Anda keluar duit untuk ganti oil mesin motor, mesin motor pun mengeluarkan kekuatan mesinnya untuk Anda dengan optimal. Tapi kalau Anda menghentikan pertukaran duit Anda dengan oil motor, maukah mesin motor mengeluarkan daya mesin terbaiknya untuk Anda?
Jadi energi hidup selalu didapatkan dari apa yang Anda keluarkan. Mustahil Anda dapatkan energi berupa oil mesin tanpa Anda mengeluarkan uang dari dalam diri Anda kepada orang lain.
Karena ini membayar, sedekah, menolong orang, berbagi, melayani, dan segala bentuk pengeluaran dari dalam diri Anda kepada orang lain, entah bentuknya pengeluaran materi maupun non materi, itu semua sistem mekanisme bagaimana Anda dapatkan energi hidup.
Untuk bisa makan, Anda peroleh dari apa yang Anda dapatkan, tapi untuk bisa hidup Anda peroleh dari apa yang Anda keluarkan.
Anda punya “materi” berupa motor, tanpa “energi” oil mesin, apa berguna?
Banyak orang “nyungsep” hidupnya lantaran kekurangan energi hidup. Ini diakibatkan ia terlalu “irit” mengeluarkan.
Facebook, WA, BBM, Tweetter, tidak pernah aktif lantaran takut beli pulsa. Play video di Youtube seperti trauma lantaran harus keluar duit. Haha baru lihat postingan facebook saya berbagi ilmu di Youtube langsung muncul di hati, “Haduh Gus Banan ilmunya disampaikan di Youtube, makan kuota ini.”
Rumah, lampunya cukup 10 watt di ruang tamu lantaran tagihan listrik. Isi bensin tidak pernah penuh, pilih bolak-balik ngecer 1 literan. Sabun pilih Harmoni, rokok pilih Mustika, pasta gigi pilih Ciptadent, shampo pilih Zinc, sayur pilih kangkung. Dan kelakuan irit dan cari murah meriah lainnya.
Membayar itu sistem pengisian energi hidup, kalau terlalu irit, hidup Anda akan jadi kekurangan energi.
Kekurangan energi, itu yang sebabkan Anda bisnis bangkrut-bangkrut terus, sebabkan dagangan tidak laku, sebabkan terlilit hutang, susah dapatkan pekerjaan, dan lain-lain.
Sayang banget sih mengeluarkan sesuatu? Itu yang jadi masalah, stok energi Anda jadi minus.
Segala sesuatu makin mahal makin berkualitas. Memang tidak selalu mahal artinya berkualitas, namun bisa menjadi standar umum kalau “rega nggawa rupa” (harga membawa kualitas).
Otak kok mikirnya irit terus, mikirnya yang tidak membayar, mikirnya dapat yang murah meriah. Ingat! Oil harga murah beda kualitas energi kan dengan oil harga mahal? Jadi mengeluarkan biaya itu cara dapatkan kualitas energi terbaik. Ayo gemari bayar mahal! Ayo!
Kenapa Anda dianjurkan memberi sedekah terbaik? Ya supaya energi hidup yang Anda peroleh juga terbaik. Hidup kurang sedekah, rezeki Anda bisa mencret, usaha bisnis Anda bisa lowbat, penghasilan Anda bisa impoten. Sebab sedekah itu hakikatnya mengeluarkan sesuatu dari dalam diri Anda kepada orang lain. Mengeluarkan sesuatu dari dalam diri itu cara peroleh energi.
Kalau belum punya duit, bagaimana? Tenaga Anda, pikiran Anda, manfaat diri Anda, itu semua bisa dijadikan tool peroleh energi.
Anda tidak sanggup dapatkan energi hidup dengan bayarkan uang semuanya, karena itu jerih payah menjadi hal utama untuk Anda keluarkan. Saya berbagi ilmu gtatis di media sosial pun dalam usaha membeli energi hidup, karena tidak semua energi bisa saya bayar dengan uang.
Karena ini, kehidupan ini selalu menuntut “jerih payah” Anda untuk peroleh sesuatu. Kegigihan Anda dalam berjerih payah itu dalam rangka memperoleh energi hidup, dalam rangka membayar.
Syaikh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’limul Muta’allim menyebut orang yang lemah konsistensinya dalam berjerih payah sebagai “al-junûnu funûnu”, saya terjemahkan bebas sebagai “gila kuadrat”.
تَمَنّيتَ أن تُمْسِي فَقِيها مُنَاظِرا # بِغَير عَناء، والْجُنون فُنون!
وليس اكتسابُ المال دون مَشَقّة # تَلَقّيْتَها، فالعلم كيف يكون؟
Artinya: “Kamu berharap untuk menjadi ilmuan faqih yang vokal tanpa bersusah payah, dan kegilaan itu kuadrat. Usaha peroleh harta saja tidak akan berhasil tanpa susah payah yang kamu tanggung, maka bagaimana dengan ilmu?”
Gila kuadrat (al-junûnu funûnu) itu sematan bagi orang yang tidak nalar kalau peroleh cita-cita itu harus berjerih payah. Berjerih payah itu membayar energi hidup namun berupa bayaran non materi. Maka ini yang enggan bayar, yang cari barang murahan, yang irit dan hemat-hematan, itu juga disebut? Hahaha Anda jawab sendiri.
Menolong, melayani, berbagi, membayar, sedekah, itu semua sistem mekanisme peroleh energi hidup, karena di dimensi energi itu pasak memang harus lebih besar dari tiang.
Di dimensi energi, banyak yang al-junûnu funûnu, mereka sangka hemat pangkal kaya, mereka ingin hidup mapan mulia tapi enggan berjerih payah. Ya di dimensi energi memang banyak al-junûnu funûnu.

Leave a Reply