Kalau Anda mencalonkan diri di Pilkades, Pilkada ataupun Pilpres lalu Anda tak punya lawan, Anda auto harus melawan kotak kosong. Anda harus bertanding dengan kotak kosong.

 

Artinya lawan diri Anda di kehidupan ini akan selalu hadir otomatis sebagai rival pertarungan hidup Anda.

 

Lawan itu kebutuhan hidup Anda. Tak ada lawan, rival, musuh, Anda tidak akan bisa eksis.

 

Karena itu Anda mau berdoa agar musuh-musuh Anda hancur seakar-akarnya, mau berdoa agar semua makhluk mencintai Anda, mau berdoa agar hidup lancar tak terhambat apapun, itu tak akan pernah terjadi karena kotak kosong auto siap jadi musuh Anda jika memang Anda tak lagi punya pembenci.

 

Kotak kosong yang harus Anda lawan itu pun benar-benar punya kekuatan yang sepadan dengan kekuatan Anda. Tidak main-main, tidak bisa dientengkan.

 

Dunia politik Indonesia pernah dibuat heboh soal kemenangan kotak kosong pada pemilihan Wali Kota Makassar 2018. Suara kotak kosong menekuk suara koalisi parpol.

 

Sebab itu mungkin Anda sudah tak lagi punya orang yang julid kepada Anda, maka muncul penyakit yang gerogoti tubuh Anda. Mungkin fitnah tak lagi ada dalam hidup Anda, lalu muncul seret rezeki.

 

Mungkin Anda sudah tak punya lagi kompetitor hidup, eeh tiba-tiba pasangan nikah Anda selingkuh, dan seterusnya. Yang jelas rival hidup berupa kotak kosong yang memberatkan Anda akan selalu muncul.

 

Kim Jong-un dengan pemerintahan sosialisnya sudah sangat kuat, kejam dan besi dalam melumpuhkan kekuatan oposisi di dalam negeri, tapi ya Kim Jong-un tak kuasa membendung perkembangan rival sesama Koreanya.

 

Korsel walaupun biasa-biasa saja dalam membangun kekuatan militer, namun Korea Selatan tumbuh pesat sebagai negara maju, hingga perkembangan Drama Korea dari Korsel saja bisa bikin Kim Jong-un tak bisa tidur.

 

Karena mekanisme harus selalu ada lawan sekalipun itu berupa kotak kosong, apapun sikap yang Anda ambil, akan selalu munculkan resiko sebagai efek kotak kosong.

 

Seorang Yesus sudah sangat konsisten dengan kasih sayang, hatinya dilembutkan sedemikian hebat, tak ada lagi dendam, luka dan kebencian, namun resiko orang yang hatinya lembut adalah ia yang konsisten hidup dalam keteduhan.

 

Pohon yang tumbuh dalam keteduhan akan kekuarangan panas matahari, akibatnya pohon akan lambat bertumbuh dan kurang sehat.

 

Resikonya, Yesus mengambil sikap hatinya penuh damai, yang terjadi Yesus harus hidup dengan sangat sederhana di urusan rezeki harta, rumah tidak punya, makanan pun hanya merumput dedauanan hijau.

 

Artinya Anda memilih mendahulukan rasa kasih kemanusiaan, ada kotak kosong yang harus dihadapi sebagai resiko yakni lemah dalam finansial.

 

Seorang Nabi Sulaiman, beliau memilih kekuasaan dan kekayaan, resikonya kematian beliau saja dirahasiakan oleh Allah, beliau wafat di ruang khusus munajat dan wafatnya tidak diketahui oleh satu makhluk pun baik makhluk fisik maupun makhluk gaib, sampai akhirnya beliau baru diketahui telah wafat setelah tongkat yang dijadikan tumpuan badannya saat duduk munajat patah karena dimakan rayap.

 

Kematian beliau dirahasiakan oleh Allah karena waktu itu banyak jin-jin yang mendendam, iri dan dengki kepada Sulaiman karena capeknya mereka selalu dikontrol dan ditundukan oleh Sulaiman, akhirnya jin-jin tersebut berniat menyesatkan Sulaiman saat sakaratul maut. Karena Sulaiman dicintai Allah, sakaratul mautnya dirahasiakan.

 

Artinya ketika Anda memilih jalan kekayaan, jabatan, popularitas, bisnis, politik, dan lainnya Anda akan hadapi kotak kosong sebagai efek resiko berupa pembenci, pendengki, musuh, pesaing, dan lainya, siap-siap hadapi efek resiko fitnah, bully, manuver hingga serangan gaib seperti santet, teluh dan pelet.

 

Selalu begitu, tidak ada jalan keluar dan jalan tuntas atas hidup ini, yang ada adalah efek resiko.

 

Biasanya Anda komentar, kalau begitu yang sedang-sedang saja; balance, ah tidak juga. Sesuatu yang balance efek resikonya tidak bisa naik tajam juga tidak bisa turun drastis, kalau Anda ambil sikap balance, efek kotak kosong yang akan Anda hadapi adalah hidup stuck; disitu-situ saja. Mau?

 

Ya begitulah hidup ini, tidak ada jalan keluar dan jalan tuntas, yang ada hanya resiko, hingga kalau Anda mencalonkan diri di pemilu kalaupun Anda tak ada lawan seharusnya masalah selesai, ternyata tidak, dengan auto Anda harus melawan kotak kosong.

 

Namun efek kotak kosong yang auto hadir ini tersistem di alam semesta bukan untuk menghancurkan Anda, justru supaya Anda terlahir sebagai pemenan, karena itu jalan menang akan selalu ada. Karena dengan kemenangan itulah akan dikenali “satu“.

 

Anda ribut dan bersitegang gara-gara pertarungan Pilpres, itu cuma proses untuk tentukan satu pemenang yang berhak duduk di kursi presiden.

 

Api, air, kayu bakar, dan panci bertarung ketat, itu hanya proses untuk tentukan satu pemenang yakni wujudnya ubi rebus.

 

Kain, sabun, air, mesin pemutar, baling-baling, listrik bertarung ketat diproses cucian baju, itu hanya untuk tentukan satu pemenang yakni pakaian bersih. Dan seterusnya.

 

Dan ditemukannya “satu” itulah identitas Tuhanmu.

 

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

 

“Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (Q.S. Al-Ikhlash : 1)

 

Sekarang Anda mau apa? Kemana pun Anda melangkah dan ambil sikap, disitu akan auto muncul tekanan yang memberatkan diri Anda entah apapun bentuknya. Dan ingat! Disitu Anda supaya menang, bukan supaya hancur.

 

MUHAMMAD NURUL BANAN

 

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *