Di akhir Ramadhan kemarin saya pergi ke Purwokerto untuk beli oleh-oleh lebaran untuk saudara dan tetangga. Ada beli beberapa pasang sandal untuk hadiah para guru dan orang tua.
Ada beli batik Banyumasan untuk beberapa teman. Ada sarung, kaos, baju untuk saudara dan teman. Ada puluhan bingkisan spesial lebaran, dan ratusan toples berisi snack lebaran untuk tetangga dan saudara.
Sebelum saya berangkat ke Purwokerto, saya sudah lebih dulu transfer uang rutin bulanan ke orang tua ditambah uang spesial lebaran.
Di perjalanan, kurang 300 meteran, tiba-tiba indikator radiator mobil menyala, dan AC mobil juga mati. Karena jarak sampai alamat sekitar 300 meteran lagi, saya tetap memaksakan jalan.
Begitu mobil berhenti di alamat, air radiator yang waktu itu saya kira oil, tumpah semua. Dan sepanjang 300 meteran ternyata jalanan yang dilalui mobil saya sudah tercecar tumpahan air radiator.
Begitu mobil parkir, seketika dari kap mobil keluar asap tebal dan bau gosong.
Saat itu saya belum buka kap mobil belum apa, di hati saya bilang, “Ayo padam! Hari ini saya sudah banyak sedekah, dan saya kesini juga untuk sedekah. Ayo padam!” Perintah saya di hati sambil isyarahkan tangan saya ke kap mobil.
Dan selisih beberapa detik, asapnya hilang disusul bau gosong juga hilang.
Saya membatin, “Lah kok nurut!”
Saya terus menelepon bengkel langganan saya, tapi sedang tidak aktif. Lantas saya jalan keluar niatnya cari bengkel terdekat. Jalan sekitar 5 meter, saya bertemu warga setempat. Olehnya saya malah diteleponkan bengkel langganannya.
Tak selang lama, pihak bengkel datang. Dicek ternyata kipas radiator mati, tidak fungsi, karenanya air radiator tumpah dan AC mobil tidak nyala. Katanya andai 10 menit lagi mobilnya tetap jalan akan over head dan mungkin sekali kebakaran.
Saya jadi ingat tentang keajaiban sedekah di masa Nabi Sulaiman AS. Di Kitab Tanqihul Qaulil Hatsits karya Syekh Nawawi Al-Bantani menceritakan;
Di zaman nabi Sulaiman AS, ada seorang laki-laki yang di samping rumahnya terdapat pohon besar. Istri dari laki-laki tersebut menyuruhnya untuk memanjat pohon dan mengambil anak merpati yang bersarang untuk dijadikan makanan untuk anak-anak mereka. Laki-laki itupun melakukannya.
Induk merpati lalu menghadap Baginda Nabi Sulaiman AS dan menceritakan kejadian tersebut. Kemudian nabi memanggil laki-laki itu dan memintanya untuk bertobat. Ia pun berjanji kepada Nabi Sulaiman tidak akan lagi mengulangi perbuatannya.
Di hari berikutnya, sang istri kembali menyuruh suaminya untuk mengambil anak merpati di pohon besar. Namun laki-laki itu pun mengatakan pada istrinya bahwa ia tidak dapat melakukannya lagi karena telah berjanji kepada Nabi Sulaiman yang melarang perbuatan tersebut.
Namun istrinya terus membujuk sang suami dengan mengatakan “Apakah kamu menyangka Nabi Sulaiman akan mempedulikan dirimu atau merpati itu? Sedangkan ia selalu sibuk dengan urusan kerajaannya?” Hingga akhirnya suaminya pun luluh dan kembali memanjat pohon besar untuk mengambil anak merpati.
Induk merpati kembali menghadap nabi dan mengadukan kejadian tersebut yang membuat Nabi Sulaiman pun menjadi marah. Lalu, nabi Sulaiman memerintahkan dua setan dari ujung timur dan barat untuk menjaga pohon besar tempat dimana sarang merpati itu berada.
Nabi memerintahkan kepada dua setan tersebut untuk menjatuhkan laki-laki dari pohon besar itu apabila ia kembali mengambil anak merpati.
Dua setan utusan Nabi Sulaiman itu bergegas pergi dan menjaga pohon besar yang dimaksud.
Saat laki-laki hendak kembali memanjat pohon untuk mengambil anak merpati, tiba-tiba datang seorang pengemis yang mengetuk rumahnya. Laki-laki tersebut meminta istrinya agar memberikan sesuatu pada pengemis tersebut, tapi isinya berkata bahwa mereka tidak punya apa-apa untuk diberikan.
Kemudian laki-laki itu memutuskan turun dari pohon dan mengambil segenggam makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Setelah itu, dirinya kembali memanjat pohon untuk mengambil anak merpati.
Dan lagi, induk merpati menghadap nabi Sulaiman untuk mengadukan kejadian tersebut yang membuat nabi bertambah marah. Nabi Sulaiman memanggil kedua setan yang diutusnya tersebut dan mengatakan bahwa mereka telah berkhianat.
Namun ternyata, dua setan tersebut memang gagal menjatuhkan laki-laki itu karena Allah telah mengutus dua malaikat untuk melindunginya.
Ya nyata sekali, “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).”(HR. Baihaqi & Thabrani)
وقال صلى الله عليه وسلم: {الصَّدَقَةُ تَرُدُّ البَلاَء وَتُطَوِّلُ العُمْرَ}
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Sedekah itu menolak bala dan memanjangkan umur.’” (H.R. Ahmad).
Muhammad Nurul Banan
Gus Banan

Leave a Reply