Karena pengalaman membuka live streaming Ngaji Virtual Sp1ritual Prosper1ty di kanal Youtube yang pada saat pembukaan kemarin sangat mengecewakan. Saking kecewanya, videonya saja saya hapus dari channel.

 

Di antara kendalanya ternyata kurang mumpuninya kuota wifi di rumah saya. Sehingga tadi siang saya ke kantor Indihome Purbalingga untuk naikkan kuota wifi dari 20 Mbps menjadi 50 Mbps. Konon 20 Mbps sudah cepat untuk download, tapi untuk upload masih lambat, sementara live streaming yang dibutuhkan kecepatan upload.

 

Ingin layanan wifi lebih handal, harus naikan kuota, artinya harus bayar lebih banyak.

 

Dan hukum tersebut pun berlaku untuk semua ranah hidup, kalau Anda ingin layanan hidup lebih berkualitas, Anda pun harus bayar lebih mahal.

 

Sebab itu berlaku hukum,

 

اْلأَجْرُ عَلَى قَدْرِ النَّصَبِ

 

“Ganjaran sesuai dengan kadar kepayahan.” (H.R. Bukhari & Muslim)

 

Keadilan Tuhan menentukan sedikit dan banyaknya pahala yang diberikan kepada orang beramal adalah tergantung kepayahan yang dialami. Ibaratnya orang bekerja, maka upah yang diterima adalah sesuai dengan keringat yang dicucurkan.

 

Setelah menyelesaikan Umrah, Aisyah R.A mendapat pengarahan dari Rasulullah S.A.W;

 

أَجْرُكِ عَلَى قَدْرِ نَفَقَتِكِ أَوْ نَصَبِكِ

 

“Pahalamu sesuai dengan kadar biayamu atau kepayahanmu.” (H.R. Bukhari & Muslim)

 

Di sini jelas sekali kalau “biaya” yang dikeluarkan itu merupakan takaran layanan kuota yang layak Anda peroleh. Tidak lebih begitu lah hukum alamnya.

 

Karena itu yang namanya irit dan pelit itu selamanya akan memampuskan kualitas rezeki yang akan Anda terima, karena irit dan pelit itu artinya berhemat untuk keluarkan biaya. Biaya yang dikeluarkan sedikit, kualitas barang yang diterima juga anjlok, rezeki yang diterima juga tidak berkualitas.

 

Apalagi cari murahmeriah, hahaha itu sama saja cari modar rezeki dengan konsisten.

 

Dan payah lagi ide dapat gratis alias tanpa biaya. Itu ide cerdas untuk makin miskin.

 

Nah kualitas belanja Anda, nafkah Anda, sedekah Anda, itu semakin tinggi kualitasnya akan menarik rezeki makin handal.

Beli sandal jangan di angka 150 ribu terus, bertahap dinaikkan. Isi dapur, isi kamar, isi BBM, dan belanjabelanja lain bertahap dinaikkan, konsisten dan jangan plinplan.

 

Karena ini Biosolar versus Pertaminadex, Pertalite versus Pertamax Turbo, jelas lebih menderaskan rezeki Pertaminadex dan Pertamax Turbo. Wifi 10 Mbps versus 50 Mbps jelas lebih deraskan rezeki yang 50 Mbps.

 

Kualitas nafkah kepada anak dan istri juga ditingkatkan, jangan malah makin disempitkan. Sedekah juga begitu, makin hari makin membengkak.

 

Jebakannya biasanya termakan dogma “sederhana”. Beli sandal sederhana saja, iya sederhana, tapi resikonya kualitas pembiayaan Anda yang turun. Kualitas biaya turun, otomatis kualitas peroleh rezeki juga turun.

 

Jadi tulisan ini hanya untuk Anda yang berminat naikan kuota rezeki, kalau tidak minat, ya barangkali punya impian hidup sederhana, ya silakan. Itu pilihan.

 

Tapi kalau pilih sederhana lalu Anda mengeluh kurang duit ya itu namanya bukan lagi hidup sederhana, tapi pilih hidup miskin. Mengeluh itu level miskin.

 

Nah bukan cuma dengan pengeluaran biaya Anda bisa naikan kuota rezeki, dengan jerih payah juga bisa. Makin besar kapasitas keringat Anda, makin besar pula kualitas rezeki yang akan Anda peroleh.

 

Hai orangorang beriman, bertaubatlah dari irit, pelit, cari murah dan cari gratis!

 

Muhammad Nurul Banan

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *