Ojo sambat itu bahasa Jawa artinya jangan mengaduh; jangan mengeluh.

 

Kerap saya sampaikan, Anda adalah makhluk yang sudah dimuliakan penciptaannya. Sistem alam semesta pun sudah tempatkan Anda di kursi maharaja. Amati saja semua makhluk tercipta melayani Anda.

 

Oksigen, rerumputan, tumbuhan, hewan-hewan, planet-planet semua tercipta hanya untuk fasilitasi hidup Anda. Kedelai tercipta untuk Anda makan, tidak kemudian Anda tercipta sebagai makanan kedelai. Anda maharajanya, makhluk lainnya pelayanan.

 

Rezeki untuk Anda pun rezeki pilihan yang paling berkualitas. Dari sisi makanan saja, rezeki Anda dipilihkan yang paling higienis dan paling enak. Macan cuma dijatah rezeki daging segar, Anda rezekinya daging olahan dengan aneka resep kuliner. Kangkung rezekinya cuma unsur hara tanah yang tidak lebih sisa kotoran di alam semesta, Anda rezekinya makanan sehat yang tidak cuma dimasak matang dan dibumbui namun telah dicuci bersih agar steril dari kotoran.

 

Makhluk lain tidak ada yang diberi rezeki pakaian, perhiasan, dan kendaraan hanya Anda yang berbusana, pakai perhiasan dan ada kendaraan.

 

Makhluk lain tidak ada yang diberi fasilitas kesehatan, hanya Anda yang disediakan rumah sakit dan klinik kesehatan dengan seabrek fasilitas medis.

 

Jatah hunian Anda juga seperti apa istimewanya? Rumah-rumah milyaran hingga trilyunan tersedia untuk Anda. Coba makhluk lain paling banter dijatah kandang.

 

Rambut dan kulit Anda saja dijatah rezeki teristimewa, aneka sabun dan aneka shampo hal lumrah untuk merawat kulit dan rambut Anda. Coba makhluk lain apa dapatkan fasilitas itu? Jangankan perawatan kulit dan rambut, rezeki mandi saja makhluk lain jarang yang dijatah.

 

Benda-benda termewah dijatahkan untuk Anda. Emas, permata, berlian, perak, mutiara, benda-benda mahal tersebut untuk Anda, makhluk lain tidak ada yang sanggup memiliki.

 

Rezeki Anda sudah disistemkan teristimewa, terbaik, terpilih dan paling berkualitas.

 

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ۞

 

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (Q.S. Al-Isrâ : 70)

 

Sudah jadi maharaja alam semesta di mana makhluk lain hanya sebagai pelayan, ditambah dianugerahi rezeki terbaik (ath-thayyibât). Kurang apa coba diunggulkannya? Rezeki Anda rezeki terbaik.

 

Rezeki itu sebenarnya bertabiat mengabdi kepada Anda, andai disuruh datang, rezeki dengan tergopoh-gopoh datang. Kenapa demikian? Karena setting penciptaannya begitu, Anda raja, rezeki pelayannya.

 

Hanya lemahnya Anda itu, disetting jadi raja, namun Anda lemah dalam mental kemaharajaannya. Ibarat pemimpin, leadership skill Anda kerap lemah di depan bawahan Anda, sehingga rezeki yang mau layani Anda jadi bingung dan merasa tidak nyaman bersama Anda.

 

Kalau Anda seorang manager perusahaan, misalkan, lalu Anda cengeng dalam mengambil kebijaksanaan perusahaan, tidak percaya diri memimpin karyawan, kira-kira pemimpin begitu punya kharismatik, tidak? Manager kok cengeng, karyawan mana yang betah di sampingnya?

 

“Sambat-sambat duit” artinya mengaduh tentang uang, itu petunjuk Anda cengeng di depan uang. Ada manager cengeng di depan karyawannya, karyawan mana yang mau mengabdi kepadanya? Demikian pula Anda bila “sambat-sambat duit”, itu uang mana yang mau mengabdi kepada Anda? Uang akan melihat Anda sebagai raja yang tidak layak dimahkotai raja.

 

“Sambat ora due duit” yakni mengaduh tidak punya uang, “sambat duit langka” yakni mengaduh uang langka, “sambat duite sitik” yakni mengaduh uangnya sedikit, “sambat duit angel digolet” yakni mengaduh uang susah dicari, dan keluhan-keluhan keuangan lainnya, itu jadikan uang yang sebenarnya ditabiatkan mengabdi kepada Anda, lantas tidak betah, karena uang merasa punya raja tapi bermental cengeng.

 

Padahal “sambat-sambat kekurangan dan kesulitan duit” begitu Anda dalam sehari bisa berapa kali? Keluhan-keluhan itu mempengaruhi mental Anda setiap saat, lalu direkam oleh pikiran bawah sadar Anda, selanjutnya menjadi belief di pikiran bawah sadar.

 

Setelah mempengaruhi mental, perasaan, lalu jadi belief pikiran bawah sadar, selanjutnya menetap permanen sebagai karakter Anda. Ya raja berkarakter kerupuk. Lalu bagaimana uang akan betah mengabdi?

 

Sifat pesimis, merasa susah, merasa miskin, saat tidak punya uang, itu semua bagian dari pengeroposan mental kemaharajaan Anda. Bila terbiasa selanjutnya uang tidak akan percaya lagi mengabdi kepada Anda.

 

“Ojo sambat duit” sesulit apapu kondisi keuangan Anda, ambillah sikap tegar, tawakal dan optimis, itu latihannya membangun leadership skill di depan uang sebagai maharaja uang.

 

Muhammad Nurul Banan

Gus Banan

Spiritual Prosperity Word

 

Servo Prosperity Online Class

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *