Rasa sederhana itu rasa biasa-biasa saja yang Anda unggah ke alam semesta. Efek unggahan rasa ini adalah sinergi keharmonisan hidup karena kesederhanaan itu pola asal penciptaan alam semesta.

 

Kemarin saya jelaskan algoritma alam semesta ini yang berpola asli sederhana, Anda pelajari matematika yang sangat njelimet, itu cuma susunan pola sederhana angka 0 – 9 yang dirumuskam sedemikian rupa.

 

Karena itu menemukan hal-hal sederhana dalam hati adalah kemewahan tertinggi.

 

“Jika Anda tidak bisa menjelaskannya secara sederhana, Anda tidak memahaminya dengan cukup baik.” (Albert Einsten)

 

Begini ya, Anda tidak pernah naik pesawat, lalu Anda naik Lion Air itu bagi hati Anda terasa mewah, walaupun bagi yang bissa naik pesawat itu biasa saja. Kalau nanti diulang-ulang lagi, Lion Air baru terasa biasa bagi Anda.

 

Sederhana kalau diukur dengan standar penilaian orang lain ya tidak bisa. Bagi saya, hotel bintang 5 itu mewah, tapi bagi lingkar finansial milyader itu sederhana. Ayam goreng dengan nasi putih bagi Anda itu sederhana, bagi rakyat Burundi yang tanah saja dibikin roti lalu dimakan, ayam goreng jadi mewah.

 

Karena ini standart sederhana itu penilaian rasa Anda sendiri, hati Anda menemukan hal itu sebagai hal biasa-biasa saja apa tidak.

Karena itu di setiap level finansial punya kesederhanaannya sendiri-sendiri, sebab sederhana atau mewah itu perihal rasa hati yang Anda temukan.

 

Dan hukum segala hal itu punya efek euforia. Punya rumah baru, Anda rajin bersih-bersih, itu efek euforia. Nanti setahun saja di rumah itu, rajinnya luntur semuanya.

 

Nah Anda pakai sarung BHS harga 3 juta, itu awal pakai terasa mewah, ada sensasi euforia. Namun kalau rara-rata sarung Anda bermerk BHS, sarung branded tersebut jadi biasa saja. Ya kan?

 

Karena itu menemukan rasa sederhana yang menjadi algoritma kehidupan itu bukan dibikin irit-irit dan murah-murah, tapi biasakan apa yang jadi standart selera Anda.

 

Umpama sarung BHS. Biasakan saja beli dan pakai, nanti berangsur rasa sensasinya hilang dan jadi biasa-biasa saja.

 

Sebab ini Nabi Sulaiman tidak bisa Anda stempel hidup dalam kemewahan dan kemegahan, beliau di level sultan. Bagi beliau itu biasa saja kok. Lah iya, Sultan Hasanah Bolkiah menurut Anda hidup mewah, bagi Bill Gates ya Sultan Hasanah Bolkiah masih hidup biasa-biasa saja.

 

Sama saja Nabi Sulaiman, bagi Anda beliau mewah, bagi level sultan ya biasa saja.

 

Sekali lagi, temukan rasa sederhana itu ya dengan cara biasakan, sebab membiasakan mengonsumsi yang murah-murah itu justru melemahkan daya finansial Anda. Daya beli Anda lemah itu tanda daya finansial Anda juga lemah.

 

Hanya masalahnya di titik ini, banyak orang yang terjebak “gaya hidup”. Seharusnya Anda beli ini dan itu untuk melatih daya finansial Anda, bukan turuti gaya hidup dan nafsu konsumtif. Itu.

 

Muhammad Nurul Banan

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *