Nabi SAW semasa hidupnya banyak melakukan penaklukan-penaklukan melalui peperangan. Beliau sangat ikhlas dan visinya kokoh dalam melakoni peperangan sehingga beliau kerap memenangkan peperangan yang seolah-olah dapatkan keajaiban. Contoh kecil perang Badar, 300 pasukan Muslimin secara ajaib mengalahkan 1000 pasukan Quraisy.

 

Pola ajaib memenangkan peperangan ini pun kerap terulang dalam peperangan Nabi SAW yang lain, hingga hasilnya Islam yang hanya berawal dari penaklukan satu suku tradisional Mekah yakni suku Quraisy, lalu meluas menaklukan berbagai wilayah di belahan bumi.

 

Antiknya, pola penaklukan wilayah beserta keberuntungan, kemenangan, rintangan dan tantangannya diunduh pula oleh sahabat-sahabat Nabi SAW sepeninggal beliau. Abu Bakr, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Sufyan, mendownload pola yang sama.

 

Seperti perang Al-Qadisiyyah melawan imperium Persia (Iran) di masa kekhalifahan Umar bin Khattab dimana pasukan Umar sekitar 30.000 – 40.000 tentara melawan pasukan Persia dengan jumlah 130.000 pasukan. Pasukan Umar menang telak, pola kemenangan perang Badar didownload oleh Umar bin Khattab.

 

Pola getaran peperangan dengan modal militer kecil namun kemudian sukses memenangkannya itu merupakan paparan keikhlasan, semangat dan sukses Nabi SAW yang bergetar dan mempengaruhi lingkungan hidup beliau, sehingga mempengaruhi nasib dan jalan hidup generasi sesudahnya. Nasib hidup yang diterima sahabat-sahabat beliau pun tidak jauh beda dengan pola nasib yang beliau terima.

 

Isa bin Maryam atau dalam kekristenan disebut Yesus Kristus juga demikian. Kalau dibaca melalui sejarah kekristenan, para murid Yesus banyak yang mati disalibkan sama seperti pola mangkatnya Yesus. Seperti Petrus, Andreas, Thomas, Yudas Thaddeus (bukan Yudas Iskariot), Simon orang Zealot, dan Filipus, semuanya mati disalibkan persis seperti Yesus.

 

Murid-murid Yesus yang lain tidak disalibkan, namun mengalami penyiksaan dahsyat yang setara dengan penyaliban.

Sahabat-sahabat Nabi SAW mendownload pola yang sama seperti nasib Nabi SAW, para murid-murid Yesus pun mendowload pola yang sama persis seperti Yesus.

 

Tubuh manusia beserta seluruh otak, perasaan, tubuh fisik dan batinnya selalu paparkan getaran dan gelombang elektromagnetik atau vibration. Manusia yang lain dan alam menangkap dan akan merespon gelombang tersebut.

 

Setiap orang punya pola pikir, inisiatif, prinsip, dedikasi, karakter, cita-cita, dan seabrek kepribadian lainnya. Kepribadian ini selanjutnya dalam kehidupan sosial sehari-harinya bergetar di dan ke lingkungan hidupnya dan ditangkap serta direspons oleh manusia dan lingkungannya.

 

Bagi yang menerima getaran tersebut, selanjutnya getaran tersebut akan memengaruhi dan mengubah pola pikir serta perasaan-perasaannya.

 

Nah Anda amati saja, banyak orang kaya yang awalnya hanya menjadi pelayan juragan. Jadi pelayan juragan cabe, misalkan, pagi siang dan malam selalu jadi buntut si juragan, menjadi pelayan dekat si juragan cabe. Dalam jarak beberapa tahun kemudian, pelayan si juragan ini ikut buka usaha cabe, lalu jadi orang kaya.

 

Bukankah banyak kasus begitu? Awalnya kuli juragan, lantas ia sukses seperti juragannya.

 

Hal seperti itu terjadi karena setiap orang itu pancarkan getaran dan gelombang elektromagnet, lalu ditangkap dan direspons oleh orang sekitarnya. Secara alamiah getaran dan gelombang tersebut bergetar dan memancar, secara alamiah pula manusia dan lingkungannya terpapar.

 

Ketika ada seorang pelayan yang terus menguntitinya di belakang sebagai pelayan, pengagum, pengikut, maka si pengikut terdekat yang setiap hari kerap bersamanya tentu ia yang paling terpapar getarannya.

 

Orang sukses pancarkan getaran dan gelombang, entah dari pikiran, perasaan, sikap, tubuh dan lainnya. Demikian pula orang terpuruk juga pancarkan hal yang sama.

 

Ketika Anda dekat dengan orang sukses, yang setiap saat dekat dengannya, maka setiap hari data-data mental suksesnya, pola pikirannnya, pola sikapnya, cara-cara ia atasi masalah, hingga getaran perasaan terdalamnya juga akan memapar terus kepada Anda, akhirnya Anda pun di masa depan menggantikan kesuksesannya. Nasib Anda pun di masa depan bisa persis seperti nasib si orang sukses.

 

Begitu pula orang terpuruk. Anda dekat dan selalu dekat dengan orang terpuruk juga getaran dan gelombangnya akan auto terdownload oleh Anda, selanjutnya nasib hidup Anda juga tidak jauh beda.

 

Sebab itu sahabat Nabi SAW, nasib hidupnya persis dan minimal mirip-mirip dengan nasib hidup Nabi, dan murid-murid Yesus juga tidak jauh beda dengan nasib Yesus karena adanya hukum pancaran gelombang elektromagnet ini.

 

Bahkan Nabi SAW mengklaim bahwa;

 

خَيْرُ الْقُرُونِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

 

“Sebaik-baik generasi adalah generasiku. Lalu gerenasi yang setelahnya. Lalu generasi yang setelahnya.” (H.R. Tirmidzi)

 

Artinya generasi di masa Nabi hingga generasi ke-3 sesudah Nabi itulah generasi yang masih konsisten dipengaruhi oleh getaran dan gelombang pancaran dari diri Nabi SAW, baik keikhlasan, semangat dan suksesnya. Melewati 3 generasi sesudah Nabi, level ikhlasnya sudah dipertanyakan, level semangatnya juga sudah menurun, ya sebutlah generasi 4 dan sesudahnya, mereka mulai “kedunyan” (doyan keduniawian), tidak lagi seikhlas Nabi SAW.

 

Ada salah satu ulama. Ketika di pesantren, beliau sangat dekat dengan guru beliau. Setelah beliau mukim di kampung, alur cerita hidup beliau polanya sama persis seperti si guru. 


Si guru punya santri hanya santri putra, tidak punya santri putri, beliau pun sama. Guru beliau naik haji di usia sepuh, beliau pun persis sama. Guru beliau menjadi ulama besar, beliau pun sama. Guru beliau menjadi ulama ahli tirakat dan zikir, beliau pun sama. Hampur semua data nasib si guru didownload oleh beliau.

 

Jadi bagaimana cara konsisten mendowload nasib kaya? Jawabannya ikuti dan dekatlah dengan orang kaya. Tentu waktunya tidak lah instan, butuh waktu lama mengikuti dan dekat orang sukses, dan tentu dengan proses aneka pahit senang yang harus tetap konsisten ditempuh.

 

Bukan cuma mendownload nasib kaya, mendownload nasib jadi ulama, jadi ilmuwan besar, jadi pejabat, jadi tokoh politik, jadi selebritis juga demikian.

 

Muhammad Nurul Banan

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *