Author name: gus banan

2017, Bacaan

Afirmasi Shalat

Pernah saya jelaskan, di luar shalat, Anda berpapasan dengan tetangga, lalu Anda tidak menyapanya, itu menjadi tidak beretika. Coba ketika Anda di dalam shalat, ada tetangga lewat lalu Anda menyapa, Anda beretika? Selain shalat, misal puasa, zakat, dan haji, Anda masih terhubung dengan selain-Nya. Di dalam shalat, Anda hanya dapat terhubung dengan-Nya. Anda batal shalatnya ketika dalam shalat Anda menyapa tetangga yang lewat, artinya di dalam shalat “hanya ada Anda dengan Allah.” Di dalam garis lurus perjalan alam Anda, kehidupan yang Anda hanya terhubung dengan Allah adalah alam kubur. Di alam mati, Anda ingin bakso tidak ada orang menjualnya kecuali Allah. Di sana Anda ingin tidur nyaman, tidak ada kasur, kecuali Allah. Di sana Anda ingin berkeluh kesah tidak ada soulmate kecuali Allah. Di alam mati, Anda hanya terhubung dengan Allah. Di dalam shalat, Anda hanya dengan Allah saja saling terhubung, selain Dia tidak diperkenankan Anda terhubung. Ini persis mati di mana Anda hanya dengan Allah saja dapat terhubung. Karena itu, shalat tidak lain pelatihan mati Anda. Ingatlah mati dalam shalatmu, karena apabila seseorang mengingat mati dalam shalatnya, niscaya ia akan bersusah payah memperbaiki shalatnya. Dan shalatlah seperti shalatnya seseorang yang tidak mengira akan shalat lagi.” (H.R. Ibn Majah). Jika mati menjadikan Anda hidup, artinya sesudah sekarat justru Anda hidup selamanya di alam kubur, maka shalat pun menjadikan Anda hidup, artinya sukses. Dalam sebuah penelitian, seseorang mengucapkan kata-kata bunuh diri, aku mau mati, aku mau mati, aku mati dengan penghayatan yang sangat dalam itu akan masuk ke bawah sadar. Dan, terbukti ia akhirnya bunuh diri. Nah, kekuatan pikiran inilah yang akan menjadi sesuatu yang akhirnya menjadi suatu perbuatan negatif. Afirmasi penghayatan rukun-rukun dan doa-doa dalam shalat jika dihayati dengan khusyuk sebenarnya metode keberlimpahan hidup dari dalam diri yakni metode bagaimana mempengaruhi pikiran bawah sadar agar konsisten di zona keberlimpahan. Kenapa dalam shalat kata-kata takbir dan doa diucapkan terus berulang. Karena, disitulah kekuatannya. Seperti dalam sebuah iklan produk, yang terus diulang-ulang, akan direkam dalam memori, hingga pelanggan dengan mudah mengingat kemudian membeli produk tersebut. Inilah yang disebut the power of repetition. Lima waktu shalat dengan gerakan dan bacaan yang diulang-ulang akan mengubah cara berpikir Anda. Maknai bacaan-baccan shalat seluruhnya, dari urusan ekonomi, derajat, sejahtera, cinta, kasih, kemanusiaan, harta, kerezekian, ilmu dan semua yang ada di dalam hidup dan mati itu ada di dalam bacaan dan doa shalat. Jika diulang-ulang, minimal 5 kali sehari, Anda sukses, seperti konsep the power of repetition di atas. “Dan mintalah pertolongan kamu sekalian dengan sabar dan shalat, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45) Ditegaskan kembali dalam ayat lainnya, “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

2017, Bacaan

Inside Prosperity 2

تَفَرَّغُوا مِنْ هُمُومِ الدُّنْيَا مَا اسْتَطَعْتُمْ ، فَإِنَّهُ مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّهِ أَفْشَى اللَّهُ ضَيْعَتَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ، وَمَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ أَكْبَرَ هَمِّهِ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أُمُورَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ ، وَمَا أَقْبَلَ عَبْدٌ بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ إِلا جَعَلَ اللَّهُ قُلُوبَ الْمُؤْمِنِينَ تَفِدُ إِلَيْهِ بِالْوُدِّ وَالرَّحْمَةِ ، وَكَانَ اللَّهُ إِلَيْهِ بِكُلِّ خَيْرٍ أَسْرَع  Artinya: “Anda rilekslah dari kesedihan-kesedihan dunia selagi Anda mampu. Maka sungguh barangsiapa yang urusan dunia menjadi prioritas kesedihannya, maka Allah akan memperluas kehilangannya dan menjadikan kefakiran di antara kedua matanya. Dan barangsiapa yang menjadikan urusan akhirat sebagai prioritas kesedihannya maka Allah akan mengumpulkan urusan-urusannya untuknya, dan menjadikan kekayaan di hatinya. Tidak ada seorang hamba yang hatinya hanya menghadap kepada Allah kecuali Allah menjadikan hati orang-orang mukmin mengapresiasi dengan cinta dan kasih padanya, dan Allah lebih mempercepat segala kebaikan.” (H.R. Ath-Thabrânî) Seperti yang saya jelaskan kemarin; “Inside Prosperity #1” bahwa rezeki materi adalah fasilitas alam semesta untuk melayani body Anda. Body karakternya menolak diberi atensi prihatin, Anda ajak puasa, perut Anda menolaknya. Karena ini atensi rasa prihatin pada rezeki justru akan memblokir keberlimpahan rezeki Anda. Merasakan rezeki susah dicari, merasakan duit langka didapatkan, merasakan harga barang mahal-mahal, merasakan pekerjaan susah didapatkan, dan hal-hal lain yang beratensi rasa prihatin pada rezeki menjadikan rezeki terblokir, sebab karakter rezeki adalah karakter body di mana body maunya dibawa happy dan enjoy. Memprihatinkan rezeki materi tidak ubahnya Anda memasang empati yang salah pada keadaan tertentu, mirip kelahiran bayi yang seharusnya Anda sambut dengan rasa perayaan bahagia malahan Anda pasang empati duka cita layaknya kematian. Masalah ini menjadi sangat jelas ketika saya menemukan hadits Nabi S.A.W. di atas, “Anda rilekslah dari kesedihan-kesedihan dunia selagi Anda mampu. Maka sungguh barangsiapa yang urusan dunia menjadi prioritas kesedihannya, maka Allah akan memperluas kehilangannya dan menjadikan kefakiran di antara kedua matanya.” Ya memang begitulah, rezeki materi itu katak saja dijatah memperolehnya, tidak ada keistimewaan apa-apa untuknya, rezeki materi bukan sesuatu yang berarti dan bermakna. Dugem saja terus menerus asalkan Anda merasa happy itu akan menarik keberlimpahan rezeki. Namun menarik rezeki dengan dugem, silakan Anda tanggung sendiri energi negatifnya yang nanti akan menghantam Anda, sebab dugem bersifat hiburan. Anda hidup dipenuhi gemerlap hiburan, Anda akan kehilangan kontrol dan kendali diri, jadikan hidup Anda berantakkan, itu saja efeknya. Tidak percaya dugem bisa menarik rezeki? Lihat saja Maria Ozawa hahaha. Rezeki materi itu asal happy, asal enjoy, asal asik, semuanya menjadi penarik rezeki. Seperti dijelaskan hadits di atas, memprihatinkan rezeki justru akan menjadikan Anda pesakitan dengan urusan materi itu sendiri, Anda akan kehilangan peluang-peluang aliran rezeki, dan bahkan kehilangan kekayaan, itu disebabkan rezeki itu urusan body Anda, body menolak untuk susah dan prihatin. Banyak sekali orang-orang yang sebenarnya mengalami trauma-trauma kepedihan rezeki. Trauma-trauma tersebut mengendap dan mengakar kuat di pikiran bawah sadar mereka kalau rezeki adalah hal yang sangat susah didapatkan. Di Workshop Kesadaran Kesemestaan di Bandarlampung kemarin saya menghadapi kasus ini. Ada seorang peserta, ketika saya install program prosperity awarenness, dia malahan menangis pilu, ketika saya sambungkan ke channel kemiskinan dia malah tersenyum-senyum. Kisah hidupnya mirip yang saya alami secara pribadi. Terlalu banyak trauma-trauma kemiskinan yang mengendap di alam bawah sadar. Saya dan dia lahir dari keluarga miskin yang banyak mengalami masalah-masalah finansial sehingga menjadi trauma mentalitas. Dia benar-benar mirip saya, lahir sebagai anak orang miskin namun berdedikasi kuat untuk berubah. Anak demikian tentu pantang menyerah. Karakter ini yang kemudian membawanya bertemu dengan saya di Workshop Kesadaran Kesemestaan. Jika level mentalnya belum sampai di titik ini, apalagi disuruh bayar mahal untuk 2 hari workshop, untuk dengarkan nasehat saja susah. Meng-install program prosperity awarennes yakni program kesadaran kemakmuran bagi seorang trainer memang hal mudah, tetapi yang susah adalah penyiapan wadah kesadaran Anda untuk menerima program tersebut. Peserta workshop saya di atas, sebelum dia sampai di kelas pemeberdayaan saya, dia adalah pemuda yang bercita-cita tinggi, pekerja keras, taat ibadah, humoris, santun, berdedikasi kuat, berkemauan keras. Karena karakter ini kemudian membawanya naik ke level kesadaran berikutnya yakni prosperity awarennes itu sendiri. Jadi, memang programnya sederhana mengganti rasa susah pada rezeki menjadi rasa happy rezeki, tetapi hanya Anda yang berdedikasi dalam hidup yang sampai pada value of life ini. Segala perubahan terikat mekanisme “man jadda wajada”. Jadi “kebablasannya” adalah kesulitan kehidupan seperti kesulitan rezeki diturunkan untuk memberi gaya gesek agar Anda berubah, tetapi Anda terlalu malas, yang akhirnya perubahan itu tidak terjadi, tetapi malahan Anda memberi atensi kalau rezeki adalah hal yang memprihatinkan. Banyak orang yang ingin berubah hidupnya tetapi tidak sanggup menerima gaya gesek, padahal semua perubahan di alam semesta terjadi melalui proses gesekan, kayu akan berubah menjadi kertas harus dirajang-rajang dan digiling rancu di dalam mesin pencetak kertas, semua perubahan lahir dari gesekan. Maka ini wajar jika para ulama mempersiapkan perubahan untuk santrinya dengan membangun mental “khidmah” para santri. Santri ingin berubah harus berani melayani kyai tanpa pamrih. Kyai kehujanan, santri harus memayungi dengan tulus tanpa mempedulikan dirinya sendiri kehujanan. Itu dilakukan kyai demi memberikan gaya gesek yang seimbang untuk perubahan hidup santri itu sendiri. Banyak calon peserta workshop yang baru digesek tarif kemudian mundur, ini disebabkan kesiapan wadah untuk berubah yang masih alpha. Atensi prihatin jika ingin menjadi keberlimpahan rezeki seharusnya diafirmasikan pada area chakra jantung ke atas, yakni ke area spiritual. Urusan ilmu, urusan akhirat, urusan spiritual ini area-area yang harmoni diberi atensi rasa prihatin. Sebab ilmu, akhirat dan spiritual ini adalah program-program istimewa dari-Nya untuk diri manusia. Tidak ada anjing memahami spiritual, mengenali ilmu, apalagi ada anjing dikenalkan urusan akhirat? Area chakra jantung ke atas, istimewa untuk Anda, Anda layak memberi atensi rasa prihatin. Sebab ini hadits di atas merilis, “Dan barangsiapa yang menjadikan urusan akhirat sebagai prioritas kesedihannya maka Allah akan mengumpulkan urusan-urusannya untuknya, dan menjadikan kekayaan di hatinya.” Area chakra jantung ke atas adalah area istimewa umat manusia. Anda yang memprioritaskan agar area tersebut cemerlang hingga Anda memperjuangkannya dengan rasa prihatin dan kesungguhan, akan meningkat kualitas kesadarannya. Kesadaran meningkat, hati pun penuh rasa kaya. Hati yang kaya itulah pemanggil semua realitas keberlimpahan.

2017, Bacaan

Kekayaan Versus Kecukupan

Sebuah Hikayat Suatu saat K.H. Abdul Jalil Mustaqim bin Husain (Mbah Jalil) Tulungagung ditanya oleh santrinya, “Mbah, zuhud yang dimaksud dalam kitab Ihyâ’ ‘Uumaddin itu yang seperti apa? “Oh.. kamu belum paham, ya? Ya sudah sana, kamu menimba air sumur, isi bak kamar mandinya?” jawab Mbah Jalil. Santri mengiyakan, “Iya, Mbah”. Lalu dia bergegas mengisi 2 bak kamar mandi yang besar-besar. Seusai santri mengisi penuh 2 bak mandi, Mbah Jalil menanyakan, ” Sudah selesai? Capai, tidak?” “Sudah selesai, Mbah. Iya capai,” jawab santri. Mbah Jalil lalu menyuruh santri mandi, “Sekarang kamu mandi dulu, sana?” Setelah santri selesai mandi, ditanya lagi oleh Mbah Jalil, “Air 2 bak besar tadi, kamu habiskan semua untuk mandi, apa tidak?”  “Ya tidak, Mbah, cuma air secukupnya saja yang saya pakai untuk mandi,” sahut santri. “Ya seperti itulah zuhud,” tegas Mbah Jalil, “Kamu cari sebanyak-banyaknya, tapi kamu ambil secukupnya saja untuk dirimu, sisanya biar dirasakan manfaatnya untuk orang lain.” Anda paham?

2017, Bacaan

Menghargai Diri

Kemarin dalam 1×24 jam, akun fb saya agak error untuk “share” status fb teman. Saya bisa share tapi tidak terlihat oleh friends dan followers. Saya laporkan ke fb kendala ini, jawabannya akun saya melanggar aturan baku fb, katanya saya meng-upload musik yang punya copyright. Saya tidak tahu kalau instrumen musik yang saya sertakan dalam video punya hak cipta karena saya asal mengunduh dari youtube. Inilah keteraturan alam, jangankan fb yang merupakan jejaring sosial, Anda bermain game saja diikat oleh aturan-aturan. Tidak taat aturan main dari aplikasi game yang Anda pakai, Anda terhempas secara auto dari permainan. Inilah alam semesta Anda, satu wujud keteraturan mutlak. Maka ini Anda tidak usah diajari berpakaian, dan sekalipun Anda adalah suku pedalaman dengan budaya sangat terbelakang, Anda terinspirasi menutup bagian-bagian tertentu dari tubuh Anda. Inspirasi berpakaian wujud dari kesadaran kesemestaan tertinggi yang mengalir dalam nurani Anda yakni kesadaran beretika. Sekarang Anda bermainlah tarik tambang. Anda tarik lawan agar dia jatuh, pasti Anda akan mendapat perlawanan berupa pertahanan yang seimbang dengan tarikan yang Anda berikan. Inilah mekanisme gravitasi atau mekanisme elektromagnet alam semesta. Partikel-partikel alam semesta saling menarik, maka mereka saling menahan. Mekanisme gravitasi atau elektromagnet ini ada dalam ego Anda. Anda dipasang mekanisme ego ini agar Anda seperti planet-planet dan partikel-partikel atom, yakni berjalan pada garis orbitnya. Maka ini alam semesta tidak mengenali liberalisme, entah liberalisme agama, liberalisme demokrasi, liberalisme sosial, ataupun liberalisme ekonomi. Semua sistem liberal, drop out dari sistem alam, sebab alam semesta bermekanisme gravitasi ataupun elektromagnet, yang dalam sistem soul Anda berupa egosentris. Selama ini Anda karena memahami spiritual, seringkali lupa pada ego Anda. Benar di dalam spiritual tidak ada mekanisme gravitasi / elektromagnet ataupun ego, karena spiritual adalah medan quantum. Anda sesudah mati tidak lagi punya ego, Anda total di medan quantum. Banyak peserta seminar saya, baik on line maupun off line, yang kebaikan hati mereka dimanfaatkan orang-orang mental kere. Ditalangi hutangan, orang mental kere jadi malahan pelanggan hutang. Hutang lagi, hutang lagi dan hutang lagi. Sampai si penalang hutang merasa sangat repot. Dikasih bantuan sedekah, si mental kere ketagihan minta lagi, sampai bikin enek. Diberi bantuan untuk menunjang pendidikan anak-anaknya, si mental kere malah menggunakannya untuk urusan tidak jelas, lagi-lagi merepotkan. Kelakuan para mental kere itu yang disebut “ngelunjak”. Ketika Anda merasa dilunjaki seperti itu, Anda kembalilah pada mekanisme gravitasi / elektromagnet Anda. Artinya kembali pada orbit ego Anda agar stabil dan harmoni lagi. Caranya tentu hentikan uluran tangan Anda terlebih dulu. Apa ini bukan tega namanya? Ya tega, tapi untuk memberdayakan, biar si mental kere tahu diri. Sebab diri Anda pun perlu dihargai. Hidup tanpa ego sebagai hak kebendaan diri Anda, dan Anda hanya memakai spiritual, Anda tidak ubahnya bangkai. Anda amati kelakuan saya ketika ada orang tanpa alasan menyanggah tulisan saya ataupun nyinyir, pasti saya skak mat dirinya dengan jawaban yang pedas pula. Rese terus saya unfriend. Makin kurang ajar saya blokir.  Anda tidak akan menemukan spiritual saya ketika saya menghadapi orang-orang semacam itu. Anda hanya akan menemukan ego saya. Kenapa demikian? Alasannya sama, demi menghargai diri. Daripada saya mendiamkan tapi dia makin liar tidak bisa melihat harga diri orang lain, ya mending hajar saja biar terdidik. Memaafkan si memaafkan, hanya saja mekanisme harga diri harus tetap jalan. Mekanisme alam akan gravity ego ini yang kemudian melahirkan konsep “daf’ush shiyâl” dalam Fikih Islam, yakni konsep “menolak anarkisme” dengan membela diri. Menjaga gravitasi atau elektromagnet ego demi harga diri yang kemudian muncul hak cemburu bagi seseorang. Bahkan Umar bin Khatab dijamin masuk surga karena karakter cemburunya yang kuat. Namun tentu bukan cemburu buta.  “Aku (Muhammad Saw) masuk dalam surga dan aku mendatangi surga, lalu aku melihat sebuah gedung megah. Aku bertanya, ‘Untuk siapa ini?’ Malaikat menjawab, ‘Untuk Umar bin Khattab.’ Lalu aku ingin memasukinya, dan tak ada yang mencegahku kecuali tahuku akan cemburumu (Umar bin Khattab).” Lalu Umar bin Khattab menyahut, ‘Hai, Rasulullah, Bapak dan Ibuku menjadi tebusan. Hai, Nabi Allah, atas dirimu aku cemburu.”(H.R. Bukhari)

2017, Bacaan

Hisab Newtonian Bersistem Bayar Lunas dan Hisab Kuantum Bersistem Rahmat

Ketika sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain maka benda kedua membalas dengan memberikan gaya kepada benda pertama, di mana gaya yang diberikan sama besar tetapi berlawanan arah. Jadi gaya yang bekerja pada sebuah benda merupakan hasil interaksi dengan benda lain. Coba Anda tendanglah batu atau tembok dengan keras, maka kaki Anda akan terasa sakit. Makin keras tendangannya, kaki patah, makin keras lagi kaki remuk. Ini disebabkan karena ketika Anda menendang tembok atau batu, tembok atau batu membalas memberikan gaya kepada kaki Anda, di mana besar gaya tersebut sama, hanya berlawanan arah. Gaya yang Anda berikan arahnya menuju batu atau tembok, sedangkan gaya yang diberikan oleh batu atau tembok arahnya menuju kaki Anda. Silakan dicoba! Jika Anda menaiki perahu dan melemparkan sesuatu ketika perahu sedang diam. Amati bahwa perahu akan bergerak ke belakang jika Anda melempar ke depan, dan sebaliknya. Silakan dicoba! Gaya tendangan kaki dan lemparan benda disebut “aksi” sedangkan gaya balasan dari tembok atau gerakan perahu ke belakang itu yang disebut “reaksi”. Alam semesta dengan segenap energinya selalu bekerja mencari keseimbangan, sehingga setiap aksi selalu disambut reaksi. Karena ini semesta tidak punya “sistem hutangan”, semua aksi hutang harus dibayar reaksi lunas. Kalaupun ada hutangan, itu hanya sistem alternatif dan bukan sistem asli. Namun sekalipun diberi alternatif hutangan, semesta tetap bereaksi bayar lunas, walau harus menunggu ke penghujung masa depan tak terbatas, aksi hutang tetap disambut reaksi lunas; tetap ditagih dan semesta tidak punya sistem kredit macet. Karena ini, ketika seseorang wafat hal pertama yang harus direalisasikan oleh keluarga mayit adalah membayar hutang-hutang mayit karena hutang adalah masalah pertama yang menjadi problem mayit di alam kubur. Energi alam semesta selalu berhubungan dengan energi yang ada di setiap diri manusia, karena ini setiap aksi Anda akan direspons serupa oleh gaya reaksi semesta dengan gaya yang berbalik arah. Ketika Anda beraksi hutang pada semesta, semesta akan bereaksi bayar lunas, dibayar kredit boleh, kreditnya sementara macet juga tidak apa, tapi tetap harus lunas. “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang menghisabnya.” (Q.S. Al-Anbiyā’ : 47) Arti ”berhutang” pada alam semesta adalah bila seseorang berbuat hal yang buruk pada sesama atau pada alam. Misalnya dengan merugikan orang lain atau mengambil hak orang lain atau merusak alam, orang tersebut telah meminjam atau berhutang pada alam semesta. Pada suatu saat, alam semesta akan mengambil kembali hutang energi tersebut, dalam bentuk kejadian buruk yang dialami oleh orang yang berhutang. Sering kali dalam skala yang berlipat ganda. Korupsi, risywah, mencuri, menghina orang,melaknat, mengfitnah, menganiaya, dsb., semua–jika Anda melakukannya–adalah bentuk hutang Anda kepada energi alam semesta, semesta akan bereaksi menagihnya dengan gaya yang berlawanan arah. Yang sering dianggap keberuntungan besar adalah ketika Anda “menerima” pemberian. Sebenarnya yang terjadi ketika Anda “menerima” itu Anda sedang dihutangi budi, Anda sedang menerima aksi, karena ini kalau Anda sedang menerima pemberian, bahasa tubuh Anda berkata, “Aduh jadi merepotkan ini!” Itu karena hati Anda merasakan ada tanggung jawab lain setelah menerima. Maka itu jika Anda suka menerima, Anda menjadi orang yang banyak hutang budi, walaupun reaksi hutang menerima budi berbeda dengan reaksi hutang kejahatan. Namun efek banyak hutang–misal punya cicilan bank–maka pelaku mudah mengalami kegelisahan hati,meningkatnya hormon stres, dan tidak tenang. Demikian pula orang yang suka menerima, ia juga mudah mengalami kegelisahan hati, peningkatan hormon stres, dan selalu tidak tenang, karena ia banyak menanggung hutang budi. Jadi jangan Anda anggap pengemis itu tenang hatinya, tidak sama sekali. Bahkan pada tingkat hilangnya pemberdayaan diri karena terlalu banyak menerima pemberian, bisa berefek meningkatnya keruwetan hidup sebab pikiran sudah ruwet duluan. Berbeda ketika Anda beraksi “memberi”, semesta bereaksi sebaliknya, karena memberi itu aksinya bukan “dihutangi budi” tapi “menghutangi budi”. Reaksi semesta tentu merasa punya kawajiban balas jasa kepada Anda. Karena ini tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.“Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda di atas mimbar, beliau menyebut tentang sedekah dan menahan diri dari meminta-minta. Sabda beliau, ‘Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta.’” (H.R. Muslim) Sekarang menguntungkan mana antara menerima dan memberi? Namun keteraturan di atas baru sistem di ranah hisāb Newtonian (hukum aksi-reaksi) yang matematis. Di bawah hisāb kuantum; perhitungan di atas kecepatan cahaya; getaran pecahan inti atom terkecil, keteraturan itu bisa tidak berlaku. Sebab ini ada kisah pelacur yang ahli berzina yang seharusnya dalam hisāb Newtonian menerima reaksi masuk neraka, namun gara-gara ia dengan ikhlas menolong anjing kehausan; yakni ia masuk di kesadaran kuantum, lalu si pelacur menjadi ahli surga. Hisāb aksi-reaksi Newtonian tidak berlaku, karena memasuki hisāb kuantum. Dan ada juga kisah Barseso yang ahli beribadah, secara hisāb Newtonian ia ahli surga, namun ia jadi ahli neraka, mati dengan tunduk pada setan. Hisāb aksi-reaksi Newtonian tidak berlaku, karena memasuki hisāb kuantum.Artinya di bawah kesadaran kuantum, semua hisāb kebaikan dan keburukan bersandar pada rahmat Tuhan. Di bawah hisāb ini kaki Anda menendang batu, bisa-bisa batunya hancur lebur, dan kaki Anda menendang sebutir debu, bisa-bisa kaki Anda remuk-remuk. Jadi mohonlah rahmat Tuhan dalam berbuat di segala hal, Anda beraksi memberi belum tentu bereaksi menghutangi budi, Anda beraksi menerima belum tentu bereaksi hutang budi, semua perbuatan hanya menunggu rahmat Tuhan.

2017, Bacaan

Bekerja itu Mencerdaskan Hati

Tuhan sangat kosong dari ego. Setiap saat Dia bekerja melayani hingga seringkali sifat Kemaharajaan-Nya Dia tanggalkan. Tuhan sampai menyatakan, “Berdoalah pada-Ku, niscaya Aku ijabahi,” sampai Dia berkata, “Rahmat-Ku mendahului murka-Ku,” sampai Dia berfirman, “Setiap saat Aku dalam kesibukan,” dan ungkapan-ungkapan lain dalam kitab suci yang menandakan Dia pelayan tulus Anda.Saya tidak membayangkan seperti apa pribadi Tuhan sebagai diri yang kosong dari ego. Saya sendiri seringkali tersinggung ketika melayani pembeli toko sementara badan saya sudah lelah. Bayangkan dikasih rizki malah saya tersinggung, itu karena ego saya saat itu ingin istirahat bukan ingin duwit. Seringkali sesantun-santunnya saya kepada anak, kalau sudah larut malam anak belum juga bubu, ia saya bentak, karena badan sudah ingin istirahat sementara anak sebaliknya. Seringkali saya tidak menjawab konsultasi di inbox kalau dalam sehari puluhan orang ngirim message inbox. Pikiran dan waktu saya terforsir untuk memikirkan solusi dari masalah orang, sementara kerjaan di dunia real saya jadi terbengkelai, status fb juga saya tidak bisa mem-posting karena melayani curhatan inbox fb. Mungkin bagi Anda yang merasa inbox-nya tidak terbalas, saya minta maaf, karena puluhan masalah orang numpuk di inbox saya. Pikiran dan waktu saya tidak menjangkau untuk menjawab.Itu semua gambaran betapa melepas ego itu sangatlah berat. Sementara Tuhan tiada lelah melayani Anda, setiap waktu Dia sibuk bekerja untuk Anda. Entah kasih apa yang mengalir dalam hati Tuhan, hingga Dia menciptakan semesta hanya untuk melayani manusia. Kambing siap disate untuk Anda, langit menyediakan hujan untuk Anda, bumi memodruksi air, besi, tanah, tumbuhan, dsb., semua untuk Anda. Tidak kemudian dibalik Anda dicipta untuk melayani kambing, karena tidak ada riwayat Anda disate untuk kambing. Tuhan tiada henti melayani, Dia zat yang lepas ego, lepas kepentingan, lepas lelah, lepas mengeluh, lepas putus asa, lepas lemah diri. Sekasih itu diri Tuhan sehingga Dia mampu bekerja keras tanpa kendur untuk melayani semesta. Artinya Tuhan menjadi pekerja keras lantaran Tuhan punya hati mulia, punya kesantunan lembut tak terjangkau, dan bisa dibalik Tuhan berhati mulia lantaran Dia pekerja dan pelayan tiada jangkau. Karena ini setiap keringat lelah Anda, setiap kekasaran kulit Anda, setiap sakitnya tulang punggung Anda untuk bekerja itu semua “jalan melepas ego Anda”, artinya bekerja itu mecerdaskan hati Anda. Karena Tuhan sangat santun, beremosi cerdas, karena memang Tuhan dihabiskan waktu-Nya untuk kerja, setiap waktu Dia dalam kesibukan.Bekerja itu dapat melepas ego karena memang dalam kerja yang disandang adalah rasa lelah, hingga banyak pria menjadi galak, mudah membentak, mudah tersinggung ketika ia dalam keadaan lelah kerja. Tapi itu manusiawi, karena para pria bukan malaikat. Namun di balik bentakkan ketika pria lelah, di hatinya terkuak aliran hikmah mengasihi yang tiada terukur. Hakikat kerja adalah melepas ego, maka ini seorang yang bekerja senantiasa disediakan ampunan oleh Tuhan.“Sesungguhnya di antara perbuatan dosa, ada yang tidak dapat dihapus oleh (pahala) shalat, sedekah, atau pun haji. Namun hanya dapat ditebus dengan kesungguhan dalam mencari nafkah penghidupan.” (H.R. Tabrani)“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah.” (H.R. Ahmad) Kerja melemahkan ego. Setiap pelemahan ego merupakan jalan melembutkan hati, setiap kelembutan hati itulah akhlaqul karīmah. Jadi tidak ada hati yang lebih kasar selain hati para pemalas. Andai Anda mati dalam kerja, niscaya Anda syahid, karena saat kerja Anda sedang melepas ego, sedang berjalan menggapai akhlaqul karīmah.

Scroll to Top