Di dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim dikisahkan, dalam suatu perjalanan, beberapa orang dari kalangan sahabat Rasulullah SAW hendak pergi dan mampir ke suatu kampung di negeri Arab. Para sahabat Rasulullah SAW berharap agar penduduk kampung itu mau menerima mereka sebagai tamu.

 

Ternyata penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka sebagai tamu. Justru , salah satu dari mereka ada yang meminta pertolongan. “Apakah di antara kalian ini ada yang bisa mengobati? Penghulu kampung kami terkena sengatan binatang.” Lalu salah seorang dari para sahabat menjawab, “Ya, ada.”

 

Salah seorang sahabat tersebut kemudian menemui penghulu kampung dan mengobati dengan membacakan surat Al Fatihah. Tidak lama kemudian lelaki penghulu kampung tersebut ternyata benar benar sembuh. Sebagai tanda terima kasih , sahabat tersebut diberi beberapa ekor kambing. Sahabat itu belum bisa menerima pemberian tersebut sebelum menanyakan dan menyampaikannya terlebih dahulu kepada Rasulullah SAW. Sahabat itupun pulang dan menemui Rasulullah SAW.

 

Setiba di kota tempat tinggal Baginda Rasulullah SAW, sahabat tersebut bercerita tentang kejadian di kampung tersebut, kemudian sahabat itu berkata, “Ya Rasulullah! Demi Allah, aku hanya meruqyah dengan surat Al-Fatihah,” Mendengar kata kata itu, Rasulullah SAW tersenyum dan bersabda, “Taukah engkau, bahwa Al-Fatihah itu memang merupakan Ruqyah.” Kemudian Baginda bersabda lagi, “Ambilah pemberian dari mereka dan pastikah aku mendapatkan bagian bersama kalian.”

 

Kesembuhan penyakit itu bukan persoalan ilmiah layaknya matematika, jadi tidak layak diukur dengan ilmu-ilmu medis. Lah cuma bacaan surat Al-Fatihah, secara ilmiah apa hubungannya dengan racun Kalajengking yang ganas, apa dalam surat Al-Fatihah ada unsur-unsur kimiawinya yang bisa menetralisir racun Kalajengking?

 

Seorang yang berobat itu lebih dominan didorong oleh sugesti keyakinannya sendiri. Saya tinggal di kecamatan Bukateja, Purbalingga, di depan rumah saya ada dokter yang buka praktek umum, tapi kalau sakit saya pilih berobat ke dokter di tetangga kecamatan yakni kecamatan Kutawis, Purbalingga. Dan yang aneh, dokter umum tetangga saya itu pasiennya kebanyakan dari kecamatan Kutawis, bukan dari tetangganya sendiri. Yang di Bukateja berobat ke Kutawis, yang di Kutawis berobat ke Bukateja.

 

Aneh kan? Itu karena sugesti keyakinan umumnya orang, berobat dengan dokter tetangga sendiri rasanya tidak mantap dan tidak meyakinkan sehingga cenderung mencari dokter yang lebih jauh.

 

Nah surat Al-Fatihah itu, dalam Islam, doktrin keistimewaannya sangat meyakinkan, fadilah-fadilahnya di-brending sangat luar biasa. Keyakinan umat tentang fadilah surat Al-Fatihah itulah yang kemudian Al-Fatihah mujarab menyembuhkan berbagai penyakit. Hanya dengan media air putih, Al-Fatihah kerap mengatasi penyakit umat. Makanya dalam hadits shahih di atas, seorang penghulu suku sembuh dari racun Kalajengking hanya dengan bacaan Al-Fatihah seorang sahabat.

 

Ibu saya, 2 bulan lalu lemah jantungnya kumat. Diobati dokter secara ilmiah belum juga sembuh. Eeh berobat ke dukun Jawa, seorang janda tua, katanya ibu saya kesambet (diguna-guna setan) saat memetik tanaman Serai di kebun. Cuma dikasih ramuan tanaman Dringo Bengle dengan doa-doa tertentu, ibu saya sehat.

 

Nah kan, sembuh itu tidak harus logis dan ilmiah? Sugesti keyakinan si pasien dan si tabib, itu yang lebih sering jadi pelantara kesembuhan.

 

Viral susu Beruang sembuhkan Covid-19, apa yang salah? Kenapa ditertawakan? Emang sembuh dari Covid-19 itu hak paten WHO dan ilmu medis, kenapa sembuh dari Covid-19 harus pakai standar keilmuan mereka?

 

Mungkin benar kandungan Susu Beruang tidak ada unsur herbal ataupun unsur kimiawi yang bisa netralkan pengaruh virus Covid-19, tapi kalau memang masyarakat dapatkan belief yang meyakinkan kalau Susu Beruang itu bisa menyembuhkan dari Covid-19, ya sangat mungkin sembuh.

 

Belief yang meyakinkan tersebut bisa saja muncul hanya dari cerita tetangga, cerira teman, tapi kalau memang diyakini betulan, itu yang akan mensugesti untuk sembuh. Sama saja Surat Al-Fatihah, karena doktrin fadilah Al-Fatihah sangat kuat dalam agama Islam, ya sudah jadi realita dan bukti nyata kalau Al-Fatihah banyak atasi masalah kesehatan masyarakat.

 

Jadi Anda yang yakin dan mantap Susu Beruang itu sembuhkan dari Covid-19, ayo borong! Borong! Nggak usah urus nyinyiran netizan yang sok ilmiah. Bisa saja kok vaksinasi Covid-19 tidak berguna bagi kesehatan Anda, tapi Susu Beruang justru yang jadi jodoh sehatnya Anda.

 

Sembuh itu milik Tuhan. Sembuhnya penyakit tidak harus ilmiah, sembuhnya penyakit karena jodoh-jodohan. Siapa tahu jodoh kesembuhan Anda ada di Susu Beruang. Borong!

 

Muhammad Nurul Banan

 

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *