Apa sih renik hidup ini yang tidak butuh konsistensi?

 

Masalahnya, kehidupan alam dunia ini dicipta dengan karakter plin-plan alias inconsistent, makanya disebut alam hudûts.

 

Betapa tidak plin-plan karakternya? Pilpres 2019 kemarin, Prabowo Subianto itu musuh bebuyutan Jokowi, sekarang sohiban rekat.

 

Kaesang dan Felicia tahun lalu terlibat love story mendalam, eeh sekarang ribet, cintanya diculik gendruwo cinta, hahaha bahasa elitnya ghosting.

 

Kemarin musuh, sekarang sohib, kemarin cinta dekat, sekarang musuh. Semua urusan dunia itu incosistent.

 

Jadi ciri satu urusan itu urusan duniawi atau bukan, dicirikan urusan tersebut konsisten atau tidak.

 

Tahun 1950-an ramai isu nikah kaum muslim tidak sah, karena presiden RI dianggap bukan waliyyul amri, karens bentuk negara NKRI bukan negara Islam, sehingga presidennya tidak bisa bertindak menunjuk perangkat KUA (Kantor Urusan Agama). Karena bukan waliyyul amri, berarti nikah kaum muslimin tidak ada yang sah. Eeh sekarang isu itu ada tidak?

 

Awal reformasi gencar isu pemimpin wanita itu haram. Waktu itu Megawati Sukarnoputri yang paling dihadang isu tersebut. Sekarang ada tidak isu tersebut? Pilgub, Pilbup, Pilwakot hingga Pildacil juga banyak diramaikan para wanita.

 

Ya begitu ciri urusan dunia, ia plin-plan dan incosistent. Sama saja isu negara khilafah, isu mata uang dinar dan dirham, lama-lama juga hilang sendiri dari peredaran, mirip love story yang alami ghosting. Plin-plan.

 

Nah karakter dunia itu terbalik dengan karakter jiwa Anda. Jiwa Anda itu konsisten karakternya. Setelah Anda meninggal dunia, jasad Anda hancur, namun jiwa Anda utuh untuk melanjutkan misi hidup.

 

Bila Anda tidak ingin digerus goyahnya dunia, Anda harus pengaruhi urusan dunia Anda dengan karakter jiwa Anda yang konsisten.

 

Kekayaan uang pun butuh pengaruh karakter konsistensi Anda dalam kekayaan, bila Anda tidak ingin goyah disapu plin-plannya kemiskinan dunia.

 

Sedang doyan-doyannya merokok, merasakan desakan kebutuhan sana-sini banyak, rokoknya diturunkan ke harga yang lebih murah.

 

Sedang doyan-doyannya pakai kuota internet, merasakan desakan kebutuhan ini dan itu, kuotanya dipangkas, alih-alih hemat.

 

Coba-coba pakai Pertamax, didesak kebutuhan ini dan itu, langsung ngacir ke Pertalite.

 

Didesak rasa tidak punya, anak sedang semangat-semangatnya kuliah disuruh berhenti kecuali mau cari biaya sendiri, alasannya tidak ada biaya lagi.

 

Nyaman beli onderdil kendaraan yang KW, hitung-hitung murah, tidak sadar kalau kaya itu di level orisinil.

 

Itu semua karakter plin-plan kekayaan, dibegitukan uang Anda juga plin-plan, kekayaan Anda juga akan plin-plan.

 

Kaya pun butuh konsistensi. Yang kokoh hatinya, sekali Dji Samsoe pantang surut. Hidup sekali cuma sedang cinta sama Dji Samsoe kok cuma karena desakan cabe mahal, Dji Samsoenya diganti Djarum 76.

 

Jangan mau dipengaruhi plin-plannya uang, kalau Anda merasa happy, ngapain Anda mau digoyang tekanan uang?

 

Kalau meraih satu impian butuh konsistensi, meraih kecukupan uang pun butuh sikap konsisten. Jangan plin-plan, doa nangis-nangis dalam shalat Dhuha minta rezeki luas, tapi mentalnya plin-plan dengan kebutuhan hidup. Ya shalat Dhuha Anda di-ghosting mental plin-plan Anda.

 

Ingat! Kaya harta itu tidak ada, yang ada itu kaya jiwa. Orang kaya jiwa tentu tidak lah plin-plan hanya digertak cabe mahal, plin-plan Dji Samsoe hanya digertak rasa tidak cukup.

 

Kaya pun butuh konsistensi.

 

Muhammad Nurul Banan

 

Gus Banan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *