Oke. Saya kembali bicara vibrasi dengan tabel Hawkins. Permisi ya Mas Arif Rahutomo.
Mode getaran vibrasi force yang punya kemampuan kuat mendatangkan uang itu; 1). Bangga. 2). Marah. 3). Keinginan.
Ya persoalannya seperti kemarin saya jelaskan, uang itu karakternya matre, apapun yang berharga akan dibeli oleh uang. Makin berharga, uang yang datang makin besar. Emas berharga, dihargai tinggi, rongsokan tidak berharga, dihargai murah oleh uang.
Rasa bangga, marah dan keinginan itu punya getaran harga diri besar. Bangga merasa “aku orang hebat”. Marah merasa “aku berharga karena itu aku layak tersinggung”. Keinginan merasa “aku sangat penting karena itu keinginanku juga sangat penting”. Karena itu sekalipun getaran vibrasi force, rasa bangga, marah dan keinginan masih kuat menarik duit.
Tiga getaran vibrasi force tersebut yang kerap nempel lekat di hati orang-orang kaya, para tokoh dan para pemimpin.
Kasusnya Fir’aun, Tsa’labah dan Qarun yang begitu kaya raya juga mereka menggunakan 3 mode getaran rendah; sombong, bangga, marah, dan ambisi besar.
Ya kalau nempelnya di hati kaum dhuafa yang lemah si resikonya tidak begitu besar, paling banter keluarganya saja yang terpapar resiko, cuma memang 3 getaran force tersebut adalah sifat melekat pada para pesohor, sehingga efek konflik sosialnya juga bisa sangat besar.
Orang yang kesadarannya dalam 3 mode getaran rendah akan keluarkan dampak force. Dampak force ini energi pemaksaan alias pemerkosaan kepentingan kepada siapa saja yang berada di lingkungan pengaruhnya.
Diperkosa itu enak, nggak sih? Korban perkosaan jelas merasa menderita, stres, tertekan, tidak nyaman, merasa jadi korban dan dampak negatif lainnya.
Cirinya orang bermode 3 getaran force itu setiap Anda yang terlibat di dalam network pengaruhnya, akan merasa terpaksa dan berat hati menjalankan sebuah misi dengan iringan rasa tidak nyaman seperti benci, tertekan, loyo, tidak gairah, malas, berat hati, dendam dan lainnya. Satu sisi seolah diikat kewajiban kerja, sisi lain ada rasa berat hati sangat kuat, juga diiringi ada rasa benci. Itu terjadi karena Anda hanya dijadikan korban getaran forcenya.
Network pengaruh artinya bisa di segala lingkungan seperti hubungan kerja, hubungan pernikahan, hubungan keluarga, hubungan keumatan seperti antara tokoh agama dengan umatnya, hubungan pemerintahan seperti warga dan kepala desanya, dan lainnya.
Ada karyawan rasanya berat banget jalankan tugas-tugas bos diselingi rasa benci, ada istri rasanya berat banget layani suami dengan iringan rasa tertekan, ada warga rasanya terpaksa sekali jalankan program-program kerja kepala desa dengan iringan rasa benci, ada umat rasanya sangat berat sukseskan misi dakwah ustadz dengan iringan rasa marah, itu karena lingkaran pengaruh lingkungannya terpapar getaran force dari figur terkait.
Kasus paparan force di network lingkungan biasanya karena si figur pemimpin punya rasa bangga diri terlampau besar yang dampak getarannya menghina dan merendahkan, atau punya ambisi besar sehingga dampaknya menuntut sehingga hanya mimpi dan kepentingannya saja yang terpenting, atau punya emosi tak terkontrol yang dampaknya menakutkan bawahan.
Orang bangga dan sombong itu hakikatnya orang yang memaksa orang lain mengaguminya.
Orang dengan keinginan besar itu hakikatnya orang yang memaksa orang lain agar orang lain wujudkan mimpi dan keinginannya.
Orang temperamental hakikatnya orang yang menganggap orang lain tidak berharga sehingga ia memaksa orang lain sebagai budak emosi marahnya.
Kalau Anda berada di lingkungan pengaruh 3 getaran force ya sebaiknya memang “keluar” saja dari lingkungan tersebut. Tegas pergi. Tapi kalau masih bisa keluar.
Yang sulit itu kalau ikatannya seperti hubungan pernikahan, karena cerai tidak semudah itu.
Atau malah hubungan ortu anak yang akan selalu terikat darah. Cuma kalau ortu sebaiknya menjauh saja, persoalannya makin dekat makin sering sakit hati. Makin sering sakit hati, shilaturrahim makin terputus. Boro-boro bisa berpikir berbakti, tidak mendendam sudah lumayan.
Menjauh lebih mending, tidak kerap merasa sakit hati karena jarang terhubung sehingga peluang untuk muncul rasa kasih lebih besar. Jadi memang shilaturrahim tidak selamanya terjaga dengan kedekatan, menjauhi pun kadang itu langkah jaga shilaturrahim.
Namun keluar dari lingkungan 3 getaran force juga tidak mudah. Persoalannya hidup sudah tertata di situ, ibarat tanaman sudah tumbuh di situ, harus diboyong ke lokasi lain. Resikonya berat. Karena itu hanya orang yang punya kesadaran penuh dengan harga dirinya saja yang sanggup melakukan.
Kalau tidak sadar penuh dengan harga dirinya, paling hanya berani neriman dan mengalah demi sebagian rezeki yang sudah mapan di lingkungan tersebut.
Nabi Muhammad S.A.W yang hijrah ke Madinah untuk keluar dari pengaruh getaran force kafir Quraisy, atau seperti Nabi Musa A.S yang keluar dari pengaruh getaran force Fir’aun, bukankah mereka menjadi sangat heroik?
Bukan hanya harta benda yang ditinggalkan, nyawa juga jadi taruhan. Maka ini hanya orang yang sadar penuh dengan harga dirinya saja yang berani melakukan untuk keluar dari lingkaran getaran force.
Jadi di lingkaran 3 getaran force di atas, uang banyak, tapi yang tertindas adalah manusianya karena mereka menjadi korban perkosaan dari sebuah kesadaran force yang memanfaatkan, menindas, merendahkan, dan seterusnya. Karena masih menindas sesama tentu uangnya boleh saja banyak tapi berkahnya tidak ada.
Lantas adakah rasa bangga, marah dan keinginan yang bergetar dari getaran vibrasi power? Ya ada. Itu adalah getaran rasa bangga, marah, dan keinginan yang sudah dilandasi kebijaksanaan.
Artinya mereka sebenarnya orang-orang yang sudah tercerahkan hatinya, hanya saja pada kasus-kasus tertentu mereka butuh aplikasi kesadaran bangga, marah atau keinginan untuk mengupdatenya.
Seperti Nabi Sulaiman, beliau jelas orang suci yang berada di getaran power, namun untuk taklukan Ratu Balqis yang serba megah agar Balqis menyembah Allah, lantas Sulaiman tonjolkan bangga dirinya dengan berkata, “Janganlah kalian mengungguliku, datanglah kalian kepadaku sebagai orang yang berserah pasrah.”
Jadi mereka yang berada di getaran power tetap gunakan 3 mode getaran force tersebut namun dengan kebijaksanaan dan kesadaran tinggi. Karena sudah dengan kebijaksanaan, lantas 3 mode getaran rendah tersebut tidak lagi menyiksa orang-orang di sekitarnya, namun digunakan sebatas untuk menarik keseimbangan.
Nah kalau getaran force yang lain seperti takut, kesedihan mendalam, apatis, rasa bersalah, malu, itu getaran tidak ada uangnya, karena itu getaran-getaran vibrasi dari orang yang merasa dirinya tidak berharga, merasa tidak berguna. Efeknya cuma melarat saja.
Muhammad Nurul Banan
Gus Banan

Leave a Reply