Ciri sebuah cinta, hati Anda menjadi punya atensi, punya perhatian, lalu Anda jadi tunduk padanya, patuh padanya.

ما أحْبَبْتَ شَيئاً إلا كُنْتَ لَهُ عَبْداً، وَهُوَ لا يُحِبُّ أنْ تَكونَ لِغَيْرِهِ عَبْداً

“Tidaklah engkau mencintai sesuatu melainkan engkau menjadi hamba baginya, dan Allah tidak ingin engkau menjadi hamba selain-Nya.” (Ibn Athaillah As-Sakandari)

Karena ini sifat kehambaan akan selalu dicirikan ketaatan dan ketertundukan.

Mencintai dunia (hubbud dun-yâ) termasuk di dalamnya mencintai uang sering dianggap tidak perlu, dianggap sebagai bentuk keburukan, padahal tanpa cinta tidak ada perhatian. Tanpa perhatian rumah kosong justru lekas rusak karena tidak diperhatikan. Uang tidak dicintai akhirnya tidak diperhatikan, tidak diperhatikan konsekwensinya lekas rusak.

Coba andai Anda tidak mencintai keluarga, artinya Anda ambil konsekwensi “selain Allah tidak penting” lalu kemudian demi cinta kepada Allah semuanya dilepaskan. Istri diambil lelaki lain, dilepaskan saja karena Anda hanya ingin mencintai Allah. Kan jadi konyol?

Tidak ada yang salah Anda mencintai dunia, bahkan di situasi tertentu Anda harus melekatinya, seperti istri Anda agar tidak diambil lelaki lain Anda harus melekatinya sebagai hanya milik Anda.

Maka “selain Allah itu tidak penting” ya tidak benar juga. Uang tidak penting, tidak begitu juga. Hubbud dun-yâ itu juga penting agar kualitas hidup Anda dapat atensi baik sehingga terprioritaskan.

Allah itu hanya ciptakan satu hati di rongga dada Anda.

مَّا جَعَلَ ٱللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِى جَوْفِهِۦ

“Sekali-kali Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya.” (Q.S. Al-Ahzab : 41)

Hati hanya satu harus dipakai mencintai banyak hal, mencintai uang, mencintai Tuhan, mencintai keluarga, dan seterusnya.

Satu hati untuk cintai banyak hal itu tidak salah, karena hati dimampukan untuk itu; dimampukan untuk mencintai banyak hal. Bukan cuma mencintai, untuk menampung dua hal berlawanan sekaligus juga hati dimampukan yakni mencintai dan membenci sekaligus.

Anda cinta setengah mati dengan cewek, lalu si cewek bikin Anda patah hati, nah itu hati Anda dimampukan cinta sekaligus benci.

Karena itu sudah sunnatullah, hati dimampukan mencintai Allah sekaligus mencintai keluarga, mencintai harta, mencintai tanah air dan lainnya.

Yang kurang ajar itu gara-gara cinta harta dan cinta dunia lantas hati jadi lupa kepada Allah. Itu yang error.

Karena itu mencintai uang bukanlah dosa, dan Tuhan juga tidak cemburu karena memang hati dimampukan mencintai banyak hal sekaligus. Sebab uang tidak dicintai juga jadikan tidak diperhataikan. Apapun yang tidak diperhatikan jadinya rusak seperti halnya rumah kosong.

Cintai uangmu, tapi jangan lupakan Tuhanmu.

Muhammad Nurul Banan
Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *