Kalau Anda menginginkan kuat artinya Anda meminta dibebani berat, karena hanya beban beratlah yang bisa membuktikan Anda kuat atau tidak.
Kalau Anda menginginkan kaya harta artinya Anda meminta diberi rasa butuh besar karena bikin rumah reok, biaya 2 juta cukup, bikin rumah mewah 10 miliar belum tentu cukup, artinya makin kaya berarti rasa butuhnya pada harta makin besar. Dan rasa butuh itu yang disebut fakir.
Kalau Anda menginginkan menang artinya Anda meminta bertarung, bersaing dan berkompetisi, karena menang-kalah itu hanya akan terbukti lewat pertarungan.
Kalau Anda menginginkan populer artinya Anda meminta data prifasi Anda dibuka lebar-lebar ke publik karena popularitas adalah lawan prifasi.
Kalau Anda menginginkan laris artinya Anda meminta agar diberi kelelahan dan kecapekan karena laris itu sama saja membuka diri menjadi pelayan.
Kalau Anda menginginkan kecukupan artinya Anda menolak kelebihan.
Kalau Anda menginginkan berkuasa artinya Anda meminta kebencian dari banyak orang karena berkuasa artinya ambisi mengontrol orang lain. Lalu siapa yang inginkan hidupnya dikontrol? Disitulah kebencian mereka akan muncul.
Kalau Anda menginginkan jadi orang baik, Anda akan diuji dituruni orang jahat, karena kejahatanlah yang mampu membuktikan diri Anda orang baik.
Kalau begitu sebaik-baik jalani kehidupan adalah pasrah? Nanti dulu.
Kalau Anda menghendaki pasrah artinya Anda menyerahkan hidup Anda untuk mengalir alami. Pohon-pohon, bebatuan, planet-planet dan makhluk non akal lainnya itu makhluk berserah pasrah kepada aliran kehidupan.
Mereka teruji sebagai makhluk pasrah karena belum ada pohon yang protes karena dialirkan oleh kehidupan agar roboh mengenaskan.
Ketika Anda memilih pasrah, maka untuk membuktikannya Anda pun akan diuji untuk dirobohkan, ataupun dicincang, ataupun dialirkan ke comberan, karena pasrah hanya akan terbukti kualitasnya bila Anda dialirkan mengenaskan lebih dulu, Anda protes apa tidak.
Kalau begitu tidak usah berkeinginan. Hatinya kosong saja. Gelas kosong resikonya akan diisi oleh sembarang isi. Diisi racun, bisa. Diisi angin, bisa. Diisi madu, bisa. Dan bisanya gelas terisi madu harus ada keinginan dari Anda. Kalau Anda berhati kosong, tanpa ada keinginan baik, hati-hati bisa diisi iblis.
Itulah realita hidup, segalanya punya resiko, sekalipun itu keinginan baik akan tetap beresiko. Karenanya hidup itu hanya layak bagi Anda yang punya mental.
MUHAMMAD NURUL BANAN
Gus Banan

Leave a Reply