Setiap mengobrol dengan orang kaya yang mereka bicarakan selalu beban keuangan yang besar. Walaupun mereka tidak terlihat berat menanggungnya, tapi itulah obrolan mereka. Obrolwn ya, dan saya tidak mendeteksi sebagai keluhan.

 

Ada yang mengaku setiap hari harus tarik tunai ATM minimal 3 juta. Ada yang mengaku kebutuhan pengeluarannya ratusan juta tiap bulan.

 

Ada yang mengaku untuk gaji karyawan butuh sekian ratus juta tiap bulannya. Ada yang mengaku hanya untuk listrik satu rumah mewahnya butuh sekian juta tiap bulannya. Dan lainnya.

 

Saya pernah jelaskan bahwa orang makin kaya maka bebannya makin besar. Ketika pakai motor kebutuhan bayar pajak hanya ratusan ribu, sesudah punya mobil di angka beban pajak jutaaan.

 

Ketika miskin cuma menjadi gantungan hidup anak istri, sesudah kaya menjadi gantungan hidup banyak orang, dari karyawan, relasi bisnis bahkan fakir miskin bergantung hidup padanya.

 

Ketika miskin, kenal sandal kulit harga 200 ribuan, sesudah kaya kenal sandal kulit harga belasan hingga ratusan juta.

 

Saat miskin biaya plesiran cukup di taman kota dengan biaya ratusan ribu, seusudah kaya plesiran ke luar negeri dengan biaya ratusan juta. Artinya makin kaya justru beban kebutuhannya makin besar.

 

Ya begitu, datangnya nikmat kaya itu beserta datangnya besarnya beban kebutuhan. Tepat sesuai sabda Nabi SAW;

 

ما عَظُمَتْ نِعْمَةُ اللَّهِ عَلى‏ عَبْدٍ اِلاَّ عَظُمَتْ عَلَيْهِ مَؤُونَةُ النَّاسِ ، فَمَنْ لَمْ يَحْتَمِلْ تِلْكَ الْمَؤُونَةَ فَقَدْ عَرَّضَ النِّعْمَةَ لِلزَّوالِ

 

“Nikmat Allah atas seorang hamba tidaklah besar kecuali besar pula beban kebutuan manusia atasnua. Maka siapa yang tidak berani menanggung beban kebutuhan tersebut, maka ia benar-benar menghadapi hilangnya nikmat tersebut.” (H.R. Abu Nu’aim & Ibn Najjar).

 

Nah sangat jelas, nikmat kekayaan datang beserta datangnya besarnya beban kebutuhan, dan hal yang akan melenyapkan kekayaan Anda adalah bila Anda plin-plan membiayai beban-beban kebutuhan tersebut.

 

Misal Anda sudah biasa bayari karyawan di angka 10 juta tiap bulan, karena merasa berat lalu Anda berpikir, “Sudahlah, lima juta saja, karyawan lainnya saya offkan,” ya sudah pada saat itu angka kekayaan Anda akan menurun.

 

Misal lagi, biasa biayai wi-fi 700 ribu tiap bulan, lalu karena merasa berat, lalu Anda berpikir, “Sudahlah, turunkan kuotanya, ambil yang 350 ribu saja,” saat itu dilakukan ya sudah saat itu angka kekayaan Anda akan menurun.

 

Jadi satu hal yang membubarkan kekayaan Anda adalah mundur dari beratnya beban biaya kebutuhan karena sudah sunnarullah bahwa nikmat besar Allah yang diturunkan atas seorang hamba itu satu paket dengan turunnya beban besar biaya kebutuhan.

 

Karena itu untuk meminimalisir turunnya angka kekayaan Anda perlu membangun rasa bangga punya tanggungan biaya hidup yang besar.

 

Iya bangun rasa bangga supaya ketika tanggungan biaya hidup Anda menurun dan berkurang justru Anda merasa tersinggung.

 

Mau kaya kok kasih makan dua anak satu istri saja mengeluh mengaku berat, ah itu orang model pesakitan rezeki.

 

MUHAMMAD NURUL BANAN

 

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *