Semua makhluk melakukan pergerakan untuk peroleh rezeki. Berhenti bergerak artinya proses menghentikan rezeki. Petapa sekalipun yang bisa dalam kurun tahunan duduk diam bermeditasi hakikatnya ia sedang bergerak. Iya duduk meditasi itu artinya pergerakan.

 

Kuda delman gerak dengan kerja keras berlari, Harimau dan Singa kerja keras dengan berburu, pepohonan kerja keras dengan menancapkan akar-akar ke tanah, dari aktifitas-aktifitas tersebut mereka peroleh rezeki.

 

Karena itu dalam Al-Qur’an, Allah menyebut para makhluk-Nya dijamin rezeki dengan istilah “dâbbah”.

 

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

 

“Dan tidak satupun makhluk bergerak di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfûzh). (Q.S. Hûd : 6)

 

Dâbbah secara bahasa memiliki makna makhluk yang berjalan di atas bumi artinya melakukan pergerakan. Karena itu yang dijamin rezekinya adalah Anda yang lakukan aktifitas gerak. Ketika kemarin ada PPKM dan PSBB, ruang gerak Anda dibatasi, bukankah rezeki Anda banyak yang jadi melorot?

 

Iya, rezeki itu dijaminkan untuk dâbbah yakni makluk yang bergerak di bumi, bukan makhluk secara universal yang dijamin rezekinya.

 

Lah banyak para spiritualis kerjaannya hanya zikir atau pun meditasi, tapi mereka dapatkan rezeki? Zikir dan meditasi kan gerak, hanya saja geraknya untuk olah batin.

 

Karena itu mau bilang bebas finansial dan bebas waktu sekencang apapun ya tetap Anda harus terlibat dalam kesibukan hidup karena mekanisme rezeki dan dâbbah ini. Tidak mungkin para bos besar yang bilang bebas finansial itu mereka yang menganggur kemudian duit mengalir sendiri. Mereka pasti tetap terlibat dalam kesibukan sesuai skalanya masing-masing.

 

Semua makhluk bekerja keras, cuma sayangnya mereka kerja keras dalam pergerakan, cuma karena diselisihi oleh kesadaran dalam diri tiap makhluk, lalu rezeki mereka jadi selisih drastis. Iya, kuda delman kerja keras berlari, rezekinya hanya cukup untuk makan dan minum, sementara Lalu Muhammad Zhohri, atlet lari nasional dari NTB bisa kaya raya dengan kerja lari. Itu karena mekanisme langitnya yang berbeda.

 

Mekanisme langit, bagaimana? Begini, simak ayat berikut ini;

 

وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ

 

“Dan di langit itu rezeki Anda dan apa yang dijanjikan kepada Anda.” (Q.S. Adz-Dzâriyyât : 22)

 

Di langit, rezeki dan apa yang dijanjikan untuk Anda disediakan. Kuda delman dapatkan rezeki makan dan minum saja dan Anda disediakan trilyunan kekayaan itu tersedia di langit. Demikian pula apa yang dijanjikan untuk Anda seperti ijabah doa Anda, ijabah cita-cita dan impian Anda, itu tersedia di langit.

 

Kuda delman telah bekerja keras, tetapi karena kesadarannya tidak dapat terkoneksi ke langit, yakni punya cita-cita dan impian untuk punya harta banyak, akhirnya rezeki yang turun padanya cuma sekedar makan, minum, kawin.

 

Beda dengan Anda. Anda kerja rata-rata sehari 8 jam, tapi hati Anda mampu terkoneksi ke langit, hasilnya jatah rezeki Anda bisa mebludak mengkayakan.

 

Anda mesti bertanya-tanya, kenapa sama-sama berprofesi Youtuber lalu ada yang berpenghasilan milyaran dan ada yang cuma ratusan ribu? Sama-sama pedagang toko kelontong lalu ada yang berpenghasilan besar dan ada yang kecil? Sama-sama berprofesi penulis lalu ada punya nama besar dan ada tidak? Itu dikarenakan beda mekanisme langitnya.

 

Yang bisa terkoneksi ke langit itu hati Anda, sehingga ketika rezeki Anda selisih dengan yang lain padahal usahanya sama, itu disebabkan “mekanisme hati” yang berbeda.

 

Ya impiannya kalah besar, kemauannya kalah keras, tekadnya kalah bulat, akhirnya doanya kalah konsisten dan ikhtiyarnya kalah semangat, serta hasilnya jadi selisih jauh.

 

Jadi begitu, rezeki dan segala yang dijanjikan untuk Anda itu ada di langit, bukan di bumi. Cita-cita, impian, minat, tekad, kemauan, komitment dan doa itu yang pengaruhi jatah langit yang akan turun kepada Anda.

 

Hidup kok impiannya cuma, “Habis lulus SMK aku mau kerja di Jakarta,” “Selesai S1 mau melamar kerja yang mapan,” Selesai dari pondok pesantren mau kelola TPQ saja sambil jadi imam tahlilan Jumat,” ya titik impian itulah yang terunggah ke langit, dan itu yang akan turun dalam hidup Anda.

 

Jadi kerja semua kerja, bergerak semua bergerak, ikhtiyar senua ikhtiyar, capek semua capek. Lah kok hasilnya beda? Karena mereka berbeda dalam ikuti mekanisme langitnya, sementara rezeki dan semua yang dijanjikan tersedia di langit bukan di bumi.

 

Muhammad Nurul Banan

Gus Banan

Spiritual Prosperity Word

Servo Prosperity Online Class

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *