Sistem sirkulasi uang adalah mengalir. Akan menjadi masalah besar ketika aliran uang dihambat. Anda menimbun beras, akan terjadi kelangkaan beras, selanjutnya harganya akan melambung, sistem ekonomi pun goncang. Karenanya para penimbun itu terlaknat karena sistem timbun itu sangat menyumbat sirkulasi peredaran rezeki.

 

الْجَالِبُ مَرْزُوقٌ وَالْمُحْتَكِرُ مَلْعُونٌ

“Orang yang mendatangkan barang akan diberi rezeki, dan yang menimbun barang akan dilaknat”. (HR Ahmad & Hakim)

 

Allah sebagai Al-Ghani (Maha Kaya) juga Dia mencapainya dengan manajemen “alirkan” rezeki. Seluruh rezeki milik-Nya dialirkan semua untuk menghidupi makhluk-Nya, hingga di sisi-Nya tidak pernah tersisa saldo. Namun di titik itu justru Dia menjadi Al-Ghani.

 

Sering saya sampaikan, wirausaha adalah profesi yang paling banyak menarik uang ketimbang profesi lainnya, karena di wirausaha kerap terseret di situasi “alirkan uang”. Sebentar-sebentar kulakan, sebentar-sebentar bayar, sebentar-sebentar investasi, sebentar-sebentar modal ini dan itu, para pengusaha sebenarnya kerap tak pegang uang saking kuatnya tarikan energi alirkan uang.

 

Namun ternyata rekor orang-orang terkaya selalu dipegang para wirausahawan. Dunia wirausaha persis manajemen rezeki Allah yang mencapai Al-Ghani dengan mengalirkan.

 

Dalam transaksi pembayaran sehari-hari kadang ada saja pembayaran tertunda.

 

Di hari ini saja saya ada pembayaran yang tertunda. Memang bukan karena saya menunda bayar, tapi orangnya minta uang cash fisik sehingga saya harus ambil dulu di ATM. Dan penundaan begitu kerap Anda alami kan?

 

Nah sistem pembayaran yang tertunda begitu merupakan salah satu pelambat sirkulasi uang beredar dalam diri Anda. Memang masih sehat, hanya saja sebenarnya kelancaran sirkulasi uang sedikit terhambat ketika ada penundaan bayaran.

 

Penundaan pembayaran itu sebab awal penghentian peredaran sirkulasi uang, makin lama tertunda, gangguan sistem sirkulasi uang makin menjadi. Akibatnya sirkulasi rezeki Anda pun terganggu.

 

Karenanya, segera (bahasa Jawa “ceket-ceket”) bayar dan segera selesaikan pembayaran itu salah satu password kelancaran rezeki.

 

Yang memperparah gangguan pada peredaran sirkulasi uang adalah sengaja menunda bayar, entah dengan alasan apapun. Ditunda, ditunda, ditunda, ditunda, ditunda, terus makin lama menunda bayar sistem sirkulasi makin error terganggu, karena mengalir adalah kerangka sistem sirkulasi uang.

 

Ketika sudah di level sengaja menunda-nunda bayar, efek seret rezeki sudah mulai terjadi. Kadang sudah ngos-ngosan cari uang, rezeki yang dicari tidak ketemu juga, karena sebenarnya di balik riwayat transaksi ekonominya banyak pembayaran yang tertunda.

 

Dan menunda-nunda bayar akan menjadi penyakit akut rezeki yang parah bila sudah menjadi habit, dimana telah menjadi pembiasaan. Penyakitnya telah kronis ya jelas melarat rezeki menjadi hasilnya.

 

Di level ini menunda bayar yang telah jadi habit sudah menjadi catatan hutang.

 

Hutang itu hakikatnya menghentikan aliran uang bersikulasi. Iya, seharusnya uang sudah mengalir ke banyak orang, namun aliran uang tersebut berhenti di dalam diri Anda, menyumbat. Sumbatan aliran darah itu penyakit akut, sumbatan aliran uang juga begitu.

 

Maka ini jangan pernah bermimpi jadi orang berkelimpahan uang kalau kerjaannya mengemplang hutang. Jangan mimpi!

 

Menunda bayar akan menjadi habit, dan selanjutnya menjadi servo. Hari kemarin saya telat datang di jam ngajar ngaji jam 16.00 WIB. Saya datang telat pukul 16.15 WIB. Dan hari ini ternyata terulang lagi, itu disebut servo. Maka menunda bayar, entah apapun alasannya, itu juga lama-lama menjadi sistem servo.

 

Dan kalau sudah menjadi servo, makin hari akan makin tidak ada uangnya untuk bayar karena telah menjadi sistem servo.

 

Sebaliknya, kalau disiplin bayar dengan bangun mental “segera bayar” juga akan menjadi habit lalu menjadi servo. Ketika servonya disiplin bayar justru sekalipun uangnya tidak diusahakan ada untuk membayar, uang itu hadir sendiri untuk ada. Iya, ada sendiri.

 

Saya ingat dulu bagaimana dulu saya membentuk habit disiplin segera bayar. Satu ketika saya ada hutang yang diperkirakan bisa saya bayar bulan depannya. Namun di bulan depannya penghasilan saya malah menurun.

 

Memang orang yang saya hutangi tidak butuh uangnya segera dikembalikan, bahkan dikembalikan tahun depan juga aman-aman saja. Namun di situ saya sadar sepenuhnya, hal ini kalau dibiarkan akan jadi habit lalu jadi servo.

 

Satu-satunya harta yang tersimpan itu kalung dan cincin emas istri saya, dan itupun bukan kalung dan cincin simpanan, itu kalung dan cincin pernikahan yang sebenarnya sangat sakral.

 

Tapi karena untuk antisipasi terbentuknya servomechanism menunda bayar, akhirnya saya dan istri sepakat untuk gadaikan emas dan cincin tersebut kepada orang yang hutangi. Saya bilang begini kepadanya, “Saya bayar hutang saya dengan emas ini dulu, nanti bulan depan kalau saya ada uang, emas ini saya ambil lagi. Tolong jangan dijual dulu ya karena ini perhiasan sakral.”

 

Memang benar, orang yang saya hutangi itu menolak saya bayarkan dulu dengan emas karena merasa belum butuh, ditambah dia punya rasa hormat kepada saya, ditunda pun tidak masalah, namun kemudian saya jelaskan bahwa saya ambil keputusan ini untuk menutup terjadinya servo tunda bayar hutang. Dengan saya bayar dulu dengan emas perhiasan, servo saya terbentuk menjadi orang yang lancar bayar hutang.

 

Sampai akhirnya 2 bulan kemudian emas tersebut bisa saya tebus lagi.

 

Segera bayar! Bayar segera! Kalau inginkan sirkulasi rezeki Anda lancar dan sehat.

 

Muhammad Nurul Banan

 

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *