2024

2024

ENERGI UANG BANDAR PILPRES; MEREKA BELANJA APA SIH KOK MAKIN KAYA SAJA?

Dihitung main bandar, mungkin Prabowo Subianto lah yang selama ini paling banyak hamburkan uang bermain bandar di kompetisi pilihan presiden. Beliau capres yang paling banyak mencalonkan diri dan belum pernah menang.   Dihitung bandar beliau sudah tekor terlalu banyak, tapi kok ya tetap eksis kaya, dan malah makin kaya? Apa yang beliau beli?   Sandiaga Uno juga begitu, walaupun Sandiaga Uno tidak seekstrem Prabowo, namun setidaknya Sandiaga Uno pernah bermain bandar politik besar di Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019.   Prabowo dan Sandiaga keduanya adalah pengusaha, ngerti banget duit, ngerti banget bisnis, ngerti banget untung rugi, lalu keduanya beli apa?   Iya kalau menang, ada jabatan legal yang terbeli, kalau kalah? Bahkan Prabowo selama ini belum pernah memenangkan kontestasi, beliau cuma tekor dan tekor. Lalu apa yang dibeli keduanya kok bisanya makin kaya saja?   Begini, pernah saya jelaskan bahwa apapun yang dilepaskan akan auto diganti. Tandon air setelah Anda kuras, bila Anda tidak berkehendak mengisi dengan barang lainnya, akan auto diisi angin.   Rumah Anda dikosongi, bila Anda tidak berkehendak mengisi dengan penghuni lain, rumah Anda akan auto diisi rerumputan liar, serangga, binatang melata, bahkan dihuni makhluk gaib.   Jadi paten hukumnya, apapun yang Anda kosongi baik itu adalah benda maupun energi, akan auto diganti dengan benda ataupun energi lainnya.   Uang Anda yang dilepaskan pun begitu, entah untuk belanja, entah untuk sedekah, entah hilang karena musibah, semuanya akan auto diganti dengan energi lainnya.   Kalau Anda beli benda sekedar membeli kebendawiannya, yang namanya benda fisika itu hanya punya getaran gravitasi, sementara gravitasi itu getaran paling lemah di alam semesta, makanya satu peluru senapan paling bisa melukai 1orang itupun belum tentu mati.   Berbeda dengan partikel atom yang maha kecil yang kekuatannya adalah nuklir. Konon saking dahsyatnya kekuatan nuklir, orang yang terpapar bom nuklir itu tidak akan merasakan sakit apa-apa karena begitu terapapar bom nuklir, nyawa akan lenyap dulu sebelum otak bisa mendeteksi rasa sakit.   Itu nuklir. Sementara partikel termini dan terlembut di alam semesta ini bukan nuklir, namun perasaan Anda.   Ketika Anda melepaskan uang, Anda itu membeli apa di dalam perasaan Anda? Apa yang Anda beli di perasaan Anda itulah energi pengganti yang akan mengisi kekosongan akibat terlepasnya uang Anda.   Prabowo dan Sandiaga dengan uangnya tak dapat beli jabatan karena tidak terpilih, lalu apa yang dibeli keduanya kok makin kaya saja?   Keduanya beli perasaan. Lalu rasa apa yang dibeli? Rasa berharga diri.   Uang itu punya energi matre dimana apapun yang berharga akan didatangi uang gede. Ketika uang mendatangi mobil Lexsus itu nilainya jauh lebih besar dengan uang yang mendatangi mobil Toyota dikarenakan mobil Lexus jauh lebih berharga.   Bertarung bandar di Pilpres, lah bisa bertarung di Pilkades yang setingkat desa saja sudah bisa beli rasa terhormat, apalagi bertarung di Pilpres?   Jadi apa yang dibeli Prabowo, Sandi, dan para bandar politik? Yang dibeli rasa berharga dan rasa terhormat. Dan rasa itu pula yang jadikan kekayaan mereka makin naik walaupun mereka tidak terpilih.   Hal ini yang sebabkan orang kaya makin kaya saja sesudah beli barang branded, orang kaya maki  kaya saja sesudah hamburkan uang untuk jalan-jalan luar negeri, ya karena mereka hamburkan uang untuk beli perasaan berharga dan terhormat.   Ikhlas tidak sih yang begitu? Sudah jangan bicara ikhlas dulu, karena Anda sedekah dengan diam-diam dan sangat tersembunyi juga belum tentu dicatat amal ikhlas. Yang jelas itulah permainan jual beli perasaan dengan uang.   Apapun yang terlepas akan auto diganti, dan perasaan Anda itulah yang memanifestasikan energi penggantinya.   Habis belanja boro-boro muncul rasa syukur dan rasa kaya malah muncul rasa bersalah boros, itu energi pengganti yang akan termanifestasi.   Habis bayarkan tanggungan biaya anak sekolah muncul rasa terbebani dan rasa berat hati, itu pula manifestasi energi penggantinya.   Habis bayar pajak muncul rasa menggerutu merasa terperas, energi perasaan itu yang akan menggantinya. Dan seterusnya.   Muhammad Nurul Banan   Gus Banan

2024

YANG HILANG AUTO DIISI, YANG LEPAS AUTO DIGANTI

Anda amati rumah-rumah kosong. Penghuninya pergi semua, apakah rumahnya jadi kosong? Tidak. Ada energi bahkan materi lain yang auto mengisi.   Rumah kosong, andai tidak diisi penghuni manusia lagi, akan auto diisi rumput-rumput liar, serangga, tikus, debu, pohon liar, ular, hingga diisi hantu mengisi untuk menggantikannya.   Jadi apapun yang terambil, pasti akan diisi lagi dengan hal lainnya, entah dengan hal yang serupa, entah dengan hal yang lebih baik ataupun hal yang lebih buruk, yang jelas ada energi ataupun materi yang mengisinya kembali.   Tandon air di rumah Anda dikosongkan, kalau Anda punya kehendak menggantinya dengan mengisi bensin, bisa, menggantinya dengan mengisi santan, bisa, atau mengganti mengisinya dengan air serupa juga bisa, atau Anda menginginkan untuk tidak mengganti mengisi apa-apa lagi, ya otomatis akan diisi oleh udara.   Jadi hukum patennya apapun yang dikosongi akan diisi lagi, apapun yang diambil akan diganti.   Energi ataupun materi yang menggantikan bisa Anda pilih dengan sadar, dan kalaupun tidak dipilih dengan sadar maka auto diganti oleh energi lain.   Anda melepaskan uang untuk belanja, disitu Anda secara sadar memilih mengganti materi uang dengan barang belanjaan Anda. Itu penggantinya dipilih dengan sadar.   Sekarang kalau uangnya hilang, dirampok, dicuri, ditipu, apa diganti? Disitu Anda bisa secara sadar menggantinya, kalaupun tidak secara sadar ya akan auto diganti.   Uang Anda hilang, lalu Anda marah-marah, ya energi kemarahan itu yang akan menggantikannya, atau Anda merasa kesal, ya energi kesal yang akan menggantikannya, atau Anda bersedih mendalam, ya energi sedih itu yang menggantikannya.   Sementara marah, kesal dan sedih itu adalah energi negatif, berarti keburukan dan keburukan di hari berikutnya yang akan mendatangi Anda, ibaratnya air minum digelas Anda baru saja disuntak, lalu dengan sadar Anda menggantinya dengan telek ayam, menggantinya dengan energi negatif.   Nah apalagi kalau sesudah kehilangan uang lalu Anda mengumpat dengan kata-kata kotor, misal asu, ya asu itu pula yang akan menggantikan.   Sebaliknya Anda baru kehilangan uang, lalu Anda merasa ridha, dibikin rileks di hati, merelakan dengan legawa, energi serupa pula yang akan menggantikan.  Ridha, hati rileks, hati rela legawa itu artinya hati yang luas, berarti energi penggantinya adalah keluasan dan kelapangan hidup. Entah menjadi luasnya rezeki, entah luasnya network, entah luasnya kebahagiaan, dan lainnya. Yang jelas terganti dengan energi positif.   Nah apalagi bila saat kehilangan uang Anda berdoa yang baik-baik, misal saat kehilangan uang, Anda berdoa, “Ya ga apa-apa uangku hilang, insya Allah jadi lantaran anak-anakku shaleh,” maka ijabah doa baik tersebut yang akan menggantikannya.   Lalu andai hati Anda kosong, tidak memilih kebaikan ataupun keburukan apapun, tidak berdoa juga tidak umpatan kesal?   Gelas berisi air telah diambil airnya lalu tidak diisi madu, juga tidak diisi telek ayam, akan auto diisi udara. Disitu kehilangan uang Anda hanya akan diisi energi kosong.   Begitu pula ketika Anda ditimpa kesialan dalam bentuk apapun, entah kehilangan harga diri seperti dibully, dicaci, difitnah, dizalimi, entah kehilangan kesehatan seperti sakit, maka apapu  yang hilang dari diri Anda akan auto diganti.   Hanya saja Anda mau dengan sadar menggantinya dengan kebaikan ataupun keburukan itu adalah pilihan kesadaran Anda.   Kehilangan harga diri ataupun kesehatan itu mekanisme penggantian energinya sama persis seperti kehilangan uang.   Karenanya sebaik-baik keadaan saat alami kehilangan adalah berdoa memohon pengganti kebaikan. Nabi SAW pun mengajarkan doa saat terkena musibah yakni disaat Anda kehilangan sesuatu;   إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.” (H.R. Shahih Mulim)   Cuma sayangnya banyak orang tidak mengerti hukum paten ini dimana yang hilang auto diisi, yang lepas auto diganti, sehingga mereka justru mengganti musibah-musibah kehilangan dengan telek ayam.   Dan saat belanja, Anda itu kehilangan uang dan Anda sudah terima penggantinya, namun sebenarnya disitu Anda masih dapat menggandakannya dengan energi kekayaan yang lebih besar.   Atau seperti Sandiaga Uno yang konon hambur-hamburkan uang hingga hampir 1 triliun saat calonkan diri sebagai wakil presiden bersama Prabowo Subianto di Pilpres 2019 lalu, lantas Uno tidak terpilih, sebenarnya dia belanja apa?   Energi apa yang dia beli sebagai penggantinya, kok dia bukannya jatuh miskin malah makin kaya?   Di sana ada screet kesadarannya. Namun karena sore ini saya belum mandi, sebaiknya saya lanjut esok saja. Mau mandi dulu, disini sudah Maghrib.   MUHAMMAD NURUL BANAN Gus Banan

2024

COBA, PUSING APA TIDAK?

Kalau Anda menginginkan kuat artinya Anda meminta dibebani berat, karena hanya beban beratlah yang bisa membuktikan Anda kuat atau tidak.   Kalau Anda menginginkan kaya harta artinya Anda meminta diberi rasa butuh besar karena bikin rumah reok, biaya 2 juta cukup, bikin rumah mewah 10 miliar belum tentu cukup, artinya makin kaya berarti rasa butuhnya pada harta makin besar. Dan rasa butuh itu yang disebut fakir.   Kalau Anda menginginkan menang artinya Anda meminta bertarung, bersaing dan berkompetisi, karena menang-kalah itu hanya akan terbukti lewat pertarungan.   Kalau Anda menginginkan populer artinya Anda meminta data prifasi Anda dibuka lebar-lebar ke publik karena popularitas adalah lawan prifasi.   Kalau Anda menginginkan laris artinya Anda meminta agar diberi kelelahan dan kecapekan karena laris itu sama saja membuka diri menjadi pelayan.   Kalau Anda menginginkan kecukupan artinya Anda menolak kelebihan.   Kalau Anda menginginkan berkuasa artinya Anda meminta kebencian dari banyak orang karena berkuasa artinya ambisi mengontrol orang lain. Lalu siapa yang inginkan hidupnya dikontrol? Disitulah kebencian mereka akan muncul.   Kalau Anda menginginkan jadi orang baik, Anda akan diuji dituruni orang jahat, karena kejahatanlah yang mampu membuktikan diri Anda orang baik.   Kalau begitu sebaik-baik jalani kehidupan adalah pasrah? Nanti dulu.   Kalau Anda menghendaki pasrah artinya Anda menyerahkan hidup Anda untuk mengalir alami. Pohon-pohon, bebatuan, planet-planet dan makhluk non akal lainnya itu makhluk berserah pasrah kepada aliran kehidupan.   Mereka teruji sebagai makhluk pasrah karena belum ada pohon yang protes karena dialirkan oleh kehidupan agar roboh mengenaskan.   Ketika Anda memilih pasrah, maka untuk membuktikannya Anda pun akan diuji untuk dirobohkan, ataupun dicincang, ataupun dialirkan ke comberan, karena pasrah hanya akan terbukti kualitasnya bila Anda dialirkan mengenaskan lebih dulu, Anda protes apa tidak.   Kalau begitu tidak usah berkeinginan. Hatinya kosong saja. Gelas kosong resikonya akan diisi oleh sembarang isi. Diisi racun, bisa. Diisi angin, bisa. Diisi madu, bisa. Dan bisanya gelas terisi madu harus ada keinginan dari Anda. Kalau Anda berhati kosong, tanpa ada keinginan baik, hati-hati bisa diisi iblis.   Itulah realita hidup, segalanya punya resiko, sekalipun itu keinginan baik akan tetap beresiko. Karenanya hidup itu hanya layak bagi Anda yang punya mental.   MUHAMMAD NURUL BANAN Gus Banan

Scroll to Top