Untuk memotong dan mematahkan besi bukan memakai gorok yang bergigi besar, tetapi memakai gorok yang bergigi kecil dan lembut. Demikian pula untuk memotong dan mematahkan keangkuhan dan ke-besi-an ego seseorang, tak perlu pakai kekerasan atau keangkuhan yang serupa, tetapi memakai kelembutan dan kesabaran.

 

Namun itu jika masih bisa dipotong dengan gergaji besi yang kecil dan lembut. Bila besinya sudah membaja, mematahkannya justru dengan dilelehkan, artinya dipanaskan sekalian. Membakar hati orang yang sudah membaja kebesian egonya itu menyakiti orang, tetapi itu sedekah. Karena itu ada kata hikmah;

 

التَّكَبُّرُ علَى المُتَكَبِّرِ صَدَقَةٌ

 

“Bersikap sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah.”

 

Di tahap melelehkan baja dengan panas, pernah dilakukan Nabi S.A.W;

 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ اسْتَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكَعْبَةَ فَدَعَا عَلَى نَفَرٍ مِنْ قُرَيْشٍ عَلَى شَيْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَعُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَالْوَلِيدِ بْنِ عُتْبَةَ وَأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ فَأَشْهَدُ بِاللَّهِ لَقَدْ رَأَيْتُهُمْ صَرْعَى قَدْ غَيَّرَتْهُمْ الشَّمْسُ وَكَانَ يَوْمًا حَارًّا

 

“Dari Abdullah bin Mas’ud berkata, “Nabi S.A.W menghadap Ka’bah lalu mendo’akan kebinasan bagi beberapa orang dari Quraisy, yaitu Syaibah bin Rabi’ah, ‘Utbah bin Rabi’ah, Al-Walid bin ‘Utbah dan Abu Jahal bin Hisyam. Dan aku bersaksi (bersumpah) atas nama Allah. Sungguh aku melihat mereka terbunuh. Jasad mereka berubah karena sengatan matahari, pada saat perang Badar di hari yang sangat panas.” (H.R. Al-Bukhari)

 

Begitu bengalnya kebesian Syaibah bin Rabi’ah, ‘Utbah bin Rabi’ah, Al-Walid bin ‘Utbah dan Abu Jahal bin Hisyam, dihalusi masih saja menyakiti, Nabi S.A.W sedang shalat saja dilempari kotoran hewan, sampai akhirnya oleh Nabi S.A.W dilelehkan dengan doa panas, dan mereka pun binasa mengenaskan di perang Badar.

 

Nabi S.A.W diusir dari Mekah, lalu dengan susah payah hijrah ke Madinah. Patahkan besi kecil cukup dengan gergaji bergigi kecil, pengusiran dari tanah kelahiran ini kejahatan level baja, dan oleh Nabi S.A.W dipatahkan, dan pematahannya melalui Fathul Makkah (pembebasan kota Mekah), serang balik dan taklukan.

 

Anda sudah kerepotan hadapi orang yang selalu sinis kepada Anda? Atau selalu mendengki? Atau selalu memeras? Atau selalu menganiaya? Atau selalu cari enak sendiri? Atau selalu pasang sentimen panas? Ya amuk saja sampai dia kapok.

 

Namun dengan catatan, dia dipotong pakai gergaji kecil sudah tidak mempan.

 

Dan asiknya itu berpahala karena sedekah.

 

Muhammad Nurul Banan

 

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *