ATASI RASA KHAWATIR REZEKI

Anda sedang menggauli istri, tapi pikiran Anda sedang sangat khawatir alami ejekulasi dini, tentu berantakan kan hubungan seksnya? Bisa jadi untuk ereksi saja jadi kesulitan.

Ya input device data yang masuk tidak portable, tentu output yang dihasilkan pun tidak konsisten. Input data yang masuk kekhawatiran ejekulasi dini, output-nya tentu tidak konsisten.

Nah Anda sedang khawatir sekali kekurangan rezeki, lalu Anda kerja keras banting tulang, kira-kira hasilnya bagaimana?

Persoalannya rezeki itu jaminan Tuhan, dimana semua makhluk dijatah, lah Anda khawatirkan peroleh hanya sedikit, atau malah khawatir tidak memperolehnya, ini yang akhirnya menyabotase rezeki Anda dari dalam diri Anda. Inputnya khawatir, outputnya ya error.

Kalau ngeseks bisa gagal gara-gara khawatir ejekulasi dini, rezeki pun begitu.

Cek sekarang, apakah gerak kerja Anda karena didorong kekhawatiran?

Yang tidak sinkron lagi, Anda bergerak shalat Dhuha, bergerak baca shalawat Nariyah yang tujuannya mengamankan diri dari ketidakcukupan, namun Andw terpicu rasa khawatir Anda pada uang, apa tidak rempong hasilnya?

Okelah. Jangan hanya ngomong masalah buruknya khawatir. Sebenarnya khawatir itupun manfaatnya ada.

Ya karena dorongan rasa khawatir, Anda jadi waspada kan? Anda jadi hati-hati?

Di samping itu karena dorongan khawatir, Anda jadi mau bergerak usaha, mau kerja, mau berdoa, mau istighfar dan seterusnya.

Namun sisi lain, jika sangat berlebihan, khawatir akan jadikan rezeki Anda error makin berantakan.

Lalu apa tindakan solving-nya saat khawatir rezeki hadir di hati?

Pertama, perbanyak istighfar. Syukur duduklah di waktu khusus untuk istighfar. Bila frekeuensi kekhawatirannya sedang meningkat tinggi, baca istighfarnya hingga ribuan kali.

Kedua, biasanya karena khawatir, itung-itung Anda dengan uang jadi meningkat. Beli ini takut. Beli itu takut. Bayar ini takut. Bayar itu takut. Itung dan itung.

Nah saat itu terjadi, mental itungnya jangan dituruti. Ikhlaskan untuk membayar dan melepaskan uang Anda. Otak itungnya errorkan saja. Lawan. Sambil baca bismillah lalu lepaskan uangnya untuk bayar.

Ketiga, perbaiki daya kerja Anda. Namun kesadaran kerjanya jangan semata-mata karena khawatir, tapi geser sadarnya untuk bangun rasa percaya diri.

Kalau Anda mau bersandar ke tembok, namun jarak punggung Anda dengan tembok terlalu jauh, Anda bisa tersungkur. Terjengkang.

Saat khawatir, hati Anda sedang tidak bisa sepenuhnya bersandar kepada Tuhan, tidak bisa sepenuhnya tawakal kepada Tuhan. Kalau Anda langsung pasrah bersandar, ya Anda bisa tersungkur jatuh, karena posisi hati Anda dengan Tuhan masih jauh.

Karena itu untuk membantunya, Anda bersandar dulu dengan ikhtiyar dan usaha sehingga rasa percaya dori meningkat.

Bukankah jika Anda sudah berusaha maksimal, rasa pasrah Anda kepada Tuhan dengan hasil malah lebih power full?

Ya memang begitu, sebelum bersandar ke tembok, pastikan dulu jarak tembok dan punggung Anda sudah dekat. Kalau merasa masih jauh, ya kerja disiplin itu usahanya untuk dekat.

– Muhammad Nurul Banan
– Gus Banan
– Spiritual Prosperity Class

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *