Ibu saya di usia senjanya justru tak pernah kesepian uang, kecukupan, dan malah kerap meluber sehingga bisa melimpahi yang lain, entah memberi, entah menghutangi orang.
Beda sekali kualitas rezekinya dulu ketika di usia produktif.
Mengapa banyak orang yang di usia senja malah rezeki lebih berkualitas ketimbang di usia produktif?
Karena di usia senja itu telah banyak menanam jasa baik pada kehidupan, sudah banyak amal shalehnya. Jasa baik menumbuhkan dan merawat keluarga, mendidik anak-anak, dan lainnya, telah dilalui semuanya dengan istiqamah.
Itu artinya bila rezeki Anda seret-seret terus itu salah satu tanda Anda masih kekurangan amal shalih di hidup Anda.
Kadang kasihan lihat tua renta masih harus memulung, jualan kacang rebus di trotoar jalan, atau malah mengemis.
Usia senja itu usia mengunduh jasa-jasa baik yang telah dilakukannya, itu usia peroleh penghargaan dan penghormatan atas jasa baiknya di masa lalu, sehingga karma usia senja justru kecukupan tanpa usaha dan dimuliakan.
Baca komentar netizen di postingan saya, benar sekali, "Biasanya jika usia senja kekurangan dan kesusahan, itu karena ia menabung karma jahat ketika di usia mudanya, yang bisa saja berbentuk perilaku zalim, dendam, licik, pikiran buruk, sombong, egois dan lain-lain."
"Perlu diwaspadai kezaliman yang dilakukan kepada pasangan, anak, cucu, menantu, itu kezaliman yang luar biasa, tidak ada obatnya, kecuali taubat. Taubat pun harus menuai karma luar biasa juga."
Benar, orang yang kurang ajar di usia produktifnya, di usia senjanya sangat menderita.
- Muhammad Nurul Banan - Gus Banan - Spiritual Prosperity Class