Ketika Anda menjadi anak over aktif, semua orang akan risi didekat Anda, keaktifan gerak dan aksi Anda jadikan orang-orang di sekitar Anda ingin menyingkir dan menjauhi.

 

Ketika gunung berapi meletus, si gunung bergerak terlalu aktif, semua orang akan menyingkir menjauh, ketika air sungai bergerak terlalu aktif dengan meluap-luap juga semua orang akan menjauhi, ketika tanah alami gemoa, tanah bergerak aktif sendiri, semua orang juga menjauhi. Mobil bergerak melaju terlalu cepat juga penumpangnya panik semua, mereka ingin keluar dari dalam mobil cari selamat.

 

Jadi efek sebuah gerakan ekstrem, apalagi pergerakan dalam skala energi besar, itu hasilnya bukan cuma manusia yang bergerak menjauh, tapi seluruh isi kehidupan akan menjauhi.

 

Gerak memang tanda kehidupan, tidak ada pergerakan artinya mati, namun di level ekstrem tertentu, gerak itu justru dijauhi karena mematikan.

 

Hati Anda dengan seisi kesadarannya itu selalu bergerak. Dihina orang, hati Anda bergerak tersinggung. Ditipu orang, hati Anda bergerak membenci. Dipuji orang, hati Anda bergerak tersanjung. Menjadi pemenang, hati Anda bergerak bangga. Lihat bangunan rumah mewah, hati Anda bergerak mencintai. Lihat ruangan rumah kotor, hati Anda bergerak risi dan jijik. Dan seterusnya.

 

Hati Anda aktif bergerak merespons segala kejadian dalam hidup Anda, buruk dan baik, susah dan senang, hitam dan putih, semua direspons oleh hati Anda dengan melakukan pergerakan emosi, pergerakan kesadaran dan perasaan.

 

Gerak itu butuh energi, ketika pergerakan hatinya terus menerus aktif berpotensi menguras energi hidup Anda.

 

Titik masalahnya ketika pergerakan hati Anda terlampau aktif dan agresif. Bertemu dengan pendengki, Anda membenci sehebat-hebatnya, lalu dengan rasa marah berpikir lakukan serangan balik. Bertemu haters, Anda sangat sakit hati lalu marah-marah jengkel, sangat tersinggung.

 

Bertemu orang yang kurang etika, Anda tersinggung berat lalu menyinyirinya di belakang dengan ketus. Bertemu pesaing karir, Anda gelisah mendalam, khawatir dan ketakutan.

 

Nanti ketika Anda bertemu fans dan pengagum, Anda girang euforia. Bertemu dengan keberuntungan, Anda gembira bersuka ria. Bertemu dengan kemenangan, Anda bertepuk dada. Dan seterusnya.

 

Anda pikir sendiri dech? Kira-kira pergerakan hati yang begitu menguras energi, tidak? Capek, tidak?

 

Energi terkuras hanya untuk membenci yang tidak disukai, terkuras hanya untuk mencintai yang disukai, terkuras hanya untuk stres dan panik untuk yang ditakuti dan dikhawatiri, terkuras hanya untuk bergembira ria dengan keberuntungan yang diperoleh, terkuras hanya untuk melayani pencaci dan pemuji Anda.

 

Dalam keadaan begitu, kapan Anda punya energi untuk menguatkan dan memberdayakan hidup Anda? Anda bisa mati lemas duluan sebelum Anda bergerak membangun hidup Anda.

 

Parah lagi ketika ketika keaktifan gerak hati Anda mencapai titik hiperaktif, di titik itu semua hal akan menjauhi Anda, tidak ada yang ingin mendekat dan dekat dengan Anda.

 

Nah sekarang barangkali hidup Anda sedang sunyi dari rezeki? Bisnis sepi, dagangan tidak laku, orderan sepi, pekerjaan susah didapatkan, cobalah dicek ke dalam, jangan-jangan hati Anda selama ini terlalu banyak keluarkan energi gerak sehingga terlalu gaduh dan bising di dalam.

 

Barangkali kalau eyel-eyelan dan nyinyir-nyinyiran di medsos tidak mau mengalah, barangkali sedikit tersinggung langsung labrak, barangkali kalau marah langsung meledak-ledak, barangkali kalau jatuh hati, rasa cintanya melekat erat seperti perangko, barangkali kalau mengagumi sesuatu suka hingga berdecak-decak. Dan seterusnya.

 

Pergerakan hati yang demikian satu pergerakan energi hati yang terlampau aktif, hiper dan over, sehingga energi hati Anda habis di situ, hasilnya ketika energi hati Anda mau digunakan untuk membangun bisnis dan karir, bisnis dan karir Anda stuck tidak bertumbuh, sebab tidak ada lagi stok energinya.

 

Coba cek, kalau bisnis atau karir Anda sunyi, rezeki Anda sunyi, barangkali hati Anda terlalu agresif bergerak. Kalau benci, kalau cinta, kalau kecewa, kalau gembira, kalau gelisah, kalau khawatir, dan emosi-emosi lain, sering terlalu agresif.

 

Otak pancarkan gelombang pikiran, jantung pancarkan gelombang perasaan. Nah ketika pancaran gelombang otak dan perasaan begitu kuat membenci, begitu kuat mencintai, begitu kuat bersedih, begitu kuat bergembira, lalu getaran gelombangnya menghantam apapun yang dilalui, seperti apa penderitaan tekanan balik untuk hati Anda? Dalam keadaan ini maka sebenarnya banyak orang yang terkuras lalu kehabisan energi.

 

Di pusaran energi begitu yang Anda butuhkan adalah diamnya hati.

 

Hati Anda butuh diam agar kebisingan dan kegaduhan berkurang. Di situasi bising dan gaduh hati, segala hal akan bergerak menjauh, termasuk rezeki juga menjauh dari hati yang bersituasi gaduh dan bising.

 

Diam hati merupakan situasi hati yang meditatif. Selayaknya Anda sedang semedi, dalam semedi Anda tidak membeli apapun situasi yang terjadi di luar hati Anda. Tidak peduli ada petir, ada hujan, ada keramaian, ada percintaan, ada perkelahian, semua tidak Anda beli karena Anda sedang semedi alias meditasi.

 

Kalau dalam Islam situasi meditatif itu terjadi dalam shalat dan zikir. Di situasi hati yang khusyuk dalam shalat dan zikir, hati berhenti untuk merespons kejadian-kejadian di luar hati Anda. Hati Anda tidak urus dengan huru-hara di luar diri karena Anda tenggelam dalam nikmat shalat dan zikir.

 

Diam hati itu artinya Anda berhenti untuk merespons apalagi agresif hati terhadap situasi yang terjadi di luar diri Anda. Ada sesuatu yang dibenci menghampiri, hati diam saja, ada sesuatu yang disenangi datang, hati diam saja. Tidak merespons apalagi bereaksi agresif. Diam.

 

Jantung yang pancarkan gelombang perasaan hati, karena itu untuk mendiamkan hati agar terukur dalam keluarkan pancaran gelombang perasaan, Anda ketika merasakan ada kejadian hidup yang harus direspons oleh hati, misal perasaan sedang benci sekali dengan orang yang mendengki Anda, atau marah sekali kepada musuh Anda, atau sakit hati sekali, atau sedang sangat gembira, atau sedang cinta sekali, Anda peganglah dada Anda di bagian jantung, lalu usap-usaplah pelan-pelan untuk rilekskan diri sambil berucap Istighfar pelan-pelan.

 

Atau bisa juga dengan menyerap nafas dalam-dalam lalu dihembuskan perlahan sambil beristighfar.

 

Trik ini untuk turunkan frekuensi gelombang hatinya. Selanjutnya rasa apapun yang muncul dalam hati, tidak usah dibeli. Lengahkan pikiran ke ruang-ruang pikiran yang tenang, yang meditatif, yang kosong tidak berisi apa-apa.

 

Umpama muncul rasa benci, rasa dendam, rasa marah, rasa sedih, jangan dibeli. Muncul rasa euforia, rasa gembira, jangan dibeli. Biarkan hati lengang tanpa suara, tanpa bunyi, tanpa kata.

 

Hati yang diam tentu itulah yang disebut qalbun salîm (hati yang bersih) yakni hati yang tidak banyak mondar-mandir bergerak.

 

Hadapi hiruk-pikuk kehidupan dunia, pergerakan hati Anda belum seberapa paniknya, belum seberapa responsnya. Di hari kiamat, hadapi banyak kepanikan, energi pergerakan hati akan lebih dahsyat dan lebih menguras energi lagi. Kecuali pemilik qalbun salîm, mereka lah yang tetap tenang ketika hadapi huru-hara hari kiamat.

 

Tentu yang tetap dapatkan hati tenang di hari kiamat adalah mereka yang terus berlatih diamkan hati hadapi hiruk-pikuk kehidupan dunia ini.

 

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ (87) يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

 

“Dan janganlah Engkau sedihkan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Q.S. Asy-Syu’arâ : 87 – 89)

 

Tapi perlu Anda catat! Mendiamkan hati itu diperlukan bagi Anda yang hatinya terlalu bising dan berisik, yakni Anda yang agresif hatinya, sering membenci, sering marah, sering tersinggung, baperan, sering euforia, sering egois, dan seterusnya.

 

Karena terlalu bising dan gaduh, itu segala hal akan menjauh, termasuk rezeki juga menjauh. Karena itu Anda butuh diam biar hening sehingga hati menarik bagi mampirnya rezeki dan keberuntungan.

 

Sekarang kalau hati Anda hati yang landai, tidak banyak agresif, ada kebencian, getarannya biasa-biasa saja, jatuh cinta, getarannya biasa-biasa saja, tidak banyak respons dengan pergerakan, itulah hati yang sunyi.

 

Nah biasanya pemilik hati sunyi itu mereka yang punya bawaan kalem.

 

Bila terlalu sunyi juga banyak orang jenuh dalam kesunyian, dalam kesepian. Maka ini tempat sunyi juga tidak banyak yang betah di sana, apalagi dalam jangka waktu lama, tentu jenuh dan bosan.

 

Karena itu pemilik hati sunyi yang bawaan lahir justru kebutuhannya berbalik arah dengan pemilik hati bising. Hati bising butuh diam. Hati sunyi justru butuh bergerak.

 

Karena kalau terlalu sunyi tidak bergerak juga efeknya membosankan dan menjenuhkan. Termasuk rezeki yang mau datang juga bosan dan jenuh. Hati terlalu sunyi, efeknya juga rezekinya seret.

 

Lalu bagaimana energi diamnya hati Anda agar bisa menarik keberlimpahan? Simak di konten selanjutnya ya, di part 2-nya.

 

Muhammad Nurul Banan

 

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *