Energi uang antipati mendekat kepada 2 hal; pertama getaran-getaran keprihatinan duniawi, kedua; getaran-getaran rasa tak berharga.
Pertama energi uang anti mendekat pada getaran keprihatinan duniawi, sebab program penciptaan uang itu sebagai pelayan body. Body antipati kepada keprihatinan, Anda puasa, puasa itu laku prihatin, bukankah perut Anda menolak prihatin puasa?
Uang itu tercipta layani body Anda, energinya pun ikuti energi body, yakni anti getaran rasa rasa prihatin.
Energi uang justru kegemarannya mendekat kepada getaran kesenangan, tidak peduli bahagia atau tidak, shaleh atau tidak. Maria Ozawa duitnya banyak, karena hidupnya yang bebas seks itu getaran kesenangan.
Kedua, energi uang anti kepada self worth yang rendah, kepada perasaan-perasaan tidak berharga.
Tangan atau kaki Anda dipotong, Anda masih bisa hidup, namun kalau leher Anda dipotong, Anda mati.
Uang itu pelayan Anda, getaran uang ikuti getaran hidup Anda. Di Mars tidak ada Anda, di sana pun tidak ada uang.
Kepala Anda itu simbol self worth diri Anda, kalau kepala Anda putus, Anda mati. Anda mati, rezeki uang juga ikut mati. Karena itu uang mendekatnya kepada rasa-rasa prestasi diri. Di mana pun yang punya tahta, dia punya harta, dan yang punya harta ujung-ujungnya punya tahta.
Punya tahta itu pemicu rasa berharga muncul, punya prestasi hidup juga pemicu rasa berharga muncul.
Fakir miskin makin tercekik rezekinya di antara penyebabnya karena para fakir miskin merasa dirinya tidak berharga sebab tidak punya prestasi apa-apa, harta tak ada, kehormatan juga di statra bawah.
Nah istighfar itu dipromosikan oleh Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai tool pengunduh berlimpahnya rezeki.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا .يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا .وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
“Maka Aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepadamu hujan lebat, dan memperbanyak hartamu dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, serta mengadakan untukmu sungai-sungai.” (Q.S. Nuh : 10-12).
“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”
“Barangsiapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (H.R. Ahmad).
Istighfar itu energi spiritual taubat. Taubat punya getaran penyesalan atas dosa-dosa.
Orang yang penuh penyesalan, ia rawan terjebak dalam rasa keprihatinan dan rawan terjebak dalam rasa tidak berharga.
Dia prihatin hatinya terpicu rasa menyesali kesalahan-kesalahan, dan karena menyesal mendalam ujung-ujungnya ia merasa tidak berharga, self worth-nya jadi rendah.
Ketika atensi rasa yang terunggah kepada-Nya adalah rasa menyesal mendalam, hatinya penuh prihatin dan self worth-nya jadi rendah, di sinilah kemudian bertabrakan dengan energi uang. Hasilnya banyak istighfar bukannya memudahkan rezeki, malahan menyeretkan rezeki.
Banyak para pengusaha yang mencoba taubat dari riba dengan menghindari bunga bank, dan malah yang terjadi sesudah ia hindari bunga bank justru bisnisnya jadi anjlok dan oleng. Itu dikarenakan atensi istighfar dan taubatnya adalah rasa menyesal mendalam.
Lalu bagaimana agar istighfar menjadi pengunduh rezeki sesuai Al-Qur’an dan Al-Hadits?
Begini. Misi istighfar itu mohon ampunan dari dosa-dosa, bukan menyesali dosa-dosa.
Memang dalam taubat itu dianjurkan agar Anda menyesali dosa-dosa sebagai efek teraplikasinya rasa taubat dalam diri Anda. Namun dalam istighfar jangan kemudian yang dibesar-besarkan adalah rasa menyesal sehingga kemudian yang dominan adalah rasa menyesal tersebut.
Sekarang kalau Anda menyesali tapi Anda tidak diampuni dosanya, apa istighfar Anda berguna? Karena itu point besar istighfar dan taubat adalah “diampuni” bukan “disesali”.
Rasa ingin mendapat ampunan Tuhan itu jadikan rasa kehambaan muncul di dalam diri, sehingga dalam benak hati muncul rasa-rasa tidak kuasa untuk terhindar dari kesalahan dan dosa, karena itu tidak ada harapan lain selain rasa berserah kepada-Nya sambil berharap kuat agar Dia tetap mengampuni.
Dalam rasa kehambaan tersebut kemudian mendorong hati si hamba untuk percaya diri, sehingga self worth dan kegembiraan hatinya pun muncul.
Anda amati pesan doa Sayyidul Istighfar yang diajarkan Rasulullah S.A.W;
للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji –Mu. Dan Aku berjanji kepada-Mu dengan semampuku. Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau.” (H.R. Bukhari).
Di doa tersebut jelas tersirat rasa-rasa kehambaan yang membangun kepercayaan diri, membangun self worth dan kegembiraan hati, bahkan di doa Sayyidul Istighfar tersebut ada pengakuan atas nikmat-nikmat Tuhan (abû-u laka bi ni’matika ‘alayya).
Jadi dalam taubat dan istighfar pun Anda tetap didorong untuk mengingat nikmat-nikmat-Nya, dorongan untuk bangun rasa bergembira yang tinggi.
Simpulnya atensi istighfar yang mendorong terunduhnya rezeki melimpah itu atensi istighfar yang tetap membangkitkan self worth dan rasa gembira, bukan atensi istighfar yang hanya membangkitkan rasa penyesalan.
Dan ingat! Energi uang adalah energi yang mendekat kepada getaraan rasa gembira dan getaran rasa berharga, istighfar Anda tetaplah berada di frekuensi getaran tersebut.
Muhammad Nurul Banan
Gus Banan
Spiritual Prosperity Word
Servo Prosperity Online Class

Leave a Reply