Aksi hanya sebuah tindakan ikhtiar. Hasilnya tergantung visi di baliknya.

 

Tindakannya sama-sama diet makan, ada yang visinya untuk turunkan lemak badan, ada yang visinya titakat menguatkan jiwa. Keduanya aksinya sama, hasilnya bisa sangat beda. Yang niat turunkan lemak badan, hasilnya ya Cuma tubuh ideal. Yang niat tirakat kuatkan jiwa, hasilnya ya kesadaran’-kesadaran spiritual.

 

Aksi lari dari kuda delman tidak bisa menarik kekayaan karena dibalik aksi larinya tidak ada visi untuk kaya.

 

Kuda delman ya kerja keras, namun karena tak ada visi kaya, jadinya tak ada kuda delman kaya raya.

 

Anda shopping, bayar ini dan itu, tindakan sebenarnya adalah mengeluarkan uang. Keluarkan uang itu tindakan mengurangi harta, namun untuk hasilnya Anda harus lihat ada visi apa di baliknya.

 

Kalau visi anda kokoh untuk kaya raya dalam keluarkan uang, maka shopping ataupun pengeluaran anda akan makin mengkayakan.

 

Nah kesalahannya itu ketika mengeluarkan uang tapi di hati punya visi kalau belanja itu mengurangi harta, membayar itu mengambil kekayaan anda. Kalau visinya dalam aksi belanja dan keluarkan uang adalah  visi berkurang harta, maka hasil manifestasinya juga berkurangnya harta.

 

Yang kokoh hatinya dalam pegang visi kalau belanja dan membayar itu mengkayakan.

 

Di lingkungan anda banyak orang dermawan yang suka membantu dan menolong. Tapi aneh kedermawaannya itu boroboro kembali 10 kali lipat, namun beli rokok saja bingung duitnya dari mana lagi? Itu karena di balik tindakan dermawannya tidak ada visi kaya.

 

Ada visi kaya maksudnya bukan mengharap kembali berkali-kali lipat tapi punya visi kaya apa tidak dibalik kedermawanannya itu.

 

Ini mengapa para pengusaha besar, semakin dermawan, semakin kaya, semakin royal mereka justru makin kaya raya?

 

Itu karena visi hati mereka kokoh untuk kaya. Mereka bisnis dengan tekun karena ingin kaya dan mereka sedekah pun karena ingin kaya. Visi kayanya jelas dan kokoh.

 

Lah anda dermawan karena visi menolong, sedekah karena visi kasihan itu yang hasilkan anda dermawan, tapi beli rokok saja bingung.

 

Ya sedekah karena visi menolong ataupun kasihan itu tetap perbuatan ma’ruf, pahalanya besar, Cuma untuk menarik manifestasi kaya itu kesulitan karena visinya menarik kaya itu lemah dan kecil.

 

Ada visi apa di balik aksi belanja anda? Di balik aksi dermawan anda? Di balik belanja visinya mengurangi harta, di balik sedekah visinya hanya belas kasihan, itu yang jadikan belanja dan sedekah Anda tidak menarik wujud kekayaan.

 

Ayo belanja, ayo sedekah tapi dengan visi kaya.

 

Muhammad Nurul Banan

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *