seolah-olah dapatkan keajaiban. Contoh kecil perang Badar, 300 pasukan Muslimin secara ajaib mengalahkan 1000 pasukan Quraisy.   Pola ajaib memenangkan peperangan ini pun kerap terulang dalam peperangan Nabi SAW yang lain, hingga hasilnya Islam yang hanya berawal dari penaklukan satu suku tradisional Mekah yakni suku Quraisy, lalu meluas menaklukan berbagai wilayah di belahan bumi.   Antiknya, pola penaklukan wilayah beserta keberuntungan, kemenangan, rintangan dan tantangannya diunduh pula oleh sahabat-sahabat Nabi SAW sepeninggal beliau. Abu Bakr, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Sufyan, mendownload pola yang sama.   Seperti perang Al-Qadisiyyah melawan imperium Persia (Iran) di masa kekhalifahan Umar bin Khattab dimana pasukan Umar sekitar 30.000 – 40.000 tentara melawan pasukan Persia dengan jumlah 130.000 pasukan. Pasukan Umar menang telak, pola kemenangan perang Badar didownload oleh Umar bin Khattab.   Pola getaran peperangan dengan modal militer kecil namun kemudian sukses memenangkannya itu merupakan paparan keikhlasan, semangat dan sukses Nabi SAW yang bergetar dan mempengaruhi lingkungan hidup beliau, sehingga mempengaruhi nasib dan jalan hidup generasi sesudahnya. Nasib hidup yang diterima sahabat-sahabat beliau pun tidak jauh beda dengan pola nasib yang beliau terima.   Isa bin Maryam atau dalam kekristenan disebut Yesus Kristus juga demikian. Kalau dibaca melalui sejarah kekristenan, para murid Yesus banyak yang mati disalibkan sama seperti pola mangkatnya Yesus. Seperti Petrus, Andreas, Thomas, Yudas Thaddeus (bukan Yudas Iskariot), Simon orang Zealot, dan Filipus, semuanya mati disalibkan persis seperti Yesus.   Murid-murid Yesus yang lain tidak disalibkan, namun mengalami penyiksaan dahsyat yang setara dengan penyaliban. Sahabat-sahabat Nabi SAW mendownload pola yang sama seperti nasib Nabi SAW, para murid-murid Yesus pun mendowload pola yang sama persis seperti Yesus.   Tubuh manusia beserta seluruh otak, perasaan, tubuh fisik dan batinnya selalu paparkan getaran dan gelombang elektromagnetik atau vibration. Manusia yang lain dan alam menangkap dan akan merespon gelombang tersebut.   Setiap orang punya pola pikir, inisiatif, prinsip, dedikasi, karakter, cita-cita, dan seabrek kepribadian lainnya. Kepribadian ini selanjutnya dalam kehidupan sosial sehari-harinya bergetar di dan ke lingkungan hidupnya dan ditangkap serta direspons oleh manusia dan lingkungannya.   Bagi yang menerima getaran tersebut, selanjutnya getaran tersebut akan memengaruhi dan mengubah pola pikir serta perasaan-perasaannya.   Nah Anda amati saja, banyak orang kaya yang awalnya hanya menjadi pelayan juragan. Jadi pelayan juragan cabe, misalkan, pagi siang dan malam selalu jadi buntut si juragan, menjadi pelayan dekat si juragan cabe. Dalam jarak beberapa tahun kemudian, pelayan si juragan ini ikut buka usaha cabe, lalu jadi orang kaya.   Bukankah banyak kasus begitu? Awalnya kuli juragan, lantas ia sukses seperti juragannya.   Hal seperti itu terjadi karena setiap orang itu pancarkan getaran dan gelombang elektromagnet, lalu ditangkap dan direspons oleh orang sekitarnya. Secara alamiah getaran dan gelombang tersebut bergetar dan memancar, secara alamiah pula manusia dan lingkungannya terpapar.   Ketika ada seorang pelayan yang terus menguntitinya di belakang sebagai pelayan, pengagum, pengikut, maka si pengikut terdekat yang setiap hari kerap bersamanya tentu ia yang paling terpapar getarannya.   Orang sukses pancarkan getaran dan gelombang, entah dari pikiran, perasaan, sikap, tubuh dan lainnya. Demikian pula orang terpuruk juga pancarkan hal yang sama.   Ketika Anda dekat dengan orang sukses, yang setiap saat dekat dengannya, maka setiap hari data-data mental suksesnya, pola pikirannnya, pola sikapnya, cara-cara ia atasi masalah, hingga getaran perasaan terdalamnya juga akan memapar terus kepada Anda, akhirnya Anda pun di masa depan menggantikan kesuksesannya. Nasib Anda pun di masa depan bisa persis seperti nasib si orang sukses.   Begitu pula orang terpuruk. Anda dekat dan selalu dekat dengan orang terpuruk juga getaran dan gelombangnya akan auto terdownload oleh Anda, selanjutnya nasib hidup Anda juga tidak jauh beda.   Sebab itu sahabat Nabi SAW, nasib hidupnya persis dan minimal mirip-mirip dengan nasib hidup Nabi, dan murid-murid Yesus juga tidak jauh beda dengan nasib Yesus karena adanya hukum pancaran gelombang elektromagnet ini.   Bahkan Nabi SAW mengklaim bahwa;   خَيْرُ الْقُرُونِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ   “Sebaik-baik generasi adalah generasiku. Lalu gerenasi yang setelahnya. Lalu generasi yang setelahnya.” (H.R. Tirmidzi)   Artinya generasi di masa Nabi hingga generasi ke-3 sesudah Nabi itulah generasi yang masih konsisten dipengaruhi oleh getaran dan gelombang pancaran dari diri Nabi SAW, baik keikhlasan, semangat dan suksesnya. Melewati 3 generasi sesudah Nabi, level ikhlasnya sudah dipertanyakan, level semangatnya juga sudah menurun, ya sebutlah generasi 4 dan sesudahnya, mereka mulai “kedunyan” (doyan keduniawian), tidak lagi seikhlas Nabi SAW.   Ada salah satu ulama. Ketika di pesantren, beliau sangat dekat dengan guru beliau. Setelah beliau mukim di kampung, alur cerita hidup beliau polanya sama persis seperti si guru.  Si guru punya santri hanya santri putra, tidak punya santri putri, beliau pun sama. Guru beliau naik haji di usia sepuh, beliau pun persis sama. Guru beliau menjadi ulama besar, beliau pun sama. Guru beliau menjadi ulama ahli tirakat dan zikir, beliau pun sama. Hampur semua data nasib si guru didownload oleh beliau.   Jadi bagaimana cara konsisten mendowload nasib kaya? Jawabannya ikuti dan dekatlah dengan orang kaya. Tentu waktunya tidak lah instan, butuh waktu lama mengikuti dan dekat orang sukses, dan tentu dengan proses aneka pahit senang yang harus tetap konsisten ditempuh.   Bukan cuma mendownload nasib kaya, mendownload nasib jadi ulama, jadi ilmuwan besar, jadi pejabat, jadi tokoh politik, jadi selebritis juga demikian.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan

MEI 2023

BAHAYA MINDSETT BOROS

Tidak semua action benda, lalu konversi energinya bisa diakali hanya dengan intensi dan atensi perasaan hati. Misal Anda berak, lalu Anda gunakan kekuatan intensi dan atensi di dalam hati sebagai bentuk energi makan agar habis berak Anda kenyang, tentu tidak bisa. Berak diniati makan ya tetap tidak bisa hasil kenyang.   Nah uang tidak begitu. Uang adalah getaran energi yang dikonversi melalui perasaan hati. Karena itu kalau diamati yang banyak menganggur itu siapa? Dan yang banyak kerja itu siapa? Yang banyak menganggur itu bos, yang banyak kerja itu karyawan. Lalu yang duitnya banyak itu bos apa karyawan? Tentu bos.   Itu disebabkan si bos nganggur tetapi dia konversikan perasaan hatinya sebagai orang yang bisa bayar orang lain, hasilnya dia nganggurnya jadi uang. Sebaliknya konversi perasaan hati karyawan, dia kerja tetapi konversinya bawahan yang dibayar, hasil konversinya cuma narik gaji bulanan.   Jadi begitulah uang, hanya sebuah permainan getaran energi yang dikonversi melalui perasaan hati. Karena itu dalam Al-Qur’an, agar rezeki baik itu bukan disuruh kerja keras, tapi disuruh syukur, atau tawakal, atau merasa cukup, atau takwa, yang semua itu hanyalah sebuah tarikan konversi energi hati.   Dalam akidah kekristenan, Yesus Kristus itu mati di tiang salib, artinya dia adalah korban kezaliman. Namun Yesus mengonversi energi kezaliman yang dia terima sebagai “juru selamat”.   Prakteknya Yesus dizalimi salib, namun Yesus mengonversinya sebagai rasa jadi pahlawan yakni penyelamat umat manusia, hasilnya kekristenan sekarang menjadi agama terbesar di dunia, yang artinya banyak orang berbondong-bondong berteduh di bawah salib yang mengzalimi Yesus.   Namun ini akidah kekristenan ya, Anda yang muslim atau beragama selain Kristen sebaiknya dilewati saja paragraf di atas. Atau sudah dibaca? Ya hapus saja sendiri. Hahaha.   Anda masuk warung makan bareng teman-teman, lalu Anda terjebak mentraktir. Orang mentrakrir itu prakteknya menjadi korban. Karena menikmati makanan dinikmati bareng-bareng, kenyangnya juga kenyang bareng-bareng, lah isi dompet teman-teman utuh, isi dompet Anda terkuras. Kan Anda jadi korban?   Namun ketika Anda mampu atasi rasa jadi korban mentraktir dengan dikonversi rasa kaya dan rasa berpunya, misal, “Aku orang kaya, saya yang harus bayar,” maka hasilnya kekayaan, berkah dan kemudahan rezeki. Sebaliknya kalau konversinya rasa sesak hati terjebak traktir, ya sudah di situ Anda tak jauh beda sebagai korban pemerkosaan traktir. Merasa sebagai korban tentu hasilnya keterpurukan.   Sejak sebelum TK Anda didoktrin hemat pangkal kaya, yang berarti belief Anda menerima keyakinan kalau boros itu berarti memiskinkan. Nah di situlah perampokan energi uang akan terus terjadi di dalam diri Anda setiap kali Anda keluarkan uang.   Mau begitu terus? Ya yakini sepenuhnya kalau hemat itu pangkal kaya. Hahahaha.   Anda sehari muter-muter pakai sepeda motor di satu kota, masuk toko sana masuk toko sini, karena barang yang Anda cari tidak ketemu-ketemu. Setiap toko Anda kena cas bayar parkir. Lalu perasaan Anda mengonversi rasa sesak hati bolak balik bayar parkir, itu artinya belief Anda berkata hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin.   Coba kalau kasus seperti di atas Anda konversi, “Alhamdulillah hari ini banyak alirkan rezeki ke tukang parkir semoga berkah,” tentu borosnya uang parkir Anda jadi kekayaan rezeki dan keberkahan.   Jadi yang enjoy saja jadi pemboros, nikmati dan istiqamahkan, karena yang salah itu mindsett boros tersebut. Coba ganti dengan mindsett “alirkan rezeki dan keberlimpahan,” prakteknya Anda boros namun hasilnya makin deraskan rezeki.   Buang jauh-jauh rasa bersalah sebagai pemboros saat keluarkan uang karena disitulah perampokan konversi energi uangnya.   Di Eropa kemarin saya kencing di toilet umum bayarnya 1 euro (sekarang sekitar 16.250 rupiah). Coba bandingkan dengan di dalam negeri, kencing di toilet umum bayar cuma 2 ribu. Buang pipis saja bayar 16 ribuan, kalau mindsettnya boros itu kesalahan kelola uang, ya Anda bisa sekarat duit hidup di Eropa.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan

MEI 2023

VALUE UANG AMSTERDAM

Hal paling menarik bagi saya di Eropa ketika berkunjung ke Red Light District Amsterdam; kawasan wisata prostitusi, ganja, sexshow, pornografi dan judi berkelas di Amsterdam, Belanda. Konsumsi hal-hal begitu di kawasan ini semudah dan seelegan Anda belanja bahan bangunan di kota Anda.   Nonton cewek telanjang dalam kaca transparan, pakai celdam cuma nutupi lubang vaginanya saja, dan kadang tidak pakai kutang persis seperti nonton ikan telanjang dalam aquarium.   Belum lagi di tempat-tempat umum, sehari-hari lihat cowok sama cowok dan cewek sama cewek ciuman dan pelukan mesra. Hmmm.   Yang antik sangat tertib dan tertata masyarakatnya, tidak ada pengunjung merasakan aura kejahatan di kawasan tersebut. Kawasan prostitusi, ganja dan judi biasanya kental dengan gank dan mafia, di sana tidak, yang ada aura elegan. Kurang ajar, ya? Tidak berakhlak. Hahaha.   Konstitusi budaya Amsterdam seolah berkata, “Anda bebas karena Anda berharga. Silakan bebas semaumu dan sepuasmu. Anda mau suka sama sama lawan jenis, mau suka sesama jenis, mau suka sama anjing, kucing, kambing, kami lindungi untuk menikah legal. Mau mabok alkohol, mau gitting ganja, mau malas kerja lalu cukup cari makan dengan pasang togel, Anda bebas, asal satu hal jangan pernah dilakukan yakni mengganggu orang lain.”   Karena itu di Amsterdam itu aman dan nyaman, apalagi kejahatan, di transportasi umum saja harus diam tidak boleh bicara, kalau ngobrol-ngobrol itu kena denda sangat mahal karena itu menganggu kenyamanan penumpang lain.  Di gang-gang Red Light District Amsterdam, buang botol minuman sembarangan, tidak sampai satu menit tahu-tahu dihadang polisi dan dendanya sangat mahal. Di transportasi umum sisakan sampah, sama driver didenda hingga 50 Euro (hampir 1 juta rupiahan).   “Anda bebas karena Anda berharga, hanya satu yang tidak boleh yakni ganggu orang lain,” seolah begitu konstitusi budaya Amsterdam.   Saya sering sampaikan, yang berharga itu diri Anda sebagai manusia, bukan uang dan harta Anda. Karena itu kalau mau didekati uang, hargai diri Anda dan hargai jiwa orang lain.   Uang itu pelayan manusia. Ya uang itu berharga, namun harga diri manusia mulianya jauh melampoi uang, sebab Anda tuannya, dan uang adalah pelayan Anda. Karena itu tempatkan harga diri manusia di atas uang.  Kadang manusia itu lucu, istri stres kelola uang rumah tangga, dituntut cukup-cukupkan uang, sementara si suami uangnya disayang-sayang agar awet. Itu namanya merendahkan harga diri istri demi menghargai uang agar awet.   Kemampuan bangsa Eropa menghargai harga diri manusia sudah disampaikan gamblang oleh Nabi S.A.W yang di zaman Nabi disebut bangsa Rum (Romawi).   تَقُومُ السَّاعَةُ والرُّومُ أكْثَرُ النَّاسِ. قالَ: فَبَلَغَ ذلكَ عَمْرَو بنَ العاصِ فقالَ: ما هذِه الأحادِيثُ الَّتي تُذْكَرُ عَنْكَ أنَّكَ تَقُولُها عن رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ؟ فقالَ له المُسْتَوْرِدُ: قُلتُ الذي سَمِعْتُ مِن رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، قالَ: فقالَ عَمْرٌو: لَئِنْ قُلْتَ ذلكَ، إنَّهُمْ لأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ، وأَجْبَرُ النَّاسِ عِنْدَ مُصِيبَةٍ، وخَيْرُ النَّاسِ لِمَساكِينِهِمْ وضُعَفائِهِمْ.   “Kiamat terjadi dan Romawi adalah manusia yang paling banyak.” Kata-kata ini terdengar oleh Amru bin Al-Ash, ia berkata: Ucapan-ucapan apa yang disebut darimu bahwa kau mengatakannya dari Rasulullah S.A.W? Al-Mustaurid berkata padanya, Aku katakan yang aku dengar dari Rasulullah S.A.W. Amru berkata, “Bila kau katakan demikian, mereka adalah orang-orang paling sabar saat terjadi fitnah, paling kuat saat terjadi musibah dan yang terbaik terhadap orang-orang miskin dan orang-orang lemah.” (H.R. Muslim)   Sebab rasa penghormatan yang tinggi pada nilai kemanusiaan, di Eropa untuk jadi orang miskin itu susah sebab negara menggaji warga miskin dan lemah. Nggak usah kerja, jadi warga miskin saja sudah jadi penghasilan yang menyukupi.   Itulah kenapa kita bangsa Timur tidak mampu memahami alur berpikir mereka, LGBT dilindungi, pelacur dilindungi, ganja dilegalkan, judi dilindungi, itu karena mindsett mereka adalah memanusiakan manusia apapun wujud prilakunya.   Pas kan dengan sabda Nabi S.A.W tentang karakter mereka yakni khairun nâsi li masâkînihim wa dhu’afâihim (sebaik-sebaik manusia kepada orang-orang miskin dan orang-orang lemah)?   Nalar pikir kita LGBT adalah persoalan dosa, halal-haram dan moralitas sosial, kalau mereka LGBT adalah prilaku manusia juga yang harus dihormati sebab saking besarnya rasa welas kepada kaum marginal.  Demikian pula soal prostitusi, seks bebas, judi, dan lainnya. Kebalik semua pokoknya beliefnya dengan kita persis seperti air dengan daun talas, namanya juga dunua Barat vs dunia Timur.   Karena itu banyak negara-negara jajahan Eropa yang hingga detik ini tidak mau dimerdekakan, seperti bangsa Mayotte di kepulauan Komoro dan Kaledonia Baru di Ocenia yang tidak mau merdeka dari Prancis.   Hongkong dikontrak Inggris dari Dinasti Qing Tiongkok, ketika mau dimerdekakan dan dikembalikan ke pemilik aslinya malah ogah-ogahan, lebih betah dijajah. Juga Makau yang disewa oleh Portugis juga ogah-ogahan dikembalikan ke pemilik aslinya, Tiongkok.   Konon, mengapa Papua Barat terus-terusan ngeyel minta merdeka dari Indonesia karena mereka merasakan dijajah Belanda merasa dibantu, dijajah Indonesia sebaliknya. Itu kata bangsa Papua.   Mereka ada nilai plus berkemanusiaan tinggi, asih kepada yang lemah. Lalu kenapa banyak bangsa-bangsa terjajah yang dulu merasa dizalimi oleh mereka hingga timbulkan konflik panjang, ya karena yang mau dijajah juga susah diatur. Sama saja Anda sebenarnya mengasihi anak, tapi kalau anaknya susah diatur, bukankah Anda jadi keras kepada anak?   Menempatkan harga diri manusia, baik harga diri sendiri maupun orang lain, itulah resep negara-negara Eropa dibetahi uang.   Kadang kita tolol dengan harga diri kita sendiri, sering kali salah menempatkan diri mana yang masalah yang kita harus melawan, mana yang harus mengalah karena terdoktrin kuat falsafah, “Wani ngalah luhur pungkasane.” Apa-apa mengalah, tidak sadar harga diri kita sedang dicabik orang lain.   Kemarin di Amsterdam di tengah malam saya ngobrol agak keras dengan teman-teman di kamar hotel, eeh langsung dilabrak bule dari kamar sebelah. Lah kita kerap demi memaklumi orang lain tidak berani mengkomplain, tidak berani berekspresi bahwa kita terganggu. Di situlah kesadaran kita pada harga diri lemah karena terdoktrin kuat “wani ngalah luhur pungkasane”.   Belanda negara maju. Kemampuan belanja rakyatnya tinggi, kalau Anda di sini sekali makan biasa habis 500 ribu – 1 juta, ya itu standar makannya orang Amsterdam untuk 1 orang 1 kali makan.   Biaya hidup mereka tinggi, standar sejahteranya juga tinggi, tapi mereka terus tercukupi kebutuhan hidupnya, ya karena pada prinsipnya mereka sadar dan sudah membudaya kalau harga diri manusia

MEI 2023

BAKAT MISKIN ITU KERJANYA UNTUK UANG

Anda yang sudah alami perubahan hidup lalu baca kisah-kisah ini, Anda akan berkata, “Oh iya saya alami itu.” Dan kalau Anda merasa mengalaminya itu pertanda di dalam diri Anda ada sirkulasi harmoni antara spiritual dan material.   Alkisah, dia sekarang kaya raya. Memulai karir sebagai sales roti kacang hjiau, jualan dari toko ke toko dengan kompensasi bagi hasil. Di tahun pertama, sebulannya paling berpenghasilan bersih 800 ribu – 1 jutaan.   Yang namanya ditolak calon pelanggan, dicuekin calon pelanggan, diditarget penjualan sama juragan, sudah jadi makanannya. Belum lagi kehujanan, kepanasan, sudah jadi kewajiban. Pahit.   Duit kecil, tapi ya dijalani saja karena dia sudah punya anak istri. Hingga di tahun kelima, saat itu penghasilannya sudah naik antara 1,5 – 2 juta perbulan. Jaringan jualannya sudah makin meluas.   Dia lumayan lugu orangnya, maklum cuma lulusan SMP dan lahir dari keluarga pas-pasan, sehingga dia yang kuasai pasar penjualan, tapi dia tetap saja menjualkan roti produksi si juragan, ia tidak pernah sadar, kalau jaringan pasar penjualannya kalau dia juali produknya sendiri, dia akan lebih punya duit.   Di tahun ketujuh, juragannya wafat di usia muda. Dia pun bingung kehilangan penghasilan. Lalu dia coba-coba produksi roti sendiri dan dijual ke jaringan pasarnya. Dan dalam 2 tahun, usaha rotinya melesat dengan cepat. Hingga kini, ia sudah jadi juragan roti kaya bahkan sudah merambah ke usaha-usaha lain.   Artinya selama 7 tahun, ia kerja tulus demi hidupi anak istri. Dia yang lugu tidak pernah bertanya hasilnya berapa, ada uangnya atau tidak, yang ada di hatinya cuma, “Aku harus menafkahi anak istri dengan cara yang bisa aku lakukan.” Selama ini ia tidak bekerja untuk uang, ia hanya konsisten memberi nafkah terbaik untuk anak istrinya.   Alkisah, dia sekarang menjadi ulama kaya. Memulai karir dakwah dengan mengampu pengajian rutin 2 mingguan di dua tempat sambil ngajar ngaji beberapa santri yang berniat nyantri kepadanya.   Lima tahun kemudian, salah satu tempat pengajian rutinnya, pimpinan rombongan ngajinya yang seorang haji kaya, wafat. Namun masyarakat di sana masih ingin melanjutkan pengajiannya. Lantas salah satu jamaah menanyakan, “Selama ini, sama pimpinan rombongan, Anda dikasih pesangon berapa?”   Si kyai cuma bisa cengar-cengir, tidak enak hati jelaskan apa adanya. Karena selama ini tidak ada amplop apapun, paling cuma rokok 2 bungkus. Namun karena si kyai merasa itu adalah misi dakwah, ia hanya bisa jalani dengan konsisten demi perjuangkan agama Allah.   Dan bersamaan dengan itu, pondok pesantren si kyai pun maju pesat. Jaringan bisnis si kyai juga merambah macam-macam.   Karena didesak untuk menjelaskan, si kyai jadinya jawab apa adanya. Masyarakat pun melongo dan geleng-geleng kepala.   Akhirnya masyarakat di sana pun melanjutlan pengajian rutinnya, tentu dengan pikirkan ganti energi bensin dan ilmu si kyai.   Artinya si kyai selama ini bekerja tidak untuk uang, ia konsisten dakwah di jalan Allah.   Alkisah, ia sekarang seorang author dan motivational speaker. Sebelum mencapai karir ini, dia hanya ingin berbagi ilmu ke publik melalui artikel-artikel yang ia unggah ke Facebook.   Sudah tidak ada bayaran, kerjaannya dinyinyiri netizen, disangkal, direndah-rendahkan netizen, serta segala hiruk-pikuk medsos ia alami semua.   Namun karena passionnya kepada ilmu, bakat author-nya ia asah terus dengan konsisten menulis di medsos.   Tiga tahun kemudian ia mulai menjadi motivational speaker. Dan saat itu hidupnya, baik karir maupun duitnya mulai berubah.   Artinya, selama 3 tahun, seperti apa capeknya berkarya menulis, dan dengan kondisi tidak ada harapan ada aliran uang, namun karena kecintaannya kepada ilmu, ia tetap konsisten berkarya di medsos. Ia tidak bekerja untuk uang.   Nah saya rasa, Anda yang sekarang sudah sukses, lalu baca kisah-kisah di atas, pasti cuma bilang, “Oh iya saya alami itu.”   Nah kenapa sih untuk tundukan uang harus ada proses seperti di atas? Proses dimana Anda kerja namun tidak ada uangnya, kalaupun ada uangnya kecil sekali? Dan proses tersebut tidak sebentar, tapi tahunan.   Itu karena jiwa Anda didesain untuk merajai dan berkuasa penuh atas sistem materialisme uang di alam semesta. Uang hadir di alam semesta ini karena kehadiran Anda di planet ini. Di Mars tidak ada kehadiran Anda disana, sistem ekonomi pun tidak bisa jalan. Beli pulsa di Mars tidak ada karena tidak ada “telepon”.   Kenapa telepon di sana tidak ada? Karena manusia tidak hadir di sana. Jadi sistem materialisme uang di alam semesta diciptakan untuk layani Anda, kehadirannya semata-mata untuk menjadi pelayan Anda.   Sebab itu desain alam semesta telah menempatkan Anda sebagai raja dan penguasa atas materialisme uang. Legitimasi Tuhan atas takdir ini jelas;   وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍۢ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا   “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (QS. Al-Isra’: 70)   Istimewanya, bukan cuma materialisme uang yang ditundukkan untuk Anda, sistem spiritualisme akhirat juga didesain tunduk kepada Anda. Surga dan neraka didesain tunduk melayani Anda.   Dalam kitab Tafsir Ibn Katsir diriwayatkan beberapa hadits tentang protesnya malaikat atas sistem pengistimewaan manusia ini.   Malaikat pernah protes kepada Tuhan dengan pengistimewaan manusia ini. Malaikat merasa dirinya sama sekali tidak istimewa. Betapa tidak, manusia di dunia sudah diberi segalanya, makanan enak, waktu istirahat, bisa nikah dan ngeseks, punya uang, dan segala kuasa dunia, sementara malaikat tidak, mereka hanya disuruh sujud dan bertasbih, boro-boro diberi kesempatan ngeseks, diberi kesempatan istirahat saja tidak.   Sebab itu malaikat protes, manusia sudah diberi kebaikan di dunia, maka sebaiknya kebaikan di akhirat diberikan kepada para malaikat sebagai penyeimbang. Namun Tuhan tetap gunakan kebijakan otoriter-Nya dengan menolak tegas protes malaikat-Nya.   عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “إِنَّ الْمَلَائِكَةَ قَالَتْ: يَا رَبَّنَا، أَعْطَيْتَ بَنِي آدَمَ الدُّنْيَا، يَأْكُلُونَ فِيهَا وَيَشْرَبُونَ وَيَلْبَسُونَ، وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَلَا نَأْكُلُ وَلَا نَشْرَبُ وَلَا نَلْهُو، فَكَمَا جَعَلْتَ لَهُمُ الدُّنْيَا فَاجْعَلْ لَنَا الْآخِرَةَ. قَالَ: لَا أَجْعَلُ صَالِحَ ذُرِّيَّةِ مَنْ خَلَقْتُ بِيَدِي، كَمَنْ قُلْتُ لَهُ: كُنْ، فَكَانَ”   “Dari Abdullah ibn Amr dari Nabi SAW telah bersabda: Sesungguhnya malaikat berkata, “Wahai Tuhan kami,

MEI 2023

UNTUK PUNYA UANG HARUS AKTIFKAN MENTAL MISKIN

Ketika Anda diberi uang oleh orang lain, lalu Anda menerimanya, di situ martabat kemerdekaan Anda telah terkontrol oleh si pemberi sebab terikat rasa terima kasih. Kenapa Anda menerimanya? Tentu karena Anda butuh.   Anda rela jam 7 pagi sudah berangkat kerja, karena Anda merasa butuh uang sehingga mau tidak mau harus merelakan diri Anda dijajah keadaan, sampai-sampai jam 7 pagi sudah harus berada dalam kontrol orang lain yakni mulai kerja untuk orang lain.   Di dunia perdagangan ada slogan universal “pembeli adalah raja”, dimana slogan ini adalah hukum baku alam semesta seperti halnya hukum gravitasi. Di daerah dan budaya manapun di penjuru dunia, slogan “pembeli adalah raja” merupakan hukum paten perdagangan.   Mungkin aksi memperlakukan pembeli sebagai raja berbeda-beda antara satu budaya dengan budaya lainnya, seperti di negara-negara Eropa Barat yang kemarin saya kunjungi. Di sana makan di restoran ya meja dan piring yang telah kotor dan berantakan harus diberesi sendiri oleh pembeli sehingga pembeli tinggalkan meja makan restoran sudah bersih dan beres seperti semula.   Kan beda dengan di sini, kalau di sini ada pelanggan restoran lantas disuruh harus beres-beres piring sendiri dan lap-lap meja kotor sendiri ya tersinggung pembelinya karena merasa tidak diperlakukan sebagai raja.   Namun di sini dan Eropa Barat intinya sama saja, bagaimanapun aksi adatnya tetap berlaku hukum paten universal bahwa pembeli adalah raja, pembeli punya kuasa untuk minta dilayani ini dan itu.   Sama saja, di sini Anda julurkan lidah ketika bertemu orang, ya Anda disebut asu, kalau di Tibet justru itu salam hormat terhangat.   Pembeli oleh alam semesta ditempatkan sebagai raja karena seorang penjual hakikatnya adalah orang yang berkepentingan dengan pembeli sehingga harus merasa butuh kepada pembeli.   Apa sih kepentingan penjual sehingga ia harus tunduk kepada pembeli dan menempatkan pembeli harus sebagai raja? Ya karena penjual ada kepentingan ngakalin duit pembeli, dia butuh duitnya si pembeli, konsekuensinya pembeli ditempatkan sebagai raja, harus dilayani dan Anda harus merendahkan diri di depannya.   Karena itu Imam Jafar Ash-Shodîq atau dalam sanad hadits sering disebut Abâ ‘Abdillah berkata,   عَنْ عَبْدِ الْأَعْلَى بْنِ أَعْيَنَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ (عليه السلام) يَقُولُ‏ طَلَبُ الْحَوَائِجِ إِلَى النَّاسِ اسْتِلَابٌ‏ لِلْعِزِّ وَ مَذْهَبَةٌ لِلْحَيَاءِ وَ الْيَأْسُ مِمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ عِزٌّ لِلْمُؤْمِنِ‏ فِي دِينِهِ وَ الطَّمَعُ هُوَ الْفَقْرُ الْحَاضِرُ   “Dari Abdil A’lâ bin A’yan, dia berkata, aku mendengar Abâ ‘Abdillah–’alaihs salâm–berkata, “Meminta kebutuhan kepada manusia itu adalah pencopetan harga diri dan menghilangkan rasa malu. Dan terputus–dari rasa butuh–dari apa yang ada di tangan manusia itu adalah kemuliaan martabat bagi seorang mukmin dalam agamanya. Dan thoma’ (berharap dibantu orang) itu adalah kefakiran yang hadir.”   Jadi kepentingan dirilah yang kemudian menarik diri Anda untuk butuh kepada orang lain, dan saat Anda butuh itulah Anda harus merendah kepada orang lain sehingga Imam Ja’far Ash-Shodiq menyatakan kalau rasa butuh kepada orang lain adalah penghapus kemuliaan harga dirinya.   Fakir itu sendiri disadap dari kosakata bahasa Arab yakni “faqir” artinya orang yang butuh.   Jika Anda dagang, Anda bersikap “tidak butuh” uang pembeli yakni Anda bersikap kaya, kira-kira Anda bangkrut, tidak? Ada pembeli datang ke toko Anda, lalu Anda bersikap kaya, “Aku nggak butuh duitmu, bodo amat! Aku orang kaya kok,” kira-kira ancur-ancuran tidak dagangan Anda? Tidak usah lama-lama, 3 bulan saja Anda pakai mental kaya dalam transaksi, dijamin ludes dagangannya, Anda pun jadi tidak punya duit.   Orang dagang ya harus bermental fakir, bermental butuh uang orang lain, bagaimana duit milik orang lain kemudian jadi milik Anda.   Karena rasa butuh uang orang lain agar jadi milik Anda, maka penjual harus merendahkan diri kepada pembeli, dia harus melayani, harus memperlakukan pembeli sebagai raja.   Jadi siapa bilang mental miskin itu buruk, tidak kok, pada tempat-tempat tertentu yang jadikan Anda punya duit justru mental miskin yakni rasa fakir.   Setiap orang ditempat tertentu harus aktifkan mental miskin, khususnya pada bidang-bidang yang hasilkan uang. Karyawan harus aktifkan mental miskinnya saat kerja karena ia butuh dapat gaji. Bos harus aktifkan mental miskinnya di depan karyawan karena ia butuh pekerjaannya diselesaikan karyawan. Penjual harus aktifkan mental miskinnya ketika ia bertransaksi karena ia butuh dapatkan cuan dari pembeli.   Pembeli harus aktifkan mental miskinnya di depan penjual karena ia butuh dilayani. Raja harus aktifkan mental miskinnya di depan rakyat karena ia butuh diberi kekuasaan. Rakyat harus aktifkan mental miskinnya karena ia butuh dilindungi oleh raja. Ulama harus mengaktifkan rasa miskinnya di depan umatnya karena ia berpentingan didengarkan ilmu dan diikuti petuahnya. Umat butuh aktifkan mental miskinnya di depan ulama karena ia butuh ilmu dan bimbingan ulama. Dan seterusnya.   Nah sekarang siapa bilang mental kaya selamanya baik? Tidak. Hidup stabil dan harmoni itu tengah-tengah antara mental miskin dan mental kaya, tengah-tengah antara iblis dan malaikat, tengah-tengah antara surga dan neraka.   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

MEI 2023

KEBERLIMPAHAN HATI SEDANG PANAS

Anda tenang hatinya kalau sedang mendengki ataupun didengki orang? Tentu hati jadi panas. Hati sedang dengki yang muncul rasa benci, bagaimana mau tenang? Atau sedang didengki, bagaimana hati tidak risih? Hati jadi benci juga, munculkan gelisah karena saling hasud. Yang Anda harapkan tentu peroleh hati tenang.   Hati tenang itu energi surga. Di surga semua kedengkian telah dicabut dari hati.   وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ اِخْوَانًا عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ   “Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS Al-Hijr: 47)   Cuma surga itu alam akhirat, Anda mencarinya di sini ya tidak ada. Artinya totalitas ketenangan hati di sini ya tidak ada. Mau gunakan tehnik meditasi manapun, tehnik zikir manapun, selagi Anda hidup di alam dunia ini, yang namanya ketenangan dan keresahan hati itu karakternya timbul tenggelam, silih berganti.   Alam semesta ini wujud utuh alam material yang unsur masterplan-nya adalah unsur energi surga sekaligus energi neraka. Satu sisi, tubuh Anda butuh dingin dan beningnya air, sisi lain tubuh Anda harus dialiri unsur plasma dalam darah. Energi surga dan energi neraka utuh terwujud dalam diri Anda.   Saya pernah dirawat di rumah sakit karena kekurangan plasma darah. Sekali transfusi itu harga darah per kantongnya Rp 2.250.000. Saya jadi membatin, “Energi neraka mahal juga. Saya kekurangan plasma dalam darah, dimana plasma itu unsur panas neraka, per kantong saja 2 juta lebih. Hahaha neraka ternyata mahal juga untuk sokong keseimbangan hidup di dunia.”   Sama seperti unsur energi neraka dalam tubuh Anda, dalam kesehatan spiritual pun, Anda butuh unsur energi neraka yang panas-panas itu. Anda bisa mati konyol kalau hati Anda hanya disisi ketenangan, kebahagiaan, berdamai, memaafkan, dan energi surga lainnya.   Kesadaran hati Anda bisa gagal tumbuh lantaran kurang energi panas. Tumbuhan saja bisa layu kalau hanya disirami air tapi kurang energi hara tanah dan energi panas sinar matahari, demikian pula hati Anda.   Anda amati riuhnya Word Cup 2022 di Qatar kemarin. Betapa gesekan panasnya hati dalam kompetisi sepak bola tidak menarik trilyunan uang?   Anda sebagai manusia itu gendeng. Hanya untuk bikin menangis milyaran manusia dan hanya bikin segelintir manusia gembira, manusia dengan bangga keluarkan uang trilyunan dollar USA. Iya, Word Cup itu gendeng. Itu agenda dunia untuk bikin nangis pilu dan melukai 37 negara dari 38 peserta Piala Dunia 2022, dan hanya bikin 1 negara yang gembira yakni sang juaranya.   Belum lagi negara anggota FIFA ada 210 negara, dan semuanya sudah ikuti kualifikasi masuk Piala Dunia Qatar, yang artinya sudah ada ratusan negara yang gagal masuk sebagai peserta Piala Dunia Qatar telah menangis sedih lebih dulu.   Sudah begitu, dimodali lagi dengan uang yang tak tanggung-tanggung. Qatar kucurkan modal kurang lebuh Rp 3.142 triliun untuk sukseskan ajang bikin nangis mayoritas isi bumi tersebut.   Gendeng, kan? Hanya untuk bikin 1 negara bangga dan pesta gembira, yakni sang juara Argentina, Piala Dunia Qatar telah bikin ratusan negara lain merasakan kekecewaan dan kesedihan, dan gendengnya lagi dimodali dengan nominal uang tidak main-main. Ya sebenarnya Anda itu orang gila semua.   Dan gebleknya, baik Qatar maupun FIFA, mereka semua untung. Duitnya makin berlimpah.   Berdasarkan laporan dari Aljazeera, baru-baru ini lembaga sepak bola dunia FIFA menyampaikan laporan bahwa Piala Dunia Qatar mendatangkan keuntungan capai US$ 7,5 miliar atau sekitar Rp 117,75 triliun. Nah?   Coba andai cukup selenggarakan pertandingan persahabatan saja yang lebih damaikan situasi hati, apakah akan menarik uang sebesar itu?   Jadi itulah realitas wujud alam material ini, utuh terdiri dari energi surga dan energi neraka. Hati Anda ketika terlalu dingin, tenang, damai, juga rezeki bisa macet.   Sebab itu salah satu nikmat Tuhan terbesar adalah diturunkannya pendengki untuk menyinyiri hidup Anda supaya hati Anda panas. Karena kalau sudah tidak panas, rezeki kurang seru.   Rumusnya “setiap nikmat pasti ada yang dengki”;   استعينُوا على إنْجَاحِ الحَوَائِجِ بالكتمَانِ ، فإنَّ كلَّ ذِي نِعْمَةٍ مَحْسُودٌ   “Sukseskanlah penyelesaian hajat kalian dengan menyembunyikan (hajat tersebut), karena setiap orang yang memiliki nikmat pasti akan mendapatkan sikap hasad (dari orang lain)”. (HR Thabrani)   Maka dengan dosis yang terukur, Anda perlu marah kok, perlu dendam, perlu ambisi, perlu nyinyir, perlu mencela, perlu mendengki dan energi panas lainnya. Justru kalau Anda terlalu tenggelam dalam rasa damai, malahan hidup Anda, termasuk spiritual Anda, jadi terhambat bertumbuh. Tapi ingat ya catatannya “dengan dosis yang terukur”.   Banyak orang mengira bahwa marah tidak suci, konflik tidak suci, pertengkaran tidak suci, tidak juga. Anda lihat tabel Asmâ-ul Husnâ, Zat Allah hadir sempurna dengan 2 unsur energi panas dan dingin. Satu sisi Allah Maha Penyayang, sisi lain Maha Pemurka. Satu sisi Maha Pemaaf, sisi lain Maha Penghukum. Satu sisi Maha Pemberi karunia, sisi lain Maha Pengazab.   Jadi marah, tersinggung, jengkel, itu pun spiritual suci yang kesuciannya menyamai memaafkan, santun, kasih, dan seterusnya, namun catatannya dengan dosis yang terukur dengan kebijaksanaan.   Karena itu kalau Anda merasa hatinya masih kotor, kadang suka mendengki, masih kadang nyinyiri orang, ya sebenarnya itu bagian energi hidup yang menyeimbangkan amal kebaikan Anda. Kalau energi panas hati itu sudah redup, Anda tak lagi bisa hidup harmoni stabil.   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

MEI 2023

NIKMAT DAN DERITA ITU SETARA

Ada orang yang sakit-sakitan berbagai komplikasi sudah belasan tahun, ditambah dengan tekanan ekonomi yang juga sedemikian berat. Sudah terbiasa sakit, mentalitasnya sudah terbiasa hadapi paniknya sakit dengan ketenangan.   Satu ketika ada rekannya yang baru saja sakit jantung parah. Karena baru terserang penyakit parah ya tentu ribut sana-sini, tidak bisa tenang. Lalu ia berkomentar dengan nada mencibir rekannya, “Lah penyakit saja dibikin panik dan ribut.”   Ada orang yang rezekinya membeludak karena ia memang kreatif dan penuh inspirasi. Karena dedikasinya, tak ada lagi kata “susah duit” dalam hidupnya.   Satu ketika ada saudara yang kehidupan finansialnya runyam sekali. Usaha ini dan itu selalu cuma jalan antara 3 bulan, setelah itu berhenti, tidak ada yang istiqamah, lalu bikin alasan ini dan itu untuk membenarkannya.   Ia pun mengomentari dengan cibiran merendahkan, “Mental miskin. Alasan terus.”   Anda amati, yang satu miskin dan sakit-sakitan yang konsekuensinya berhadapan dengan kesabaran tinggi, ujung-ujungnya kesombongan diri juga, kan? Ia merasa berprestasi dalam ketabahan diri hingga merendahkan orang lain yang seumur hidupnya baru kena sakit parah.   Satunya lagi orang penuh prestasi kekayaan, ia bergelut sekian lama dalam keuletan, pekerja disiplin pantang menyerah, ujung-ujungnya muncul kesombongan diri juga, kan? Melihat orang miskin dengan dedikasi rendah ia mencibir.   Jadi dalam perjalanan spiritual, semua setara. Yang sabar dalam kemiskinan ujung-ujungnya sombongkan diri, banggakan diri merasa berprestasi dalam ketangguhan hadapi kesulitan. Yang berlimpah kekayaan ujung-ujungnya juga sombongkan diri, banggakan diri merasa berprestasi hadirkan harta. Keduanya setara.   Yang miskin, yang kaya, yang rajin, yang malas, yang menderita, yang senang,, yang menyucikan hati, yang bekerja, dan seterusnya masing-masing ada kesombongannya.   Dalam kebaikan dan keikhlasan keduanya juga setara.   Ada orang menggenjot sepeda ontel seharian dengan bawa kayu bakar, di hatinya muncul prinsip kuat demi nafkahi dan cukupi keluarga, hatinya rela berpayah-payah demi keluarga, di situ ia tercatat ikhlas sebagai orang sabar.   Ada orang kemana-mana naiki toyota Alphard dengan layanan mewahnya. Naik turun mobil, pintunya dibukakan asisten. Di hatinya selalu merasa kalau ia hanya sedang ungkapkan nikmat dari-Nya atas kemudahan rezeki dan kesehatannya, di situ ia tercatat ikhlas sebagai orang yang bersyukur.   Ya setara. Yang miskin setara ikhlas dengan yang kaya.   Nabi pun menyebutkan kesetaraan ini di mana orang yang menikmati makanan dengan rasa syukur penuh itu pahalanya menyamai orang yang sabar dalam puasa.   قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ   Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang makan lagi bersyukur akan mendapat pahala seperti seorang yang berpuasa lagi bersabar. ” (HR Ibn Majah)   Demikian pula syukurnya orang sehat dan sabarnya orang yang menderita itu disebutkan sederajat;   عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: ” كُنْتُ جَالِسًا بَيْنَ يَدَيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَذْكُرُ الْعَافِيَةَ ، وَمَا أَعَدَّ اللَّهُ لِصَاحِبِهَا مِنْ عَظِيمِ الثَّوَابِ إِذَا هُوَ شَكَرَ، وَيَذْكُرُ الْبَلَاءَ ، وَمَا أَعَدَّ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ مِنْ عَظِيمِ الثَّوَابِ إِذَا هُوَ صَبَرَ، فَقُلْتُ : بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَأَنْ أُعَافَى فَأَشْكُرَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُبْتَلَى فَأَصْبِرَ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( وَرَسُولُ الِلَّهِ يُحِبُّ مَعَكَ الْعَافِيَةَ )   “Dari Abi Darda, ia bercerita, “Saya sedang duduk di hadapan Nabi SAW, beliau menyebutkan kesehatan. Dan hal yang Allah janjikan besarnya pahala kesehatan ketika ia bersyukur. Dan Nabi SAW menyebutkan bencana. Dan hal yang Allah janjikan besarnya pahala ketika ia bersabar. Aku berkata, “Demi ayah dan ibuku, Ya Rasulullah, saya diberikan kesehatan kemudian bisa bersyukur itu lebih saya senangi daripada saya dicoba bencana kemudian bisa bersabar.” Rasulullah SAW bersabda padaku dan beliau mencintai kesehatan besertamu.” (H.R. Thabrani)   Kalau kesetaraan nikmat dan derita, kaya dan miskin sebagai ujian, itu sudah jelas;   وَنَبۡلُوۡكُمۡ بِالشَّرِّ وَالۡخَيۡرِ فِتۡنَةً‌   “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.” (QS Al-Anbiyâ : 35)   Bangsa Eropa mayoritas bangsa maju dan kaya. Duitnya gede-gede. Masyarakatnya juga tertib. Namun mereka sangat liberal. Di jalanan kota-kota Eropa, laki-laki dengan laki-laki, wanita dengan wanita, biasa saja unjuk kemesraan pacaran. Agama ditempatkan di ruang hati sendiri-sendiri, urusan publik baik sosial, politik, negara, kemasyarakatan diurus oleh pendapat mereka sendiri.   Di Amsterdam misalkan. Ganja bebas, alkohol bebas, seks bebas, judi bebas, kawin–mau dengan lawan jenis, dengan sejenis, dengan anjing, asal suka sama suka dan tidak mengganggu orang lain–bebas, mau telanjang, mau rapat berpakaian, bebas. Kehidupan liberal begitu, tapi tertib tertata, elegan dan maju.   Sudah begitu bebas sesenang sendiri, duit disana gede-gede, karena negara maju dan kaya. Orang-orangnya juga jenius-jenius.   Sebaliknya mayoritas negara-negara Afrika. Di sana tidak ada negara maju, masih banyak korupsi, banyak peperangan antar suku, ekonomi susah, kotor dan kumuh, banyak kriminalitas, banyak kebodohan, dan ketertinggalan lainnya.   Lalu apa orang Eropa lebih bahagia dari orang Afrika? Tidak. Keduanya setara.   Kesenangan di dunia itu hasilnya apa sih? Apa bahagia? Hasilnya jenuh. Tipe kesenangan dunia itu nagih, selesai cicipi ini, ingin cicipi itu. Ini dan itu sudah diraih semua, tinggal jenuh karena yang ini dan itu sudah membosankan. Puncaknya stres. Jenuh itu penderitaan tinggi.   Nah bangsa Eropa mereka bukan orang bahagia, mereka orang dalam penderitaan jenuh. Akhirnya mereka sebenarnya setara dengan bangsa Afrika, sama-sama menderita.   Bahagia itu ditemukan kalau kita sudah bisa keluar dari tekanan derita, ada kepuasan batin di sana. Bila deritanya orang Afrika adalah kemiskinan, maka mereka yang bahagia adalah yang konsisten berjuang untuk kaya. Bila deritanya orang Eropa adalah kejenuhan karena kebebasan, maka mereka yang bahagia adalah yang berjuang untuk kendalikan diri.   Biasanya tuduhan sombong dan bangga diri dialamatkan ke orang kaya. Tidak. Yang miskin dan menderita pun punya kesombongan dan kebanggaannya sendiri.   Biasanya tuduhan tidak konsisten dialamatkan ke orang miskin. Tidak. Yang kaya pun punya ketidakkonsistensinya sendiri. Sama-sama begonya, Anda pilih mana?   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

MEI 2023

SEGERA BAYAR! SISTEM PELANCAR SIRKULASI UANG

Sistem sirkulasi uang adalah mengalir. Akan menjadi masalah besar ketika aliran uang dihambat. Anda menimbun beras, akan terjadi kelangkaan beras, selanjutnya harganya akan melambung, sistem ekonomi pun goncang. Karenanya para penimbun itu terlaknat karena sistem timbun itu sangat menyumbat sirkulasi peredaran rezeki.   الْجَالِبُ مَرْزُوقٌ وَالْمُحْتَكِرُ مَلْعُونٌ “Orang yang mendatangkan barang akan diberi rezeki, dan yang menimbun barang akan dilaknat”. (HR Ahmad & Hakim)   Allah sebagai Al-Ghani (Maha Kaya) juga Dia mencapainya dengan manajemen “alirkan” rezeki. Seluruh rezeki milik-Nya dialirkan semua untuk menghidupi makhluk-Nya, hingga di sisi-Nya tidak pernah tersisa saldo. Namun di titik itu justru Dia menjadi Al-Ghani.   Sering saya sampaikan, wirausaha adalah profesi yang paling banyak menarik uang ketimbang profesi lainnya, karena di wirausaha kerap terseret di situasi “alirkan uang”. Sebentar-sebentar kulakan, sebentar-sebentar bayar, sebentar-sebentar investasi, sebentar-sebentar modal ini dan itu, para pengusaha sebenarnya kerap tak pegang uang saking kuatnya tarikan energi alirkan uang.   Namun ternyata rekor orang-orang terkaya selalu dipegang para wirausahawan. Dunia wirausaha persis manajemen rezeki Allah yang mencapai Al-Ghani dengan mengalirkan.   Dalam transaksi pembayaran sehari-hari kadang ada saja pembayaran tertunda.   Di hari ini saja saya ada pembayaran yang tertunda. Memang bukan karena saya menunda bayar, tapi orangnya minta uang cash fisik sehingga saya harus ambil dulu di ATM. Dan penundaan begitu kerap Anda alami kan?   Nah sistem pembayaran yang tertunda begitu merupakan salah satu pelambat sirkulasi uang beredar dalam diri Anda. Memang masih sehat, hanya saja sebenarnya kelancaran sirkulasi uang sedikit terhambat ketika ada penundaan bayaran.   Penundaan pembayaran itu sebab awal penghentian peredaran sirkulasi uang, makin lama tertunda, gangguan sistem sirkulasi uang makin menjadi. Akibatnya sirkulasi rezeki Anda pun terganggu.   Karenanya, segera (bahasa Jawa “ceket-ceket”) bayar dan segera selesaikan pembayaran itu salah satu password kelancaran rezeki.   Yang memperparah gangguan pada peredaran sirkulasi uang adalah sengaja menunda bayar, entah dengan alasan apapun. Ditunda, ditunda, ditunda, ditunda, ditunda, terus makin lama menunda bayar sistem sirkulasi makin error terganggu, karena mengalir adalah kerangka sistem sirkulasi uang.   Ketika sudah di level sengaja menunda-nunda bayar, efek seret rezeki sudah mulai terjadi. Kadang sudah ngos-ngosan cari uang, rezeki yang dicari tidak ketemu juga, karena sebenarnya di balik riwayat transaksi ekonominya banyak pembayaran yang tertunda.   Dan menunda-nunda bayar akan menjadi penyakit akut rezeki yang parah bila sudah menjadi habit, dimana telah menjadi pembiasaan. Penyakitnya telah kronis ya jelas melarat rezeki menjadi hasilnya.   Di level ini menunda bayar yang telah jadi habit sudah menjadi catatan hutang.   Hutang itu hakikatnya menghentikan aliran uang bersikulasi. Iya, seharusnya uang sudah mengalir ke banyak orang, namun aliran uang tersebut berhenti di dalam diri Anda, menyumbat. Sumbatan aliran darah itu penyakit akut, sumbatan aliran uang juga begitu.   Maka ini jangan pernah bermimpi jadi orang berkelimpahan uang kalau kerjaannya mengemplang hutang. Jangan mimpi!   Menunda bayar akan menjadi habit, dan selanjutnya menjadi servo. Hari kemarin saya telat datang di jam ngajar ngaji jam 16.00 WIB. Saya datang telat pukul 16.15 WIB. Dan hari ini ternyata terulang lagi, itu disebut servo. Maka menunda bayar, entah apapun alasannya, itu juga lama-lama menjadi sistem servo.   Dan kalau sudah menjadi servo, makin hari akan makin tidak ada uangnya untuk bayar karena telah menjadi sistem servo.   Sebaliknya, kalau disiplin bayar dengan bangun mental “segera bayar” juga akan menjadi habit lalu menjadi servo. Ketika servonya disiplin bayar justru sekalipun uangnya tidak diusahakan ada untuk membayar, uang itu hadir sendiri untuk ada. Iya, ada sendiri.   Saya ingat dulu bagaimana dulu saya membentuk habit disiplin segera bayar. Satu ketika saya ada hutang yang diperkirakan bisa saya bayar bulan depannya. Namun di bulan depannya penghasilan saya malah menurun.   Memang orang yang saya hutangi tidak butuh uangnya segera dikembalikan, bahkan dikembalikan tahun depan juga aman-aman saja. Namun di situ saya sadar sepenuhnya, hal ini kalau dibiarkan akan jadi habit lalu jadi servo.   Satu-satunya harta yang tersimpan itu kalung dan cincin emas istri saya, dan itupun bukan kalung dan cincin simpanan, itu kalung dan cincin pernikahan yang sebenarnya sangat sakral.   Tapi karena untuk antisipasi terbentuknya servomechanism menunda bayar, akhirnya saya dan istri sepakat untuk gadaikan emas dan cincin tersebut kepada orang yang hutangi. Saya bilang begini kepadanya, “Saya bayar hutang saya dengan emas ini dulu, nanti bulan depan kalau saya ada uang, emas ini saya ambil lagi. Tolong jangan dijual dulu ya karena ini perhiasan sakral.”   Memang benar, orang yang saya hutangi itu menolak saya bayarkan dulu dengan emas karena merasa belum butuh, ditambah dia punya rasa hormat kepada saya, ditunda pun tidak masalah, namun kemudian saya jelaskan bahwa saya ambil keputusan ini untuk menutup terjadinya servo tunda bayar hutang. Dengan saya bayar dulu dengan emas perhiasan, servo saya terbentuk menjadi orang yang lancar bayar hutang.   Sampai akhirnya 2 bulan kemudian emas tersebut bisa saya tebus lagi.   Segera bayar! Bayar segera! Kalau inginkan sirkulasi rezeki Anda lancar dan sehat.   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

Scroll to Top