Author name: gus banan

2024

EFEK KOTAK KOSONG; HIDUP ITU TAK ADA JALAN KELUAR DAN JALAN TUNTAS YANG ADA HANYA RESIKO

Kalau Anda mencalonkan diri di Pilkades, Pilkada ataupun Pilpres lalu Anda tak punya lawan, Anda auto harus melawan kotak kosong. Anda harus bertanding dengan kotak kosong.   Artinya lawan diri Anda di kehidupan ini akan selalu hadir otomatis sebagai rival pertarungan hidup Anda.   Lawan itu kebutuhan hidup Anda. Tak ada lawan, rival, musuh, Anda tidak akan bisa eksis.   Karena itu Anda mau berdoa agar musuh-musuh Anda hancur seakar-akarnya, mau berdoa agar semua makhluk mencintai Anda, mau berdoa agar hidup lancar tak terhambat apapun, itu tak akan pernah terjadi karena kotak kosong auto siap jadi musuh Anda jika memang Anda tak lagi punya pembenci.   Kotak kosong yang harus Anda lawan itu pun benar-benar punya kekuatan yang sepadan dengan kekuatan Anda. Tidak main-main, tidak bisa dientengkan.   Dunia politik Indonesia pernah dibuat heboh soal kemenangan kotak kosong pada pemilihan Wali Kota Makassar 2018. Suara kotak kosong menekuk suara koalisi parpol.   Sebab itu mungkin Anda sudah tak lagi punya orang yang julid kepada Anda, maka muncul penyakit yang gerogoti tubuh Anda. Mungkin fitnah tak lagi ada dalam hidup Anda, lalu muncul seret rezeki.   Mungkin Anda sudah tak punya lagi kompetitor hidup, eeh tiba-tiba pasangan nikah Anda selingkuh, dan seterusnya. Yang jelas rival hidup berupa kotak kosong yang memberatkan Anda akan selalu muncul.   Kim Jong-un dengan pemerintahan sosialisnya sudah sangat kuat, kejam dan besi dalam melumpuhkan kekuatan oposisi di dalam negeri, tapi ya Kim Jong-un tak kuasa membendung perkembangan rival sesama Koreanya.   Korsel walaupun biasa-biasa saja dalam membangun kekuatan militer, namun Korea Selatan tumbuh pesat sebagai negara maju, hingga perkembangan Drama Korea dari Korsel saja bisa bikin Kim Jong-un tak bisa tidur.   Karena mekanisme harus selalu ada lawan sekalipun itu berupa kotak kosong, apapun sikap yang Anda ambil, akan selalu munculkan resiko sebagai efek kotak kosong.   Seorang Yesus sudah sangat konsisten dengan kasih sayang, hatinya dilembutkan sedemikian hebat, tak ada lagi dendam, luka dan kebencian, namun resiko orang yang hatinya lembut adalah ia yang konsisten hidup dalam keteduhan.   Pohon yang tumbuh dalam keteduhan akan kekuarangan panas matahari, akibatnya pohon akan lambat bertumbuh dan kurang sehat.   Resikonya, Yesus mengambil sikap hatinya penuh damai, yang terjadi Yesus harus hidup dengan sangat sederhana di urusan rezeki harta, rumah tidak punya, makanan pun hanya merumput dedauanan hijau.   Artinya Anda memilih mendahulukan rasa kasih kemanusiaan, ada kotak kosong yang harus dihadapi sebagai resiko yakni lemah dalam finansial.   Seorang Nabi Sulaiman, beliau memilih kekuasaan dan kekayaan, resikonya kematian beliau saja dirahasiakan oleh Allah, beliau wafat di ruang khusus munajat dan wafatnya tidak diketahui oleh satu makhluk pun baik makhluk fisik maupun makhluk gaib, sampai akhirnya beliau baru diketahui telah wafat setelah tongkat yang dijadikan tumpuan badannya saat duduk munajat patah karena dimakan rayap.   Kematian beliau dirahasiakan oleh Allah karena waktu itu banyak jin-jin yang mendendam, iri dan dengki kepada Sulaiman karena capeknya mereka selalu dikontrol dan ditundukan oleh Sulaiman, akhirnya jin-jin tersebut berniat menyesatkan Sulaiman saat sakaratul maut. Karena Sulaiman dicintai Allah, sakaratul mautnya dirahasiakan.   Artinya ketika Anda memilih jalan kekayaan, jabatan, popularitas, bisnis, politik, dan lainnya Anda akan hadapi kotak kosong sebagai efek resiko berupa pembenci, pendengki, musuh, pesaing, dan lainya, siap-siap hadapi efek resiko fitnah, bully, manuver hingga serangan gaib seperti santet, teluh dan pelet.   Selalu begitu, tidak ada jalan keluar dan jalan tuntas atas hidup ini, yang ada adalah efek resiko.   Biasanya Anda komentar, kalau begitu yang sedang-sedang saja; balance, ah tidak juga. Sesuatu yang balance efek resikonya tidak bisa naik tajam juga tidak bisa turun drastis, kalau Anda ambil sikap balance, efek kotak kosong yang akan Anda hadapi adalah hidup stuck; disitu-situ saja. Mau?   Ya begitulah hidup ini, tidak ada jalan keluar dan jalan tuntas, yang ada hanya resiko, hingga kalau Anda mencalonkan diri di pemilu kalaupun Anda tak ada lawan seharusnya masalah selesai, ternyata tidak, dengan auto Anda harus melawan kotak kosong.   Namun efek kotak kosong yang auto hadir ini tersistem di alam semesta bukan untuk menghancurkan Anda, justru supaya Anda terlahir sebagai pemenan, karena itu jalan menang akan selalu ada. Karena dengan kemenangan itulah akan dikenali “satu“.   Anda ribut dan bersitegang gara-gara pertarungan Pilpres, itu cuma proses untuk tentukan satu pemenang yang berhak duduk di kursi presiden.   Api, air, kayu bakar, dan panci bertarung ketat, itu hanya proses untuk tentukan satu pemenang yakni wujudnya ubi rebus.   Kain, sabun, air, mesin pemutar, baling-baling, listrik bertarung ketat diproses cucian baju, itu hanya untuk tentukan satu pemenang yakni pakaian bersih. Dan seterusnya.   Dan ditemukannya “satu” itulah identitas Tuhanmu.   قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ   “Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (Q.S. Al-Ikhlash : 1)   Sekarang Anda mau apa? Kemana pun Anda melangkah dan ambil sikap, disitu akan auto muncul tekanan yang memberatkan diri Anda entah apapun bentuknya. Dan ingat! Disitu Anda supaya menang, bukan supaya hancur.   MUHAMMAD NURUL BANAN   Gus Banan

2024

ENERGI UANG BANDAR PILPRES; MEREKA BELANJA APA SIH KOK MAKIN KAYA SAJA?

Dihitung main bandar, mungkin Prabowo Subianto lah yang selama ini paling banyak hamburkan uang bermain bandar di kompetisi pilihan presiden. Beliau capres yang paling banyak mencalonkan diri dan belum pernah menang.   Dihitung bandar beliau sudah tekor terlalu banyak, tapi kok ya tetap eksis kaya, dan malah makin kaya? Apa yang beliau beli?   Sandiaga Uno juga begitu, walaupun Sandiaga Uno tidak seekstrem Prabowo, namun setidaknya Sandiaga Uno pernah bermain bandar politik besar di Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019.   Prabowo dan Sandiaga keduanya adalah pengusaha, ngerti banget duit, ngerti banget bisnis, ngerti banget untung rugi, lalu keduanya beli apa?   Iya kalau menang, ada jabatan legal yang terbeli, kalau kalah? Bahkan Prabowo selama ini belum pernah memenangkan kontestasi, beliau cuma tekor dan tekor. Lalu apa yang dibeli keduanya kok bisanya makin kaya saja?   Begini, pernah saya jelaskan bahwa apapun yang dilepaskan akan auto diganti. Tandon air setelah Anda kuras, bila Anda tidak berkehendak mengisi dengan barang lainnya, akan auto diisi angin.   Rumah Anda dikosongi, bila Anda tidak berkehendak mengisi dengan penghuni lain, rumah Anda akan auto diisi rerumputan liar, serangga, binatang melata, bahkan dihuni makhluk gaib.   Jadi paten hukumnya, apapun yang Anda kosongi baik itu adalah benda maupun energi, akan auto diganti dengan benda ataupun energi lainnya.   Uang Anda yang dilepaskan pun begitu, entah untuk belanja, entah untuk sedekah, entah hilang karena musibah, semuanya akan auto diganti dengan energi lainnya.   Kalau Anda beli benda sekedar membeli kebendawiannya, yang namanya benda fisika itu hanya punya getaran gravitasi, sementara gravitasi itu getaran paling lemah di alam semesta, makanya satu peluru senapan paling bisa melukai 1orang itupun belum tentu mati.   Berbeda dengan partikel atom yang maha kecil yang kekuatannya adalah nuklir. Konon saking dahsyatnya kekuatan nuklir, orang yang terpapar bom nuklir itu tidak akan merasakan sakit apa-apa karena begitu terapapar bom nuklir, nyawa akan lenyap dulu sebelum otak bisa mendeteksi rasa sakit.   Itu nuklir. Sementara partikel termini dan terlembut di alam semesta ini bukan nuklir, namun perasaan Anda.   Ketika Anda melepaskan uang, Anda itu membeli apa di dalam perasaan Anda? Apa yang Anda beli di perasaan Anda itulah energi pengganti yang akan mengisi kekosongan akibat terlepasnya uang Anda.   Prabowo dan Sandiaga dengan uangnya tak dapat beli jabatan karena tidak terpilih, lalu apa yang dibeli keduanya kok makin kaya saja?   Keduanya beli perasaan. Lalu rasa apa yang dibeli? Rasa berharga diri.   Uang itu punya energi matre dimana apapun yang berharga akan didatangi uang gede. Ketika uang mendatangi mobil Lexsus itu nilainya jauh lebih besar dengan uang yang mendatangi mobil Toyota dikarenakan mobil Lexus jauh lebih berharga.   Bertarung bandar di Pilpres, lah bisa bertarung di Pilkades yang setingkat desa saja sudah bisa beli rasa terhormat, apalagi bertarung di Pilpres?   Jadi apa yang dibeli Prabowo, Sandi, dan para bandar politik? Yang dibeli rasa berharga dan rasa terhormat. Dan rasa itu pula yang jadikan kekayaan mereka makin naik walaupun mereka tidak terpilih.   Hal ini yang sebabkan orang kaya makin kaya saja sesudah beli barang branded, orang kaya maki  kaya saja sesudah hamburkan uang untuk jalan-jalan luar negeri, ya karena mereka hamburkan uang untuk beli perasaan berharga dan terhormat.   Ikhlas tidak sih yang begitu? Sudah jangan bicara ikhlas dulu, karena Anda sedekah dengan diam-diam dan sangat tersembunyi juga belum tentu dicatat amal ikhlas. Yang jelas itulah permainan jual beli perasaan dengan uang.   Apapun yang terlepas akan auto diganti, dan perasaan Anda itulah yang memanifestasikan energi penggantinya.   Habis belanja boro-boro muncul rasa syukur dan rasa kaya malah muncul rasa bersalah boros, itu energi pengganti yang akan termanifestasi.   Habis bayarkan tanggungan biaya anak sekolah muncul rasa terbebani dan rasa berat hati, itu pula manifestasi energi penggantinya.   Habis bayar pajak muncul rasa menggerutu merasa terperas, energi perasaan itu yang akan menggantinya. Dan seterusnya.   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

2024

YANG HILANG AUTO DIISI, YANG LEPAS AUTO DIGANTI

Anda amati rumah-rumah kosong. Penghuninya pergi semua, apakah rumahnya jadi kosong? Tidak. Ada energi bahkan materi lain yang auto mengisi.   Rumah kosong, andai tidak diisi penghuni manusia lagi, akan auto diisi rumput-rumput liar, serangga, tikus, debu, pohon liar, ular, hingga diisi hantu mengisi untuk menggantikannya.   Jadi apapun yang terambil, pasti akan diisi lagi dengan hal lainnya, entah dengan hal yang serupa, entah dengan hal yang lebih baik ataupun hal yang lebih buruk, yang jelas ada energi ataupun materi yang mengisinya kembali.   Tandon air di rumah Anda dikosongkan, kalau Anda punya kehendak menggantinya dengan mengisi bensin, bisa, menggantinya dengan mengisi santan, bisa, atau mengganti mengisinya dengan air serupa juga bisa, atau Anda menginginkan untuk tidak mengganti mengisi apa-apa lagi, ya otomatis akan diisi oleh udara.   Jadi hukum patennya apapun yang dikosongi akan diisi lagi, apapun yang diambil akan diganti.   Energi ataupun materi yang menggantikan bisa Anda pilih dengan sadar, dan kalaupun tidak dipilih dengan sadar maka auto diganti oleh energi lain.   Anda melepaskan uang untuk belanja, disitu Anda secara sadar memilih mengganti materi uang dengan barang belanjaan Anda. Itu penggantinya dipilih dengan sadar.   Sekarang kalau uangnya hilang, dirampok, dicuri, ditipu, apa diganti? Disitu Anda bisa secara sadar menggantinya, kalaupun tidak secara sadar ya akan auto diganti.   Uang Anda hilang, lalu Anda marah-marah, ya energi kemarahan itu yang akan menggantikannya, atau Anda merasa kesal, ya energi kesal yang akan menggantikannya, atau Anda bersedih mendalam, ya energi sedih itu yang menggantikannya.   Sementara marah, kesal dan sedih itu adalah energi negatif, berarti keburukan dan keburukan di hari berikutnya yang akan mendatangi Anda, ibaratnya air minum digelas Anda baru saja disuntak, lalu dengan sadar Anda menggantinya dengan telek ayam, menggantinya dengan energi negatif.   Nah apalagi kalau sesudah kehilangan uang lalu Anda mengumpat dengan kata-kata kotor, misal asu, ya asu itu pula yang akan menggantikan.   Sebaliknya Anda baru kehilangan uang, lalu Anda merasa ridha, dibikin rileks di hati, merelakan dengan legawa, energi serupa pula yang akan menggantikan.  Ridha, hati rileks, hati rela legawa itu artinya hati yang luas, berarti energi penggantinya adalah keluasan dan kelapangan hidup. Entah menjadi luasnya rezeki, entah luasnya network, entah luasnya kebahagiaan, dan lainnya. Yang jelas terganti dengan energi positif.   Nah apalagi bila saat kehilangan uang Anda berdoa yang baik-baik, misal saat kehilangan uang, Anda berdoa, “Ya ga apa-apa uangku hilang, insya Allah jadi lantaran anak-anakku shaleh,” maka ijabah doa baik tersebut yang akan menggantikannya.   Lalu andai hati Anda kosong, tidak memilih kebaikan ataupun keburukan apapun, tidak berdoa juga tidak umpatan kesal?   Gelas berisi air telah diambil airnya lalu tidak diisi madu, juga tidak diisi telek ayam, akan auto diisi udara. Disitu kehilangan uang Anda hanya akan diisi energi kosong.   Begitu pula ketika Anda ditimpa kesialan dalam bentuk apapun, entah kehilangan harga diri seperti dibully, dicaci, difitnah, dizalimi, entah kehilangan kesehatan seperti sakit, maka apapu  yang hilang dari diri Anda akan auto diganti.   Hanya saja Anda mau dengan sadar menggantinya dengan kebaikan ataupun keburukan itu adalah pilihan kesadaran Anda.   Kehilangan harga diri ataupun kesehatan itu mekanisme penggantian energinya sama persis seperti kehilangan uang.   Karenanya sebaik-baik keadaan saat alami kehilangan adalah berdoa memohon pengganti kebaikan. Nabi SAW pun mengajarkan doa saat terkena musibah yakni disaat Anda kehilangan sesuatu;   إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.” (H.R. Shahih Mulim)   Cuma sayangnya banyak orang tidak mengerti hukum paten ini dimana yang hilang auto diisi, yang lepas auto diganti, sehingga mereka justru mengganti musibah-musibah kehilangan dengan telek ayam.   Dan saat belanja, Anda itu kehilangan uang dan Anda sudah terima penggantinya, namun sebenarnya disitu Anda masih dapat menggandakannya dengan energi kekayaan yang lebih besar.   Atau seperti Sandiaga Uno yang konon hambur-hamburkan uang hingga hampir 1 triliun saat calonkan diri sebagai wakil presiden bersama Prabowo Subianto di Pilpres 2019 lalu, lantas Uno tidak terpilih, sebenarnya dia belanja apa?   Energi apa yang dia beli sebagai penggantinya, kok dia bukannya jatuh miskin malah makin kaya?   Di sana ada screet kesadarannya. Namun karena sore ini saya belum mandi, sebaiknya saya lanjut esok saja. Mau mandi dulu, disini sudah Maghrib.   MUHAMMAD NURUL BANAN Gus Banan

2024

COBA, PUSING APA TIDAK?

Kalau Anda menginginkan kuat artinya Anda meminta dibebani berat, karena hanya beban beratlah yang bisa membuktikan Anda kuat atau tidak.   Kalau Anda menginginkan kaya harta artinya Anda meminta diberi rasa butuh besar karena bikin rumah reok, biaya 2 juta cukup, bikin rumah mewah 10 miliar belum tentu cukup, artinya makin kaya berarti rasa butuhnya pada harta makin besar. Dan rasa butuh itu yang disebut fakir.   Kalau Anda menginginkan menang artinya Anda meminta bertarung, bersaing dan berkompetisi, karena menang-kalah itu hanya akan terbukti lewat pertarungan.   Kalau Anda menginginkan populer artinya Anda meminta data prifasi Anda dibuka lebar-lebar ke publik karena popularitas adalah lawan prifasi.   Kalau Anda menginginkan laris artinya Anda meminta agar diberi kelelahan dan kecapekan karena laris itu sama saja membuka diri menjadi pelayan.   Kalau Anda menginginkan kecukupan artinya Anda menolak kelebihan.   Kalau Anda menginginkan berkuasa artinya Anda meminta kebencian dari banyak orang karena berkuasa artinya ambisi mengontrol orang lain. Lalu siapa yang inginkan hidupnya dikontrol? Disitulah kebencian mereka akan muncul.   Kalau Anda menginginkan jadi orang baik, Anda akan diuji dituruni orang jahat, karena kejahatanlah yang mampu membuktikan diri Anda orang baik.   Kalau begitu sebaik-baik jalani kehidupan adalah pasrah? Nanti dulu.   Kalau Anda menghendaki pasrah artinya Anda menyerahkan hidup Anda untuk mengalir alami. Pohon-pohon, bebatuan, planet-planet dan makhluk non akal lainnya itu makhluk berserah pasrah kepada aliran kehidupan.   Mereka teruji sebagai makhluk pasrah karena belum ada pohon yang protes karena dialirkan oleh kehidupan agar roboh mengenaskan.   Ketika Anda memilih pasrah, maka untuk membuktikannya Anda pun akan diuji untuk dirobohkan, ataupun dicincang, ataupun dialirkan ke comberan, karena pasrah hanya akan terbukti kualitasnya bila Anda dialirkan mengenaskan lebih dulu, Anda protes apa tidak.   Kalau begitu tidak usah berkeinginan. Hatinya kosong saja. Gelas kosong resikonya akan diisi oleh sembarang isi. Diisi racun, bisa. Diisi angin, bisa. Diisi madu, bisa. Dan bisanya gelas terisi madu harus ada keinginan dari Anda. Kalau Anda berhati kosong, tanpa ada keinginan baik, hati-hati bisa diisi iblis.   Itulah realita hidup, segalanya punya resiko, sekalipun itu keinginan baik akan tetap beresiko. Karenanya hidup itu hanya layak bagi Anda yang punya mental.   MUHAMMAD NURUL BANAN Gus Banan

SEPTEMBER 2023

TAK TEGA, KOK JADI BANGKRUT?

Seorang alumni kelas training saya; Servo Prosperity Class, dia seorang dokter hewan. Dia punya klinik hewan. Dia kerap alami kesulitan uang untuk operasionalkan klinik karena kerap kasih kelonggaran pembayaran orang-orang yang mengobatkan hewannya.   Alasannya demi rasa prikehawanan yang butuhkan pertolongan segera, ia melonggarkan untuk bayar lain kali saja.   Masalahnya ketika pemilik hewan ditagih pelunasan bayaran, banyak yang kabur. Ya rasional, bayar dokter untuk pengobatan anak sendiri saja banyak yang bermasalah, apalagi bayar pengobatan kesehatan hewan.   Akhirnya pelan-pelan klinik hewannya tidak dapat beroperasi karena memenangkan rasa perikehewanan di hatinya.   Bisnis itu punya etika. Etika bisnis ya harus ada cuan. Artinya cuan itu adalah prioritas. Tanpa energi cuan, apa artinya bisnis? Apa artinya dagang?   Banyak orang merasa berdosa ketika harus memprioritaskan peroleh cuan untuk dirinya di dalam bisnis.   Biasanya penyakit begitu menempel di hati orang yang yang tidak enakan hati dan mudah kasihan. Bagi mereka mentarget peroleh cuan itu adalah dirasa sebagai kejahatan dan terlalu tega.   Rumah sakit itu lembaga bisnis dan rumah sakit kalau dinalar dari sisi kemanusiaan sebenarnya sangat jahat.   Bayangkan, ada orang sekarat, ada orang kena musibah, bukannya dibantu materi, malah dimintai bayaran, kan jahat sekali? Namun tidak ada rumah sakit disebut lembaga jahat karena rumah sakit bervisi misi bisnis.   Nah Anda yang masih punya perasaan berdosa, perasaan berbuat jahat, perasaan tidak tega saat harus ambil prioritas cuan dalam dagang, silakan dinalar fakta dan realitanya rumah sakit.   Rumah sakit tetap berakhlakul karimah, tetap berperikemanusiaan, tetap bermoral tinggi, sekalipun meminta bayaran kepada orang yang sedang kena musibah, bahkan sedang sekarat. Sebab bisnis itu ada etikanya sendiri, etika bisnis ya mentarget peroleh cuan.   Kalau bisnis diberi etika sosial, diberi etika kemanusiaan, diberi etika perikewanan, ya sama saja di depan suami masih menutup rapat aurat, padahal etika kesuamiistrian ya harus buka lebar-lebar auratnya.   Banyak yang alami penurunan omset bisnis bahkan hingga gulung tikar karena persoalan ini, persoalan hati yang berlebihan prioritaskan orang lain hingga tidak bisa lagi prioritaskan dirinya sendiri tapi diterapkan dalam mengelola bisnis.   Kasus serupa seperti warung-warung kecil di desa dimana budaya rasa sosial bertetangga masih sangat kental. Karena tidak tega dan tidak enak hati gampang hutang-hutangkan ke pelanggan. Ya jadinya warungnya tutup.   Kalau Anda punya rasa empath besar ke orang lain bukan dengan merusak etika bisnis, ada penempatannya sendiri.   Saat jualan ya ambil saja keuntungan semaksimal mungkin, gampang kalau uangnya sudah jadi milik Anda dengan cara halal dan terhormat, tinggal kasihkan ke orang lain untuk membela rasa empath Anda, dengan begitu rasa empathnya bukan lagi merusak etika jual beli.   Namun di dalam jual beli ada juga orang yang super tegaan, cirinya sesudah Anda bertransaksi dengannya Anda merasa seperti diperas. Iya merasa diperas.   Nah orang yang begitu biasanya orang yang berhati jahat, bukan orang yang pintar jualan. Ketika temukan orang begitu, mending catat orangnya, setelah itu jangan pernah lagi berurusan uang dengannya.   Iya sama-sama ambil untung besar, orang yang hatinya jahat kepada orang lain itu Anda yang bertransaksi dengannya akan merasa diperas, beda dengan orang yang pintar jualan, sekalipun dia ambil untung gede, tapi tetap tertangkap mengasyikan di hati orang lain.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan

SEPTEMBER 2023

MISKIN ITU KERAP MENGIJINKAN DIRI JADI KORBAN UANG

Ada dua siswa yang dapat hadiah ulang tahun dari gurunya di kelas. Keduanya diajak ke sebuah ruangan tertutup untuk terima hadiah. Masing-masing diberi kunci ruangan. Keduanya memasuki ruangan sendiri-sendiri di waktu yang terpisah.   Siswa pertama langsung mengumpat keras karena bukan hadiah istimewa yang ia temukan, melainkan kotoran hewan. Setelah jeda waktu, siswa kedua pun masuk ke ruang yang sama, ia pun menemukan hal yang sama, yakni kotoran hewan.   Namun ia tidak mengumpat justru ia mengepalkan tangan kegembiraan sambil teriak, “Yes”. Di prasangkanya menilai bahwa di ruang tersebut telah tersedia kuda gagah untuk hadiah ulang tahunnya.   Kejadian ini akan memproyeksikan keduanya pada keadaan perasaan berbeda, siswa pertama merasa sebagai korban prank, siswa kedua merasa diistimewakan.   Merasa sebagai korban prank, Anda bisa gamparkan efeknya bagi si siswa. Dia bisa membanting, mengumpat dan mengeluarkan emosi-emosi racun dari hatinya.   Yang namanya korban kejahatan, mana ada yang ceria bahagia? Semua korban kejahatan pasti nestapa nelangsa.   Saya kerap mengilustrasikan, Anda masuk ke warung bareng teman-teman, lalu Anda terjebak mentraktir, Anda yang harus bayari, disitu diri Anda merasa jadi korban.   Lain lagi ketika Anda masuk warung bareng teman-teman, Anda pun terjebak traktir, namun rasa Anda dipicu rasa bahwa, “Saya orang kaya, harus saya yang mentraktir.” Disitu diri Anda merasa sebagai orang gagah yang kaya.   Wujud hasil dari kedua kasus ini akan sangat berbeda, Anda yang merasa sebagai korban mentraktir, ya hasilnya keterpurukan karena menempatkan diri sebagai korban, dan Anda yang merasa sebagai orang gagah yang kaya, hasilnya ya kekayaan, kemuliaan dan kegembiraan.   Nah coba cek! Anda saat dimintai uang oleh istri, oleh anak, saat bayar tagihan listrik, saat bayar cicilan hutang, saat bayar belanjaan, dan semua transaksi pembayaran, itu rasanya apa? Rasa sebagai korban apa rasa sebagai orang kaya?   Mengapa Anda miskin? Ya salah satunya karena setiap melakukan transaksi keuangan, rasa yang Anda unggah adalah rasa sebagai korban.   Istri minta jatah nafkah, hati kesal dan menggerutu, itu korban uang. Anak minta jajan rasanya sumpek, itu korban uang.   Bayar cicilan hutang rasanya berat hati, itu korban uang. Bayaran tagihan listrik dan pajak, rasanya malas dan sungkan dengan terbenani, itu korban uang.   Bayar belanjaan, rasanya khawatir banget duit cepat habis, itu korban uang. Dan lainnya.   Menjadi korban ataupun pahlawan gagah, itu hanya programan perasaan Anda, nah yang jadi miskin itu Anda kerap merasa sebagai korban uang dalam segala transaksi pembayaran.   Tahu tidak, dalam kekristenan, Yesus Kristus itu jadi korban kejahatan penyaliban, namun ia tidak merasa sebagai korban, ia merasa sebagai “juru selamat”, hasilnya agama Kristen yang dibawanya saat ini menjadi agama terbesar di dunia.   Nah kalau Anda kerap merasa sebagai korban uang ya jelas itu yang jadikan Anda terus-terusan belangsakan melarat karena selalu menempatkan diri sebagai korban uang.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan

SEPTEMBER 2023

SUDAH SELESAI YA PULANG

“Gus, usia 35 tahun ini semua target sudah tercapai. Rumah, bisnis, kendaraan, travelling luar negeri, sudah semua.”   “Sudah selesai ya tinggal pulang,” sahut saya.   “Maksudnya, Gus?”   “Anda saya suruh bersih-bersih di rumah saya, lantas cekat dan gesit mengerjakannya, kan cepat selesainya. Sudah selesai ya pulang, masa di rumah saya terus. Hidup itu tugas selesaikan urusan hidup, kalau cekatan mengerjakannya ya cepat selesai. Kalau sudah selesai, Anda tinggal disuruh pulang, kembali ke penciptanya.”   “Hahhh…,” dia kaget. “Lalu gemana, Gus, biar ga cepat dipanggil pulang?”   “Ya bikin ulah lagi yang banyak, yang melibatkan target lainnya. Bangun itu masjid, atau biayai seribu anak yatim, atau menghajikan 1000 guru ngaji atau apa yang jadikan tugas Anda di dunia ini ga selesai-selesai.”   Muhammad Nurul Banan Gus Banan

SEPTEMBER 2023

MENGHAPUS PENDAMAN BENCI KEPADA ORTU SENDIRI

Banyak anak belum bisa ridha kepada orang tuanya sendiri, punya luka batin sehingga hati memendam rasa benci. Latar belakangnya ketidakridhaannya pasti kekecewaaan hati kepada orang tua sendiri.   Maklum orang tua kita tidak sesukses BJ Habibie yang gemilang lahir batinnya, orang tua kita manusia biasa yang tentu banyak kekurangan, bahkan—dalam tanda kutip—kadang ada jenis orang tua yang durhaka dan jahat kepada anaknya sendiri.   Dari hal lumrah seperti sering dipukuli di waktu kecil, sering dijewer dan dihukum, tidak dibiayai pendidikannya, dan lainnya. Ataupun hal berat seperti disia-siakan hidupnya, dibuang, diterlantarkan, diperas, dan lainnya.   Atau kadang ada sifat orang tua kita yang tidak kita cocoki seperti orang tua sangat pelit, sangat bermental miskin, arogan dan lainnya yang bikin hati kita kerap risih lalu memendamkan rasa benci kepadanya.   Belum masalah lainnya yang bentuknya warisan energi buruk. Seperti orang tua Anda seorang yang sangat rakus, pendengki dan bakhil, sehingga orang tua di masa hidupnya kerap merugikan dan menyengsarakan orang lain, sementara warisan itu bukan Cuma materi saja seperti harta dan hutang, namun energi juga diwariskan.   Ketika orang tua Anda punya tumpukan energi buruk, ya otomatis Anda juga yang terima waris resikonya. Jadinya orang tua Anda yang jahat, Anda yang kemudian hidup dengan resiko keterpurukan, orang tua yang punya hutang energi, Anda yang harus membayarnya. Ya begitu resiko hukum waris gen, waris darah.   Punya luka batin, jadinya hati tidak ridha kepada orang tua. Anda membenci orang lain, orang yang Anda benci tentu akan merasakannya, lalu dia pun akan membenci Anda pula. Kalau Anda membenci dan tidak ridha kepada orang tua, hati orang tua pun sama, dia tidak ridha pula kepada Anda.   Kalau hati Anda tidak ridha kepada orang tua, disitu resiko beratnya, sebab ridha orang tua itu punya keterikatan dengan ridha Tuhan.   رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ   “Keridhaan Allah itu berada pada keridhaan kedua orang tua, dan kemarahan Allah itu berada pada kemarahan kedua orang tua.” (HR Tirmidzi)   Kalau memendam rasa benci kepada orang tua sendiri itu efeknya kita menjadi susah temukan kemuliaan hidup, kita susah terangkat derajatnya.   Mau ilmu segudang, cerdas bisnis segudang, ijazah sekolahnya tinggi, kalau masih punya kebencian hati kepada orang tua sendiri biasanya derajat hidup tetap tidak terangkat.   Sebab hati yang tidak ridha kepada orang tuanya sendiri itu sama artinya tidak ridha kepada Tuhannya, karena yang menentukan Anda terlahir dari orang tua mana ya Cuma Tuhan, Anda tidak bisa tentukan dari orang tua mana Anda lahir, orang tua pun tidak kuasa menentukan untuk melahirkan anak siapa.   Yang menentukan Anda lahir dari orang tua mana, dan orang tua Anda melahirkan anak mana, itu semata-mata garis tangan Tuhan yang bekerja.   Karena itu tidak menerima dengan ridha akan orang tua Anda, atau tidak ridha Anda melahirkan anak siapa, itu sama saja sedang tidak menerima Tuhan Anda sendiri.   Hal inilah yang sebabkan jika kita masih memendam benci kepada orang tua sendiri kita susah terangkat derajatnya karena skor spiritual yang masih rendah.   Lalu cara menghapus pendaman benci maupun warisan energi buruk dari orang tua, bagaimana?   Ini pengalaman saya sendiri bagaimana menghapus luka-luka batin tersebut.   Pertama, sadari sepenuhnya kemuliaan orang tua kita.   Sadar sepenuhnya kalau orang tua kita ada keterikatan dengan Tuhan, dimana memuliakan orang tua berarti memuliakan Tuhan, kalau ridha orang rua kita peroleh, otomatis ridha Tuhan juga kita peroleh.   Kalau Tuhan sudah ridha, bagaimana Tuhan tidak mengangkat derajat kita untuk mulia dunia akhirat.   Jadi pertama perlu sadar sesadar-sadarnya, sadar keramatnya orang tua bagi anak.   Kedua, jangan pernah melihat kekurangan orang tua.   Butakan mata untuk melihat itu. Kita harus sadar bahwa tugas kita hanya memuliakan orang tua, lalu bodo amat dengan rasa ingin mengritik orang tua. Artinya disini Anda berjuang untuk memaafkan orang tua.   Ketiga, sesudah menata hati seperti dalam poin 1 dan 2, lalu ambil langkah untuk mengkayakan orang tua. Mengkayakan orang tua maksudnya? Begini, segala kekurangan itu artinya energi kemiskinan. Termasuk kekurangan orang tua itupun energi kemiskinan. Kalau mobil Anda ada baretan itu adalah kekurangan. Cara perbaikinya ya Anda harus mengkayakan si mobil dengan membawanya ke bengkel body repair. Di bengkel Anda mengeluarkan biaya. Setelah sanggup keluarkan bayaran, baretan mobilnya berubah menjadi kekayaan kembali. Jadi segala kekurangan itu energi kemisikinan, dan segala kemiskinan akan selesai dengan bayaran sehingga ditemukan kekayaannya kembali. Maka itu kalau mau menghapus kekurangan orang tua beserta seluruh energi kemiskinannya, itu Anda harus mengkayakan orang tua. Caranya mengkayakan, bagaimana? Ya keluarkan bayaran, yakni sebagai berikut; – Kalau orang tua masih hidup, dan mereka masih butuh kebaikan finansial, ya Anda berikan semacam gaji bulanan yang sekira bisa sejahterakan hidup mereka dengan niat penuh untuk mengkayakan dan memuliakan orang tua. – Jika mereka sudah wafat, ya Anda sedekah rutin dan konsisten, seperti sedekah bulanan, dengan niat mengkayakan dan memuliakan orang tua di alam kubur. – Kalau orang tua sudah tidak butuhkan bantuan finansial lagi, ya tentu bayar dengan pelayanan dan kebaktian sesuai kebutuhan mereka, juga dengan niat mengkayakan dan memuliakan orang tua. – Jika Anda sangat melarat, tidak punya uang? Nilai bayaran itu bukan berdasarkan nominalnya. Angka 1 juta bagi orang berpenghasilan 100 juta perbulan itu angka kecil, tapi angka 100 ribu bagi yang berpenghasilan 1,5 juta itu angka sudah sangat tinggi.   Maka semelarat-melaratnya Anda untuk sedekah 10 ribu tiap minggu, misalkan, itu kan pasti bisa. Hanya orang yang tidak punya kemauan saja yang tidak bisa melakukan. Semampunya konsisten memberi kepada orang tua jika mereka masih hidup, atau sedekah semampunya untuk orang tua jika mereka sudah wafat, itu yang dimaksud mengkayakan orang tua, karena segala kekurangan itu selesai dengan dibayar. Lakukan yang konsisten dan istiqamah, nanti keajaiban hidup akan hadir, Anda akan kaya mulia dari jalan yang tidak disangka-sangka. Muhammad Nurul BananGus Banan

SEPTEMBER 2023

SANG PERANGSANG REZEKI, OOH KADANG NASIBMU

Saya dan Anda kerap kan saksikan emak-emak dengan wajah dan tubuh lusuh, terlihat sekali dia penuh lelah di kehidupannya. Ya lelah mengurus rumah tangganya.   Mengurus anak-anak, mengatur keuangan rumah tangga ya serba pas-pasan, tumpukan pekerjaan rumah, yang semuanya melelahkan dan bikin penat.   Boro-boro berwajah glowing, atau di telinga dan lehernya ada anting dan kalung emas, cincin ataupun gelang emas, tak ada hiasan di tubuhnya sebagaimana takdir wanita sebagai perhiasan dunia. Segala yang ia kenakan sehari-hari seadanya.   Kelelahannya bukan saja di tubuhnya, di pikiran dan mentalnya pun begitu lelah tertekan kondisi keuangan rumah tangga yang serba pas dan harus dicukup-cukupkan.   Satu sisi kemana-mana dia menggendong anak saking repotnya, sisi lain pikirannya harus kerja keras bagaimana punya penghasilan tambahan rezeki.   Ketika dia masih cewek terlihat montok, baru menikah setahun dan punya satu anak, semua kecantikannya berganti lusuh dimakan kelelahan dan ketidakcukupan uang.   Anda bisa amati sendiri kok, setelah menikah kok kondisi istri seperti yang saya ceritakan di atas, itu rezeki suami juga makin terpuruk belangsakan.   Namun sebaliknya, kalau istrinya setelah menikah terlihat makin glowing, makin terlihat sebagai wanita mulia yang kecukupan lahir batinnya, rezeki suami juga makin glowing dari hari ke hari.   Jadi kalau mau meramal masa depan rezeki seorang suami akan makin glowing atau makin lusuh di masa depan, cek kondisi istrinya sekarang ini, dia glowing karena bahagia bersama suaminya, atau dia makin lusuh karena kelelahan dan depresi karena bangun rumah tangga dengan suaminya.   Kenapa kondisi istri bisa jadi alat baca kondisi rezeki suami di masa depan? Karena istri itu perangsang energi rezeki suami.   Begini, alam semesta itu saling kerja untuk alirkan energi. Tangan kerja dulangkan makanan, mulut menerimanya. Matahari kerja curahkan sinarnya, bumi menerimanya. Langit kerja curahkan hujan, bumi menerimanya. Sungai kerja alirkan air, lautan menerimanya.   Lelaki mengalirkan energi kepada wanita melalui energi seks dan nafkah.   Lelaki yang bekerja mengalirkan energi seks karena tampak dari sistem air maninya yang mengalir dan memuncrat seperti sinar matahari dan air hujan.   Energi nafkah juga demikian. Lelaki mengalirkan energi nafkahnya kepada wanita.   Memang bumi bekerja menerima energi air hujan, namun tidak serta merta menerima saja, di bumi air hujan yang diturunkan langit diolah sedemikian rupa sehingga kembali lagi bermuara ke laut.   Di laut, air hujan kiriman langit tersebut diserap lagi oleh laut untuk suplay energi ke langit agar langit terus bisa menyediakan air hujan. Dan terus berputar begitu.   Sinar matahari dan energi-energi lainnya juga begitu. Satu sisi ada yang curahkan energi, sisi lain ada yang terima sekaligus sebagai penyuplay energinya.   Wanita pun begitu, ia menerima curahan air mani dan nafkah dari pria, namun wanita lah penyuplay energi seks dan rezeki.   Dimana pun wanita lah yang dipajang sebagai media eksotisme. Wanita didandani, diberi perhiasan, dan dimodelling tata busana sedemikian rupa, karena wanita adalah penyuplay energi seks.   Bahkan simbol seks juga pada wanita, adegan film panas yang difigurkan selalu tubuh wanita. Wanita penyuplay energi seks karenanya perannya adalah “merangsang”.   Demikian pula dalam rezeki, peran wanita adalah merangsang energi rezeki karena wanita lah penerima nafkah sekaligus penyuplay energi rezekinya.   Nah ketika istri setelah menikah dan bangun rumah tangga kok dia kelihatan lebih banyak lelahnya saking penatnya selesaikan urusan rumah tangga, itu artinya sistem perangsang rezeki suami telah rusak.   Makanya bisa diamati, para istri yang setelah menikah kok terlihat lusuh karena kelelahan, rezeki suaminya juga makin belangsakan.   Jadi ya saya sendiri sebagai suami, kalau tidak ingin belangsakan rezekinya, mau tidak mau harus berani mengencangkan daya upaya agar istri bukan makin lelah dan sumpek sampai hilang kecantikannya setelah menikah dengan kita.   Malu lah sama mertua. Waktu dia bersama orang tuanya terlihat cantik karena bahagia, masa setelah mendampingi kita malah dia makin kumuh.   Sudah badan tak ada hiasannya, dadanya kendur, rambutnya awut-awutan, stres pekerjaan, karena terlalu rempong menadah kesumpekan berumah tangga.   Muhammad Nurul Banan Gus Banan

