Beberapa bulan lalu konten “Diam” Didit Deelon di channel Youtubenya viral, jutaan views menontonnya, padahal ia hanya diam di depan kamera shooting berjam-jam.
Menurut Anda itu ringan apa berat? Berjam-jam cuma diam di depan kamera tentu berat, melampoi beratnya acting Maria Ozawa yang main keroyokan.
Diam malahan menarik jutaan views, yang banyak acting malah biasa-biasa saja.
Tapi Anda perlu tahu motif Didit Deelon untuk diam. Dia diam untuk menarik perhatian penonton, itu motifnya.
Ini bukti kalau segala sesuatu itu ditarik oleh kesadarannya, ditarik oleh niat di baliknya. Didit Deelon itu tindakannya “diam”, tapi aslinya “sedang kebanyakan ulah”.
Ada salah satu peserta kelas online saya di Servo Prosperity Online Workshop yang sudah kebanyakan aksi untuk menarik rezeki banyak, ia seorang wanita, eeh dalam aksi bisnisnya ketemunya hutang dan apes.
Karena apes, ia diam dan diam, hanya menerima nalurinya sebagai wanita. Ia punya calon suami, ya kegiatannya hanya sibuk komunikasi ini dan itu dengan calon suami. Ia pasrah dengan bisnisnya.
Dan antik, di hari Senin ini ia diajak calon suami ke dealer mobil, dibelikan mobil baru.
Waktu ia kebanyakan aksi malahan rezeki semawrut, diam malahan narik mobil baru.
Namun ingat! Prosesnya untuk sampai pada kesadaran diam itu yang sudah jatuhkan banyak pengorbanan. Sehingga ia diam, tapi motif di baliknya itu ingin rezeki membludak.
Itu diam yang penuh kesadaran, diam yang jadi emas.
Lalu diam seperti apa yang tidak jadi emas? Itu adalah diam yang tanpa proses dan tujuan.
Nah yang sering alami diam tanpa kesadaran, yang tidak melalui proses dan tujuan, itu biasanya terjadi pada karakter orang kalem.
Kalem yang bawaan lahir, itu diam yang tidak berkesadaran.
Ya kalem dan pendiam memang menarik ketenangan, kerap tidak menarik gejolak dalam hidup, tapi ya namanya juga “anteng” jadi tidak banyak tantangan, efeknya hasilnya juga biasa-biasa saja.
Itu diam yang bukan emas.
Diam yang emas itu diam yang sebenarnya saking banyak ulah, hahaha.

Leave a Reply