Duit itu takdirnya mengalir, ketika Anda berobsesi memampat aliran rezeki dengan mengumpulkan, menggengam kencang, diawet-awet, diirit-irit, diefesienkan, dan lain-lain, justru duit akan membobol paksa untuk keluar lalu mengalir.

Amati saja! Saat uang diawet-awet, diniati digenggam kuat, malah uang minta bobol paksa.

Pasca menikah orang ini terlihat sangat konsisten pada uang. Segala kebutuhan hidupnya diprinsipi sehemat mungkin, seefesien mungkin.

 

Sebelum menikah dia berani beli rokok bungkusan, pasca menikah dia diet kuat pada uang mengingat kebutuhannya bertambah yakni menafkahi istri, rokok pun beli eceran, sehari cukup habiskan 5 batang.

Satu saat saya bertamu ke rumahnya, disuguhi kopi hitam. Diseruput terasa encer, kopinya terlalu sedikit, manis juga enggak, terasa pipis onta. Ya diet keuangannya hingga kopi jadi sasaran dietnya.

Rumahnya kalau Magrib selalu gelap, lampu-lampu di ruang-ruang rumahnya hanya menyala sekali dua kali. Kalau aktifitas penghuninya di ruang tengah, ruang tamu dan ruang lainnya pasti dimatikan lampunya, kalau aktifitas di kamar tidur, ruang lainnya juga mati.

 

Dan terus seperti itu, hanya lampu teras yang menyala terus, itu saja cuma lampu LED 10 Watt, lampu teras tetap nyala karena terkait dengan keamanan juga.

Orangnya taat beragama, gemar jamaah shalat dan gemar ikuti pengajian, tapi itu dengan duit dietnya ketat sekali.

Eeh beberapa minggu lalu ada geger-geger dia kena tipu SMS bodong, 10 juta raib ditipu.  Dia dibobol paksa duitnya oleh alam semesta.

Kisah lain lagi, ada seorang yang beli kulkas bekasan. Karena bekasan, sebentar-sebentar minta servis. Dia enggan sekali keluar biaya untuk bayar tukang servis, prinsipnya kalau bisa dikerjakan sendiri buat apa keluar biaya untuk orang lain.

Bolak-balik begitu, selalu diusahakan untuk diperbaiki sendiri. Karena dia bukan ahlinya servis barang elektronik, kerusakan justru makin parah. Sampai akhirnya terpaksa panggil tukang servis.

Eits, dia kena tipu habis-habisan oleh si tukang servis ini. Dia harus bayar onderdil kulkas dengan harga 10 kali lipat dari harga normal. Duit diawet-awet malah dibobol dengan paksa untuk keluar.

Kisah lainnya, seorang guru honorer masih bujangan, dia enggan sekali keluar uang, sampai pada keponakan-keponakannya saja yang masih kecil-kecil tidak ada pantasnya. Ya guru honorer gaji paling 500 ribu per bulan, tapi sekedar ngasih 5 ribu kepada keponakan kecilnya kan mampu.

Pada orang tua juga tidak ada ide kreasinya untuk berbagi. Pokoknya dia anteng dengan duit. Ada duit ya buat dirinya sendiri, padahal merokok tidak, makan masih ditanggung orang tua.

Pada satu waktu ada petugas PLN bodong datang ke rumahnya. Hanya dia yang waktu itu ada di rumah. Dia pun kena tipu, bayar tarif listrik bodong. Duit tidak mengalir akan terus membobol paksa untuk mengalir.

Cerita-cerita di atas hanya pengingat untuk Anda, penjelasan spiritualnya sudah sering saya kupas.

Karena itu memegang uang justru prioritaskan untuk mengalir. Waktunya dialirkan, segera alirkan, walaupun sebenarnya belum ada yang masuk lagi.


Muhammad Nurul Banan
Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *