Kalau Anda beli benda, getaran dari sebuah benda material itu hanya getaran gravitasi. Sementara gravitasi sendiri merupakan gaya fundamental alam semesta yang paling lemah.
Satu tembakan tank baja dengan peluru timah paling hanya hancurkan satu gedung itupun dengan durasi waktu lama. Itu karena tank baja hanya satu benda material yang gaya fundamentalnya sebatas keluarkan gaya gravitasi lemah.
Beda dengan gaya nuklir yang berada pada inti atom maha mini, yang kekuatannya 6 ribu triliun triliun triliun (39 nol setelah angka 6) kali lebih kuat dari gaya gravitasi. Sehingga partikel alam semesta itu makin mini, kekuatannya makin dahsyat. Satu bom nuklir, jangankan satu gedung, satu pulau Jawa bisa luluh lantak semua.
Anda belanja, jika kesadaran Anda hanya beli benda materi, daya getarannya akan sangat lemah yang dampaknya hanya akan mengubah isi perut Anda saja. Beli bakso, sementara kesadaran Anda hanya beli makanan pengisi perut, di situ belanja Anda hanya mampu bergetar di energi gravitasi, hasil perubahannya hanya lapar menjadi kenyang.
Sama seperti ayam, ia mengonsumsi dedak hanya dengan kesadaran konsumsi benda materi, hasilnya ya ayam hanya bertumbuh secara fisik, sementara nasib ayam itu-itu saja tidak kemudian jadi kaya raya.
Masuk akal, tidak? Orang yang sudah bisa travelling luar negeri, duitnya makin hari makin gaek ketimbang orang yang travellingnya hanya di dalam negeri, padahal diukur dengan marketing ekonomi, yang travelling luar negeri jauh lebih boros.
Terus pertukaran energi yang dibeli dari travelling itu apa? Kalau beli tanah, wujud bendanya kelihatan wujud tanah, beli mobil, kelihatan wujud mobil, lah beli travelling wujud apa? Mereka hanya beli pengalaman, pemanjaan mata, dan rasa rileks. Namun kekayaan orang yang senang travelling ke luar negeri ya makin meningkat, tidak jauh beda dengan yang beli sawah.
Itu karena mereka yang travelling ke luar negeri sebenarnya belanja getaran kaya alam semesta, karena jelas jalan-jalan luar negeri itu hanya dimampukan bagi yang berduit. Tidak hanya itu saja mereka juga belanja getaran gaya metropolis, modern, berpendidikan, dan lain sebagainya.
Kadang ada orang suka belanja yang mewah-mewah, eeh makin terjatuh finansialnya itu karena kesadarannya hanya membeli getaran bendawi belaka, ia tidak bisa masuk ke pembelian getaran yang lebih detail dan mini lagi. Asal dia senang dan berhasrat, ia beli. Ia tidak berpikir apakah getaran kayanya terbeli atau tidak.
Ia cuma turuti nafsu belanjanya, turuti gaya hidupnya dengan belanja, sementara jiwanya hanya memahami “asal nafsu dan gengsi senang”.
Belanja getaran kaya inilah yang punya kekuatan besar mengubah keadaan finansial Anda. Ciri Anda berhasil membeli getaran kaya itu munculnya rasa punya dan rasa kaya di dalam hati disebabkan belanja Anda.
Nah orang bisa temukan getaran rasa punya dan kaya itu beda-beda. Ada yang dengan punya sawah luas, dia merasa kaya. Punya tabungan banyak, dia merasa kaya. Menjadi dermawan, dia merasa kaya. Beli barang antik, dia merasa kaya. Travelling ke luar negeri, dia merasa kaya.
Bahkan ada juga dengan miliki iphone mewah dan alat-alat elektronik mahal lalu mereka temukan getaran rasa kaya. Macam-macam dan beda-beda di setiap orangnya. Jadi kenali diri Anda dimana Anda temukan rasa kaya setelah membeli sesuatu.
Getaran rasa kaya itulah yang mahal harganya. Kalau Anda hanya beli benda materi namun tidak punya sensasi apapun untuk bangkitkan kesadaran kaya Anda, ya yang begitu itu yang jadinya Anda hanya getarkan efek gaya gravitasi benda dimana hal itu ayam juga dimampukan.
Jadi belanjalah untuk merasa kaya, belanja untuk beli getaran kaya, jangan belanja hanya untuk mengonsumsi kebutuhan Anda atas benda.
Jadi di balik belanja Anda sebenarnya Anda sedang beli getaran-getaran energi alam semesta, makin mini getaran yang bisa Anda beli, di situ belanja Anda makin berdaya dahsyat untuk menggetarkan perubahan dalam hidup, sebab di alam semesta ini segala perubahan materi dimulai dari getaran-getaran energi. Sebenarnya yang Anda beli bukan benda semata, tapi getaran.
Nah yang repot sekali itu jika Anda belanja tapi untuk beli getaran miskin.
Belanja untuk beli getaran miskin itu seperti, “Aku ga punya duit, beli ini saja lah yang murah.”
Kalau Anda belanja kok muncul getaran rasa miskin, rasa berkurang, ya sebaiknya jangan belanja dulu, tunggu situasi hati mendukung untuk menggetarkan rasa kaya. Kecuali dalam keadaan darurat, seperti sakit harus rawat inap di rumah sakit, itu beda.
Muhammad Nurul Banan
Gus Banan

Leave a Reply