Intensi (niat) sekalipun hanya gerakan hati tetapi intensi itulah hakikat sebuah aktifitas.

 

Sering saya sampaikan, shalat Hajat dan shalat Taubat yang dilakukan di jam yang sama, itu semua gerakan dan rukunnya sama, doa bacaannya sama, cuma beda di intensinya saja. Cuma selisih di getaran intensi, lantas segala fadhilah beserta hasilnya jadi beda telak. Shalat Hajat punya hasil diijabah hajatnya, shalat Dhuha punya hasil diampuni dosanya, padahal cuma beda “nawaitu-nya” saja.

 

Sebuah aktifitas tanpa kesadaran intensi itu sedikit sekali membawa perubahan hidup. Kuda delman seperti apa kerja kerasnya dengan lari, tapi tidak punya intensi kaya ya kuda delman tidak ada yang kaya.

 

Di desa saya ada pengusaha keturunan Tionghoa, dia mulai dagang dengan jualan jajanan anak pakai etalase meja makannya yang dipindah ke teras rumah, eeh sekarang toko kelontongnya menjadi toko terbesar di desa. Itu karena dia ada niat kuat menjadi kaya. Namun ada juga tetangga saya yang buka warung dengan etalase meja makannya lalu amblas tak berbekas, itu karena niatnya lemah.

 

Getaran niat adalah kerangka dasar untuk menghasilkan apa yang akan Anda kerjakan. Pekerjaan boleh sama, hasilnya akan beda tajam karena beda niat.

 

Harta itu makhluk pelayanan yang diciptakan untuk layani kepentingan Anda. Semua pelayanan diciptakan hakikatnya untuk memberikan kenyamanan. Di setiap bandara dan stasiun kereta api disediakan layanan ruang khusus merokok, itu artinya agar para perokok merasa nyaman.

 

Mau melayani tentu karena menghormati dan mencintai. Uang mau melayani tentu karena uang hormat dan mencintai Anda.

 

Karena itu ketika Anda mencari uang dengan akses niat merendahkan manusia, di situ uang akan alami tekanan stres bersama Anda, dan pungkasnya Anda yang hancur lebur sebab telah bikin stres uang. Ya betapa uang tidak stres, karakternya uang melayani dengan hormat dan cinta kepada tuannya yakni manusia, malahan oleh Anda diajak untuk merendahkan manusia.

 

Peta niat mencari uang, mencari kekayaan agar uang harmoni bukannya stres bersama Anda, sebagaimana dipetakan dalam hadits berikut ini;

 

مَنْ طَلَبَ الدُّنْيَا حَلاَلاً اِسْتِعْفَافًا عَنِ الْمَسْأَلَةِ وَسَعْيًا عَلَى أَهْلِهِ وَتَعَطُّفًا عَلَى جَارِهِ لَقِيَ اللهُ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ، وَمَنْ طَلَبَ الدُّنْيَا مُكَاثِرًا بِهَا حَلاَلاً مُرَائِيًا لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيْهَ غَصْبَانُ

 

“Barangsiapa mencari (kenikmatan) dunia dengan halal untuk menjaga diri dari meminta-minta; untuk memenuhi kebutuhan keluarganya; dan untuk berderma kepada tetangganya, maka di hari kiamat ia akan bertemu Allah dan wajahnya bersinar terang laksana bulan purnama. Sedangkan barangsiapa mencari (kenikmatan) dunia dengan halal untuk menumpuk-numpuknya dan pamer kepada sesama maka di hari kiamat ia akan bertemu Allah sedang Allah murka kepadanya. (H.R. Baihaqi dalam Kitab Syu’bul Îmân)

 

Di hadits di atas, sesudah Anda melewati mekanisme rezeki halal, Anda diajarkan untuk menata niat, mana niat yang bikin uang harmoni bersama Anda, dan mana niat yang bikin uang stres tertekan bersama Anda.

 

Pertama niat yang bikin uang harmoni, ini adalah getaran hati yang akan memanggil ridha Allah, bahkan dijanjikan kelak di hari kiamat wajah Anda akan bersinar terang bak rembulan purnama, yakni 1). Niat menjaga diri agar tidak meminta-minta. 2). Niat cukupi kebutuhan keluarga. 3). Niat agar bisa berderma kepada sesama manusia.

 

Anda perhatikan, ketiga niat di atas punya getaran memuliakan manusia. Niat jaga diri agar tidak meminta-minta jelas itu getaran agar harga diri Anda terjaga juga agar Anda tidak menjadi beban bagi orang lain. Demikian pula niat cukupi kebutuhan keluarga itu demi mengangkat martabat keluarga Anda agar sejahtera. Dan niat agar bisa berderma, ini jelas sekali fokusnya untuk memuliakan sesama manusia.

 

Kedua niat yang bikin uang stres bersama Anda. Ini adalah cari uang dengan getaran niat yang jika dusimpulkan adalah getaran niat yang merendahkan martabat manusia, yakni 1). Niat untuk menumpuk-numpuk harta artinya niat memperkaya diri agar tampak paling banyak hartanya. Dalam niat ini jelas harta digunakan untuk merendahkan martabat orang lain atas diri Anda. 2). Niat pamer-pameran ya karena pamer berpotensi melukai hati orang lain yang ujung-ujungnya juga merendahkan derajat orang lain.

 

Jadi tali simpulnya uang diciptakan untuk layani manusia dengan hormat dan cinta, maka itu kalau cari uang dengan niat merendahkan martabat manusia di antaranya dengan mengungguli sesama dengan harta. Di situlah uang akan stres bersama Anda karena uang dilencengkan dari karakter aslinya yakni melayani manusia dengan hormat dan cinta.

 

Muhammad Nurul Banan

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *