Motif pembunuhan Brigadir Joshua yang diotaki Irjen Polisi Ferdy Sambo ditegaskan oleh Polri akan dibuka di persidangan karena sensitif motifnya yang bisa bikin malu keluarga Ferdy Sambo maupun Brigadir J.

 

Namun dari desas-desus berbagai pihak, seperti keterangan Menkopolhukam, pengacara keluarga Brigadir J, mantan pengacara Barada Eliezer, IPW (Indonesian Police Watch), Kompolnas, Komnas HAM, dan isu senter yang berkembang bahwa motifnya adalah “konten dewasa”, tidak jauh dari konten Maria Ozawa.

 

Bahkan kalau merujuk pada dugaan dari pengacara Brigadir J, bukan cuma persoalan alat kelamin 18+, ada juga motif bisnis judi online, sabu dan miras yang dijalankan tersangka. Wallahu a’lam.

Uang itu ditarik kuat oleh dua getaran;

 

Pertama, uang itu—kalau saya amati di tabel vibrasi dari Hawkins—mode getarannya tidak hanya berada di mode getaran power, apalagi uang butuh getaran pure consciousness, sama sekali tidak. Uang justru lebih dominan berada di mode getaran force yakni di area getaran rasa berharga diri, karenanya level getaran seperti keinginan, marah dan bangga itu getaran-getaran yang disukai uang.

 

Kim Jong-un kerjaannya menindas rakyat untuk paksakan politik otoriternya, duitnya banyak kan? Soeharto juga sukses kaya dengan kekuasaan otoriternya. Padahal sikap otoriter hingga menindas rakyat apa ya sikap bijak? Itu getaran desire yang rakus.

 

Anda lihat para wakil rakyat di gedung DPR, orang-orangnya ngeyel-ngeyel, tidak mau kalah dan cari menang sendiri kalau berargumen, tandanya mereka angkuh-angkuh, kalau bicara fasih-fasih, suaranya lantang-lantang, otaknya picik dan cerdas, lah duit mereka banyak kan? Itu getaran bangga diri, sombong dan angkuh.

 

Para preman dan mafia suka pakai kekerasan, menindas dan menganiaya, duitnya juga banyak kan? Itu getaran marah.

 

Uang itu betah bersama orang-orang dengan getaran force namun getaran di area rasa berharga diri. Keinginan getarkankan rasa bahwa “diriku berharga karenanya keinginanku sangat penting”, marah getarkan rasa bahwa “aku berharga jadi aku layak tersinggung dan layak mengalahkan orang lain”, bangga getarkan rasa bahwa “diriku sangat berharga karenanya diriku layak menonjol.”

 

Namun sebaliknya mode getaran force yang tidak menghargai diri seperti apatis, rasa malu, rasa minder, rasa bersalah, rasa sedih, rasa takut, ya sedikit sekali mampu menarik uang. Kaum dhuafa yang lemah banyak yang terjebak di area getaran force ini, makanya duitnya seret. Sebab getaran ini getaran yang tidak mampu menghargai diri dan hasilnya dikalahkan uang.

 

Lalu mode getaran power apa tidak ada uangnya? Mode getaran power sudah bukan lagi getaran butuh uang, getarannnya sudah melampoi getaran uang, sudah mengalahkan uang, di atas harga uang.

 

Getaran power akan banyak uangnya kalau memunculkan rasa-rasa berharga diri, misal berusaha ikhlas agar diri berharga di depan Tuhan, rasa berani agar berharga di depan musuh, rasa netral agar lebih percaya diri, dan seterusnya.

 

Kedua, uang ditarik oleh getaran happyfun, bukan getaran rasa bahagia, tapi getaran rasa senang.

 

Ya uang itu benda material yang penciptaan utamanya untuk cukupi kebutuhan fisik, perut lapar lalu butuh jajan ya pakai uang. Kalau kebutuhan spiritual ada yang butuh uang, ada yang tidak. Sedekah itu kebutuhan spiritual yang butuh uang, tapi kalau sedekahnya berupa senyum ya tidak butuh uang.

 

Karena uang untuk cukupi kebutuhan fisik, sementara karakter fisik itu anti keprihatinan maka getaran uang pun getaran anti prihatin yakni maunya getaran happyfun. Perut Anda menolak kan diajak prihatin lapar dengan puasa? Kalau fisik Anda anti prihatin, uang sebagai pelayan kebutuhan fisik juga karakternya mengikuti tuannya.

 

Maria Ozawa duitnya banyak karena konten porno itu getaran happyfun. Penggemar diskotik duitnya lancar-lancar saja karena happyfun. Bandar togel duitnya banyak, karena bagi tukang togel keluarkan uang untuk pasang undian judi itu menyenangkan, karenanya Macau di RRT menjadi negara maju pesat yang padahal pariwisata yang dikembangkan adalah perjudian.

 

Orang dhuafa itu orang yang banyak unggah rasa prihatin uang, kerap merasa duitnya susah, ya mereka terus terbantai finansialnya, kan? Karena hidup mereka kurang suplay rasa senang.

 

Nah dari 2 getaran inilah, uang itu bisa kocak sekali energinya, dimana orang yang ngawur yang tidak perhatikan halâlan, thayyiban dan mubârakan dalam menarik uang, bisa masuk dalam neraka hidup.

 

Getaran force uang karena ditarik dengan energi getaran rasa bangga, keinginan dan marah akan berefek matinya hati nurani, menjadi sangat tegaan, sehingga kehormatan martabat sesama manusia bisa sama sekali tidak berharga, harga diri orang lain bisa seperti murahnya sampah. Uang jadi maha berharga mulia, martabat manusia bisa sama sekali tidak berharga.

 

Dari kasus Ferdy Sambo jelas sekali betapa puluhan martabat manusia disampahkan dan diinjak-injak tidak berharga.

 

Brigadir Joshua jelas nyawanya dilenyapkan dengan sadis dan kejam, ditambah dirinya difitnah karena dituduh melecehkan istri sang jenderal. Keluarga Brigadir Joshua tentu sangat tersayat, sakit hati dan trauma, anak yang sedang jadi kebanggaan diperlakukan tidak lebih mulia dari seekor tikus got.

 

Bahkan seluruh keluarga marga Hutabarat khususnya dan marga Batak umumnya juga ikut tersinggung merasa direndahkan martabatnya karena ada salah satu saudaranya dibantai dengan tidak lebih mulia seperti membantai tikus got.

 

Bharada Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan puluhan perwira Polri yang dilibatkan dalam skenario pembunuhan Brigadir J terancam hancur semua karirnya. Padahal seperti Bharada Eliezer sendiri tentu bisa menjadi polisi adalah impian panjang yang sudah diperjuangkan dengan jerih payah, lalu dirontokan begitu saja untuk ikuti skenario Ferdy Sambo.

 

Atau seperti Brigjend Polisi Hendra Kurniawan yang seperti apa susah payahnya mengabdikan diri di institusi Polri dalam waktu panjang, sekarang karirnya terancam raib hanya karena skenario Ferdy Sambo.

 

Nyawa, jerih payah, harga diri, martabat, tidak ada satupun yang dihargai oleh Ferdy Sambo.

 

Lalu apa yang berharga? Yang berharga di hati Ferdy Sambo ya uang. Demi melindungi dan menghargai uangnya, Ferdy Sambo nistakan puluhan harga diri manusia.

 

Sebab ini tanda uang tidak halâlan thayyiban mubârakan, di situ orang-orang yang berada di lingkungan pengaruh uangnya akan hidup sangat menderita karena tidak dihargai.

 

Anda hidup di lingkungan seorang majikan, seorang suami, seorang ayah, seorang pemimpin, kok Anda sering merasa tertekan stres, ya itu tanda Anda tidak dihargai. Kenapa Anda tidak dihargai? Karena di matanya yang berharga adalah uang, kedudukan, dan kepentingannya.

 

Saya yakin di lingkungan keluarga Ferdy Sambo sebelum kejadian heboh ini viral, istri, anak-anak, ajudan, dan ART Ferdy Sampo sudah sering stres, depresi dan banyak masalah berat yang makan energi karena tekanan hidup yang begitu besar.

 

Sebaliknya kalau Anda hidup di satu lingkungan kok Anda merasa bahagia, gembira, berharga, semangat dan penuh mimpi, itu tanda Anda hidup dengan pengaruh uang yang halâlan thayyiban mubârakan.

 

Uang yang berharga, harga diri sesama manusia yang jadi sampah, itu efek tarikan uang bergetaran force, disebabkan hati nuraninya mati.

 

Dalam kitab Washiyyatul Musthafâ, Nabi SAW berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib,

 

يَاعَلِيُّ، مَنْ اَكَلَ الشُّبُهَاتِ اِشْتَبَهَ عَلَيْهِ دِيْنُهُ وَاَظْلَمَ قَلْبُهُ. وَمَنْ اَكَلَ الْحَرَامَ مَاتَ قَلْبُهُ وَخَفَّ دِيْنُهُ وَضَعُفَ يَقِيْنُهُ وَحَجَبَ اللهُ دَعْوَتَهُ وَقَلَّتْ عِبَادَتُهُ

 

“Hai Ali, barangsiapa memakan harta yang syubhat, maka akan syubhat baginya agamanya, dan hatinya pun menjadi gelap. Dan barangsiapa yang memakan (makanan) yang haram, maka hatinya akan mati, urusan agamanya remeh, keyakinannya lemah, Allah menghalangi doanya, dan sedikit ibadahnya.”

 

Dan kurang ajarnya lagi uang itu berada di getaran happyfun, tidak peduli bahagia atau tidak.

 

Sebab ini uang yang tidak halâlan thayyiban mubârakan akan menarik wanuta-wanita binal mendekat. Catat, wanita binal bukan wanita cantik.

 

Dan lucunya kehadiran wanita binal ini seperti menghipnosis, bucin.

 

Ada salah satu tetangga jauh saya, dia jadi pegawai BUMN dengan menyogok, naik pangkat juga menyogok, hingga gaji dan tunjanganya capai ratusan juta. Dan aneh, dia konsisten selingkuh, lalu nikah sirri dengan wanita binal, hingga menarik masalah panjang di keluarganya, padahal menurut pengakuan istrinya, penisnya sudah lama lemah syahwat, impoten. Lah lemah syahwat kok ngotot konsisten selingkuh lalu nikah sirri?

 

Ada lagi, lelaki ini cuma pegawai kantor desa rendahan. Hidupnya masih kategori miskin. Ketika jadi pegawai kantor desa, ia suka memalak uang warga dengan alasan administrasi, praktek pungli. Lah orang miskin begitu bisa gempar selingkuh dengan janda tetangganya sendiri. Kasih makan satu istri saja sekarat, otaknya bisa error jatuh cinta dengan selingkuhan.

 

Jadi uang yang tidak halâlan thayyiban mubârakan itu bisa begitu, bisa memanggil wanita binal yang tidak tahu dari mana datangnya. Dan getaran rasa sukanya kepada si wanita semacam getaran bucin yang sangat konyol, cinta berat yang seperti mabuk kepayang.

 

Sehingga kalau kemudian motif pembunuhan Brigadir Joshua dikaitkan dengan persoalan konten dewasa, ya sudah pas, memang begitu pengaruh emosional uang karena energi happyfunnya uang tersebut.

 

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء

 

“Dari Abu Sa’id al-Khudri RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allâh ‘Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita.” (H.R. Muslim, Ahmad, An-Nasai).


Jadi mari pastikan rezeki kita adalah halâlan thayyiban mubârakan.

 

Muhammad Nurul Banan

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *