Algoritma Youtube jauh lebih konsisten menayangkan postingan konten Anda karena Youtube punya kepentingan ambil keuntungan dari jam tayang konten Anda.

 

Beda sekali dengan algoritma Facebook, kalau Anda tidak gabung Facebook profesional, dari 5 ribu teman di akun Anda hanya berapa ratus orang yang bisa melihatnya.

 

Itu karena pihak meta dapat apa dari postingan Anda kalau Anda tidak bisa menguntungkan mereka?

 

Mereka melayani Anda dengan konsisten itu sebatas dan terbatas pada pertimbangan apa yang bisa mereka peroleh dari diri Anda.

 

Ada give ada take begitulah sistem interaksi alam semesta. Dan Youtube jauh lebih konsisten memperjuangkan kepentingan konten Anda karena ada take yang bisa diambil dari diri Anda.

 

Ada kepentingan yang terpenuhi dari diri Anda, baru orang lain akan konsisten tulus dan mempriorotaskan kepentingan Anda. Begitu simpulnya.

 

Sudah terbukti, para ASN dengan konsisten tulus ikhlas dalam jangka waktu lama selesaikan pekerjaan negara karena kepentingan mereka peroleh rezeki terpenuhi.

 

Para istri dalam jangka waktu lama konsisten layani suami karena kepentingan mereka diberi nafkah terpenuhi. Para penjual dalam jangka lama tulus ikhlas capek layani pembeli karena ada kepentingan cuan yang terpenuhi. Dan seterusnya.

 

Hingga orang tua pun tulus ikhlas layani anaknya karena ada kepentingan yang ingin didapatkan yakni punya anak shaleh dan sukses, kalau anaknya bikin masalah ruwet ya andai saja bisa membuangnua, orang tua ingin membuangnya.

 

Anak dengan tulus ikhlas berbakti kepada orang tuanya karena ia berkepentingan peroleh doa dan berkah dari orang tuanya.

 

Mereka yang terjun di pergerakan organisasi sosial pun begitu. Misal giat di GP Ansor atau Pemuda Muhammadiyah ya karena mereka berkepentingan eksistensi sosial, ya ingin tersohor, berpengaruh, atau pun apa.

 

Atau kalau yang berkepentingan mulia ya ingin peroleh berkah ulama melalui pergerakan organisasi.

 

Jadi orang bisa tulus ikhlas melayani dan bekerja sama dengan Anda karena ada kepentingan yang bisa dia penuhi dari diri Anda.

 

Sebab ini kalau Anda mau cari orang yang tulus ikhlas itu jangan pernah cari orang yang dengan sukarela membantu Anda, pastikan dia punya kepentingan kepada Anda dan pastikan pula Anda sanggup memenuhinya.

 

Tulus diartikan polos tanpa kepentingan atau diartikan sukarela, tidak juga. Anda iInginkan orang lain membantu Anda kok cari yang sukarela, ya dua hari saja dia melayani Anda, dia sudah pegal-pegal.

 

Sehingga kalau Anda temukan orang yang dengan tulus konsisten, pastikan dia bisa ambil keuntungan dari diri Anda, pastikan ada kepentingannya yang terpenuhi oleh Anda.

 

Kalau Anda masih saja belum sadar ini, Anda masih akan sakit hati berinteraksi dengan orang lain karena Anda thoma’ berharap orang lain bantu Anda dengan sukarela. Tak ada take, give pun tiada.

 

Muhammad Nurul Banan

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *