Dulu waktu masih sering pas-pasan duit, sudah sangat sering istri saya komentar begini, “Iya ya, Yah. Duit tidak usah dikhawatiri malah datang tepat pada saat butuh.” Dan itu berkali-kali diungkapkan istri saya.

 

Dia komentar demikian tentu setelah menghadapi kondisi kehabisan uang belanja, dan tidak tahu lagi mau dapat duit dari mana. Dalam kondisi uang habis, istri saya menyoba tetap happy, “ndableg” tidak dipikir, membuang jauh-jauh rasa khawatir. Hasilnya, duit datang tepat pada saat dibutuhkan.

 

Beberapa komentar di note status facebook dan fanpage saya juga banyak yang mengomentarkan hal serupa, yang intinya mengungkapkan pengalaman mereka jika duit tidak dikhawatiri justru duit datang sendiri pada saat butuh, menjadi tidak ada habisnya.

 

Kenapa demikian? Sebab karakter duit memang karakter happy, duit antipati pada unggahan rasa prihatin.

 

Sopir saya seperti wajib memutar musik pada saat menyetir mobil, katanya tanpa musik jadi mengantuk dan tidak konsentrasi. Dan yang dia sukai musik-musik dangdut koplo reggae, paling sering Via Vallen dan Nella Kharisma.

 

Saya yang tidak pernah mengenal musik, bahkan lirik lagu di alam semesta ini yang saya hapal hanya lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya, Halo Halo Bandung, Garuda Pancasila, dan lain-lain jadi mau mengamati lirik-lirik lagu yang sering diputar sopir.

Misal lirik lagunya Nella Kharisma;

 

“Teman Rasa Pacar”;

 

“Pernah aku mencoba dekat dengan lelaki

tapi kau bersikap lucu tanpa kata-kata

kowe takon aku opo ono cinta tentang diriku dengan dirinya

begitu juga sebaliknya dengan diriku

aku mrasa cemburu yen ndelok awakmu

cedak-cedak karo wong wedok selain aku

kok iso aku nganti cemburu

sayang

opo iki seng jenenge

aku lagi kasmaran.”

 

Menghayati lirik lagunya, saya langsung menyeletuk pada sopir, “Itu kamu amati! Itu lagu liriknya mirip burung emprit ngoceh, value tidak ada, wisdom tidak ada, ilmiah juga tidak, bahasa yang dipakai campuran bahasa Jawa dan bahasa Indonesia seenaknya sendiri, tapi si Nella Kharisma duitnya banyak, tidak?”

 

“Ya banyak, Gus, duitnya. Nella Kharisma jelas kaya, ” jawab sopir.

 

“Nah itulah duit, tidak ada seriusnya, tidak ada karakter penting yang perlu dibangun untuk duit. Nella Kharisma yang kerjaannya nyanyi lagu-lagu dangdut koplo dengan pesan syair lagu tidak ada maknanya malahan duitnya banyak. Jadi urusan duit itu yang penting hatimu happy, tidak khawatir, tidak banyak punya rasa susah pada duit,” tutup kata saya.

 

Duit itu jaminan karena semua makhluk melata (dabbah) di alam semesta ini dijamin rezekinya. Kesalahan Anda adalah mengkhawatirkan barang jaminan, menakuti sesuatu yang sudah terjamin.

 

Ibaratnya, oleh satpam parkir, mobil Anda sudah dijamin keamanannya, tetapi Anda masih saja ketar-ketir mobilnya hilang sehingga Anda masih repot-repot pasang gembok eksternal ditambah pasang statemen pada satpam parkir, “Awas mobil saya jangan sampai kecurian! Jaga yang benar! Jangan lengah!”

 

Dipesani begitu bisa jadi satpam parkirnya malah tersinggung.

Khawatir rezeki habis, panik kekurangan duit, bingung besok rezeki dari mana lagi datangnya, ini adalah prilaku menghina Tuhan, tidak percaya dengan jaminan-Nya.

 

Maka ini, istri saya manggut-manggut dengan kebijaksanaan alam semesta, merasakan “pas duit habis pas duit datang”, yang penting menjaga rasa happy pada duit, menjaga hati dari rasa susah dan khawatir pada duit.

 

Nella Kharisma dan Via Vallen kebanjiran duit karena akses rasa hatinya sudah pas untuk duit. Jingkrakan, goyang dan nyanyi saja di panggung sejam, ratusan juta masuk di kantongnya. Itu karena keduanya sangat happy saat nyanyi.

 

KO-nya Anda di sini, kerja keras dari pagi sampai malam tetapi hati sedang khawatir tidak mencapai target penjualan. Begitu gigih membangun bisnis tetapi karena khawatir peluang pasarnya direbut orang. Begitu konsisten ikut asuransi tapi karena khawatir rezekinya di hari tua. Begitu aktif ikut program KB tetapi karena khawatir anaknya tambah nanti tidak bisa kasih makan.

 

Begitu irit dan ketat pada pengeluaran duit, tetapi karena tidak kaya. Begitu istiqamah shalat Dhuha tetapi hati sedang susah pada hutang. Begitu sigap bangun malam shalat Tahajud tapi hati sedang khawatir tidak kecukupan.

 

Serius amat dengan duit? Pantas duit kita di-TKO oleh Via Vallen dan Nella Kharisma yang prinsipnya hanya, “Yang penting goyang”.

 

وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan.” (Q.S. Al-Baqarah : 212)

 

Muhammad Nurul Banan

 

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *