Ada kaidah mengatakan;
خرج المال من حيثما دخل
Bahwa uang itu cara keluarnya sesuai cara masuknya. Artinya bagaimana cara uang itu keluar itu indikasi bagaimana cara uangnya masuk.
Kaidah tersebut hukum alami saja. Makanan yang masuk ke dalam tubuh saya, keluarnya pun dari tubuh saya pula, tidak mungkin makanan masuk lewat mulut saya, lantas keluarnya lewat anus orang lain.
Anak masuk ke rumah Ganjar Pranowo, keluarnya pun harus dari salah satu pintu rumahnya. Uang keluar sesuai cara masuknya, itu hukum paten alam.
Jika uang masuk dengan cara kotor, keluarnya pun dengan cara itu juga, jika uang masuk dengan cara-cara bersih, keluarnya pun dengan cara itu pula.
Anda sulit menemukan penjudi, pembegal, koruptor, perampok, dan lainnya yang berkemampuan keluarkan uang untuk hal-hal yang shaleh. Keluarnya uang mereka untuk kabur lari polisi, main wadon, dunia malam, dan lainnya.
Tidak ada datanya uang haram bisa konsisten untuk biayai perlombaan dalam kebaikan. Kalaupun mengalir untuk kebaikan, itu hanya sekedar bermain ilusi saja, misal penjudi amal jariyah untuk pembangunan masjid ya sekedar bermain ilusi prasangka orang, aslinya sekedar tutupi cacat, cari panggung dan cuci diri.
Uang keluar sesuai cara masuknya bukan Cuma masuk dengan cara haram maka akan keluar untuk hal yang haram saja, namun lebih jauh dari itu energi berkah atau tidaknya uang yang masuk, juga bisa terindikasi dari tingkah cara keluarnya uang.
Banyak artis terkena Narkoba dan kawin cerai itu karena cara masuknya uang mereka dari dunia glamour.
Dunia glamour itu dunia yang dunia penuh glamour, hura-hura, suka cita, namun itu hanya ilusinya saja, hakikatnya adalah dunia kegelisahan, kegersahan, dan duka lara yang jauh dari ketenangan hati dan bahagia.
Iya, orang lain sedang istirahat di malam hari, bahkan sebagian ada yang gunakan untuk bermunajat dengan Tuhannya, di dunia glamour waktu tersebut sedang digunakan untuk menarik uang di dunia gemerlap malam.
Masuknya dengan jalan itu, keluarnya pun untuk jalan itu pula sehingga ketika mencoba mengonsentrasikan uang mereka sekedar untuk nafkahi istri halal sudah tidak berkemampuan lagi, malah uangnya lari untuk nafkahi selingkuhan.
Tentu tidak semua artis seperti itu, karena yang berkarir di dunia hiburan tetapi meraih dengan cara profesional juga banyak, artis yang terjebak kawin cerai, selingkuh, narkoba dan dunia gemerlap lainnya itu tentu artis yang dominan hidup gemerlap daripada hidup dengan profesionalitasnya.
Orang rakus itu orang yang cara masuknya uang dengan jalan memeras orang lain, maka jalan keluar uangnya pun untuk memeras dirinya sendiri.
Arah keluarnya energi uang justru bukan mengkayakan dirinya dan keluarganya, namun malahan untuk memiskinkan dirinya dan keluarganya.
Ya contoh kecilnya saking rakusnya dengan uang dia memperdaya saudaranya agar tanah milik saudaranya menjadi miliknya dengan merampas dan memalsukan akte tanah, nanti jalan keluar uangnya pun ya paling-paling untuk biayai pelanggaran hukumnya menjadi mafia tanah.
Sesudah dia dihukum, karena ia telah merampas hak orang lain, dia masih harus ganti rugi kerugian yang dialami korban. Kan keluarnya harta malahan untuk hal-hal yang memiskinkan dirinya?
Uang keluar sesuai jalan masuknya, makanya kalau keluarnya pelit dan irit, itu jalan masuknya juga sedikit, kalau keluarnya dermawan, itu jalan masuknya juga penuh kelonggaran, kalau keluarnya happy, masuknya pun happy.
Sejauh mana energi keberkahan uang Anda, perhatikan jalan keluar uangnya. Jalan keluarnya itulah indikasi bagaimana jalan masuknya.
Muhammad Nurul Banan
Gus Banan

Leave a Reply