Banyak anak belum bisa ridha kepada orang tuanya sendiri, punya luka batin sehingga hati memendam rasa benci. Latar belakangnya ketidakridhaannya pasti kekecewaaan hati kepada orang tua sendiri.

 

Maklum orang tua kita tidak sesukses BJ Habibie yang gemilang lahir batinnya, orang tua kita manusia biasa yang tentu banyak kekurangan, bahkan—dalam tanda kutip—kadang ada jenis orang tua yang durhaka dan jahat kepada anaknya sendiri.

 

Dari hal lumrah seperti sering dipukuli di waktu kecil, sering dijewer dan dihukum, tidak dibiayai pendidikannya, dan lainnya. Ataupun hal berat seperti disia-siakan hidupnya, dibuang, diterlantarkan, diperas, dan lainnya.

 

Atau kadang ada sifat orang tua kita yang tidak kita cocoki seperti orang tua sangat pelit, sangat bermental miskin, arogan dan lainnya yang bikin hati kita kerap risih lalu memendamkan rasa benci kepadanya.

 

Belum masalah lainnya yang bentuknya warisan energi buruk. Seperti orang tua Anda seorang yang sangat rakus, pendengki dan bakhil, sehingga orang tua di masa hidupnya kerap merugikan dan menyengsarakan orang lain, sementara warisan itu bukan Cuma materi saja seperti harta dan hutang, namun energi juga diwariskan.

 

Ketika orang tua Anda punya tumpukan energi buruk, ya otomatis Anda juga yang terima waris resikonya. Jadinya orang tua Anda yang jahat, Anda yang kemudian hidup dengan resiko keterpurukan, orang tua yang punya hutang energi, Anda yang harus membayarnya. Ya begitu resiko hukum waris gen, waris darah.

 

Punya luka batin, jadinya hati tidak ridha kepada orang tua. Anda membenci orang lain, orang yang Anda benci tentu akan merasakannya, lalu dia pun akan membenci Anda pula. Kalau Anda membenci dan tidak ridha kepada orang tua, hati orang tua pun sama, dia tidak ridha pula kepada Anda.

 

Kalau hati Anda tidak ridha kepada orang tua, disitu resiko beratnya, sebab ridha orang tua itu punya keterikatan dengan ridha Tuhan.

 

رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ

 

Keridhaan Allah itu berada pada keridhaan kedua orang tua, dan kemarahan Allah itu berada pada kemarahan kedua orang tua.” (HR Tirmidzi)

 

Kalau memendam rasa benci kepada orang tua sendiri itu efeknya kita menjadi susah temukan kemuliaan hidup, kita susah terangkat derajatnya.

 

Mau ilmu segudang, cerdas bisnis segudang, ijazah sekolahnya tinggi, kalau masih punya kebencian hati kepada orang tua sendiri biasanya derajat hidup tetap tidak terangkat.

 

Sebab hati yang tidak ridha kepada orang tuanya sendiri itu sama artinya tidak ridha kepada Tuhannya, karena yang menentukan Anda terlahir dari orang tua mana ya Cuma Tuhan, Anda tidak bisa tentukan dari orang tua mana Anda lahir, orang tua pun tidak kuasa menentukan untuk melahirkan anak siapa.

 

Yang menentukan Anda lahir dari orang tua mana, dan orang tua Anda melahirkan anak mana, itu semata-mata garis tangan Tuhan yang bekerja.

 

Karena itu tidak menerima dengan ridha akan orang tua Anda, atau tidak ridha Anda melahirkan anak siapa, itu sama saja sedang tidak menerima Tuhan Anda sendiri.

 

Hal inilah yang sebabkan jika kita masih memendam benci kepada orang tua sendiri kita susah terangkat derajatnya karena skor spiritual yang masih rendah.

 

Lalu cara menghapus pendaman benci maupun warisan energi buruk dari orang tua, bagaimana?

 

Ini pengalaman saya sendiri bagaimana menghapus luka-luka batin tersebut.

 

Pertama, sadari sepenuhnya kemuliaan orang tua kita.

 

Sadar sepenuhnya kalau orang tua kita ada keterikatan dengan Tuhan, dimana memuliakan orang tua berarti memuliakan Tuhan, kalau ridha orang rua kita peroleh, otomatis ridha Tuhan juga kita peroleh.

 

Kalau Tuhan sudah ridha, bagaimana Tuhan tidak mengangkat derajat kita untuk mulia dunia akhirat.

 

Jadi pertama perlu sadar sesadar-sadarnya, sadar keramatnya orang tua bagi anak.

 

Kedua, jangan pernah melihat kekurangan orang tua.

 

Butakan mata untuk melihat itu. Kita harus sadar bahwa tugas kita hanya memuliakan orang tua, lalu bodo amat dengan rasa ingin mengritik orang tua. Artinya disini Anda berjuang untuk memaafkan orang tua.

 

Ketiga, sesudah menata hati seperti dalam poin 1 dan 2, lalu ambil langkah untuk mengkayakan orang tua.

Mengkayakan orang tua maksudnya? Begini, segala kekurangan itu artinya energi kemiskinan. Termasuk kekurangan orang tua itupun energi kemiskinan.

Kalau mobil Anda ada baretan itu adalah kekurangan. Cara perbaikinya ya Anda harus mengkayakan si mobil dengan membawanya ke bengkel body repair. Di bengkel Anda mengeluarkan biaya. Setelah sanggup keluarkan bayaran, baretan mobilnya berubah menjadi kekayaan kembali.

Jadi segala kekurangan itu energi kemisikinan, dan segala kemiskinan akan selesai dengan bayaran sehingga ditemukan kekayaannya kembali.

Maka itu kalau mau menghapus kekurangan orang tua beserta seluruh energi kemiskinannya, itu Anda harus mengkayakan orang tua.

Caranya mengkayakan, bagaimana? Ya keluarkan bayaran, yakni sebagai berikut;

– Kalau orang tua masih hidup, dan mereka masih butuh kebaikan finansial, ya Anda berikan semacam gaji bulanan yang sekira bisa sejahterakan hidup mereka dengan niat penuh untuk mengkayakan
 dan memuliakan orang tua.

– Jika mereka sudah wafat, ya Anda sedekah rutin dan konsisten, seperti sedekah bulanan, dengan niat mengkayakan dan memuliakan orang tua di alam kubur.

– Kalau orang tua sudah tidak butuhkan bantuan finansial lagi, ya tentu bayar dengan pelayanan dan kebaktian sesuai kebutuhan mereka, juga dengan niat mengkayakan dan memuliakan orang tua.

– Jika Anda sangat melarat, tidak punya uang? Nilai bayaran itu bukan berdasarkan nominalnya. Angka 1 juta bagi orang berpenghasilan 100 juta perbulan itu angka kecil, tapi angka 100 ribu bagi yang berpenghasilan 1,5 juta itu angka sudah sangat tinggi.

 

Maka semelarat-melaratnya Anda untuk sedekah 10 ribu tiap minggu, misalkan, itu kan pasti bisa. Hanya orang yang tidak punya kemauan saja yang tidak bisa melakukan.

Semampunya konsisten memberi kepada orang tua jika mereka masih hidup, atau sedekah semampunya untuk orang tua jika mereka sudah wafat, itu yang dimaksud mengkayakan orang tua, karena segala kekurangan itu selesai dengan dibayar.

Lakukan yang konsisten dan istiqamah, nanti keajaiban hidup akan hadir, Anda akan kaya mulia dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Muhammad Nurul Banan
Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *