Saya di tahun ini selama 5 bulan menjadikan diri saya sendiri sebagai kelinci percobaan terhadap getaran penarik uang. Jujur saya menggunakan Tabel Vibrasi Hawkins dari Mas Arif Rahutomo.

 

Saya sengaja pasang diri saya di medan getaran vibrasi rendah yakni bangga dan marah. Lalu saya mengamati apakah ada penurunan penghasilan finansial apa tidak?

 

Sengaja saya pasang diri di mode bangga dan marah saja, tidak sampai ke mode rasa tidak berharga seperti pemalu dan pesimis, karena pasang mode bangga dan marah itu bagi saya mudah-mudah saja sebab memang saya punya watak bawaan itu, wkkkk. Tapi kalau pemalu, tidak percaya diri, pesimis, minder, mikirin saja malas apalagi memasangnya untuk diri saya.

 

Dalam kurun waktu 5 bulanan, ada orang nyakiti saya ya saya jengkel, membenci, mendendam bahkan mencaci maki. Kalau bicara di depan orang, bahkan di depan publik ya saya dengan percaya diri membanggakan diri.

 

Hasilnya bagaimana? Ternyata finansial saya baik-baik saja, artinya rasa bangga dan marah itu tetap punya daya kuat menarik uang.

 

Saya renungi walaupun rasa bangga dan rasa marah itu mode getaran vibrasi rendah, namun bangga dan marah itu rasa yang masih menghargai diri sendiri.

 

Jadi pantas kan kalau Qarun yang sangat bangga diri tetap kaya, Fir’aun yang congkak dan otoriter tetap kaya, Namrudz (Nimrod) yang sangat sombong tetap kaya raya, itu karena memang rasa bangga dan marah itu rasa yang kuat dalam soal penghargaan kepada diri sendiri.

 

Uang itu derajatnya jauh di bawah martabat manusia, sehingga ketika si manusia memiliki mode menghargai diri sendiri entah apapun bentuk casing-nya, entah casing kebaikan seperti rasa berani dan rasa percaya diri, ataupun casing keburukan seperti rasa bangga diri, rasa dominan, rasa berkuasa, rasa marah, di situ uang masih antusias mendekat.

 

Nah sekarang Anda amati kondisi mentalitas kaum dhuafa, mengapa mereka finansialnya sangat buruk? Karena rata-rata mereka berada di mode getaran vibrasi rendah tapi yang tidak punya akses menghargai diri. Seperti mode getaran rasa minder, rasa tidak berharga, rasa lemah diri, rasa pesimis, rasa putus asa, rasa mengeluh, rasa miskin, itu semua mode getaran vibrasi rendah tapi tidak menghargai diri.

 

Orang-orang dhuafa itu mudah mengalah tapi karena merasa lemah, mereka mudah menurunkan frekuensi marah tapi karena rasa kalahan, mudah ridha dan merelakan tapi karena rasa tidak berdaya, mudah menurut tapi karena rasa tidak punya kuasa, mode-mode perasaan rendah ini yang hancur-hancurkan finansial mereka karena itu semua akses rasa tidak menghargai diri. Uang enggan mendekat kepada getaran rasa yang tidak hargai diri.

 

Bukan cuma uang yang enggan mendekat kepada mereka, penyakit, aniaya, hinaan, perendahan juga mudah datangi mereka saking rendahnya getaran vibrasi mereka dalam menghargai diri mereka sendiri.

 

Lalu titik lemah orang yang berada di mode bangga diri dan marah itu dimana? Anda pernah kan lihat postingan saya sedang dirawat di rumah sakit karena DBD? Itu karena saya kalah tarung getaran energi vibrasi dengan orang yang sebenarnya tidak begitu bagus getaran vibrasinya.

 

Selama ini saya amati dia orang yang begitu kuat rasa bangga dirinya sehingga suka merendahkan orang, suka memanfaatkan orang demi keuntungannya sendiri, suka menuntut, suka egois mengikat orang lain demi kepentingannya sendiri, namun saya kok kalah bertarung energi vibrasi dengannya?

 

Ternyata karena saya menghadapinya dengan rasa marah, dendam dan benci. Jadi rasa bangga itu masih menang energi dengan rasa marah. Bangga versus marah, ternyata bangga diri yang menang.

 

Sehingga jebakan kelemahan orang dengan mode getaran vibrasi bangga dan marah itu dia sekalipun uangnya masih kuat namun dia mudah kualat, rentan kena musibah karena kualat, khususnya ketika dia berhadapan dengan mode getaran vibrasi tinggi.

 

Orang bangga diri kok berhadapan dengan orang diam dalam kepasrahan, ya sudah si pembangga diri tersebut hancur lebur kena kualat, celaka.

 

Apalagi berhadapan dengan mereka yang punya mode vibrasi tinggi, lah saya pasang mode vibrasi marah dan benci lalu hadapi mode vibrasi bangga diri saja kalah.

 

Kembali ke mode getaran vibrasi penarik uang. Kuncinya uang itu adalah mode perasaan menghargai diri, entah Anda berada di mode getaran rendah maupun tinggi.

 

Anda di mode getaran rendah, namun Anda frekuensi getarannya masih menghargai diri seperti rasa bangga, rasa marah, rasa keras kepala, itu masih kuat menarik uang. Maria Ozawa keras kepalanya seperti apa, keluarganya menyerang tidak mendukungnya ketika dia memutuskan di karir pornografi, tapi Maria Ozawa duitnya makin gaek saja, itu karena keras kepala adalah getaran kuat menghargai diri.

 

Demikian pula Anda di mode getaran vibrasi tinggi namun Anda masih bergetar di getaran menghargai diri juga masih kuat menarik uang.

 

Misal Anda sedang sedih dan berduka yang merupakan mode getaran rendah, tapi Anda masih punya rasa optimis besar dan tetap semangat memperjuangkan impian Anda, di situ uang masih enjoy mendekat, karena optimis dan semangat diri itu getaran menghargai diri.

 

Nah yang hancur-hancurkan tarikan uang itu getaran yang tidak menghargai diri entah dimanapun mode vibrasi Anda berada.

Di mode vibrasi rendah, Anda bisa kesulitan uang, demikian pula di mode vibrasi tinggi Anda bisa kesulitan uang, itu tergantung Anda punya getaran menghargai diri atau tidak.

 

Umpama Anda di mode getaran rendah seperti rasa sedih, tapi diiringi rasa pesimis, rasa tidak berharga dan menyesal, di situ Anda total off dari rasa menghargai diri, di situ Anda hancur uangnya.

 

Sama juga Anda di mode getaran tinggi seperti rasa berserah pasrah, tapi diiringi rasa polos sehingga Anda mudah dimanfaatkan orang rakus, di situ getaran penarik uang Anda lemah, karena polos sehingga mudah dimanfaatkan orang itu getaran tidak menghargai diri.

 

Karena itu orang-orang suci seperti para waliyullah banyak kan yang miskin papa? Karena sebenarnya mereka saking nolnya dari ego demi mendapatkan pencerahan spiritual hingga mereka lupa untuk menghargai diri mereka sendiri.

 

Namun orang-orang suci seperti itu bukan orang dhuafa, mereka tetap kuat, maka itu model seperti mereka kerap “ngualati” kalau direndahkan, bahkan kerap keluar karamah dan keramatnya sebab tingginya mode getaran vibrasi mereka, hanya saja untuk urusan uang mereka terpinggirkan. Itu saja.

 

Catatan: takut masih ada yang awam banget ilmu vibrasi, saya sertakan Tabel Vibrasi Hawkins. Energi 175 ke bawah itu mode getaran rendah, energi 200 ke atas itu mode getaran tinggi.

 

Muhammad Nurul Banan

 

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *