JUNI 2023

JUNI 2023

PENOLAKAN KADANG ITU WUJUD PEMBERIAN, DAN PEMBERIAN KADANG WUJUD PENOLAKAN

Alam semesta bekerja mengikuti perasaan Anda. Jika rasa Anda damai, realita yang terwujud damai, jika rasa Anda rusuh, realita yang terwujud rusuh. Di dunia binatang tidak ada kisruh Pilpres, tenang seperti biasa, karena rasa hati binatang-binatang tidak mengakses apa yang diakses oleh rasa Anda. Sehingga rasa Anda lah pengeksekusi realita alam semesta.   Karena rasa hati Anda pengeksekusi realita alam semesta, Tuhan banyak menjanjikan wujud realita hanya dengan bermain hati. Misal rasa syukur jadikan berlimpah rezeki, rasa kufur nikmat jadikan azab, rasa tawakal jadikan rezeki min haitsu lā yahtasib, rasa takwa jadikan semua problem menemukan jalan keluar, rasa dengki jadikan fakir, rasa pelit jadikan miskin, dan sebagainya. Tuhan menjanjikan itu karena memang rasa Anda pemegang reaksi alam semesta.   Di Serv0 Prosper1ty Onl1ne W0rkshop saya berikan shock mental kepada peserta dengan membatasi nominal tertentu untuk belanjakan uang. Rata-rata mereka alami tekanan mental. Karena tertekan mentalnya, ada-ada saja peserta yang kemudian alami ketidaknyamanan, seperti “ndilalah” bangun tidur bertengkar dengan istri, “ndilalah” di hari itu ada orang minta dihutangi, dan lain-lain.   Itu kasus nyata kalau perasaan Anda itu yang memanggil realita, rasa stres dan tertekan mentalnya memanggil ketidakberuntungan.   Dua tahun lalu saya bertemu dengan seorang teman yang punya masalah dibuang oleh mertua. Dia menantu miskin, si mertua merasa tidak selevel kerezekiannya dengan si menantu. Dia diusir, untung si istri memilih mengikutinya.   Dalam keadaan ngap-ngapan, si menantu membawa istrinya pulang ke rumah orang tuanya. Rumah orang tuanya tentu seperti kandang bebek. Dua bulan kemudian dia pilih mengontrak satu kamar kecil setelah dia diterima menjadi guru honorer di sebuah Madrasah Aliyah.   Yang menarik darinya, dia tidak pernah merasa perlakuan mertuanya sebagai suatu penistaan. Dia berpikir terbalik, dia merasa itu jalan kekayaan. Waktu itu saya terus menelusuri jalan pikirannya, ternyata dia memang bermental kaya. Dia berperasaan, “Ketika semua pemberian dihentikan, itu artinya jalan pemberian”.   Dia mengambil hikmah dari kitab Al-Hikām karya Ibn ‘Athāi-llāh,   رُبَّماَ اَعْطاكَ فمَنَعكَ وَرُبَّماَ منَعَكَ فأَعْطاكَ   “Terkadang Dia memberi kepadamu, (dengan cara) Dia meghentikannya untukmu. Dan terkadang Dia menghentikan untukmu, (dengan cara) Dia memberinya kepadamu.”   Maksudnya, Tuhan seringkali mewujudkan pemberian dalam bentuk penolakan, dan sebaliknya seringkali Tuhan mewujudkan penolakan dalam bentuk pemberian.   Teman saya mengunggah rasa kepada alam semesta, kalau penghentian pemberian simpati dan jalan rezeki dari mertuanya sebagai jalan Tuhan memberikan semuanya kepadanya.   Ini mental kaya, di mana seorang yang bermental kaya tidak berpikir bagaimana dia diberi, sebab rasa ingin diberi itu merupakan rasa tidak berpunya. Dia memahami maksud Tuhan, bahwa dengan terhentinya pemberian dari mertua, sementara orang tua kandungnya sendiri cukup sangat kekurangan, dia tidak bisa mengharapkan sesuatu dari siapa-siapa lagi selain kepada dirinya sendiri. Harus sukses, harus sukses, harus sukses, dia didesak motivasi seperti itu.   Dimulai ikut teman jualan sayuran di pasar. Sebelum dia berangkat ke sekolah, dia bangun jam 2 malam, menjadi kuli temannya jualan sayuran di pasar, rezekinya terus mengalir. Lama-lama dia jadi pemborong sayuran pada petani, dan kemarin saya bertemu dengannya, dia sudah bisa beli tanah dan mobil Carry Pick Up terbuka. Loncatan finansial yang hanya ditempuh dalam 2 tahun.   Dan saya rasa itu dimulai dari rasa kayanya kepada alam semesta, bahwa sekalipun itu “penghentian pemberian”, dia bisa menilainya sebagai jalan Tuhan memberikan semuanya kepadanya. Rasa yang Anda kirim ke alam semesta adalah yang akan alam semesta realisasikan.   Berbeda dengan kenalan saya yang lain. Suami istri sama-sama guru PNS. Rumah tinggal menempati karena orang tua dari pihak suami maupun dari pihak istri sama-sama mampu. Warisannya banyak.   Tetapi karena keduanya mengirim rasa kurang kepada alam semesta, di mana rasa kurang itu adalah rasa “masih banyak yang belum aku miliki,” keduanya sekarang terjebak hutang bank sampai milyaran. Keduanya menjadi korban Dimas Kanjeng. Tergiur penggandaan uang, keduanya hutang bank 1 milyar untuk digandakan dengan agunan gaji guru PNS. Pasca tertangkapnya Dimas Kanjeng, keduanya baru kelepek-kelepek.   Tuhan memberi jalan pemberian kepada keduanya, ternyata sebagai cara Tuhan menghentikan pemberian-Nya. Dan itu semua dimulai dari rasa hati Anda.   Karena itu pentingnya mengambil hikmah kehidupan. Karena dengan mengambil hikmah, rasa yang kita unggah kepada alam semesta akan menjadi informasi keberlimpahan, bukan informasi kemiskinan, sebab alam semesta mewujudkan realita dari rasa hati kita.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan

JUNI 2023

ALGORITMA KEHIDUPAN; SEMUA BIASA-BIASA SAJA

Pola alam semesta akan selalu menarik diri kembali kepada kesederhanaan, dikarenakan alam ini susunan pola aslinya adalah pola kesederhanaan.   Lah iya, Anda mau bicara mobil semewah dan secanggih apapun, itu hanyalah rumusan sederhana Newtonian dalam fisika yang asal muasalnya adalah unsur tanah yang diproses menjadi logam-logam tertentu.   Anda bicara tehnologi komputer serumit apapun, itu hanyalah kode-kode bilangan binner 0 dan 1 yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga membentuk algoritma tertentu.   Anda gunakan tehnologi internet secanggih apapun, serumit apapun dunia hack dan keamanannya, itu hanya komunikasi angka 0 – 9 dan simbol-simbol kaypad komputer.   Anda bicara karya sastra tinggi, itu hanyalah susunan abjad sederhana dari A – Z yang dikomunikasikan dengan rasa artistik tertentu.   Anda cari komponen alam semesta ini yang tidak tersusun dari pola kesederhanaan itu tidak ada.   Sebagaimana simbol lafal innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn (sungguh kita milik Allah, dan kepada Allah kita kembali), artinya berasal dari Allah kembali ke Allah lagi, maka bila pola penyusun asalnya adalah pola kesederhanaan, maka perjalanan gerak seluruh alam semesta ini menuju pola kesederhanaan lagi.   Lah iya, mobil canggih, komputer canggih, dan seterusnya ujung-ujunhnya kembali sederhana menjadi “rongsokan”. Dari sederhana, kembali sederhana.   Perasaan Anda pun demikian, ujung-ujungnya hanya akan menuju kesederhanaan, segala renik hidup yang Anda alami menjadi biasa-biasa saja.   Dulu saya sangat membenci iblis, saya anggap malaikat simbol suci sehingga sangat memuja, iblis simbol kejahatan dan kerusakan sehingga layak terkutuk. Tapi pada akhirnya pandangan itu menyederhana sendiri, malaikat dan iblis sama baiknya, tercipta untuk mendukung proses kehidupan ini.   Tanpa iblis yang merupakan wujud api, apa iya Anda bisa hidup? Anda tidak mungkin hidup dalam naungan kesejukan dan kedamaian terus menerus, tumbuhan saja tidak sehat tumbuhnya kalau kurang unsur panas matahari. Kalau Anda hanya sejuk dan damai sejahtera bersama malaikat dan Anda kurang setok musuh dan pesaing bersama iblis, hidup Anda juga tidak bisa bertumbuh baik, layaknya tumbuhan.   Itu artinya dikte buruk saya kepada arti baik dan buruk itu menjadi sederhaha seiring jalannya waktu.   Kemarin saya baru saja menyerang satu aplikasi money game tertentu yang di situ jelas rawan caci-maki dan serangan publik, dan memicu gontok-gontokan pro dan kontra, tapi kenapa saya jadi berani? Ya karena perasaan saya menganggap caci maki itu biasa saja, buat apa mau sakit hati?   Sakit hati pada caci maki itu emosi terlalu mewah dan norak, seolah hidup ini hanya pujian dan perdamaian saja yang diterima. Tidak, pupuk penyubur tanaman saja disebut unsur hara, itu unsur panas tanah.   Emosi saya menyederhana, menganggap caci maki dan puja puji itu selevel, jadi ya saya buat apa takut? Itu biasa saja.   Kemarin saya baru merasa bertindak ceroboh, memberi informasi publik kalau akun saya kena hack, dan yang di-hack itu posting pemberdayaan spiritual saya memakai pemograman Javascript. Saya menilai lumayan ceroboh karena sebenarnya belum sangat terdesak untuk diinformasikan ke publik, tapi ya saya sedang ceroboh.   Menyikapi penyesalan kecerobohan saya, saya menyederhanakan rasa menyesal saya, saya anggap segala kekhilafan itu biasa saja. Saya tahu diri saya menyesal, tapi saya sederhanakan menjadi biasa saja, toh hal itu tidak merugikan publik dan pihak lain.   Dulu awal saya mulai sadar memaafkan, saya anggap mengalah dan diam itu segala-galanya. Ternyata kesadaran emosi saya menyederhana sendiri dalam memaafkan. Dimaafkan makin menyepelekan, dengan sederhana saya beri amukan.   Dulu awal saya mengerti kalau rezeki makmur itu dengan memberlimpahi orang lain, kegemaran saya berbagi, di mana-mana saya “nyah-nyoh” duit. Pada akhirnya emosi itu menyederhana sendiri dengan saya sadar kalau diri saya pun layak “menerima” bukan hanya “memberi”, karena “hanya memberi tanpa menerima” itu hanya Tuhan yang sanggup punya karakter itu.   Awal membangun mental kaya, saya sangat tidak suka, kerap mencibir dan menertawakan pemilik mental miskin, tapi pada akhirnya emosi saya menyederhana, menganggap mental kaya pun punya kemiskinannya sendiri-sendiri, karena di setiap level kekayaan itu punya level kemiskinannya masing-masing.   Dulu awal saya pakai barang branded, saya maunya pamer, seperti euforia untuk cerita pada orang lain. Pada akhirnya menyederhana sendiri emosinya, sekarang walaupun baru beli bonsai harga 5 juta, ya tidak ingin cerita tidak apa, karena menganggap bonsai harga 5 juta itu biasa-biasa saja.   Algoritma kehidupan ini berasal dari pola kesederhanaan, akar pokoknya adalah “biasa-biasa saja”, maka pengguna kehidupan di alam semesta ini mau tidak mau dikontrol oleh algoritma ini. Siapapun yang masih mewah emosinya, baik mewah dalam emosi kebaikan maupun keburukan, kedua-duanya akan dikontrol oleh algoritma kesederhanaan alam semesta yang akibatnya rawan terjadi “kejatuhan diri”.   Tapi harus diingat! Seluruh benda-benda alam semesta ini energinya netral, perasaan Anda lah yang berikan nilai mewah ataupun sederhana.   Kaos oblong harga 5 juta itu energinya netral, tidak percaya? Begini, kaos oblong harga 5 juta dengan mainan anak harga 5 ribu, Anda berikan kepada anak balita Anda, mana yang dipilih? Tentu yang dipilih mainannya. Itu karena balita Anda belum punya emosi perasaan yang cukup untuk menyerap nilai kaos oblong mewah.   Itu artinya Anda sah-sah saja punya ini dan itu yang mewah-mewah, yang bermerk dan branded, tinggal emosi perasaan Anda dimana. Itu saja.   Lalu bagaimana sih untuk sampai di emosi yang sederhana? Begini, Anda tidak tahu kalau ada di bawah itu membahayakan kalau Anda tidak pernah naik ke ketinggian. Dengan Anda naik pohon tinggi, Anda jadi sadar kalau “bawah” itu bahaya ekstrem.   Jadi untuk temukan pola sederhana yang menjadi algoritma kehidupan, Anda perlu naik yang tinggi dulu. Baru kenal mental kaya, ya euforia dulu. Baru kenal agama, ya euforia dulu. Baru kenal barang branded ya euforia dulu. Baru kenal memaafkan, ya euforia dulu. Baru kenal makrifat, euforia dulu. Baru kenal duit gede, ya euforia dulu. Baru kenal marah, euforia dulu. Dan seterusnya.   Naik lah dulu ke ketinggian, nanti Anda baru tahu kalau semuanya “biasa-biasa” saja.   Yang tidak kenal arti pola kesederhanaan itu orang yang tidak pernah naik di ketinggian, bisa jadi ia sederhana tapi hatinya tidak pernah sadar arti sederhana.   Jadi naik dulu ke atas sana, naik yang tinggi, nanti Anda tahu kalau semua biasa-biasa saja.   Pada saat hati Anda temukan semua biasa-biasa saja, itu artinya bahagia dan

JUNI 2023

MENUKARKAN ENERGI KE LANGIT

Sudah populer, cerita dalam hadits Nabi S.A.W tentang 3 orang yang terjebak dalam goa, kisahnya shahîh diriwayatkan Al-Bukhâri dan Al-Muslim.   Ketiga orang tersebut dalam perjalanan dan sedang beristirahat di dalam goa. Tiba-tiba ada batu besar longsor menutup pintu goa. Sangat panik.   Akhirnya suara hati ketiganya menunjuki jika ingin selamat mereka harus berdoa dengan menukarkan energi kebaikan ke langit, “Tidak ada jalan lain selain kita harus memohon pertolongan-Nya dengan menyebutkan amal-amal shaleh kita,” ungkap salah satu di antara ketiganya.   Orang pertama berdoa agar Dia menolong mereka dengan menyatakan kalau ia tanpa pamrih melayani kedua orang tuanya yang telah tua renta, hingga kerap menomorduakan kepentingan anak istrinya demi istimewakan orang tuanya. Itu semua ia lakukan demi mencaei ridha-Nya. Usai ia berdoa, batu besar penutup goa begesar.   Orang kedua berdoa dengan menyebutkan kalau ia pernah jatuh cinta pada seorang cewek, keduanya saling menyintai. Saat akan berbuat mesum, dan tinggal tembakan tombak ke dalam, si pemuda mengurungkannnya karena takut dengan-Nya. Usai ia berdoa dengan amal ini, batu besar penutup goa bergeser lagi.   Orang ketiga berdoa dengan menyebutkan kalau ia pernah khianati bayaran seorang buruh. Uang bayaran buruh tersebut tidak diberikan, malah ia gunakan untuk modal usaha ternak. Usahanya pun maju pesat.   Di saat usahanya telah maju, si buruh datang kepadanya menagih bayaran kerja. Merasa pernah menzalimi si buruh, ia menyerahkan semua ternak beserta para gembala ternaknya. Itu ia lakukan untuk menebus kezalimannya di masa lalu. Usai ia berdoa dengan amal kebaikan ini, batu besar penutup goa terbuka lagi hingga ketiganya bisa keluar dengan selamat.   Anda kerap kan hadapi kesulitan yang Anda tidak tahu jalan keluarnya, sana-sini buntu?   Saya sudah lama melakukan konsistensi amal baik yang sengaja dengan penuh sadar saya lakukan. Nah konsistensi amal baik ini kerap saya tukarkan kepada-Nya dalam keadaan darurat tertentu.   Jujur ya, saya dengan konsisten menggaji orang tua dan seorang guru spiritual. Dalam keadaan sepayah apapun, saya tetap konsisten. Sedikit pun tidak ada plin-plannya, tidak dalam keadaan luas rezeki maupun sempit rezeki. Konsisten.   Nah dalam keadaan darurat tertentu di mana saya alami kesulitan dan tekanan dahsyat, saya kerap bicara kepada-Nya, “Ya Allah. Saya sudah berusaha keras memuliakan orang tua di mana orang tua adalah azimat bagi anak, dan saya juga telah berusaha keras memuliakan salah satu hamba-Mu yang shaleh, itu semua saya lakukan dengan konsisten hanya agar hidup saya diberkahi. Karena ini saya mohon kepada-Mu keluarkan saya dari kesulitan dan tekanan ini dengan kemuliaan dan kekayaan lahir batin, kemuliaan dan kekayaan dunia akhirat.”   Dan doa tersebut auto keluar dari hati saya dengan yakin di setiap kali saya hadapi kesulitan dan tekanan. Sehingga ada rasa percaya diri besar keluar dari hati saya, bahkan saya merasa tidak layak kalau hidup saya terpuruk, masalahnya yang durhaka pada orang tua juga banyak yang kaya raya, kenapa saya yang memuliakan orang tua malah terpuruk? Saya merasa tidak layak terpuruk.   Dan hasilnya saya ditekan kesulitan karena ada orang dengki, yang mendengki terkunci sendiri langkahnya tidak bisa berbuat apa-apa, lalu dipaksa oleh alam semesta untuk memakan pahitnya menyaksikan saya makin berjaya.   Saya ditekan kesulitan finansial, banyak tanggungan biaya, tapi duit tidak ada, alhamdulillah makin hari rezeki makin murah. Saya direndah-rendahkan orang, alhamdulillah yang terbukti saya malah makin mulia. Dan banyak lagi.   Jadi sangat perlu Anda membentuk pola pertukaran energi ke langit dengan konsisten. Harus ada amal shalih yang Anda bentuk dengan konsisten dengan tujuan semata-mata berbuat kebaikan. Dan pola amal yang Anda bentuk tersebut memang terasa berat bagi Anda, bukan yang ringan-ringan dan gampangan.   Kalau saya memang merasa mantap dengan konsisten memuliakan orang tua dan salah satu guru yang memang secara spiritual sangat saya sandari. Anda membentuk polanya ya terserah sesuai keyakinan Anda, mau mengasuh anak yatim, menyantuni fakir miskin, menyubsidi pendidikan dan kesehatan, terserah Anda apapun yang dimantapi hati Anda.   Kalau belum bisa dengan materi harta, tentu dengan tenaga, pikiran, dan lainnya, yang penting itu bentuk amal shaleh.   Kalau ada pola amal shaleh yang konsisten Anda bentuk, fungsinya itu sewaktu-waktu Anda terdesak sangat darurat, Anda bisa mempertukarkan energinya ke langit.   Kenapa harus ada pola amal shaleh yang Anda bentuk? Karena tidak mungkin Anda hidup tanpa kesalahan, tanpa dosa, tanpa khilaf. Kalau sama sekali tidak ada pola amal shaleh yang secara sadar Anda bentuk, lalu Anda mau bayar salah, dosa dan khilaf itu dengan apa?   Hidup kerjaannya mengolok-olok orang, sedekah Jumat cuma 2 ribu perak, sama orang tua berani geram dan bentak-bentak, ada perempuan gatel pingin menggoda, mentalnya miskin penuh rasa kurang, lah hidup begitu ya pantas belangsakan.   Jadi bentuk pola amal shaleh dengan konsisten dan istiqamah, sesuatu yang memang berat, jangan yang enteng-enteng, sehingga dalam keadaan yang Anda sangat sulit, Anda bisa menukarkannya ke langit.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan  

JUNI 2023

PLIN-PLAN UANG

Apa sih renik hidup ini yang tidak butuh konsistensi?   Masalahnya, kehidupan alam dunia ini dicipta dengan karakter plin-plan alias inconsistent, makanya disebut alam hudûts.   Betapa tidak plin-plan karakternya? Pilpres 2019 kemarin, Prabowo Subianto itu musuh bebuyutan Jokowi, sekarang sohiban rekat.   Kaesang dan Felicia tahun lalu terlibat love story mendalam, eeh sekarang ribet, cintanya diculik gendruwo cinta, hahaha bahasa elitnya ghosting.   Kemarin musuh, sekarang sohib, kemarin cinta dekat, sekarang musuh. Semua urusan dunia itu incosistent.   Jadi ciri satu urusan itu urusan duniawi atau bukan, dicirikan urusan tersebut konsisten atau tidak.   Tahun 1950-an ramai isu nikah kaum muslim tidak sah, karena presiden RI dianggap bukan waliyyul amri, karens bentuk negara NKRI bukan negara Islam, sehingga presidennya tidak bisa bertindak menunjuk perangkat KUA (Kantor Urusan Agama). Karena bukan waliyyul amri, berarti nikah kaum muslimin tidak ada yang sah. Eeh sekarang isu itu ada tidak?   Awal reformasi gencar isu pemimpin wanita itu haram. Waktu itu Megawati Sukarnoputri yang paling dihadang isu tersebut. Sekarang ada tidak isu tersebut? Pilgub, Pilbup, Pilwakot hingga Pildacil juga banyak diramaikan para wanita.   Ya begitu ciri urusan dunia, ia plin-plan dan incosistent. Sama saja isu negara khilafah, isu mata uang dinar dan dirham, lama-lama juga hilang sendiri dari peredaran, mirip love story yang alami ghosting. Plin-plan.   Nah karakter dunia itu terbalik dengan karakter jiwa Anda. Jiwa Anda itu konsisten karakternya. Setelah Anda meninggal dunia, jasad Anda hancur, namun jiwa Anda utuh untuk melanjutkan misi hidup.   Bila Anda tidak ingin digerus goyahnya dunia, Anda harus pengaruhi urusan dunia Anda dengan karakter jiwa Anda yang konsisten.   Kekayaan uang pun butuh pengaruh karakter konsistensi Anda dalam kekayaan, bila Anda tidak ingin goyah disapu plin-plannya kemiskinan dunia.   Sedang doyan-doyannya merokok, merasakan desakan kebutuhan sana-sini banyak, rokoknya diturunkan ke harga yang lebih murah.   Sedang doyan-doyannya pakai kuota internet, merasakan desakan kebutuhan ini dan itu, kuotanya dipangkas, alih-alih hemat.   Coba-coba pakai Pertamax, didesak kebutuhan ini dan itu, langsung ngacir ke Pertalite.   Didesak rasa tidak punya, anak sedang semangat-semangatnya kuliah disuruh berhenti kecuali mau cari biaya sendiri, alasannya tidak ada biaya lagi.   Nyaman beli onderdil kendaraan yang KW, hitung-hitung murah, tidak sadar kalau kaya itu di level orisinil.   Itu semua karakter plin-plan kekayaan, dibegitukan uang Anda juga plin-plan, kekayaan Anda juga akan plin-plan.   Kaya pun butuh konsistensi. Yang kokoh hatinya, sekali Dji Samsoe pantang surut. Hidup sekali cuma sedang cinta sama Dji Samsoe kok cuma karena desakan cabe mahal, Dji Samsoenya diganti Djarum 76.   Jangan mau dipengaruhi plin-plannya uang, kalau Anda merasa happy, ngapain Anda mau digoyang tekanan uang?   Kalau meraih satu impian butuh konsistensi, meraih kecukupan uang pun butuh sikap konsisten. Jangan plin-plan, doa nangis-nangis dalam shalat Dhuha minta rezeki luas, tapi mentalnya plin-plan dengan kebutuhan hidup. Ya shalat Dhuha Anda di-ghosting mental plin-plan Anda.   Ingat! Kaya harta itu tidak ada, yang ada itu kaya jiwa. Orang kaya jiwa tentu tidak lah plin-plan hanya digertak cabe mahal, plin-plan Dji Samsoe hanya digertak rasa tidak cukup.   Kaya pun butuh konsistensi.   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

JUNI 2023

“KUTUNGGU JANDAMU”; HARAPAN SEBENARNYA PENGKHIANATAN PADA MASA KINI

Anda mau-maunya bersabar yang artinya membetah-betahkan diri dengan realita yang Anda sebenarnya tidak betah. Kenapa Anda mau bersabar? Tentu karena di balik hati Anda masih bisa menyaksikan ada harapan-harapan baik tertentu.   Demikian pula Anda mau berjerih-payah mengubah nasib hidup, mau belajar tanpa lelah, mau berkorban diri, kadang sudah sampai hendak putus asa tapi masalah yang Anda hadapi masih disambung-sambungkan dengan wisdom-wisdom bermakna sehingga keterputusasaan Anda dapat ter-pending, lalu Anda mencoba tetap kuat dan terus menguatkan diri. Kenapa Anda mau sedemikian hebat bertahan dalam komitmen melangkah? Tentu karena masih ada harapan baik yang bisa disaksikan dalam hati Anda.   Anda mau bergerak sekolah cari ilmu, mau bekerja pagi hingga malam, mau berbisnis dengan jatuh bangunnya, mau melamar cinta, dan lain-lain itu karena di dalam hati Anda ada secercah harapan.   Seekor kuda delman tidak punya harapan apapun dari kerja kerasnya berlari, kecuali mengikuti nalurinya sebagai hewan tranportasi. Karena tak ada harapan dalam dirinya, kerja keras kuda delman tak pernah membawa perubahan bagi hidupnya, tidak ada kuda miskin kemudian kaya raya gara-gara kerja keras lari. Beda sekali dengan Anda, kerja keras Anda bisa mengubah hidup itu dikarenakan ada harapan di dalam hati Anda.   Boleh disebut, pertumbuhan hidup Anda itu bergantung pada harapan-harapan Anda. Tanpa harapan, hidup Anda berarti mati.   Harapan sebenarnya sistem pengkhianatan hati Anda pada penerimaan masa kini. Anda di masa kini sedang hadapi pahitnya patah hati ditinggal nikah cewek Anda, namun Anda coba mengkhianati masa kini dengan harapan untuk masa mendatang dengan berharap, “Kutunggu jandamu,” itu artinya hati Anda meloncat ke masa depan, hidup di masa depan, sementara masa kini dikhianati oleh hati Anda.   Namun demikian, sekalipun harapan adalah pengkhianatan hati pada masa kini, namun adalah doa yang dijanjikan ijabah oleh-Nya.   Karakter kehambaan dalam diri Anda, tentu jadikan Anda punya batas daya dan upaya, yakni batas di mana Anda tak berdaya lagi kecuali berserah pasrah pada-Nya.   Saat Anda berserah pasrah berarti Anda berada dalam keadaan kosong.   Nah segala hal yang kosong itu apapun bisa mengisinya. Gelas kosong bisa diisi racun, bisa diisi madu, bisa air mineral, bisa batu, dan seterusnya.   Dengan harapan baik itulah kekosongan hati Anda diisi dengan sesuatu yang Anda kehendaki. Mau madu? Ya beri harapan madu.   Kuda delman yang kebablasan kosong tanpa harapan-harapan baik, hidupnya utuh tanpa perubahan sekalipun ia telah kerja keras.   Harapan itu doa. Doa dijanjikan ijabah. Iya Tuhan janjikan ijabah, namun konsekuensi Tuhan dalam ijabah-Nya tentu mengikuti mekanisme konsistensi Anda dalam doa.   Umpama Anda berdoa mohon dimudakan lagi usianya, kembali ke masa ABG. Iya betul itu doa dan harapan yang dijanjikan ijabah, namun doa Anda itu tidak konsisten dengan hukum alam, maka ijabah doa semacam ini adalah ijabah dengan “ketidakmungkinan terjadi”.   Sama halnya Anda berharap, Tuhan janjikan ijabah atas harapan Anda, namun harapan Anda itu menetapi mekanisme konsisten, apa tidak?   Umpama berharap, “Kutunggu jandamu,” ternyata si cewek sudah menikah dengan pria yang lebih ganteng, lebih kaya, lebih mapan, lebih tanggung jawab, lebih mulia kepribadiannya dari Anda, maka konsekuensi pengabulan harapan, “Kutunggu jandamu,” itu sangat mungkin sekedar tamannî (angan-angan) saja.   Karena itulah Ibn Athaillah As-Sakandarî memberi koridor tentang harapan,   الرَّجاءُ ماَ قاَرَنهُ عملٌ وِالاَّ فهُوَ اُمْنِيَّةٌ   “Sebuah Harapan harus disertai amal perbuatan. Jika tidak, maka akan menjadi angan-angan saja.”   Jadi jelas, harapan itu cirinya disertai sikap konsisten dalam ikhtiyar. Jika tidak ada konsistensi atas harapan itu artinya harapan Anda sekedar pengkhianatan hati atas keadaan di masa kini. Tapi ya lumayan bisa buat menghibur diri, namun rawan halunisasi.   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

JUNI 2023

MENEMUKAN RASA SEDERHANA

Rasa sederhana itu rasa biasa-biasa saja yang Anda unggah ke alam semesta. Efek unggahan rasa ini adalah sinergi keharmonisan hidup karena kesederhanaan itu pola asal penciptaan alam semesta.   Kemarin saya jelaskan algoritma alam semesta ini yang berpola asli sederhana, Anda pelajari matematika yang sangat njelimet, itu cuma susunan pola sederhana angka 0 – 9 yang dirumuskam sedemikian rupa.   Karena itu menemukan hal-hal sederhana dalam hati adalah kemewahan tertinggi.   “Jika Anda tidak bisa menjelaskannya secara sederhana, Anda tidak memahaminya dengan cukup baik.” (Albert Einsten)   Begini ya, Anda tidak pernah naik pesawat, lalu Anda naik Lion Air itu bagi hati Anda terasa mewah, walaupun bagi yang bissa naik pesawat itu biasa saja. Kalau nanti diulang-ulang lagi, Lion Air baru terasa biasa bagi Anda.   Sederhana kalau diukur dengan standar penilaian orang lain ya tidak bisa. Bagi saya, hotel bintang 5 itu mewah, tapi bagi lingkar finansial milyader itu sederhana. Ayam goreng dengan nasi putih bagi Anda itu sederhana, bagi rakyat Burundi yang tanah saja dibikin roti lalu dimakan, ayam goreng jadi mewah.   Karena ini standart sederhana itu penilaian rasa Anda sendiri, hati Anda menemukan hal itu sebagai hal biasa-biasa saja apa tidak. Karena itu di setiap level finansial punya kesederhanaannya sendiri-sendiri, sebab sederhana atau mewah itu perihal rasa hati yang Anda temukan.   Dan hukum segala hal itu punya efek euforia. Punya rumah baru, Anda rajin bersih-bersih, itu efek euforia. Nanti setahun saja di rumah itu, rajinnya luntur semuanya.   Nah Anda pakai sarung BHS harga 3 juta, itu awal pakai terasa mewah, ada sensasi euforia. Namun kalau rara-rata sarung Anda bermerk BHS, sarung branded tersebut jadi biasa saja. Ya kan?   Karena itu menemukan rasa sederhana yang menjadi algoritma kehidupan itu bukan dibikin irit-irit dan murah-murah, tapi biasakan apa yang jadi standart selera Anda.   Umpama sarung BHS. Biasakan saja beli dan pakai, nanti berangsur rasa sensasinya hilang dan jadi biasa-biasa saja.   Sebab ini Nabi Sulaiman tidak bisa Anda stempel hidup dalam kemewahan dan kemegahan, beliau di level sultan. Bagi beliau itu biasa saja kok. Lah iya, Sultan Hasanah Bolkiah menurut Anda hidup mewah, bagi Bill Gates ya Sultan Hasanah Bolkiah masih hidup biasa-biasa saja.   Sama saja Nabi Sulaiman, bagi Anda beliau mewah, bagi level sultan ya biasa saja.   Sekali lagi, temukan rasa sederhana itu ya dengan cara biasakan, sebab membiasakan mengonsumsi yang murah-murah itu justru melemahkan daya finansial Anda. Daya beli Anda lemah itu tanda daya finansial Anda juga lemah.   Hanya masalahnya di titik ini, banyak orang yang terjebak “gaya hidup”. Seharusnya Anda beli ini dan itu untuk melatih daya finansial Anda, bukan turuti gaya hidup dan nafsu konsumtif. Itu.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan  

JUNI 2023

AKUMULASI REPORT BERJAMAAH “REZEKI”

Kemarin akun resmi All England 2021 di Instagram mendadak hilang, pada Sabtu 20 Maret 2021. Saat dicari, akun @allenglandofficial sudah tidak ada.   All England menyatakan tim Indonesia harus mundur dari kejuaraan, pada Kamis 18 Maret 2021 dini hari WIB. Ketika itu, ada enam wakil Indonesia yang bertanding.   Penyebabnya adalah, tim Indonesia disebut terbang dari Istanbul ke Birmingham, para pemain Indonesia berada satu pesawat dengan orang yang positif Covid-19. Sesuai regulasi di Inggris, maka pemain Indonesia harus diisolasi 10 hari. Padahal hasil dua kali polymerase chain reaction (PCR) negatif Covid-19.   Ya saat berita tim bulu tangkis Indonesia dipaksa mundur, seketika itu juga perasaan masyarakat Indonesia dari presidennya hingga warga RT-nya mengunggah rasa kecewa besar kepada penyelenggara All England.   Masyarakat Indonesia protes, salah satunya dengan serbuan netizen Indinesia ke akun resmi Instagram All England 2021.   Begitu report perasaan manusia ketika diunggah ke alam semesta. Rasa kecewa besar diunggah ramai-ramai ke alam semesta, hasilnya akun All England lenyap.   Tajam sekali kan perasaan Anda bila konsisten diunggah ke alam semesta? Bila perasaan yang diunggah adalah perasaan buruk, begitu mematikan.   Nah berarti andai yang diunggah adalah perasaan baik, tentang kekayaan, tentang keberuntungan, tentang kasih sayang, dan seterusnya, tentu unggahan perasaan baik Anda juga sangat tajam menarik keberlimpahan.   Apalagi ketika dilipatgandakan perasaannya yakni dengan mengunggah rasa secara berjamaah, tentu lipatan power energinya juga berlipat ganda, maka ini ketika netizen Indonesia berjamaah unggah rasa kecewa ke All England 2021, seketika akun Instagram All England lenyap.   Sebab ini nabi menyebut jika doa diunggah kompak oleh 40 orang jamaah, maka di dalamnya pasti ada satu wali Allah, artinya mustajabnya doa sangat konsisten karena melibatkan satu wali Allah.   Dalam kitab Mughnil Muhtâj karangan Syaikh Khathib Syarbini dijelaskan;   وَفِي مُسْلِمٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ يُؤَخِّرُ الصَّلَاةَ لِلْأَرْبَعِينَ قِيلَ وَحِكْمَتُهُ أَنَّهُ لَمْ يَجْتَمِعْ أَرْبَعُونَ إلَّا كَانَ للهِ فِيهِمْ وَلِيٌّ وَحُكْمُ الْمِائَةِ كَالْأَرْبَعِينَ كَمَا يُؤْخَذُ مِنْ الْحَدِيثِ الْمُتَقَدِّمِ   “Dalam kitab Shahih Muslim, terdapat riwayat dari Ibn Abbas, bahwa sungguh beliau menunda shalat jenazah karena menanti jumlah jamaah 40 orang. Disebutkan hikmahnya adalah tiada berkumpul 40 orang jamaah melainkan salah seorangnya adalah wali Allah. Dan hukum 100 orang sama dengan 40 orang, seperti kesimpulan yang diambil dari hadits tadi.”   Perasaan hati yang diunggah adalah doa yang ter-report ke alam semesta, nah kalau reportnya ramai-ramai?   Jangan salah, Anda kira perasaan orang lain atas finansial Anda itu tidak pengaruhi pada realita finansial Anda?   Kalau ada 40 orang saja yang perasaannya menyaksikan Anda kaya, itu report unggahan report rezeki yang tersalur kepada Anda jadi berlipat-lipat.   Sebaliknya ada 40 orang yang perasaannya saksikan finansial Anda ruwet, maka energi unggahan report rasa “Anda miskin” itu juga jadi berlipat-lipat.   Karena itu kenalkan kepada teman-teman Anda, tetanggga-tetangga Anda, saudara-saudara Anda kalau Anda kaya. Caranya? Tunjukkan mental kaya Anda kepada mereka. Mental kaya loh, ya? Bukan sok-sokan kaya atau gaya-gayaan kaya.   Tetangga kanan-kiri, saudara kanan-kiri, teman di medsos dan di dunia nyata, semua mendengar keluhan Anda sedang ruwet duit, ya sudah saat itu rezeki Anda modar sekalian karena di-report berjamaah kalau Anda miskin.   Jadi jangan coba-coba nampang kurang duit di depan orang, bukan solusi rezeki yang didapat, tapi malah makin melarat. Diam kalau sedang tidak punya duit, itu sudah cukup.   Karena itu warga NU diajarkan kenduren, yakni syukuran dengan mengundang tetangga kanan-kiri ketika seseorang dapatkan kenikmatan seperti habis beli mobil.   Tujuannya ya agar para tetangga menyaksikan kalau Anda telah dianugerahi nikmat sehingga perasaan mereka menggunggahnya ke alam semesta, selanjutnya akan menjadi akumulasi report berjamaah. Di akumulasi report kesaksian perasaan tersebut, setiap 40 orang ada satu wali Allah.   Postingan ujicoba algoritma.   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

JUNI 2023

MANFAAT MALAS

Sudah lumrah kan diberi motivasi agar cekatan, disiplin tinggi dan fokus? Kali ini saya beri motivasi yang berbeda, motivasi malas.   Kalau Anda dipangil majikan supaya bersihkan rumah, lalu Anda cekat-cekat kerjanya, tugas jadi cepat selesai, kan? Cepat tuntas?   Kalau sudah tuntas, lanjutan proyeknya apa lagi? Ya Anda pulang.   Beda kalau Anda kerjakan tugasnya lambat, entar-entaran, kerjaan akan tidak kunjung tuntas.   Mungkin bersihkan rumah, kalau Anda cekatan dalam sehari selesai, tapi kalau Anda lelet bisa jadi 2 hari baru selesai.   Kecepatan selalu bermekanisme lekas tuntas, kelambatan selalu bermekanisme memperlambat, itu sudah jadi sistem alam.   Tidak bisa dipungkiri, cepat selesai jadi cepat sampai tapi cepat pulang.   Saya ada salah satu saudara yang beliau sejak mondok di pesantren punya disiplin waktu sangat tinggi, selalu rajin dan cekatan dalam menimba ilmu, konsisten dan fokus. Disiplinnya pada waktu sangat tinggi.   Setelah menikah, ia mendirikan pesantren. Beliau pun sangat tinggi disiplinnya; disiplin mengajar, disiplin waktu. Pesantrennya pun berkembang sangat pesat.   Di usia 51 tahun, beliau sakit, selang 3 bulan kemudian beliau wafat.   Nah itu cepat tuntas, cepat sampai, ya cepat pulang.   Hidup Anda itu sudah ditulis rezekinya berapa, popularitasnya hingga berapa kapasitasnya, kalau Anda cekatan dan gesit, ya jadi cepat tuntas. Kalau jatah rezeki, jatah prestasi, jatah pengaruh, dan lain-lain cekatan diambil, sehabis tuntas ya Anda dipanggil pulang.   أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ   “Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (H.R. Ibnu Majah).   Imam Al-Muzani rahimahullah berkata,   وَالخَلْقُ مَيِّتُوْنَ بِآجاَلِهِمْ عِنْدَ نَفَادِ أَرْزَاقِهِمْ وَانْقِطَاعِ آثَارِهِمْ   “Makhluk itu akan mati dan punya ajal masing-masing. Bila ajal tiba berarti rezekinya telah habis dan amalannya telah berakhir.”   Kalau Anda lihat orang sukses, usianya hanya di angka 50-an, itu orang yang melaju cepat, kurang malas. Ia meluncur cepat, pekerjaannya cepat selesai, semua jatah hidupnya baik rezeki, popularitas, pengaruh, dan lainnya cepat diselesaikan. Cepat selesai, cepat pula sampainya, akibatnya cepat pulang.   Jadi Anda yang merasa kerap dihadang rasa malas, bersyukurlah, karena itu artinya Anda memperlambat penghabisan jatah yang akan Anda ambil, memperlambat tugas selesai. Lambat sampai, lambat tuntas, lambat pula pulangnya, hehehe.   Kurakura jalannya lambat, segalanya lambat, usianya bisa mencapai lebih dari 100 tahun. Kancil yang serba cepat, usia 4 – 5 bulan sudah memasuki usia dewasa, Anda bisa takar sendiri jatah usia untuk kancil.   Kadar rezeki, kadar pengaruh, kadar popularitas, dan semua jatah yang dituliskan itu sesuai cita-cita dan impian Anda. Maka ini jatah rezeki yang harus dihabiskan antara Anda dengan Erick Thahir, misalkan, itu berbeda-beda. Mungkin impian Anda kalau kaya rezeki itu sekedar punya mobil dan rumah, tapi Erick Thahir bermimpi kaya itu harus punya harta 1000 trilyun.   Nah dalam mencapai impian ini lah, kalau Anda gesit dan cekat-cekat, maka Anda cepat sampai, cepat tuntas. Sudah tuntas ya diminta pulang.   Namun kalau Anda suka “entar-entaran”, Anda sampainya ke gol cita-cita menjadi lambat, lambat sampai, lambat tuntas. Belum tuntas, sedikit alasan untuk panggil pulang.   Bisa jadi Joe Biden yang sampai ke gol cita-cita jadi presiden AS di usia 78 tahun, itu karena ia suka lambat, hehehe. Tapi itu jadi panjang usia.   Yang jadi masalah yang cita-citanya kecil, jatahnya sedikit, ditambah malas. Sudah lambat, jatah untuk diambil cuma sedikit. Namun ini cuma “ilmu titenan” (pengamatan), semuanya wallâhu a’lam.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan  

JUNI 2023

PROGRAM TAKEDOWN UNTUK KEJAHATAN MUSUH

Kalau hidup Anda tanpa pembenci dan pendengki, jangan merasa itu anugerah, justru itu disharmoni.   Lah tanpa musuh kok disharmoni? Iya, unsur alam semesta mana yang bisa hidup tanpa kotoran?   Tumbuhan jelas butuh kotoran besar untuk peroleh hara, tumbuhan mengonsumsi langsung kotoran.   Hewan ada yang langsung mengonsumsi kotoran, ada juga yang tidak langsung. Lalat makan kotoran Anda, ia langsung mengonsumsinya. Kambing makan rumput, sedangkan rumput tumbuh subur dari hara dalam kotoran. Kambing mengonsumsi kotoran dengan tidak langsung.   Dan Anda semua bisa makan juga karena adanya kotoran kehidupan. Pemilik bengkel makan dari kotoran mesin dan onderdil kendaraan, dokter makan dari kotoran penyakit, motivator makan dari kotoran mental manusia, ASN makan dari kotoran birokrasi negara, ulama makan dari kotoran akhlak masyarakat, guru dan dosen makan dari kotoran kebodohan intelektualitas, polisi makan dari kotoran kriminalitas, dan seterusnya.   Jadi hidup ini disuburkan oleh kotoran, entah langsung atau tidak. Berarti kalau Anda kekurangan kotoran, Anda bisa binasa. Menjadi dokter, ternyata sudah tidak ada kotoran penyakit, apa si dokter tidak mati melarat?   Pembenci, musuh dan pendengki, mereka akan selalu hadir dalam hidup Anda selagi Anda masih diharapkan untuk tumbuh subur.   Jadi hidup mengaku “tidak punya musuh” justru itu disharmoni. Itu bukan kesucian, bukan keunggulan, bukan kemuliaan, tapi disharmoni.   Tapi kebanyakan musuh disharmoni juga. Maka ini musuh jangan dicari, ia akan datang sendiri untuk suburkan hidup Anda. Paham?   Nah sekarang memprogram takedown itu para musuh, para pembenci, para pendengki itu bagaimana?   Ada kisah seorang yatim-piatu yang tinggal di rumah pamannya. Namun si paman ini tidak tulus merawatnya, ada niat jahatnya. Si yatim hanya dimanfaatkan tenaganya sebagai pembantu rumah tangga gratis. Si yatim disekolahkan tidak, diberi uang jajan juga tidak, sehari-hari hanya dikasih makan.   Ada rumah warisan rumah beserta tanahnya tapi dijual dan uangnya dimakan si paman, warisan motor juga dikuasai paman.   Lewat 3 tahun, pamannya kerap alami kualat sendiri setiap kali si paman baru menyakitinya. Misal habis membentaknya, si paman tiba-tiba sariawan dan radang tenggorokan parah hingga kunyah makanan saja tidak bisa. Habis menyuruh-nyuruh ia kerja rodi, si paman jantungnya langsung bengkak dan harus masuk rumah sakit. Kerap terjadi konslet-konslet begitu.   Pada akhir cerita, si paman bangkrut total hidupnya, makin hari makin miskin, ditambah terus menjadi pesakitan jantung yang tidak tahu di mana obatnya.   Dan si yatim-piatu sendiri setelah ia kabur dari rumah pamannya, kini mulai membaik hidupnya. Pasca menikah dari hari ke hari, ia makin kaya, bisnisnya maju pesat.   Si yatim-piatu itu hakikat kedudukannya adalah bos untuk pamannya, sebab ketika ia diperbudak kerja, hakikatnya ia terus-terusan “memberi”. Sudah menjadi tata adab alam semesta, siapapun yang memberi ia adalah bos. Menjadi bos itu artinya punya hak menguasai dan mengatur.   Sementara hakikat kedudukan si paman itu orang yang “terima pemberian”. Orang terima pemberian tidak ada kedudukan lain selain berterima kasih dan harus tunduk.   Ketika si paman dengan kedudukan penerima hendak kuasai si yatim-piatu, si paman jadi tidak punya power energi lagi, karena di level energi, si yatim-piatu itu berkedudukan bos, dan si paman itu berkedudukan bawahan.   Bawahan mau mengatur-atur seenaknya sendiri pada bosnya, ya bukan levelnya. Sebab ini setiap kali si paman “punya kehendak marah-marah” misalkan, sariawan dan radang tenggorokan langsung memecutnya, sebab di level energi, si paman bukan lagi penguasa si yatim, justru si paman adalah budak suruhan si yatim.   Di masalah tersebut, alam semesta mengendorse kehendak si yatim-piatu, bukannya mengendorse kehendak si paman karena alam semesta bekerja berdasarkan sistem power energi. Lah iya, handphone Anda apa bisa menyala kalau tidak dipacu energi batrai yang standart? Segala kejadian hidup ini selalu ada power energi di baliknya.   Si paman punya otot besar untuk kuasai si yatim-piatu, namun otot besarnya tidak ada power energinya untuk memukul, selalu alami takedown saat hendak memukul si yatim, “ndilalah” kualat, “ndilalah” apes, dan seterusnya.   Nah Anda ingin selalu bisa men-takedown para pembenci, para pendengki dan musuh-musuh Anda. Caranya itu tadi, di level energi jadikan diri Anda sebagai bos yang levelnya mengatur dan menguasai, dan jadikan musuh Anda sebagai penerima yang levelnya berterima kasih, diatur-atur dan dikuasai.   Berarti? Agar di level energi menjadi bos ya Anda konsisten berikan sesuatu yang terbaik untuk musuh Anda, entah pemberian materi harta, entah tenaga, entah jasa, entah bantuan, dan lain-lain.   Misalkan, konsisten sedekah kepada orang yang memusuhi Anda, atau konsisten kerja pada atasan yang sewenang-wenang sendiri kepada Anda, atau konsisten berbakti pada suami yang kurang ajar dan seenaknya sendiri, itu semua adalah program takedown untuk mendudukkan level energi Anda sebagai bos.   Setelah energi sebagai bos full, musuh Anda itu akan selalu di-takedown oleh alam semesta karena ia kehilangan power energinya sebagai penguasa Anda. Tindakan jahatnya akan selalu di-takedown habis oleh sistem alam semesta.   Suatu hari Rasulullah S.A.W berkata kepada seorang sahabat, “Maukah aku ceritakan kepadamu mengenai sesuatu yang membuat Allah memualiakan bangunan dan meninggikan derajatmu?”   Sahabat itu menjawab, “Tentu, ya, Rasul.”   Rasul pun melanjutkan, “Kamu harus bersikap sabar kepada orang yang membencimu, memaafkan orang yang berbuat zalim kepadamu, tetap memberi kepada orang yang memusuhimu dan juga menghubungi orang yang telah memutuskan silaturahmi denganmu.”(H.R. Thabrani)   Nah jelas, kan? Salah satu pemograman tekedown untuk para musuh adalah “memberi dan atau berbuat baik” kepada musuh-musuh Anda.   Dulu saya malas sekali “memberi” kepada orang yang memusuhi saya. Ya jelas, dimusuhi rasanya sakit hati dan dendam.   Namun saya pernah dipaksa alam semesta—yang kejadiannya tidak etis saya ceritakan di sini—untuk selalu “memberi” kepada orang yang sangat membenci dan sangat merendahkan kepada saya. Dan pada akhirnya saya mengerti program alam semesta ini untuk men-takedown musuh.   Awal dipaksa alam semesta, hati saya sangat sakit, eeh sekarang jadi ketagihan memberi kepada para pembenci, karena betul-betul terjadi, kejahatannya selalu tertolak bahkan berbalik kualat, seolah hidup saya tidak mempan dijahati musuh.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan  

JUNI 2023

TIDAK ADA MUSIBAH MENERPURUKAN HIDUP

Negara-negara Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah cuma Thailand, tapi kemajuan negaranya sejajar dengan Indonesia yang konon dijajah 350 tahun. Artinya Thailand yang tidak mendapat “musibah dijajah” tidak berpengaruh apa-apa untuk kemajuannya. Bahkan Afghanistan, tidak dapat “musibah dijajah” malah menjadi negara termiskin di dunia.   Begitu banyak orang-orang yang harus kehilangan puluhan hingga ratusan juta ketika mereka terkena musibah. Berapa banyak orang yang telah ditimpa musibah kecelakaan, penyakit, kebakaran, bencana alam, dan ujian-ujian lain dari Tuhan?   Misal saja, Anda kecelakaan kendaraan, sekian puluh juta harus Anda tanggung untuk berobat, tapi tidak ada faktanya orang jatuh miskin karena kecelakaan motor.   Aceh berapa kerugiannya ketika dihantam bencana Tsunami? Sekarang Anda lihat, apakah Aceh terganggu kemajuannya? Bencana tidak pengaruh apapun untuk kemajuan Aceh. Aceh normal saja kemajuannya dengan daerah lain di Indonesia yang non bencana.   Anda kena kanker, puluhan juta dilepas untuk berobat, tetapi tidak ada fakta suatu keluarga bangkrut dan jatuh miskin karena kanker.   Dan antiknya, semiskin-miskinnya seseorang, ketika ia terima musibah, ia selalu bisa biayai entah jalan bagaimana dan dari mana pun. Selalu bisa biayai. Amati saja.   Ya Anda sadar, tidak? Itu artinya Tuhan sendiri yang menanggung biayai musibah-musibah Anda.   Musibah bukan untuk merugikan Anda, musibah itu sekedar gertakan mental untuk menguji Anda, apakah Anda layak berada di level kebaikan lahir batin atau tidak.   Andai Anda terkena musibah tanpa ada kesalahan apapun pada diri Anda, sedikitpun Tuhan tidak mau mengambil kenyamanan Anda, Tuhan sendiri yang menanggung biayanya, karena Tuhan bukan penzalim.   Tidak ada kan orang jatuh miskin karena kecelakaan kendaraan, jatuh miskin karena penyakit? Amati saja.   Kalau pun Anda ada yang bangkrut karena musibah, pastikan bahwa kebangkrutan itu karena perbuatan Anda sendiri.   ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ   “(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.” (Q.S. Ali Imran : 148)   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

Scroll to Top