Anda amati rumah-rumah kosong. Penghuninya pergi semua, apakah rumahnya jadi kosong? Tidak. Ada energi bahkan materi lain yang auto mengisi.

 

Rumah kosong, andai tidak diisi penghuni manusia lagi, akan auto diisi rumput-rumput liar, serangga, tikus, debu, pohon liar, ular, hingga diisi hantu mengisi untuk menggantikannya.

 

Jadi apapun yang terambil, pasti akan diisi lagi dengan hal lainnya, entah dengan hal yang serupa, entah dengan hal yang lebih baik ataupun hal yang lebih buruk, yang jelas ada energi ataupun materi yang mengisinya kembali.

 

Tandon air di rumah Anda dikosongkan, kalau Anda punya kehendak menggantinya dengan mengisi bensin, bisa, menggantinya dengan mengisi santan, bisa, atau mengganti mengisinya dengan air serupa juga bisa, atau Anda menginginkan untuk tidak mengganti mengisi apa-apa lagi, ya otomatis akan diisi oleh udara.

 

Jadi hukum patennya apapun yang dikosongi akan diisi lagi, apapun yang diambil akan diganti.

 

Energi ataupun materi yang menggantikan bisa Anda pilih dengan sadar, dan kalaupun tidak dipilih dengan sadar maka auto diganti oleh energi lain.

 

Anda melepaskan uang untuk belanja, disitu Anda secara sadar memilih mengganti materi uang dengan barang belanjaan Anda. Itu penggantinya dipilih dengan sadar.

 

Sekarang kalau uangnya hilang, dirampok, dicuri, ditipu, apa diganti? Disitu Anda bisa secara sadar menggantinya, kalaupun tidak secara sadar ya akan auto diganti.

 

Uang Anda hilang, lalu Anda marah-marah, ya energi kemarahan itu yang akan menggantikannya, atau Anda merasa kesal, ya energi kesal yang akan menggantikannya, atau Anda bersedih mendalam, ya energi sedih itu yang menggantikannya.

 

Sementara marah, kesal dan sedih itu adalah energi negatif, berarti keburukan dan keburukan di hari berikutnya yang akan mendatangi Anda, ibaratnya air minum digelas Anda baru saja disuntak, lalu dengan sadar Anda menggantinya dengan telek ayam, menggantinya dengan energi negatif.

 

Nah apalagi kalau sesudah kehilangan uang lalu Anda mengumpat dengan kata-kata kotor, misal asu, ya asu itu pula yang akan menggantikan.

 

Sebaliknya Anda baru kehilangan uang, lalu Anda merasa ridha, dibikin rileks di hati, merelakan dengan legawa, energi serupa pula yang akan menggantikan. 


Ridha, hati rileks, hati rela legawa itu artinya hati yang luas, berarti energi penggantinya adalah keluasan dan kelapangan hidup. Entah menjadi luasnya rezeki, entah luasnya network, entah luasnya kebahagiaan, dan lainnya. Yang jelas terganti dengan energi positif.

 

Nah apalagi bila saat kehilangan uang Anda berdoa yang baik-baik, misal saat kehilangan uang, Anda berdoa, “Ya ga apa-apa uangku hilang, insya Allah jadi lantaran anak-anakku shaleh,” maka ijabah doa baik tersebut yang akan menggantikannya.

 

Lalu andai hati Anda kosong, tidak memilih kebaikan ataupun keburukan apapun, tidak berdoa juga tidak umpatan kesal?

 

Gelas berisi air telah diambil airnya lalu tidak diisi madu, juga tidak diisi telek ayam, akan auto diisi udara. Disitu kehilangan uang Anda hanya akan diisi energi kosong.

 

Begitu pula ketika Anda ditimpa kesialan dalam bentuk apapun, entah kehilangan harga diri seperti dibully, dicaci, difitnah, dizalimi, entah kehilangan kesehatan seperti sakit, maka apapu  yang hilang dari diri Anda akan auto diganti.

 

Hanya saja Anda mau dengan sadar menggantinya dengan kebaikan ataupun keburukan itu adalah pilihan kesadaran Anda.

 

Kehilangan harga diri ataupun kesehatan itu mekanisme penggantian energinya sama persis seperti kehilangan uang.

 

Karenanya sebaik-baik keadaan saat alami kehilangan adalah berdoa memohon pengganti kebaikan. Nabi SAW pun mengajarkan doa saat terkena musibah yakni disaat Anda kehilangan sesuatu;

 

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها


“Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.” (H.R. Shahih Mulim)

 

Cuma sayangnya banyak orang tidak mengerti hukum paten ini dimana yang hilang auto diisi, yang lepas auto diganti, sehingga mereka justru mengganti musibah-musibah kehilangan dengan telek ayam.

 

Dan saat belanja, Anda itu kehilangan uang dan Anda sudah terima penggantinya, namun sebenarnya disitu Anda masih dapat menggandakannya dengan energi kekayaan yang lebih besar.

 

Atau seperti Sandiaga Uno yang konon hambur-hamburkan uang hingga hampir 1 triliun saat calonkan diri sebagai wakil presiden bersama Prabowo Subianto di Pilpres 2019 lalu, lantas Uno tidak terpilih, sebenarnya dia belanja apa?

 

Energi apa yang dia beli sebagai penggantinya, kok dia bukannya jatuh miskin malah makin kaya?

 

Di sana ada screet kesadarannya. Namun karena sore ini saya belum mandi, sebaiknya saya lanjut esok saja. Mau mandi dulu, disini sudah Maghrib.

 

MUHAMMAD NURUL BANAN

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *