Mungkin selama Anda ikuti konten-konten saya baru kali ini Anda akan saya ajak untuk membela “hemat”, satu kata yang selama ini jadi musuh bebuyutan saya.
Hemat disini hemat energi ya bukan hemat materi, itu yang kali ini saya bela.
Anda kehabisan energi bensin kendaraan, untuk mendapatkannya Anda harus keluarkan materi uang ke SPBU, artinya saat Anda keluarkan uang untuk membayar saat itu Anda dapatkan energi kendaraan, berarti pula saat dapatkan energi saat itu Anda kehilangan materi. Hemat energi kaya berarti sistem penghematan di wilayah energi yang konsepnya bisa berbanding terbalik dengan hemat di wilayah materi.
Materi muncul dari energi, kekayaan materi pun muncul dari energi kaya. Nah imsak sebagai penghemat di sini adalah hemat di energinya.
Dalam 3 jam Anda lari-lari terus tentu Anda kehabisan energi vitalitas tubuh, di titik itu Anda butuh istirahat untuk menghemat energinya. Imsak yang berarti menahan diri itu merupakan sistem penghematan energi agar Anda tidak sampai ketekoran energi kaya.
Untuk dapatkan energi kaya itu Anda harus keluarkan rahmat ke luar diri Anda, ilustrasinya seperti Anda keluarkan uang ke SPBU untuk peroleh energi kendaraan. Keluarkan uang ke SPBU itu salah satu contoh bentuk memberi rahmat ke luar diri Anda.
Setiap kali Anda menolong orang lain, berkasih sayang, berbagi, membayar belanjaan dengan kasih keuntungan, dan segala amal shalih, itu hakikatnya Anda sedang memberi rahmat, di situ Anda sedang belanja untuk peroleh energi kaya untuk diri Anda sendiri. Anda sedekah misalkan, Anda sedang memberi rahmat. Memberi uang ke SPBU saja Anda peroleh kekayaan energi bensin, apalagi sedekah?
Nah sekarang energi kaya itu bisa berkurang bahkan habis ketika Anda berbuat sebaliknya, tidak berbuat memberi rahmat namun memberi kejahatan, bahaya, keburukan, dosa, mudharat dan lain sebagainya.
Gambarannya begini, Anda datang ke SPBU lah kok Anda bukan malah memberi rahmat dengan kasih cuan beli BBM, malahan Anda memberi mudharat, misal dengan merampok, ya Anda langsung ketekoran energi kaya, kan? Babak belur digebugin orang, berurusan dengan polisi, harus ganti rugi, dan lainnya yang semuanya adalah wujud kemiskinan. Kalaupun tidak tertangkap, ya pasti energi miskinnya akan termanifestasi alamiah dengan wujud lain.
Jadi setiap kali Anda berbuat jahat, berbuat dosa, melakukan pelanggaran, merugikan orang lain, ghibah, membully, mengfitnah, merendahkan, itu semua bentuk-bentuk pemborosan stok energi kaya. Terlalu sering dilakukan ya Anda makin boros ambil energi kayanya.
Termasuk kasus flexing kemewahan para istri pejabat yang sekarang sedang jadi sorotan publik, itu juga pemborosan energi kaya.
Flexing sebenarnya kadang dibutuhkan, tidak selamanya menyedot energi kaya, misal flexing untuk bangun branding bisnis. Misal Anda pedagang bubur, lantas Anda ke Eifel di Paris, di sana Anda foto di depan Menara Eifel dengan memampang spanduk bubur Anda. Yang begitu flexing untuk memajukan bisnis. Atau misal Anda pebisnis MLM yang bisanya menarik member MLM dengan pamer penghasilan bisnisnya, ya itu tidak apa.
Yang memboroskan energi kaya itu flexing hura-hura harta. Apalagi kalau penghasilannya bisa didata jelas oleh publik. Tahu-tahu cuma PNS, gaji dan tunjangannya paling 12 juta perbulan lah kok pamer tas ratusan juta dan posisi di luar negeri, ya jelas dia sedang menunjukan energi miskinnya. Penghasilan 12 juta bisa hidup semewah itu ya pasti karena korupsi, dan korupsi tentu memberi kerugian kepada rakyat. Merugikan rakyat itu pemborosan energi kaya.
Hotman Paris dan Deddy Carbuzier suka pamer mobil mewah ya tidak tercium energi miskinnya karena data penghasilannya masuk akal, bukan hasil dari merugikan orang lain.
Kembali ke masalah imsak. Dalam puasa Anda diajarkan untuk menahan diri atau imsak. Makanya agar puasa Anda menjadi ‘amalan maqbûlan, Anda tidak hanya disuruh menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga diri dari ucapan kotor, perbuatan munkar, perbuatan dosa dan lain sebagainya. Ya karena perbuatan-perbuatan tersebut sangat memboroskan energi kaya.
Dengan sistem imsak yang konsisten dilakukan Anda telah berhemat energi kaya.
Sebaliknya, di bulan Ramadhan Anda malahan disuruh meningkatkan energi kaya yang tentu itu adalah perintah untuk boros materi, seperti disuruh perbanyak sedekah di tanggal akhir Ramadhan.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَـكُوْنُ فِـيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ ، وَكَانَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَلْقَاهُ فِـيْ كُـّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَـيُـدَارِسُهُ الْـقُـرْآنَ ، فَلَرَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْـخَيْـرِ مِنَ الِرّيْحِ الْـمُرْسَلَةِ
“Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril AS bertemu dengannya. Jibril menemuinya setiap malam Ramadhân untuk menyimak bacaan Al-Qur’annya. Sungguh, Rasûlullâh SAW lebih dermawan daripada angin yang berhembus.” (HR Bukhari & Muslim).
Memperbanyak sedekah yang berarti banyak membayar itu cara peroleh energi kaya karena memberi rahmat ke luar diri Anda.
Konsep imsak puasa itu konsep hemat energi kaya sehingga terhindar dari kemiskinan, makanya salah satu hasil puasa yang benar-benar dilandasi îmânan wa-htisâban itu Anda selepas Ramadhan akan makin kaya raya, rezeki makin lancar melimpah.
Muhammad Nurul Banan
Gus Banan

Leave a Reply