SEPTEMBER 2023

KISAH-KISAH KEBOBOLAN DUIT

Duit itu takdirnya mengalir, ketika Anda berobsesi memampat aliran rezeki dengan mengumpulkan, menggengam kencang, diawet-awet, diirit-irit, diefesienkan, dan lain-lain, justru duit akan membobol paksa untuk keluar lalu mengalir. Amati saja! Saat uang diawet-awet, diniati digenggam kuat, malah uang minta bobol paksa. Pasca menikah orang ini terlihat sangat konsisten pada uang. Segala kebutuhan hidupnya diprinsipi sehemat mungkin, seefesien mungkin.   Sebelum menikah dia berani beli rokok bungkusan, pasca menikah dia diet kuat pada uang mengingat kebutuhannya bertambah yakni menafkahi istri, rokok pun beli eceran, sehari cukup habiskan 5 batang. Satu saat saya bertamu ke rumahnya, disuguhi kopi hitam. Diseruput terasa encer, kopinya terlalu sedikit, manis juga enggak, terasa pipis onta. Ya diet keuangannya hingga kopi jadi sasaran dietnya. Rumahnya kalau Magrib selalu gelap, lampu-lampu di ruang-ruang rumahnya hanya menyala sekali dua kali. Kalau aktifitas penghuninya di ruang tengah, ruang tamu dan ruang lainnya pasti dimatikan lampunya, kalau aktifitas di kamar tidur, ruang lainnya juga mati.   Dan terus seperti itu, hanya lampu teras yang menyala terus, itu saja cuma lampu LED 10 Watt, lampu teras tetap nyala karena terkait dengan keamanan juga. Orangnya taat beragama, gemar jamaah shalat dan gemar ikuti pengajian, tapi itu dengan duit dietnya ketat sekali. Eeh beberapa minggu lalu ada geger-geger dia kena tipu SMS bodong, 10 juta raib ditipu.  Dia dibobol paksa duitnya oleh alam semesta. Kisah lain lagi, ada seorang yang beli kulkas bekasan. Karena bekasan, sebentar-sebentar minta servis. Dia enggan sekali keluar biaya untuk bayar tukang servis, prinsipnya kalau bisa dikerjakan sendiri buat apa keluar biaya untuk orang lain. Bolak-balik begitu, selalu diusahakan untuk diperbaiki sendiri. Karena dia bukan ahlinya servis barang elektronik, kerusakan justru makin parah. Sampai akhirnya terpaksa panggil tukang servis. Eits, dia kena tipu habis-habisan oleh si tukang servis ini. Dia harus bayar onderdil kulkas dengan harga 10 kali lipat dari harga normal. Duit diawet-awet malah dibobol dengan paksa untuk keluar. Kisah lainnya, seorang guru honorer masih bujangan, dia enggan sekali keluar uang, sampai pada keponakan-keponakannya saja yang masih kecil-kecil tidak ada pantasnya. Ya guru honorer gaji paling 500 ribu per bulan, tapi sekedar ngasih 5 ribu kepada keponakan kecilnya kan mampu. Pada orang tua juga tidak ada ide kreasinya untuk berbagi. Pokoknya dia anteng dengan duit. Ada duit ya buat dirinya sendiri, padahal merokok tidak, makan masih ditanggung orang tua. Pada satu waktu ada petugas PLN bodong datang ke rumahnya. Hanya dia yang waktu itu ada di rumah. Dia pun kena tipu, bayar tarif listrik bodong. Duit tidak mengalir akan terus membobol paksa untuk mengalir. Cerita-cerita di atas hanya pengingat untuk Anda, penjelasan spiritualnya sudah sering saya kupas. Karena itu memegang uang justru prioritaskan untuk mengalir. Waktunya dialirkan, segera alirkan, walaupun sebenarnya belum ada yang masuk lagi. Muhammad Nurul BananGus Banan

Scroll to Top